
".....aku akan membantumu.."
Alen terkejut mendengar suara itu. Suara yang begitu familliar. Seketika sekujur tubuhnya bergetar hebat. Alen semakin merapatkan tubuhnya ditembok,dan menggeleng kaut. Air matanya kembali keluar,kembali membasahi wajahnya yang sudah sembab dan kini semakin sembab oleh air matanya
"Jangan mendekat...kumohon. jangan sakiti aku..."mohonnya agar dia tidak disakiti lagi. Otoriter kesakitan yang dia rasakan fisik maupun batinnya
"Aku tidak akan menyakitimu. Aku ingin membebaskanmu"jelasnya. Dan meraih tubuh gemetar itu kedalam dekapannya. Rasa bersalah dan penyesalan selalu menghantuinya beberapa hari ini. Alen berusaha membebasakan diri dari dekapan itu,ia memberontak
"Tenanglah. Maafkan aku,maafkan aku telah menyakitimu. Kumohon maafkan aku..."mohonnya dengan suara sendu
Alen menatap mata biru laut itu dengan tidak percaya. Seorang bayu prasetya memohon? Ini tidak bisa dipercaya begitu saja"kau membohongiku,ku mohon jangan sakiti aku. Aku tidak kuat lagi"
"Sssttt,jangan menangis. Maafkan aku ok? Aku membebaskanmu. Tetapi tidak malam ini,diluar gelap dan tempat ini berhutan. Banyak binatang buas berkeliaran dimalam hari. Lebih baik kau tidur. Besok pagi kau pergi,sebelum aunt delia datang dari indonesia. Aku hanya bisa membantumu keluar dari kurungan ini"ujar bayu panjang lebar
Alen mencoba tersenyum. Dia akan mencoba mempercayai seseorang saat ini. Setidaknya dia bebas dari neraka ini. Setelah itu,alen menghembuskan nafas teraturnya. Ditemani oleh pria yang dari tadi menatap wajah hancur itu. Dia sangat menyesal telah membuat gadis itu merasakan semua penderitaan ini
¤¤¤¤¤¤¤
__ADS_1
Rohit melangkahkan kakinya lebar menuju lobby. Wajah datar selalu menghiasi wajah tampannya. Tidak ada binar,tidak ada senyum. Semua telah lenyap saat gadisnya telah meninggalkannya,meninggalkannya entah kemana dia pergi.
Para karyawan sudah terbiasa dengan wajah Ceo tampan itu,berekspresi datar. Seluruh karyawan mencoba tersenyum saat rohit melewati mereka. Pria itu memasuki lift yang terhubung langsung diruangannya
Setelah sampai dia sudah disambut oleh sekertarisnya. Narula menyengir saat rohit memasuki rungannya tanpa menghiraukan seseorang yang berada diambang pintu. Terkadang banyak yang bertanya,mengapa harus pria menjadi sekertarisnya? Mengapa bukan wanita saja. Padahal banyak perusahaan yang memakai jasa wanita menjadi sekertarisnya. Jawabannya adalah,karena narula adalah sahabat seperjuaangannya. Sahabat mana yang tega melihat sahabatnya sendiri seperti orang terlantar? Oke lupakan tentang kedua pria itu
"Ada berita apa?"tanya rohit to the point. Saat sudah duduk dikursi kebesarannya. Narula menyerahkan map coklat yang tersegel. Dengan lihai rohit membuka mab tersebut
Saat sudah terbuka,mata rohit melebar. Seakan tulisan itu adalah hal yang sangat lazim. Dia benar-benar tidak percaya ini,tidak percaya apa yang dibacanya sekarang ini. Matanya berkaca-kaca seakan ada sesuatu yang kembali pada dirinya
"Gerahkan anak buah,kita akan kesana. Besok malam,kita akan bergerak,aku ingin kita berhati-hati. Karena aku yakin,wanita itu sudah merencanakan sesuatu..."perintah rohit ultimatum.
"Pagi,saat sampai disana sudah malam"sahut rohit datar
Setelah menyusun rencana keberangkatan mereka. Narula keluar dari ruangan musk itu dan melangkah keruangannya didepan ruangan atasannya
Sedangkan rohit,kembali berkutat dengan laptop mengerjakan apa yang perlu dikerja. Dia berusaha mengembalikan perusahaannya yang sempat down. Ternyata perkataan ayahnya benar,setelah pembatalan perjodohan itu,saat itu juga dinyatakan perusahaan Raj Agro diambang kebangkrut . Semua investasi besar mencabut modal yang mereka tanamkan kepada perusahaan besar khandelwal. Dan sekarang pria itu harus mati-matian mengembalikan perusahaannya lagi seperti sedia kala
__ADS_1
♡
Bayu menuntun tangan alen untuk keluar dari rumah itu. Sesuai pernyataan pria itu,dia akan membatu alen agar bebas"maafkan aku,aku tidak bisa mengantarmu sampai keluar dari hutan ini. Maafkan aku...."sesal bayu. Kedua tangannya menyentuh kedua pundak alen. Pandangannya dia palingkan kearah lain,dia tidak sanggup untuk menatap mata sendu itu. Dia tidak akan bisa
"Tidak apa-apa,keluar dari tempat ini saja sudah cukup. Terima kasih...."sahut alen tulus
"Tidak. Jangan katakan itu. Kau tidak perlu berterima kasih,aku sudah sangat jahat. Seharusnya aku tidak memaksamu untuk menerimaku. Dan sekarang pergilah,,,,aunt delia akan datang beberapa jam lagi"alen menatap mata biru laut itu. Dia tidak akan melupakan pria ini,walau dia sudah sangat keterlaluan. Tapi,dia tidak bisa menyalahkan pria itu sepenuhnya
"Sebelum aku pergi,apa boleh aku bertanya"harap alen
"Tentu..."
"Mengapa delia bisa bercerai dengan mas rohit?"tanya alen hati-hati. Dia takut jika pertanyaannya menyinggung pria dihadapannya
Bayu tampak berpikir. Dia tidak tahu banyak tentang permasalahan delia dan mantan suaminya itu"aku tidak tau banyak. Tapi yang aku ketahui,dua tahun lalu aunt delia ketahuan selingkuh dengan kolega bisnis suaminya. Jadi...mereka bercerai. aunt delia tidak teriama,maka dia sampai sekarang masih menganggu Mr. Khandelwal,karena kecewa pria itu selalu mengusir maupun mencaci makinya"jelas bayu panjang lebar
Tbc
__ADS_1
Vomment....