Hottest Daddy

Hottest Daddy
Part 28> Alen koma


__ADS_3

Empat hari. Sudah empat hari alen koma,itu yang pernah dikatakan dokter dipe kepada keluarga rohit. Walau operasi yang dilakukan berjalan sesuai kehendak,tetapi tetap saja tidak membuat rohit tenang. Setelah operasi dan dipindahkan kerung rawat khusus,rohit tidak pernah beranjak dari ruangan itu. Walau hanya keluar makan atau apa saja yang bisa dilakukan. Tubuh rohit kian melemas,kurang makan. Hanya makan jika mariam atau dennis yang memaksanya. Terkadang juga dia mengabaikan paksaan mama dan putranya. Mariam sungguh khawatir atas keadaan putranya


"Rohit,makan dulu nak. Kamu belum makan satu hari ini"nada kekhawatiran mariam sangat kontras seakan ingin pecah


Rohit tetap bergeming diduduknya,seakan suara mamanya hanya angin lalu saja. Pandangannya tidak pernah lepas dari tubuh rapuh itu. Tidak pernah teralihkan dari sosok itu. Mariam mengusap bahu kanan putranya,setetes,dua tetes,air mata itu lolos dari pelupuknya


"Jika kamu seperti ini. Bagaimana jika alen sadar dan melihat keadaan jelekmu ini. Bisa-bisa alen tidak akan mengenalmu"kekeh mariam dan menghapus air matanya


Rohit menoleh kearah mamanya"apakah aku jelek mam?"tanya rohit memegang wajahnya


"Ya,kau sangat-sangat jelek. Jika aku menjadi alen. Saat aku sadar, aku akan pura-pura tidak mengenalmu dan mencari pria lain yang lebih-lebih tampan"sahut mariam melipatkalikan kata sangat dan lebih


"Jika itu terjadi pada alen. Aku akan mengurungnya dan melemparkan kunci itu kedalam mulut buaya amazon"


"Makanya. Kalau kamu tidak ingin terjadi. Kamu makan dong"rohit mengangguk antusias seperti anak kecil atau seperti tingkah putranya


Ardi menggelengkan kepalanya saja,melihat itu bukan hal baru baginya lagi. Namun disaat-saat seperti ini,ardi mengacungkan jempol pada istri cantiknya itu. Awh,hampir saja ardi mengombal


Pintu ruangan rawat alen terbuka muncul sosok bocah dan gadis dengan cengiran khas. Namun gadis itu memayunkan bibirnya kesal. Ketiga orang yang berada diruangan itu menoleh kearah pintu,terkecuali alen yang masih koma

__ADS_1


"Loh,kalian dari mana saja. Seharian ini mama mencari kalian dirumah sakit ini"oceh mariam sangar. Matanya menatap tajam kearah savana,yang ditatap hanya menundukan kepalanya. Sedangkan dennis tidak memperdulikan eyangnya yang sedang mengoceh tanpa tahu meter


Bocah itu membuka plastik kecil namun bagus dan mengeluarkan bunga yang dibelinya tadi. Bocah itu baru tahu jika bunga yang diminatinya berada dialaska. Dia juga baru tahu jika alaska yang terkenal banyaknya mitos ada rose biji yang terbilang langka dan harganya yang tidak main-main. Dan tokonya bukan toko pasaran,toko ternama. Cahaya biru dan ungu jepang menghiasi bunga mawar itu. Memang hanya bunga mawar, tetapi lihat pada warna dan latarbelakangnya


...


...


Walau hanya setangkai. Dennis ingin sekali memilikinya dan memberikannya pada wanita yang disayanginya. Hal itu membuat savana cemberut sepanjang jalan pulang kerumah sakit. Bukannya dia tidak mampu membelinya. Bahkan uangnya sudah bernol delapan,hanya saja bunga itu tinggal setangakai. Petugas toko itu lebih memilih memberikan bunga itu kepada dennis daripada darinya,itu membuat gadis keturunan india itu sangat kesal


"Kalian dari mana?kenapa baru pulang?ini sudah hampir malam"mariam melembutkan suaranya,saat melihat putrinya menunduk


Savana mendongak dan menatap mamanya yang juga sedang menatapnya"kami--


Mariam teralih dari putrinya pada cucunya. Dia menepuk sofa disampinya mengintrupsi cucunya agar duduk disampinya. Dennis tidak menolak,dia mengikuti apa yang diintrupsi eyangnya. Disamping kanan mariam,rohit sudah tertidur pulas


...


...

__ADS_1


"Emang apa yang cucu eyang akan katakan?"tanya mariam antusias


Savana sedari tadi sudah seperti cacing kepanasan saja. Dia duduk disamping ayahnya,namun mata dan telinganya menuju satu objek, keponakannya.


"Tadi kami diajak sama om ganteng jalan-jalan"mata savana hampir copot dari tempatnya. Benar-benar nih bocah,pingin dilempar beneran. Kesal savana dalam hati


"Ohya? Emang siapa om ganteng itu?"seakan mariam penasaran. Dia mulai memancing-mancing putrinya


"Em..siapa yah. Tunggu dennis ingat-ingat dulu"sejenak bocah itu berpikir,namun savana berdoa agar keponakannya itu tidak mengingat--


"Ah,aku ingit!!Om Gabriel!!"jantung savana mencolos sudah. Mariam dan ardi menatap seakan berkata siapa-itu-gabriel. Savana menyipitkan matanya menatap keponakannya itu dengan tatapan mematikan. Dennis menggaruk pelipisnya 'aku salah bicara'


"Em...dia teman sava"kata savana takut-takut


"Sejak kapan kamu punya teman pria? Setahu mama kamu tidak punya"ingin sekali savana menyumpal mulut mamanya itu dengan kaus kaki atau menyuntiknya agar mamanya diam,dan tidak memperumit keadaan.


Jika ayahnya tahu dia berteman dengan pria,tuan itu tidak akan membiarkan begitu saja. Savana masih begitu ingat,sudah banyak pria yang mendekati atau sekedar berteman saja,meski itu kolega bisnisnya atau putra koglomerat dia akan memanggil pria itu berhadapan dengannya,mengintrogasinya. Ujung-ujungnya ancaman,hingga sampai sekarang mereka tidak pernah muncul dihadapnya lagi


Tbc

__ADS_1


_______________________


Savana mulai muncul nih. Jangan lupa votenya dan comentnya guys. Terima kasih......😙😚


__ADS_2