Hottest Daddy

Hottest Daddy
part 2>Apa kau berusaha menggodaku


__ADS_3

Rohit menarik tangan putranya,dengan langkah besar. Tapi,tidak menyakitinya. Mana berani dia


"Rohit!!kenapa Dennis ditarik seperti itu?"tegur mama Rohit dengan garangnya. Dan berjalan menarik telinga putra sulungnya itu


"Mam_mam aduh ma___sakit__aduh"Rohit mengadu sakit. Tangannya mengenggam tangan mamanya yang berada ditelinganya


Mariam melepaskan tarikannya dan kembali menatap putranya dengan tajam,siap melahapnya hidup-hidup"kenapa Dennis ditarik seperti itu,hah? Kamu nggak sayang lagi sama putramu?"omel mariam galak


Rohit mendengus,menatap wanita berusia 60-an didepannya dengan heran"mama kok ngomong seperti itu? Dia putraku mam. Mana mungkin aku tidak menyayanginya"sahut rohit tidak terima


"Kenapa kamu tarik seperti menarik anak kambing?"


Rohit memilih diam. Tid0ak ingin menjawab pertanyaan mamanya,jika dia jujur maka akan sangat fatal. Yap,cucu sama nenek sama saja tidak mau melepaskan jika sesuatu itu disukainya


"Kenapa diam,hem?"


Rohit mengacak rambutnya hingga berantakan. Jika dia terus mendengar suara cempreng mamanya bisa-bisa telinganya akan tuli


"Ayah marah,nggak diajak ngomong sama mama saat antar mama pulang"suara bocah iblis menyahut,pertanyaan neneknya. Rohit memandang tajam kearah putranya. Anaknya itu mirip siapa sih!! Kok ceplas tidk perduli perasaan ayahnya


"Mama siapa sayang? Mama delia?"tanya mariam lagi.


Dennis menggeleng kuat"bukan eyang,tapi mama cantik. Masih mudah dan masih sekolah"


Lagi lagi rohit menatap tajam putranya. Ya tuhan,kenapa putranya cerewet sekali"benarkah?"apalagi ini mamanya ikut-ikut menggeroki perkataan bocah iblis itu

__ADS_1


Mariam melangkah menuju cucunya dan ikut duduk disebelahnya"terus,terus dia suka nggak sama ayah? Cantikan mana Aunti atau mama yang kamu maksud"


Rohit menghela napas beratnya dia duduk disofa tv dan menyalakannya. Walau pandangannya di tv tapi dia tetap menajamkan pendengarannya,jaga-jaga kalau putranya bicara yang tidak-tidak


"Dennis nggak tau eyang,tapi menurut dennis cantikan mama. Dan juga seragam yang dipakenya sama dengan aunti savana"cerocosnya lagi


"Wah,eyang pengen lihat"senyum diwajah wanita paruh baya itu tampak cerah walau banyak keriput diwajahnya


"Tenang saja eyang,kan ayah akan membawa mama disini. Benarkan yah?"Dennis melirik kearah ayahnya. Tapi Hanya anggukan yang diresponnya


"Ohiya eyang tau nggak,ayah tadi marah-marah dimobil. Soalnya mama nggak ngajak ngomong dan nggak ditanggepin. Ayah dikacangin"bisiknya kepada mariam namun,rohit masih mendengarnya


"Dennis,tutup mulutmu. Ayah tidak seperti itu,jangan ngarang kamu"setelah mengucapkan itu,Rohit melangkah kearah kamarnya


"Yah,ayah ngambek"


Peluh membasahi permukaan wajahnya. Hari ini pengunjung kedai kopi sangat ramai. Sampai jam sembilanpun masih ramai pengunjung,dia begitu lelah,dia butuh istrahat. Walau bekerja seperti ini,entah mengapa dalam pikirannya hanya ada wajah ayah bocah itu. Sumpah,alen baru merasakan hal seowrti ini setelah menutup hatinya


Dan tepat jam sepuluh malam dia diizinkan pulang. Jarak dari kedai sampai ke apertemennya hanya memerlukan tujuh menit berjalan kaki. Setelah keluar dari kedai,angin langsung menusuk kulitnya. Dia tidak memakai jaket hanya baju kaos kebesaran yang di pakainya


Malam ini sangat dingin,dia harus cepat pulang. Dan mengistrahatkan tubuhnya yang sangat lelah. Setelah memakan waktu tujuh menit. Akhirnya,sampai juga ditempat tinggalnya. Perasaan lega,langsung menarik sedikit penatnya


Dia akan mandi dengan air hangat dan sabun yang banyak. Iapun membuka semua pakaiannya dan berjalan di kamar mandi. Menyalakan shower untuk mengisi bathubnya setelahnya, memasukan sabun berbau anggur kedalam bathub putih itu


...

__ADS_1


...


lelah yang dia rasakan semakin hilang. Menyabuni seluruh tubunya hingga setengah jam dia berada di bathub. Kulit putihnya sedikit keriput dan pucat. Sesegera membilas tubuhnya dengan shower yang deras. Setelah membilas, gadis itu keluar dari kamar mandi


Saat ingin mengambil kemeja putihnya yang selalu dia pakai sebelum tidur,ponselnya berdering tanda ada panggilan. Sejenak dia tunda niatnya untuk mengambil baju. Segera meraih ponselnya,yang tidak mau diam. Namun,nomor tidak dikenal. Siapa memangnya menelpon tegah malam begini,ponsel itu mati dengan sendirinya. Dia menunggu siapa tahu orang itu kembali menelpon,tapi hingga lima menit tidak kunjung juga. Akhirnya alen melanjutkan aktivitasnya yang sempat terhenti yaitu mengambil kemeja dan memakainya


...


...


sengaja dia matikan ponselnya agar tidurnya tidak ada yang menganggu


Aken mencari posisi nyaman dan memejamkan matanya,hingga terlelap


Alen menggeram dalam tidurnya,orang gila atau apa jam dua dini hari yang mengetuk pintu rumahnya. Dengan merem melek,dia berjalan kearah pintu dan dia akan menghajar orang sialan yang berani beraninya menganggu tidur orang. Dia akan kena pasal? Jelas iya


Pintu itu tidak henti-hentinya diketuk alen akan mengetuk kepala orang tidak waras itu. Alen membuka pintu itu dengan kasar,dan melihat orang kurang waras itu?


Betapa kagetnya alen mendapati pria itu didepan kamarnya seperti gembel,setahu alen pria ini yang beetemu dengannya tadi pagi? Tapi kenapa sekarang pria itu berada didepannya?


Rohit memandang gadis yang berada didepannya dengan pandangan jenaka. Gadis itu sangat mengairahkan,apalagi ia memakai kemeja putih setengah paha,hingga bra hitamnya yang terpampang jelas di matanya. Oh astaga,rohit junior bangun!!


"Apa kau berusaha menggodaku?"tanyanya sambil mendekati gadis itu,dan mengurungnya ditembok. Semakin merapatkan tubuh mereka


"Kau menggodaku?"ulangnya lagi namun dengan suara berat dan serak

__ADS_1


"Hah?"


Tbc


__ADS_2