Hottest Daddy

Hottest Daddy
part 12> promises


__ADS_3

...Rohit Khandelwal...


Entah mengapa jantungku selalu berdesir seperti sengatan listrik bervolt-volt. Aku baru tahu jika tegangan listrik semenyenangkan ini,dan aku juga baru tahu jika aku bisa merasakan ini semua,sungguh ini benar-benar menggelikan


Saat ini aku mengajaknya ke-cafe bersama putraku. Aku menatap tajam dennis saat bocah iblis itu berani mencium pipi gadisku. Aku sangat tidak suka jika ada yang menyentuhnya selain aku. Jika bukan putraku,aku akan memberikan bogemon. Tapi ya sudalah itu sudah terjadi,aku tidak akan menyalahkannya


Dan lihatlah,putraku saat sudah mencium pipi Alen,pipinya memerah hingga dibagian telinganya. Aw,dia sangat tidak mirip denganku. Mungkin,pikirannya sudah diracuni oleh adikku,Savana.


"Pak,aku ketoilet dulu,bisa lepaskan?"dia menatapku memohon. Aku menggeleng kuat


Sebenarnya aku tidak begitu menyukai saat dia memanggilku dengan sebutan pak,emang saya ini bapaknya? Atau memangnya saya ini bapak-bapak penjual eskrim?. Tapi...


"ayah,biarkan mama ketoilet. Ayah mau jika mama ngompol disini?"sekali lagi aku menggelengkan kepalaku


Sebenarnya aku hanya ingin membuat dia kesal dan menatapku memohon,yang berhasil membuatku menahan hasrat mati-matian"aku akan temani kau"


Dia melebarkan matanya terkejut saat mendengar penuturanku"Eh,tidak usah pak. Aku bisa sendiri. Kau temani saja dennis disini. Aku akan cepat kembali"tolaknya halus


"Ayah,biarkan mama pergi ketoilet. Mama tidak akan pergi kemana-mana. Benarkan mama?"ujar dennis dengan suara yang ingin aku menyumpal mulutnya itu


Alen mengangguk yakin


"Baiklah. Tetapi,jangan lama-lama"aku menariknya dan mengecup singkat pipinya,hingga memerah akan ciumanku itu,dia menunduk saat para pengujung cafe menatapnya dengan berbagai macam tatapan. Hal itu,membuat aku ingin mengelurkan isi mata mereka dari tempatnya

__ADS_1


Dengan wajah masih memerah,dia melangkah kearah taoilet


*******


Sekitar 10 menit kami menunggunya tepapi, belum juga ada tanda tanda dia kembali. Perasaan cemas memenuhi otakku,aku tidak sabar lagi menunggu seperti ini


Aku menarik tangan putraku dan berjalan kearah toilet wanita. Saat kami sampai di lorong-lorong kecil,tidak ada siapapun bahkan suara sedikitpun tidak aku dengar. Aku panik,sangat panik


Kutarik lagi tangan putraku tanpa ada penolakan bahkan protes darinya tidak ada,mungkin dia mengerti akan kepanikan ayahnya. Aku kembali menyusuri lorong ini,satu persatu ku buka bilik-bilik itu. Namun,nihil. Oh tuhan!aku sangat khawatir dengannya,aku takut dia diculik atau...ah aku tidak bisa berpikir jernih sekarang. Dia baru saja sembuha dari lukanya


"Ayah...."genggaman tanganku kueratkan pada tangan mungil putraku


"Tenanglah dennis,kita akan menemukan mama. Ok"dia mengangguk


Aku merongoh saku celanaku,dan mengambil benda pipih gold itu. Aku mendial nomor yang aku ketahui,jelas pikiranku sudah tidak tentu lagi


Setelah lima menit,getaran ponselku terasa digenggamanku. Segera kuangkat telepon itu


"Maaf tuan,kami tidak menemukan disekitar cafe,jika berkenan kami akan memeriksa ditempat anda sekarang?"suara doni,pria yang aku percaya bersuara diseberang sana. Aku gusar,khawatir,panik semua menjadi satu


"Baiklah,akan kutunggu kalian. Temukan secepatnya"aku menghela napas,berusaha lebih tenang. Jika aku panik seperti ini,putraku akan merasa terabaikan. Aku tidak akan menyepelekan perasaan putraku


Dari kejauhan tiga pria berbadan lebih besar dariku dan berpakain serba hitam tidak lupa juga kacamata hitam melekat diwajah mereka,tiga pria itu menghampiriku

__ADS_1


"Periksa semua kamar mandi ini. Jangan ada yang terlewat"perintahku. Mereka mengangguk


"Tuan,hanya ada satu kamar mandi yang tersisa,namun kamar mandi itu sudah rusak"lapor doni


Aku berjalan serta menarik putraku kearah kamar mandi itu,dan...yah aku melihat jika kamar mandi itu rusak. Namun,ada yang menganjal cafe se-elite ini,kerusakan kamar mandi? Itu diluar dugaaku.


"Dobrak..."mereka mengangguk patuh


Brukk


Pintu baja itu akhirnya lepas juga,dan saat itu juga aku melihat tubuh itu ambruk dilantai dingin. Aku tidak percaya,jika tubuh itu adalah tubuh gadisku. Aku segera menghampiri tubuh itu,dan mengangkatnya dari lantai dingin toilet ini. Pikiranku bertambah kacau,dadaku sesak. Mayoritas wajahnya,berlumuran darah walau hanya hidung,bibir namun itu sangat menyesakkan.


"Bawah putraku kembali kerumah"perintahku pada tiga pria itu,aku tidak mau jika putraku syok melihat ini terlalu lama. Dia masih kecil,belum sepantasnya melihat ini semua terlalu lama


Kutatap wajah terlukanya dengan sendu. Siapapun yang melakukan ini semua,akan ku hukum yang lebih parah dari ini. Aku janji tidak akan ada yang akan melukaimu setelah ini,aku janji. Jika itu terjadi aku tidak akan memaafkan orang itu,aku akan menyiksa siapapun itu.


*


Kubaringkan tubuhnya dijok belakang mobil perlahan,kukecup bibirnya yang berdarah. Jariku bergerak menghapus darah dibibirnya,walau darah itu mulai mengering.


"Seharusnya aku menemanimu. Seharusnya aku tidak membawamu kesini. Seharusnya aku tidak mencintaimu...."yah seharusnya semua itu tidak kulakukan. Bahkan aku tidak percaya jika aku jatuh cinta pada gadis muda sepertinya. Tapi entah mengapa,persaanku selalu merindukannya,berdebar,nyaman. aku sungguh tidak percaya jika aku merasakan itu semua


"Aku janji....akan menghukum siapapun yang melakukan ini semua,menghukumnya yang lebih parah dari ini"

__ADS_1


Tbc


Vote×Coment


__ADS_2