Hottest Daddy

Hottest Daddy
Part 29> Sedikit harapan


__ADS_3

Bunyi monitor pendeteksi jantung terdengar memenuhi ruangan bernuansa putih itu. Gadis yang terbaring lemah hanya dapat menutup matanya,entah sampai kapan dia akan menutup mata


Rohit yang baru memasuki ruangan itu hanya dapat menghela napas beratnya saja. Ini sudah cukup menguras kesabaran untuk menunggu disaat-saat mata itu terbuka,menatapnya dengan penuh cinta.


Berjalan mendekati brangkar dan menduduki kursi yang sudah disiapkan. Rohit mengenggam tangan lemah dan dingin itu,ingin merasakan kehangatan dari tangan tersebut. Walau hanya sedikit saja


"Hei,kamu apa kabar? Apa kamu tidak lelah menutup mata seperti itu?"tanya rohit,namun hanya bunyi monitor pendeteksi jantung yang menjawab pertanyaan darinya. Lagi-lagi rohit menghela napasnya. Ini sudah cukup,cukup dia menunggu. Sudah sebulan dia menunggu mata itu untuk terbuka


"Kau...kau tidak merindukanku? Tapi aku merindukanmu"lagi-lagi hanya bunyi monitor yang menjawab


Mariam dan ardi yang akan masuk,terhenti saat mendengar suara lirihan sang putra. Mereka merasa iba atas apa yang terjadi pada alen. Mereka hanya dapat meminta pada yang Maha kuasa untuk menyadarkan alen dari komanya. Yah,hanya itu yang manusia akan lakukan jika tidak bisa lagi. Manusia yang penuh keterbatasan


Mariam melangkah lebih dulu dan disusul ardi dibelakangnya. Menyentuh bahu putranya dan mengelusnya,mencoba untuk menyalurkan kehangatan dan keutuhan pada putranya"kau tidak lapar? Mama bawakan makanan untukmu"kata mariam antusias


Rohit tidak bergeming. Menghiraukan mamanya yang berbicara. Mariam menghela napas,mencoba untuk sabar"sayang,makan yah? Mama suapin deh"kata mariam lagi,mencoba menghibur sang putra. Sedangkan ardi sudah tertidur pulas disofa sebelah brangkar alen


Berhasil. Rohit menatap mamanya yang juga sedang menatapnya. Senyum dibibir wanita paruh bayah itu terus tersungging"makan yah"rohit mengangguk kecil


Mariam senang bukan kepalang. Dia segera mengambil makanan itu dan menyodorkan sesendok nasi pada mulut putranya. Walau sedikit yang rohit makan,tapi itu sudah membuat mariam bernapas lega

__ADS_1


Rohit kembali pada posisi sebelumnya. Mengenggam tangan dingin itu,menciumnya,menghirup wangi melalui jari-jari mungil itu.


"Ayah..."suara mungil menyadarkan rohit dari aktivitasnya saat ingin mencium tangan gadisnya. Lantas Rohit menoleh dan menatap putranya dengan alis bertaut


Tak ada jawaban dari ayahnya,namun dennis sudah mengerti"dennis...membawakan mama bunga"kata bocah itu gugup. Ayahnya sudah pernah menegurnya jika dia tidak perlu membawakan bunga untuk gadisnya. Saat itu mariam menanyakan kenapa. Dengan entengnya,rohit menjawab jika alen sadar dan melihat bunga-bunga dari dennis,maka bocah itu akan dipuji-puji dan dia akan seperti orang bodoh jika menyaksikan itu. Hoho, ternyata hyperpossessivenya tidak hilang walau alen sedang koma. Ckckck...


"Dennis...ayah sudah menegurmu"suara rendah rohit seakan mengitimidasi sang putra. Sedangkan bocah itu hanya menunduk dan meremas kantong plastik yang dia tenteng. Mariam yang menyaksikan itu hanya menggelengkan kepalanya tidak percaya,jika possessive rohit tidak berkurang juga


"Biarkan saja rohit,cucu mama ini sangat perhatian pada mamanya. Oh sayang,,,eyang bangga padamu"puji mariam dan membelai puncak kepala dennis. Bocah itu mendongakkan kepalanya dan menatap sang ayah


Rohit menghela napanya"baiklah"


Mata coklat itu melebar seketika saat menangkap pergerakan dijari yang sudah rohit lepas dari genggamannya"ayah tangan mama gerak"sontak semua yang berada diruangan itu menoleh kearah alen,tatapan rohit dan mariam mengarah pada jari-jari itu. Rohit segera mengenggam tangan alen lembut,seakan takut jika alen akan pergi darinya. Pergi dan tidak akan kembali


Tak lama kemudian jari itu kembali bergerak. Walau hanya pergerakan kecil,tapi itu sudah membuktikan jika jari itu bergerak. Mariam datang bersama dokter dipe yang pernah mengoperasi alen tempo lalu. Saat mendengar cucunya mengatakan jika jari alen bergerak,mariam langsung keluar dan menemui dokter dipe


Ardi terbangun saat mendengar suara nyaring memenuhi gendang telingannya. Dia begitu terkejut saat dennis,cucunya berkata jika jari alen bergerak. sontak pria paruh bayah itu berdiri dari duduknya dan melangkah bergabung bersama istrinya


"Beri saya ruang,saya akan memeriksa keadaan nona alen"rohit merasa tersindir,segera menggeserkan posisinya supaya dokter dipe lebih leluasa memeriksa keadaan gadisnya

__ADS_1


Setelah memeriksanya. Dokter dipe menatap satu persatu ke-empat manusia yang berada dihadapannya dengan mimik yang sulit diartikan. Tapi yang dapat rohit simpulkan dari mimik dokter cantik itu adalah mimik tegang


"Bagaimana dok,apakah alen baik-baik saja"mariam tak sabar lagi,saat dokter dipe hanya diam menatap mereka


Seketika bibir dokter dipe membentuk garis lurus yang lebar dan menenangkan"pasien sudah melalui masa kritisnya dengan baik,tapi...."dokter dipe mengantung ucapannya dengan napas berat


"Tapi?"beo rohit dan dennis bersamaan


"...dia butuh istirahat yang cukup. Sekitar dua jam lagi,pasien akan sadar sepenuhnya. Kalau begitu saja permisi"sepeninggalan dokter dipe. Keempat orang itu menghela napas lega. Akhirnya,akhirnya rohit akan menatap manik itu lagi. Menatapnya dengan rasa cinta,rasanya rohit ingin cepat-cepat dua jam segera berlalu. Perasaan ingin memeluk tubuh itu sangat berkobar


Tbc


________________________


Akhirnya alen akan sadar juga. Rohit udah mau bangkotan tuh ningguin alen,dasar alen pelit sadar huee


Tapi....kasihan yah dennisnya. Masa hanya bunga aja,rohit udah berkoar-koar ngelarang putranya. Itu aja baru bunga,apalagi emas atau berlian. Uhg,rohit udah mau nyebur diempang mang emang. Ckckck


Salam dari aku. Jangan lupa vote dan commentnya yah. Aku tunggu loh. Bey_____

__ADS_1


__ADS_2