Hottest Daddy

Hottest Daddy
Part 32> Envious


__ADS_3

Semua yang berada diruang keluarga menatap lurus kearah alen yang sudah terlihat seperti patung. Jauh dari alen. Gabriel lebih parah dari patung,mungkin sudah seperti batu yang berdiri kaku


Dia tidak percaya ini. Didepannya,dihadapannya. Gadis yang pernah dia lihat kini sudah berubah 180 derajat. Rambutnya kini sudah berwarna hitam,dulunya berwarna coklat. Kulitnyapun semakin putih bersih. Dan tubuhnya,kini semakin berisi. Semua perubahan yang gadis itu alami,membuat gabriel menunduk tidak berani lagi menatap gadis tersebut


Lain dengan keempat manusia yang menatap mereka heran,bingung,tidak mengerti bercampur menjadi satu. Rohit berjalan mendekati gadisnya yang terdiam seperti patung saja. Pria itu menatap mata itu,mata hitam yang selalu membuatnya tenang. Tapi,kini mata itu menjadi kosong. Maksudnya mata itu menatap kosong kesatu arah,bahkan mata itu berkaca-kaca sudah. Rohit benar-benar tidak mengerti dengan situasi ini. Mereka diam,tidak ada satupun yang memecahkan keheningan ditengah kebingungan mereka


"Kalian...kenapa diam gitu"savana memilih memecahkan keheningan itu lebih dulu,dia sangat penasaran dengan diamnya alen dan gabriel. Bahkan bukan hanya penasaran,rasa cemburu terbesit dihatinya. Cemburu dengan tatapan gabriel mengarah pada satu objek


Tak ada jawaban


Savana menghela napas berat. Berusaha meredakan rasa cemburunya. Ingin rasanya dia membalikan tubuh pria itu lalu menatapnya,bukan menatap gadis lain. Terlebih gadis itu calon kakak iparnya


"Maaf"


Lirih gabriel tetapi menyerupai bisikan. Rohit dan yang lain mendengar itu,membuat mereka bertambah penasaran. Namun dalam hati rohit,mendominasi cemburu dan kesal. Lihat gadisnya. Menatap pria itu seperti menatap sang pujaan. Hoh,rohit benar-benar sudah panas dingin. Sudah cukup dia melihat adegan tatap-menatap ini. Dia harus bertindak


Rohit membalikan tubuh alen dan memeluknya erat. Dia tidak segan-segan menatap gabriel dengan tatapan mematikan. Dia tidak rela jika gadisnya menatap pria selain dirinya. Dia tidak sanggup jika gadisnya ditatap oleh pria selain dirinya. Katakanlah,dia pria agresif,posesif,psiko,dan sebagainya. Tapi,ingat satu hal dia tidak akan membiarkan gadisnya menatap atau ditatap oleh pria lain selain dirinya. Hanya dirinya seorang. Bahkan putranya sekipun


Isakan pilu alen pecah seketika. Sampai kelima manusia diruangan itu,menyadarkan mereka dari perang pikir mereka. Rohit langsung kalang kabut saat mendengar tangisan gadisnya


"Hei. Hei. Kamu kenapa? Kamu kenapa nangis? Apa aku menyakitimu?"tanya rohit khawatir. Wajah alen sudah dipeniuhi air mata. Jas mahal yang dipakai rohit sudah basa terkena air mata itu(jangan berpikir kalau jas rohit basah semua ya)

__ADS_1


Alen menggeleng. Sakit didadanya semakin berkobar,saat dia mengingat betapa pria itu menyakitinya,meninggalkannya. Dua tahun dia mati-matian mengubur rasa sakit itu,tapi kini rasa sakit itu kembali hadir. Hadir disaat dia akan merintis kebahagiaan


"Maafkan aku al,aku tidak bermaksud meninggalkanmu. Maafkan aku. Kumohon"mendengar ucapan gabriel. Rohit dan yang lain kini hanya diam. Walau rasa cemburu mendominasinya saat ini


"Hiks...


Hanya isakan yang menjawab permintaan maaf gabriel. Dia tidak bisa lagi menjawab apa. Seketika suaranya hilang. Seribu kata yang akan dia lontarkan kini hanya dapat dia telan bulat-bulat


"Ada apa sebenarnya,hah!apa kalian punya hubungan!"bentak rohit dan menjauhkan dirinya dari alen. Dia sudah tidak tahan dengan semua ini. Sudah cukup!


"Ya...


"Sialan!aku sudah percaya sama kamu!kenapa kamu tega len!kamu tega"rohit mengusap wajahnya kasar. Dia menatap alen tajam,hatinya benar-benar hancur. Hancur berpuing-puing


"A..aku..."ucap alen terbata-bata


"Biar aku jelaskan. Ini salahpaham. Aku tidak___"


"TIDAK APA!HAH!"teriak rohit memotong ucapan gabriel


"Rohit. Biar kita bicara baik-baik. Berikan mereka kesempatan untuk menjelaskannya. Ini bukan perkara ringan. Jadi kita tenangkan dulu hati dan pikiran kita. Setelah itu,kita bisa mendengarkan penjelasan mereka berdua"lerai ardi yang sedari tadi menyerap perkara apa yang terjadi barusan. Dia diam bukan apa,tetapi dia diam ingin mengerti permasalahan itu. Walau pokok permasalahan tidak jauh-jauh dari asmara,percintaan

__ADS_1



Kini mereka menatap satu sama lain. Sudah setengah jam mereka berdiam membisu,tudak ada yang memulai lebih dulu. Sedang rohit,sudah tidak lagi berdekatan dengan alen. Dia menjauh,terlalu sulit untuk menerima jika memang benar adanya,jika gadisnya mencintai pria lain


"Jadi...jelaskan pada kami. Apa hububungan kalian sebenarnya"ardi memilih membuka suara lebih dulu


Gabriel menghela napas sambil menatap alen dan savana bergantian. Pikirannya tidak tentu saat ini. Entah apa yang dia pikirkan


"Dua tahun lalu...tepatnya alen menduduki kelas satu SMU dan aku kelas tiga. Awalnya kami tidak saling mengenal,tapi kami sering pulang bareng dan...disitulah kami semakin dekat..."gabriel berhenti sejenak,sesekali menatap alen yang menunduk,menatap lantai bersih itu


"Dua bulan kami dekat dan menjalin kasih. Sampai lima bulan. Tetapi itu tidak berjalan lama. Aku lulus dari SMU itu dan melanjutkan sekolahku di Alaska. Dan sesekali aku membantu ayah mengurus perusahaannya,karena ayah sibuk mencari anak dari istri keduanya yang telah meninggal. Awal aku disana...kami masih saling kontak. Tapi...karena kesibukanku antara kuliah dan kantor. Akhirnya kami tidak lagi menjalinnya. Mungkin alen merasa,aku yang memutuskan hubungan kami sepihak. Dan mungkin mengira aku meninggalkannya"jelas gabriel panjang lebar. Sampai mariam mengatuk?


Ardi mengangguk dan menatap putra dan putrinya bergantian. Dia tahu betul,jika kedua anaknya sedang menderita penyakit cemburu sekarang. Tetapi apa boleh buat?


"oke. Apa kamu masih mempunyai perasaan terhadap alen? Dan begitupun sebaliknya"tanya ardi memastikan. Jika mereka masih membutuhkan satu sama lain. Maka,itu jalan yang terbaik. Dia tidak bisa memaksa atau memisahkan hanya demi anak-anaknya


"Mungkin......


Tbc


Kan. Kan belum selesai. Cerita ini masih panjang,mingkin(?) Jadi,kalian yang masih setia menunggu part selanjutnya aku ucapin terima kasih banyakkkk

__ADS_1


__ADS_2