
Aku tak bisa menahan senyumku. Ini benar benar menggelitik hati kecilku. Pria dewasa itu terus menempel padaku,sejengkal saja dia tidak memberi ruang untuk putranya. Bahkan dia merajuk,sungguh menggelikan hingga kantung kemihku penuh
"Pak,aku ketoilet dulu. Bisa lepaskan "aku menatapnya memohon. Dia menggeleng kuat
"Ayah,biarkan mama ketoilet. Ayah mau jika mama ngompol di sini?"aku bernapas lega saat bocah tampan itu berpihak padaku. Sekali lagi pria itu menggelengkan kepalanya
"Aku akan temani kau"ujarnya dengan suara bariton bassnya
Aku terkejut,mana ada seperti itu. Aku cepat-cepat menggelengkan kepala. Apa kata pengunjung cafe,jika melihat pria itu menemaniku ditoilet wanita? Ditaroh mana muka aku!!!
"Eh,tidak usah pak. Aku bisa sendiri. Kau temani saja dennis disini. Aku akan cepat kembali"tolakku halus. Aku bernapas lega saat dia menganggukan kepala
"Ayah,biarkan mama pergi ketoilet. Mama tidak akan pergi kemana-mana. Benarkan mama"ujar bocah itu dengan suara yang dibuat-buat
Aku mengangguk yakin
"Baiklah. Tapi jangan lama-lama"dia mengecup pipiku. Hingga pipiku memerah,aku menunduk saat para pengunjung menatapku dengan berbagai macam tatapan negatif
Aku segera melangkahkan kakiku dengan terburu-buru kearah toilet wanita. Setelah masuk,aku membuang hajat itu setelahnya aku membasuh wajahku dengan air. Aku memejamkan mataku dan bersandar ditembok,tanganku meraba tepat dijantungku yang masih berdetak tidak karuan. Oh tuhan,aku sungguh jatuh cinta padanya!!
Tapi mengapa disatu sisi keraguan selalu menghantuiku jika aku mengingat pernyataan delia tempo lalu. Aku benar-benar tidak faham dengan perasaanku, yang aku faham aku mulai mencintai pria itu
__ADS_1
Pintu toilet itu terbuka. Namun,aku tidak menghiraukannya. Aku tetap memejamkan mataku hingga aku terdorong ketembok sisi kiri. Aku terkejut mendapat serangan itu dengan tiba-tiba. Rambutku dijambaknya dari belakang,aku menahan tangan itu. Sungguh ini sakit,seperti kepalaku ikut tertarik kebelakang
"Aku sudah memperingatkan kamu. tapi kau tidak mengindahkannya. Kau benar-benar ******"teriakan itu tepat ditelingaku,aku meringis kesakitan saat jambakan itu semakin turun
Aku tidak bisa membalas perkataanya. Karena tangannya yang sempat kosong itu mencekik leherku. Nafasku terbata-bata,ini sungguh menyakitkan.
"A-ku s-udah me-nepatinya. T-api... akhhh"aku mengerang kesakitan saat ia menyentak tarikannya. Wajahku sudah sepenuhnya keatas
"Tapi,kau tetap bersamanya. Kau selalu bersamanya,aku sudah mengatakan padamu,tapi kau tetap melakukannya"bentak delia dan menorongku ketembok. Yap,tangan yang menarik rambut dan mencekik leherku adalah delia,wanita keparat!Kepalaku sangat sakit,aku merasa pusing sekali
"Aku mohon,jangan sakiti aku. Kepalaku sangat sakit"aku memijit pangkal hidungku. Ini benar-benar menyiksaku
"Kau yang memintaku untuk menyakitimu. Kau tau apa yang akan aku lakukan jika kau tifak mengindahkan perkataanku"delia menatapku tajam matanya memerah. Setetes air mataku mengalir,aku tidak bisa membendung lagi air mataku
"Aku sudah melakukannya,tapi dia...."
"Dia apa,hah! Kau menjual dirimu padanya?! Dasar ****** plakk"disekitar pipi kananku terasa panas dan perih. Dia menamparku?
"Kau menaparku?"
"Ya!!bahkan itu belum puas. Oh.. kasian sekali,pangeran kodokmu tidak datang menolongmu. Dia tidak perduli padamu,AKU SUDAH KATAKAN DIA MASIH MENCINTAIKU!"dia kembali menjambak rambutku,dan dia menggenggam kuat rahangku
__ADS_1
Wanita keparat tersenyum puas seperti kerasukan panunggu toilet ini. Bagaimana aku bisa keluar dari sini,kemana penghuni cafe sebesar ini. Oh tuhan!apakah aku akan mati? Tidak! Aku tidak mau mati dulu. Aku belum meraih apa yang aku rencanakan dengan hidupku
"Tidak ada orang yang akan menolongmu,aku sudah mensabotase toilet ini,oh tuhan aku sungguh bahagia bisa,melihatmu terluka"dia menyeringai licik,apa yang akan dia lakukan setelah ini padaku
Devil!!
"Kau psyco,pantas rohit tidak ingin rujuk denganmu. Oh kasihan,kau mengharap terlalu tinggi nona"aku membalasnya dengan tatapan tajamku. Walau sakit dibagian kepala dan wajahku tidak bisa aku gambarkan lagi bagaimana sakitnya
"Ya,kau benar sekali aku psyco. Tapi maaf,rohit akan segera menjadi miliku lagi"dia terkekeh licik. Wanita ini sudah gila
"Kau terlalu mengharap yang tidak akan terwujud"balasku santai,aku harus terlihat berani agar dia cepat meninggalkanku
"Kau..."
PLAKKK
Satu tamparan lagi yang kudapatkan,oh tuhan ini sangat sakit. Pandangaku mengabur,aku tidak bisa lagi melihat dengan jelas. Semua terasa berkunang-kunang dan...
Bruk
Aku jatuh dilantai yang dingin dengan benturan keras di bahuku. Aku tidak bisa melihat apapun. Walau begitu aku dapat mendengar dengan samar-samar suara tawa kemenangannya. Dan dobrakan pintu toilet,hingga aku benar-benar tidak sadarkan diri
__ADS_1
Tbc
VOTE+COMENT!!!