
Pria benetra coklat itu berjalan keluar dari lift dengan bocah tampan dibelakangnya. Menampilkan senyum maut kepada para tamu undangan. Ballroom hotel Khandelwal Hotel,terpenuhi oleh orang-orang ber uang dan pembisnis kaya. Yah,tidak jarang juga para tamu undangan pemula dalam dunia bisnis
Setelah berada didalam ballroom,pria itu berjalan kearah altar dan duduk disofa mewah yang sudah disiapkan. Pandangannya menjelajahi para tamu undangan dengan senyum lebarnya. Jantungnya sudah berolahraga sedari tadi,saat masih dikamar. Ini adalah moment yang ia tunggu-tunggu selama bertahun-tahun. Moment,duduk diatas altar bersama wanita yang dia cintai. Memberi segalanya untuk dia
Tidak lama kemudian,ballroom hotel terasa heboh. Seorang wanita bergaun putih besar berjalan dengan mata tertutupi oleh kain. Dua pria berpakaian hitam menuntun wanita itu berjalan diatas altar
...
...
Rohit. Pria itu menyambut uluran tangan wanitanya dengan lembut dan seirama. Menggenggamnya lembut selembut bulu yang halus. Menuntunnya berjalan bersamanya kearah sofa yang tadi didudukinya. Setelahnya,perlahan rohit membuka penutup mata itu
Setelah terbuka,alen mengerjabkan matanya beberapa kali agar penglihatannya semakin jelas. Saat sudah terasa jelas,dia terkejut melihat orang didepannnya. Tapi,keterkejutannya tidak bertahan lama. Dia menangis dan memukul kepala rohit dengan ganas
Rohit meringis sakit"aw--aduh-sayang-sakit--aw"
"Kamu tega. Kamu tega menjualku. Aku kira,aku akan menikah dengan penjahat. Menjadi istri kelima. Hiks..."racau alen dengan tangisnya serta pukulannya mulai memelan
Rohit menangkap tangan itu dan mengenggamnya erat. Menciumnya lama"maafkan aku. Aku hanya ingin memberimu kejutan"
Alen cemberut. Kejutan yah? Kok buat orang jantungan. Main jual-jual lagi"kajutan ya kejutan. Tapi bikin jantungan tahu nggak"kesal alen
"Maaf deh. Aku janji nggak lagi,suyerr"kata rohit dengan mengancungkan kedua jarinya keatas
Alen mulai dongkol. Apa dia akan menikah dengan pria ini? Sekarang? Tapi bilang saja suwer nggak bisa. Alen memilih diam,dia memalingkan wajahnya. Tapi sesaat kemudian,wajahnya memerah. Dia baru tahu jika para tamu undangan sedang menatap adegan mereka. Apalagi tadi dia memukul kepala rohit. Aduh,apa yang akan mereka katakan tentangnya
"Hei. Jangan memalingkan wajahmu dariku. Kita akan menikah. Jadi...kita akan menjadi suami istri"kata rohit pelan
Alen menatap rohit dan kembali memalingkan wajahnya. Tanpa disadari pendeta sudah berdiri tiga menit lamanya,menunggu mereka menyelesaikan konflik mereka. Tapi,sudah selama itu pasangan yang akan menjadi suami-istri ini tidak selesai-selesai juga
"Maaf Tuan. Apakah pernikahannya bisa kita mulai?"pendeta itu memilih menegahi mereka. Yang saling memalingkan wajah dan saling merayu. Hah,pendeta itu menghela napas. Jika bukan orang terpandang yang akan menikah,dia akan memilih pergi dari situ
Sepasang itu menoleh kaget kearah pendeta itu. Memasang tampang polos seakan tidak terjadi apa-apa pada mereka barusan. Rohit mengangguk dan membenarkan posisinya disusul oleh alen
__ADS_1
Sedang mariam,menatap anaknya itu dengan tajam. Siap menikam anaknya itu dengan matanya"mam,matanya nggak usah dipelototin juga kali mam"tegur savana
Mariam melirik putrinya dan mendengus. Gabriel melihat ekspresi calon mertuanya hanya dapat mengelus dada, sama seperti ardi
♡
Setelah mengucapkan janji suci,para tamu dipersilahkan menyicipi makanan yang sudah disiapkan oleh WO. Dennis,bocah itu sibuk mencari makanan yang menurutnya enak dan menarik. Namun,sudah lima menit mengelilingi meja,dia tidak mendapatkan makanan yang dia mau. Sepertinya dia akan berpindah kemeja lainnya
Tapi saat dia akan kemeja besar,tidak sengaja dia menabrak seseorang. Dia begitu jatuh tidak mulus,bibir dilantai dan tangan di depan jidatnya. Lima detik diposisinya,selama itu juga bibirnya mencium lantai. Dennis merasa,dia telah berbakti kepada negaranya. Saking berbaktinya,samapi-sampai dia rela mencium tanah airnya selama lima detik
"Kamu nggak papa?"dennis berharap,suara itu adalah suara seorang gadis. Tapi,harapan tinggalah harapan. Suara itu,suara bocah laki-laki sepertinya
Bocah itu menutup matanya dan bangkit. Setelah bangkit,barulah dia membuka mata. Matanya seketika melebar,tangannya bendekap mulutnya agar suara yang akan diakeluarkan tidak terdengar. Dihadapannya terdapat tiga bocah sepertinya,bocah-bocah itu berwajah sama. Tidak ada yang berbeda,meskipun ada perbedaan itu tidak akan terlihat
"Astaga setan?kembar tiga?triplet devil?" Gumam dennis gemetar
Salah satu dari mereka menatap dennis datar tanpa menunjukan kemarahan atas gumamannya tadi. Dennis tahu,bahwa apa yang dikatakannya tadi bisa terdengar oleh tiga bocah kembar itu. Namun,keduanya dari ketiga itu menampilkan wajah sangar"heh,kami bukan setan atau devil yang kau ucapkan tadi. Kami manusia normal dan tampan"kata salah satunya yang lebih pendek
Bocah yang disebelahnya mengangguk membenarkan ucapan saudaranya tadi"iya,kami bukan salah satu yang kau sebut. Kami pria tampan se-Indonesia"
"Man--"ucapan bocah yang lebih pendek tadi terhenti saat saudaranya yang lebih tinggi dari mereka berdua mengancungkan jarinya
"Maafkan adik-adikku. Oh iya perkenalkan nama saya kevin,ini kelvin,dan yang terakhir kevan"kata kevin dengan raut datar pada dennis. Sedang dennis mengangguk dan tersenyum. Bisa nih ajak temanan kali. Batinnya
"Aku dennis"
♡
Sudah tiga jam lamanya rohit dan alen menyalami para tamu undangan. Tapi,semakin matahari ingin tenggelam semakin banyak juga para tamu yang datang. Dari banyak para tamu,orang-orang luar asia. Dan yah,taulah...tampan-tampan. Alen berharap,dari banyaknya para tamu undangan yang datang. Dari salah satunya aktris-aktris terkenal mancanegara
"Kamu pegal,sayang?"tanya rohit khawatir. Alen menoleh dan menggeleng. Dia masih berharap,apa yang dia ucapkan didalam hatinya terjadi
"Selamat Mr. Kamu sudah mencapai dua kali titik. Ckck,saya harap bisa seperti dirimu. Mendapatkan gadis cantik seperti istrimu"kata pria tampan itu dengan berdecak kesal
__ADS_1
Rohit menerima uluran tangan pria tadi dan mengangguk"ah Mr. Dallas bisa saja. Sesegeralah menikah,dan kami akan ke Indonesia. Melihat-lihat negara penuh kekayaan alam itu"balas rohit bersahabat
"Boro-boro menikah cepat. Calon aja nggak punya. Mana mungkin saya menyeret anak gadis orang kealtar. Bisa-bisa saya berdiri altar penjara dengan pria berbadan besar"cerocos Mr. Dallas
"Hei!jangan mengobrol terlalu lama!ini giliran saya!"tegur pria satunya dengan tak sabaran. Tangannya mendorong Mr. Dallas dengan pelan
Mr. Dallas atau bisa dipanggil mario mendengus kesal dan meninggalkan altar sehabis menyalami alen dengan terburu-buru
"Selamat rohit. Saya kalah telak,kau sudah menaiki altar dua kali. Tapi saya baru sekali"kata pria itu dengan sedih
"Oh jadi, kamu ingin menikah lagi hah!menikah saja kamu!tapi perusahaan,rumah,mobil,apartemen,hotel dan anak-anak menjadi hakku!"sentak wanita cantik yang diyakini istri pria itu dengan garang. Pria tadi menangkup tangannya didepan dada dan menatap istrinya sendu
"Jangan dong sayang. Itu sama halnya bunuh suami namanya. Masa diambil semua"
"Jadi kamu serius menikah lagi,gitu!. Oke kita pisah ranjang sekarang!"putus wanita tadi dan menyalami sepasang pengantin itu dengan kesal. Rohit menatap teman bisnisnya itu kesal,sedang alen menatap mereka heran. Tidak bisakah mereka berantam diluar (?) Tidak bisakah mereka memberi selamat tanpa berantam (?)
"Maaf rohit. Istri saya sedang PMS. jadi maaf segala keributan kami"kata pria itu bersalah
Rohit mengangguk"tidak apa-apa dareen. Saya mengerti,yah memang cilla sedang PMS. Atau cilla sedang isi,kan biasanya wanita suka marah-marah sedang itu"
"Ya,semoga saja"
"Makanya kalau ngomong itu disaring. Tahukan,tahu cepat pecah. Nah begitu juga dengan perasaan wanita"celetuk pria disebelah dareen tanpa melihat lawan bicaranya
"Rayhan. Urus saja,rumah tanggamu. Ini urusan keluargaku"balas dareen tajam
"Tapi dia adikku"balas rayhan kembali masih sama nada bicaranya, santai
"Ya,aku tahu itu. Bahkan alien pun tahu jika cilla adikmu. Tapi,kau harus ingat dia sudah menjadi istriku. Istri Darren Nataniel Wiranata"dareen menekankan akhir katanya dan menunjuk dirinya
"Oke oke. Aku bungkam. Tapi jangan berani-beraninya kau menyakitinya. Jika kau mengulangi kesalahanmu lagi,jangan harap ada cilla dihidupmu"setelah mengatakan itu,rayhan menarik istrinya tanpa memberi selamat pada mempelai
Rohit menghela napas gusar. Bingung dengan keadaan barusan. Teman-teman bisnisnya bertengkar dipernikahannya (?) Seharusnya hari ini,hari yang membahagiakan. Tapi kedua rumah tangga itu menghancurkannya. Dan yang bingungnya lagi,pertengkaran dimulai tepat diatas altar. Hah
__ADS_1
Tbc