
Why am i so afraid to lose you when you are not mine
.....
Entah mengapa aku begitu takut kehilanganmu ketika kamu bukanlah milikku
÷÷÷÷÷÷÷÷÷÷÷÷÷÷÷÷÷÷÷
...
...
Kediaman Khandelwal tampak begitu ramai,bukan karena orang banyak. Tetapi,karena teriakan sang nyonya rumah. Hari ini,adalah kepulangan sang suami maupun sang putra dari london.
"Mana persembahannya!! Sejam lagi mereka sampai!!"anak buah dikeluarga itu berlari terbirit-birit mencari apa yang nyonya besar itu minta. Yap,hari ini mereka akan menyambut kepulangan kedua pria yang berarti dikeluarga itu dengan adat india
Cukup memakan waktu setengah jam,semua sudah terselesaikan. Kini hanya mariam,savana,dennis,dan alen yang berada didalam rumah itu. Para pembantu atau bodygard sudah disuruh pulang oleh nyonya khandelwal. Mereka akan kembali pada malam hari
Tak lama kemudian,suara kolekson terdengar dari luar rumah. Kedua pria itu keluar dari mobil mewah. Senyum lebar terpampang jelas diwajah kedua pria itu,sebuah senyum hangat,kerinduan,dan kelegaan
Mariam membawa persembahan,dan ladu didalam baki itu. lilin kecil,ditengah baki menghiasi betapa mereka mempersiapkan dengan perasaan rindu. Bubuk merah ditekankan pada dahi mereka,kemuadian rohit menyentuh kedua kaki ibunya. Disusul oleh savana dan alen untuk menyentuh kedua kaki ardineo
Mata rohit tidak lepas dari gadisnya,sesekali mengedipkan matanya. Alen hanya dapat memutar matanya kesal. Rohit terkekeh saat gadisnya memutar bola matanya seperti itu. Namun,itu tiak berlaku lama saat pandangan ayahnya jatuh pada gadisnya,pandangan tuan khandelwal tidak bisa terbaca
"Siapa gadis ini? Ayah baru melihatnya?"tanya ardineo intimidasi. Rohit menggaruk tengkuknya,tidak tahu harus menjawab apa. Mana mungkin rohit menjawab'itu yah anak tetangga sebelah'kan aneh
__ADS_1
"Ayah,dia calon menantu mama. Kenalin ini alen,cantikkan pa"sahut mariam sumringah. Wanita itu terlalu bahagia saat memperkenalkan alen kepada suaminya
Ardi bergeming,matanya menelusuri gadis dihadapannya dengan teliti. Menilainya dari ujung rambut dan ujung kaki,hampir sempurnah. Namun,hati ardi berangsur-angsur kacau
"Rohit,kita bicarakan ini diruangan kerja ayah"ardi meninggalkan mereka dan masuk kedalam kamarnya. Sedangkan alen sudah panas dingin,jantungnya berdetak cepat. Gadis itu sangat gugup dan sesak,saat ayah prianya menilai seakan pria paruh baya itu tidak menyukainya
"Al,jangan diambil hati yah,ayah emang gitu saat orang baru yang dilihatnya"ingin sekali alen percaya,tapi hatinya berkata lain. Membisikan jika tuan khandelwal tidak menyukainya,atau ada sesuatu....
"Iya sayang,kamu jangan memikirkan Itu lagi. Aku akan menemui ayah,kau jangan khawatir,ok. Aku akan kembali. Aku ingin memelukmu"jantung alen berdetak lebih cepat,wajahnya terasa panas.
"Ehm,jangan mesraan dong,hargai aku disini. Aku tidak bisa diginiin"kesal sava saat melihat adegan didepannya. Alen menundukkan kepala,menyembunyikan wajah merah padamnya
"Aku pergi..."rohit meninggalkan kedua gadis yang disayanginya
Rohit duduk dikursi tepat didepan ayahnya. Posisinya diia perbaiki,dihatinya ada rasa gugup saat ayahnya memandangnya seperti itu"ayah,ada apa?"tanya rohit to the point
"Lupakan gadis itu..."jantung rohit bertalu,ayahnya sedang bercandakan? Atau ayahnya sedang menggaulinya? Ingin rohit tertawa saat mendengar penuturan atau bahkan terdengar perintah dari ayahnya
"Ayah,aku tidak sedang ulang tahun. Jadi,ayah jang-----"ucapan rohit terhenti saat ayahnya mengebrak meja dengan keras
"Ayah tidak bercanda rohit! Ayah ingin kau menikah dengan wanita pilihan ayah!!" Tugas ardineo tegas. Pria itu memandang putranya dengan intimidasi
"Cukup ayah!!,sudah cukup aku dijodohkan dengan wanita pilihan ayah. Biarkan aku menentukan kehidupanku. Aku tidak ingin menikah selain alen. Aku tidak akan menikah selain dia!!"dada rohit naik-turun. Napasnya memburu,sudah cukup dia dijodohkan. Tidak lagi,ini hidupnya
"Ayah tidak ingin mendengar penolakanmu. Ayah ingin kau menikah dengan pilihan ayah TITIK!!"geram ardi,tangannya menunjuk wajah putranya
__ADS_1
"Ayah saja yang menikahinya,aku tidak-------"
Plakkk
Tamparan keras dipipi rohit terdengar sangat memekikan telinga. Bahkan telinga rohit seketika tidak berfungsi disebelah kananya. Rohit tidak menyangka dengan tindakan ayahnya,selama dia dilahirkan tidak pernah sekalipun ayahnya menamparnya sekeras ini
"Kau berani membantah ayah? Baiklah jika kau tidak menuruti ayah. Maka silahkan kau angkat kaki dirumah ini. Jangan harap kau akan membawa sepersenpun. Bawah saja gadis itu,ayah tidak ingin melihat kalian"ujar ardi dengan penekanan setiap bait-bait yang dia keluarkan
"Ayah...."sungguh rohit tidak percaya jika ayahnya akan mengatakan itu. Kata yang sungguh menyesakkan didadanya, menyakiti tenggorokannya
Ardi kembali duduk di kursi kebesarannya. Memandang putranya dengan datar,sesungguhnya dia tidak tega mengatakan hal itu. Tapi,entah mengapa emosinya tidak bisa dia kontrol saat ini. Apalagi saat mendengar penolakan dari mulut putra kebanggaanya
"Ayah ingin memberimu pilihan. Kau bisa menjawab besok. Pilihan ada ditanganmu,jika kau memilih gadis itu maka turuti perkataan ayah barusan. Namun,jika kau memilih menikah dengan wanita pilihan ayah. Kau akan tetap disini"ardi bernapas berat,inilah bisnis mengorbankan kebahagiaan seseorang
Sedangkan dibalik pintu. Alen mendengar semua dari awal sampai akhir. Apa yang berada dipikirannya benar-benar terjadi. Tuan khandelwal tidak menyukainya,karena pria itu sudah memilih wanita yang lebih segala-galanya
Sedari tadi air mata sudah berlomba-lomba keluar membasahi pipinya. Dadanya bergerumuh sesak,dia tidak ada arti apa-apa disini. Jadi,untuk apa dia masih disini? Alen akan meninggalkan rumah penuh kenangan indah buatnya. Meninggalkan orang yang dia anggap hidupnya. Kini dia sendiri lagi,seperti yang lalu. Menikmati hidup,tanpa seseorang disampingnya
Alen ingin pria itu masih disini. Bersama keluarga yang membesarkannya. Dia hanya orang luar,yang datang pada waktu sementara. Bahagia ini hanya fana.....
Afraid_____
Tbc
Vote×Coment!!
__ADS_1