
Rohit terpaksa menuruti kemauan istrinya itu. Jika tidak mengikutinya pulang,dia tidak akan mendapat jatah selama seminggu penuh. Tentu saja rohit tidak mau hal itu sampai terjadi. Dia tidak mau sembelit mendadak,hanya karena tidak menuruti kemauan istrinya
Saat sampai dirumah. Alen tidak mengubris suaminya. Dia langsung mengunci diri dikamar,menumpahkan kekesalannya kepada pria itu dengan mengabaikannya
Sedang rohit tidak menyusul istrinya yang sedang mood tidak baik. Dia menghempaskan dirinya disofa yang terasa empuk itu. Memejamkan mata agar pusingnya terasa membaik
"Kenapa? Kok lesuh begitu"seakan tidak terjadi apa-apa diantara mereka,mariam kelihatan biasa-biasa saja. Padahal rohit sudah mati rasa,jika berhadapan dengan mamanya. Tetapi,mariam seakan kemarahannya itu hanya angin berlalu
Rohit menoleh"nggak kok mam. Rohit hanya sedikit pusing"
Mariam manggut manggut"sabar. Emang ibu hamil begitu. Kadang manis,kadang pahit"nasihat mama rohit
Rohit mengangguk"dennis kemana mam. Kok rohit nggak liat?"
mariam menatap putranya acuh"dikamar"jawabnya
Rohit bangkit dan menyusul istrinya dikamar. Saat sampai,pria itu mencoba membuka pintu namun nihil"sayang,buka pintunya. Maafin aku yah? Aku janji deh nggak gitu lagi"tidak ada jawaban
Rohit langsung panik kelimpungan. Dia terus mengedor-gedor pintu itu tapi tetap saja,nihil"al,jangan buat aku khawatir. Kamu lagi hamil. Apa kamu nggak kasian titisan aku?"
Alen yang mendengarnya hanya mendengus. Dia berjalan kearah pintu untuk dibukanya"ngapain kamu gedor-gedor pintu?"rohit menyengir kuda
"Kirain kamu ada apa-apa. Aku sampai mau jantungan"Alen memukul pinggang suaminya
"Lebay banget"cibir alen
Alen mulai membuka kancing kemeja rohit"kamu cantik banget kalau lagi buka kancing aku. Ekspresi kamu menggoda banget"goda rohit
Alen mendengus tapi tidak membalas godaan suaminya. Setelah membuka kemeja,alen turun membuka gesper rohit dan membuka celana panjang hitam itu"bukanya jangan pelan sayang. Nanti adiknya kebangun"
Alen menegakkan tubuhnya dan menatap suaminya"udah dari tadi bangun"
__ADS_1
"Lemasin sayang"ujar rohit dengan mengenggam rohit junior. Alen menggeleng
"Nggak mau. Sebelum kita ke India titik"
"Kita bulan madu dikamar aja yah? Kan seru tuh,kalau bulan madunya dikamar"rohit mencoba menegosiasi dengan istrinya
"Nggak mau"
"Kalau bulan madu ke India,itu sama halnya bohong sayang. Disana ada keluarga aku. Pasti mama dan dennis ikut,kita ketempat lain aja yah? Yang lebih romantis"alis pria itu naik turun,membujuk sang istri
Namun,istrinya itu tetap menggeleng"ngaak mau"
♡
Selama perjalanan menuju rumah kediaman keluarga Khandelwal,rohit tidak henti-henti cemberut. Ini mah bukan bulan madu. Ini namanya berkunjung keluarga jauh. Buktinya semua anggota keluarganya ikut serta,bagaimana tidak akan cemberut seperti ini
"Rohit udah dong cemberutnya. Tidak baik,kalau keluarga besar kita melihat wajah jelekmu itu"itu suara mamanya,sedang istrinya hanya melihat pemandangan dari luar jendela. Seakan pemandangan didepannya lebih indah daripada wajah tampan suaminya
Mereka disambut oleh wanita tua,kira-kira usianya 70-an. Disambut ramah,maraim dan ardi menyentuh lebih dulu kaki wanita tua itu disusul yang lainnya. Kini tiba, mereka diberi satu persatu ladu bulat berwarna orange
Saat alen akan menyusul masuk,dia ditahan oleh wanita tua itu untuk tetap diambang pintu. Alen menatap mereka heran,saat dia akan meminta bantaun pada rohit. Wanita tua itu membawa wadah besar berisi cairan merah,dan ditaruh didepan kaki alen. Alen tidak tahu sama sekali tradisi apa yang mereka perlihat
"Berjalanlah diwadah itu. Ini tadisi india"intruksi wanita tua itu. Dengan ragu alen berjalan diwadah tersebut. Cairan merah itu terasa dingin mengenai kaki alen,dia terus berjalan hingga dia sampai pada tangga. Alen menoleh kearah wanita tua tadi,setelah wanita itu mengangguk alen kembali berjalan hingga sampai tepat didepan pintu kamar. Kamar tersebut terbuka muncul suaminya dengan senyum lebar
Alen langsung menghambur dipelukan rohit dengan terisak pelan"aku kira kamu pergi hiks..."
Rohit terkekeh"mana mungkin aku ninggalin istri cantikku ini"alen memukul dada rohit pelan
"Hei pengantin baru!turun! jangan tahunya tempat cuma dikamar!"serobot seorang wanita bersari merah. Terkekeh dengan nada bicaranya sendiri
"Rohit!temani istrimu untuk mengganti pakaiannya dengan ini"wanita tadi menyerahkan sebuah sari biru kepada rohit
__ADS_1
"Aunt. Mana aku tahu cara memakaianya. Nanti aunt saja yang memakaikan kepada alen. Aku tidak tahu menahu cara melilitnya"wanita yang rohit dipanggil aunt mengangguk
Rohit meninggalkan alen bersama saudara mamanya. Dia menuruni tangga berjalan kearah ayah dan kakeknya serta putranya yang berada diruang keluarga. Tadisi keluarganya,seorang wanita tidak diperbolehkan bergabung dengan para lelaki yang sedang berkumpul. Kecuali,dia menutup wajahnya menggunakan sari supaya wajahnya tidak dilihat oleh pria lain yang bukan anggota keluarganya. Wanita yang sudah bersuami tidak boleh memperlihatkan wajahnya kepada pria yang bukan keluarganya. Itu tradisi pertama keluarga rohit. Ckckck,emang kalau india banyak banget tradisinya
malampun tiba. Kini saatnya makan malam. Alen dengan sari birunya berjalan kemeja makan untuk melaksanakan makan. Tapi saat melihat mama mertuanya tidak duduk,alenpun mengikuti apa yang mama mertuanya lakukan. Bukan hanya mama mertuanya,tante rohitpun sama bahkan nenek rohit tidak duduk ditempat duduk. Mereka hanya berdiri disamping suami-suami mereka yang sedang makan. Mau tidak mau,alen mengikuti tradisi keluarga suaminya. Dia tidak mau mempermalukan suaminya didepan keluarganya. Apalagi dia tidak mau kalah dengan delia,yang pernah mencuri perhatian keluarga rohit
alen mengernyit dahi heran. Tempat makan mereka disatukan dengan makanan lainnya. Disimpan diwadah kecil lalu dimasukan makanan bermacam macam ragam menjadi satu. Alen sempat merasakan pusing,tapi dia menahannya. Bukan makanan itu yang membuatnya pusing,tapi karena terlalu lama dia berdiri menunggu suaminya selesai makan. Alen menggerutu pelan,kenapa juga suaminya itu lama sekali makannya. Apa pria itu mencoba membunuhnya(?)
"Kamu lapar sayang? Sini aku muatin kamu makan yah?"alen melototi suaminya. bisa-bisanya suaminya itu berkata seperti itu(?) Sudah tahu lapar masih nanya. Alen tidak mengubris rohit,dia mengangkat sedikit sarinya lalu duduk tenang. Membiarkan rohit menyiapkan makanan itu diwadah tempatnya makan tadi
Apa!
"Mas,kok piring kamu tadi? Emang piring bersih udah habis ya?"tanya alen polos
Yang lain hanya terkekeh. Memaklumi ketidaktahuan keluarga baru mereka. Sedang rohit menggaruk kepalanya,tidak tahu harus menjelaskan apa terhadap istrinya
"Iya sayang. Ini tradisi keluarga kami. Kamu pasti akan terbiasa"kata mariam lembut. Alen mengangguk dan memulai memakan makanannya. Ribet juga tradisi india.ckck
"Kamu kenyang sayang? Minum susunya ya?"alen menatap suaminya heran
"aku masih makan. Kok udahan?"
Rohit tersenyum kikuk"aku lupa. Yaudah makan gih,supaya cepat besar"
"Ihhh,kamu jangan gangguin aku. Nanti aku kesedak gimana,hah!emang kamu mau tanggung jawab?!"
Semua orang yang berada disitu menatap alen takjub. Poor alen,membentak suaminya dengan mata melotot. Tanpa sadar alen mengancungkan mangkuk didepan wajah suaminya
Sedang rohit refleks mengangkat tangannya,tanda tidak akan menganggu istrinya yang sedang masa pertumbuhan
Tbc
__ADS_1
Membosankan yah? Komen deh.