Hottest Daddy

Hottest Daddy
Part 22> Tetap Sama


__ADS_3

Rohit menggaruk kepalanya kasar. Dia tidak tahu harus berbuat apa,lihat? Putranya sedang merajuk dan sudah dua hari anak itu tixak mau berbicara padanya. Ingin rasanya pria itu membenturkan kepalanya ditembok atau di keramik lantai


"Dennis? Jangan merajuk gitu dong. Jangan buat ayah tambah pusing"bujuknya pada anak laki-lakinya,namun anak itu tetap bergeming bahkan dia menolak saat tangan ayahnya menyentuh kepalanya


Rohit menghembus napas berat. Pria itu keluar dari kamar anaknya,dan menuruni tangga. Dia masih mencari keberadaan gadisnya. Ini sudah berlaku dua minggu"kau keterlaluan"selalu kata itu, yang dia gumamkan saat informasi yang dia dapatkan dari anak buahnya atau dari sahabatnya. Tak jarang juga dia membentak mereka,dia bingung dengan cara pencarian itu. Seharusnya mereka menemukannya dengan cepat,Alaska bukanlah daerah luas. Bukan seperti eropa atau Amerika,negara terluas


"Kau akan kemana?"suara bariton tegas tidak menghentikan langkahnya,yang ingin melangkah keluar. Pria itu masih melanjutkan langkahnya menghiraukan pertanyaan ayahnya,dia segera melanjutkan mobilnya dengan kecepatan rata-rata agar segera sampai dikantornya


¤\=¤\=¤\=¤\=¤


Pria berusia 32 tahun melangkahkan kakinya didalam lift yang terhubung langsung di kantornya dilantai 23. Saat sampai, dia disambut oleh sekertarisnya,sekaligus sahabatnya. Ia seperti membuta,tak menghiraukan cengiran sahabatnya itu


"Kau kenapa ?"Narula mengikuti langkah kaki rohit,masuk kedalam ruangan kebesaran Ceo tampan itu. Sekertaris itu duduk di sofa dekat jendela,dan bisa melihat langsung kearah jalan raya yang tampak ramai


"Tidak ada..."elak rohit tanpa menghiraukan narula,biasanya pria itu selalu memarahi sahabatnya jika diduduki sofanya

__ADS_1


"Aku tau kau sedang ada masalah dengan ayahmu.."sejenak narula menatap wajah sahabatnya yang sudah dua minggu ini selalu muram dan mendung


Rohit masih duduk dan memejamkan matanya. Pikirannya kacau,menyebar kemana-mana. Ia merindukan gadisnya,merindukan senyumnya,suaranya, sentuhannya,bahkan aroma tubuhnya. Semua itu yang membuat ia kacau,bahkan dia jarang terlelap jika malam,sedetik dia memejamkan matanya hanya ada tangisan gadisnya. Akkhh rasanya saat rohit ingin mendekap tubuh kecil gadis itu


"Aku sebagai sahabatmu, hanya ingin memberimu masukan...."pandangan pria berusia 33 tahun itu tertuju pada luar jendela. Memandang jalan raya yang ramai,dan manusia-manusia yang berjalan kaki bahkan ada yang bersenggama


"Aku tidak ingin mendengarnya. Jika kau ingin aku menuruti kata ayahku.."ujar rohit tanpa membuka matanya


"Aku tidak mengatakan itu. Aku hanya ingin kau berbicara dengan ayahmu. Jika kau menolak perjodohan itu,katakan padanya jika kau mencintai gadis itu. Ini sudah hakmu untuk menetukan kebahagiaanmu. Terutama dennis,dia berhak bahagia dan merasakan kasih sayang seorang ibu..."jelas Narula panjang lebar,dan berbalik menatap sahabatnya yang juga kini sedang menatapanya


"Kau-benar..."



Matahari yang cukup terik,sebisa mungkin gadis yang tergeletak tak berdaya menyesuaikan penglihatannya. Ini sudah dua minggu dia ditempat terkutuk itu. Sudah dua minggu ia bertahan ditempat itu. Dan seminggu sudah dia lalu dengan pusing,dan mual yang selalu berujung muntah. Namun,hanya kekeringan yang dia keluarkan. Dan selama itu juga,dia merasakan perutnya seperti dililit-lilit oleh ranting kayu yang besar

__ADS_1


Pintu yang tertutup rapat kini terbuka,dan muncul sosok pria berbadan besar. Pria itu menghampiri gadis rapuh itu"nona makanlah,kau sungguh pucat dan tidak bertenaga"ujarnya halus,namun alen tetap bergeming. Ia tidak dapat untuk menggerakan tubuhnya. Tubuhnya terasa mati,bahkan kini matanya sudah membengkak. Kini gadis itu hanya menunggu disaat dia akan menghembuskan nafas terakhirnya,apalagi kini penyakit yang selalu menggerogoti dan meremukan seluruh tubuh dan jiwanya


"Jangan takut,aku tidak akan menyakitimu. Walau aku terlihat seram,dan menakutkan tapi aku tidak berani menyakiti wanita. Aku selalu mengingat putriku"ujarnya yang sukses membuat alen dapat menggerakan matanya untuk menatap pria berbadan besar itu


"Kelu-arkan a-aku..."alen berujar terbata-bata


Pria itu menatap hangat gadis itu"kau tenang saja,tidak lama lagi orang suruhan tuan rohit akan menemukanmu"tutur pria itu membuat alen memaksakan sebuah senyum. Walau seluruh wajahnya terasa sangat menyakitkan"ka-u meng-enalnya?"


"Lebih baik kau makan,aku tidak selamanya disini. Kau bertahanlah,sampai tuan rohit menemukanmu. Aku tau kau sedang tidak sehat,terlebih wanita itu menyiksamu tanpa ampun. Bertahanlah..."setelah mengatakan itu,pria itu meninggalkan alen dalam kesunyian. Tak terasa setetes buliran air mata lolos dari matanya. Ia tidak menyangka,masih ada orang yang peduli padanya. Kata-kata pria itu benar adanya,wanita itu  selalu menyiksanya. Bahkan dia menatap alen bagai sebongkah sampah ditumpukan sampah


Sungguh miris bukan? Setersiksa apa lagi dia. Apakah masih kurang? Alen rasa itu masih kurang bagi seorang delia. Namun,alen merasa aneh. Bayu,pria yang sempat dia tolak dia tak pernah muncul lagi setelah kejadian itu. Pria itu tak menampakan batang hidungnya,tapi ya sudalah itu lebih baik. Agar dia tak disiksa bertambah kali lipat lagi


Tbc


Vomment....

__ADS_1


__ADS_2