Hottest Daddy

Hottest Daddy
Part 23> Keputusan


__ADS_3

Terdengar langkah gontai memasuki arah ruang keluarga. Sosok wanita duduk disofa sambil menatap tajam kearah pria yang baru memasuki ruangan itu. Wanita itu berdiri dari duduknya,dan melangkah kearah pria tersebut. Tanpa diduga,wanita itu menampar pria yang dihampirinya


Pria yang tidak lain dan tidak bukan adalah Bayu prasetya. Pria yang sudah menginjak usia 22 tahun itu menatap wajah wanita yang berani menampar wajahnya? Katakanlah dia pria pengecut yang selalu membuat wanita itu menanggung kesalahannya


"Mama...."lirihnya dengan tangan masih stay dipipinya. Dia menunduk,walau dia pria tapi, dia tidak berani melawan seorang ibu. Terlebih dia ibunya,yang susah payah mengeluarkannya. Yang susah payah merawatnya tanpa seorang ayah. Yang tanpa pamrih menyekolahkannya. Namun berbagai ulah yang harus wanita itu tanggung


"Kau pengecut...."satu kata yang laras keluarkan. Walau banyak kata yang mendesak diotaknya. Namun,hanya kata itu yang dia dapat utarakan


"Mama...."jari telujuk laras mengarah pada wajah putranya. Wanita berusia 44 tahun sudah berkaca-kaca. Dia baru tahu apa yang terjadi,sejauh inikah kebrandalan putranya? Apa dia telah gagal menjadi seorang ibu? Apa dia yang terlalu bodoh yang tidak mengetahui sifat putranya


"Kau mengecewakan mama....kau tidak menganggap aku mama kamu. aku gagal mendidik putraku....


"Mama...."isak kecil dari bibir wanita itu tidak bisa dia bendung. Ingin rasanya dia bisa memutar waktu agar dia lebih giat lagi mendidik putranya


"Maafkan aku...aku tau aku pengecut. Maafkan aku ma. Kumohon maafkan aku....."bayu bersimpuh tepat dihadapan kaki laras. Wanita itu tidak bergeming. Dia tetap berdiri pada posisinya"aku tau,aku mengeecewakan mama. Tapi kumohon maafkan aku. Aku akan memperbaikinya"lanjutnya yang meruba pada posisi sebelumnya


"Mama ingin kau memperbaiki semua. Sudahilah masalah ini,sudahi hubunganmu dengan delia..."perkataan mamanya sukses membuat tubuhnya menegang. Tidak berani menatap mata mamanya"ya mama sudah tau hubunganmu dengan adik mama. Mama melihatnya,jadi-sudahilah"laras meraih tubuh putranya dan memeluknya. Dia mencoba tidak mengeluarkan air matanya lagi


¤¤¤¤¤¤¤¤


Rohit duduk berhadapan ayahnya, Sang tuan khandelwal. Menatap serius pada mata ayahnya,tidak sadar dia sudah menghembuskan napas beberapa kali. Menghilangkan kegugupan,dan perasaan tidak tentunya. Entah dari mana datanganya,sebelumnya dia tidak pernah merasakan jika berhadapan dengan ayahnya. Namun,sekarang berbeda. Keadaannya berbeda,ini tentang perasaan

__ADS_1


Ardi masih tidak bergeming,wajah datarnya masih menatap putranya. Menunggu apa yang akan putranya utarakan. Sebenarnya dia sudah tahu apa yang akan putranya katakan. Apa yang diinginkannya,apa yang akan dia minta. Sudah ketebak,karena masalahnya dan persoalan hanya pada asmara. Dan- percintaan?


"Ck"ardi berdecak kesal"ada apa,kau datang dikantor ayah..."pria paruh baya itu melipat kedua tangannya dibelakang kepalanya dan bersandar pada kepala kursi kebesaranya. Pandangannya tidak lepas dari putranya. Sedangakan rohit,sudah keringat dingin sedari tadi,apalagi ditatap intens dan datar seperti itu


"Aku ingin berbicara sama ayah---"


"Bukankah dari tadi kua sudah bicara? Katakan saja pada intinya. 10 menit lagi ayah harus meeting..."sela ardi datar. Persoalan meeting itu hanya alibi saja,padahal dia sudah meeting sebelum putranya muncul tiba-tiba dikantornya. Tepatnya,diperusahaan Raj Agro pusat,London


"Aku ingin ayah membatalkan perjodohan----"


"Kenapa?"lagi-lagi ardi menyela perkataan rohit sebelum pria itu menyelesaikan perkataannya. Rohit menggeram tertahan,jika bukan ayahnya sudah dia memberi pukulan pada wajah datar itu


"Ayah...jangan menyela. Dengarkan aku dulu"geram rohit sambil mengacak rambutnya kasar


"Aku sudah memikirkannya"jawab rohit pasti


"Really?"tanya ardi meremehkan


"Ya,aku sudah pikir dijauh hari sebelum aku datang kesini"sahut rohit serius


"Baiklah,ayah tidak mau tau perusahaan ini harus seperti sedia kala. Mr. Martinus akan mencabut saham yang dia tanam diperusahaan kita"rohit mengangguk

__ADS_1



Sinar bulan sudah tampak menyinari seluruh dunia. Menyinari setiap seluk beluk permukaan bumi,seperti juga diruangan gelap itu. bulan itu mengintip melalu selah-selah jendela ruangan itu. Senyum manis terbit diwajah gadis yang tampak kacau,tersiksa,dan kesakitan.


"Sampai kapan aku berada disini? Entalah..."


air matanya mulai keluar. Mata yang sudah membengkak,kembali keluar dari mata bengkaknya. Hitam dibagian lingkaran matanya semakin hitam saja,seperti dia pecanduan narkoba. Badannya seperti seonggok daging saja


".....apakah aku akan mati? Apa aku akan mati konyol ditempat laknat ini"


Matanya tidak lepas dari bulan itu. Entah mengapa bulan tampak besar malam ini dan berubah warna kejinggaan. Mungkin perasaannya saja"sepertinya aku mau muntah lagi...."gumamnya,sedetik kemudian dia mengeluarkan cairan dari mulutnya. Perutnya terasa keram sekarang,dia mencoba meluruskan kakinya agar bisa meredakan keram diperutnya. Ah..terasa mendingan,setelah dia meluruskan kakinya


Matanya mulai memberat dan ingin menutup mata.


Brakk


Pintu itu dibuka dengan paksa. Mata yang tadinya tertutup kini terbuka lebar. Jantungnya memberontak,takut dia akan disakiti lagi


"Aku akan membantu mu..."


Tbc

__ADS_1


Jeng-jeng-jeng...?


__ADS_2