
Sebuah senyum indah diwajah sesorang bisa membuat hati sesorang menjadi hangat. Sebuah senyum jugalah,seseorang bisa merasa dunia ini begitu indah. Nyata akan hal itu,percayalah. Wajah yang kita anggap adalah malaikat kita,jika tersenyum untuk kita,maka dunia itu begitu berwarna
Begitu halnya juga dengan gadis benetra hitam sipit. Matanya berbentuk bulan sabit,saat dia tersenyum. Tersenyum dengan hal-hal kecil,menampilkan bibir renumnya tertarik keatas. Senyuman indah,senyuman menawan. Siapa saja yang melihat senyum itu,mereka bagai terhipnotis akan senyum itu
Gadis itu,Alena Udomslip. Gadis yang hampir mencapai kesempurnaan,sedang tersenyum kearah bocah tampan. Bermain-main dengan bocah seusianya,banyak orang tua yang menemani anak-anaknya. Alen masih ingat betul,saat bocah itu merengek untuk ditemani ditaman bermain khusus anak-anak
Para ibu-ibu bergosip ria,melihat gadis itu menemani bocah yang sudah mereka kenal betul. Siapa yang tidak mengenal putra dari mantan Model dan aktor Internasional. Dan sekarang menjadi CEO diperusahaan besar dunia. Raj Agro Campany,siapa saja yang melihat ayah bocah itu pasti akan meninggalkan didunia nyatanya
Alen tidak memperdulikan para ibu-ibu yang menggosipinya. Dia hanya menganggap itu sebagai angin lalu,dia hanya ingin merasa bahagia. Bahagia untuk sementara. Yap...Alen sudah menyerahkan hidupnya kepada tuhan,yang maha pencipta. Dia tidak bisa memberitahukan penderitanya tiap hari yang dideritanya
"Mama,aku ingin eskrim. Rasa Vanilla"suara bocah tampan memanggilnya dengan sebutan mama,mengalihkan dia pada kedunia nyata
Alen memandang mata binar itu,kedua sudut bibirnya tertarik keatas. Menampilkan senyum seorang ibu"Mama temanin yah"dennis mengangguk semangat
"Emang kamu mau berapa? Rasanya mama ingin juga"
Dennis tampak berpikir"tiga aja ma,mama mau rasa apa?"tanya dennis mendongakkan kepalanya,memandang gadis disampingnya
"Rasa apapun. Pasti mama suka,asal kamu yang milih,OK?"lagi,bocah itu mengangguk sambil tersenyum
Perjalanan menuju tukang eskrim memakan waktu dua menit. Setelah sampai mereka memesan berbagai rasa. Setelahnya,mereka mencari bangku yang kosong ditaman itu
__ADS_1
"Mama,kapan ayah pulang?"tanya dennis sambil mencemot eskrim ditangannya
"Mama nggak tau sayang,mungkin beberapa hari lagi"
Sudah seminggu rohit pergi ke London untuk urusan bisnis yang tidak bisa dia tinggalkan. Pria itu juga tidak bisa menyerahkan semua tanggung jawab kepada ayahnya,kausalnya ayah pria itu sesekali sakit dan butuh istrahat beberapa jam,untuk menstabilkan kesehatannya
Mereka sama-sama diam menikmati eskrim yang mereka beli. Sama-sama memandang satu objek,memandang anak-anak yang tengah bermain tidak perduli akan panasnya matahari"mama,apakah aku bisa bermain dengan mereka?"tanya dennis menoleh kaarah alen
Alen menggeleng"no,sayang. Kita pulang saja. Nanti eyang nyariin"walau berat,bocah itu mengangguk patuh
^^^^^^
"Eyang,aku pulang"seru dennis saat sampai pada eyangnya. Mariam menoleh kepada cucunya,dan meletakan majalah itu dipangkuannya
Pandangannya tertuju pada gadis dihadapannya. Dengan senyum khasnya,dia memberi intrupsi agar gadis itu duduk disampingnya"kalian kok lama pulangnya? Savana pergi mencari kalian ditaman itu"
Alen merasa tidak enak,bahkan gadis itu menundukan kepalanya"maaf eyang,kami makan eskrim dulu"sahut dennis lebih dulu,saat alen akan menjawab
"Oh,,,,kalau begitu eyang menelpon sava dulu. Tenanglah al,sava tidak seperti yang kau bayangkan"ujar mariam seakan tau isi otak cantik alen
Alen mengangguk
__ADS_1
"Ya sudah,eyang tinggal dulu. Ohya alen,tadi rohit nelpon. Kau tidak usah bekerja,dan besok dia dan ayahnya akan pulang"setelah mengatakan itu,mariam benar-benar pergi mrninggalkan mereka
Alen menghela napasnya. Walau dia tidak rela meninggalkan pekerjaannya,dia harus tetap menurut. Dia bukan wanita tidak tahu berterima kasih,jadi dia hanya memilih menuruti. Terlebih pada pria dewasa mesum itu,yang kini sudah menjadi kekasihnya. Namun,dihati alen ada sedikit keraguan. Pasalnya,tidak satu kalipun pria itu mengatakan jika dia mencintainya dipikiran alen berputar lagi oleh kata-kata delia dibulan lalu jika benar,maka alen hanya menunggu itu. Entah kapan akan tibanya sakit yang akan dia rasakan nantinya
"Mama melamun?"tangan kecil dennis mengenggam jari-jari mulus milik alen
"tidak sayang,mama tidak sedang melamun"elak alen tanpa memandang wajah bocah itu"apa kau lapar? Mama akan siapkan untukmu"lanjut alen,dan masih sama tifak menoleh untuk sekedar memandang wajah bocah itu
"Tidak usah mama,aku tidak lapar. Nanti saja,aku ingin mama memelukku"kali ini alen menoleh pada bocah itu,dengan anggukan kecil bocah itu memeluk tubuh ramping gadis itu dari samping,ah lebih tepatnya wanita itu
Sedangkan kedua wanita beda usia melihat adegan itu,tersenyum lebar. Lebih tepatnya tersenyum bahagia,mereka tidak menyangka gadis berusia 18 tahun akan bersikap dewasa. Putra khandelwal benar-benar beruntung
"Mama,akan menjagamu al. Mama tidak membiarkanmu pergi dari kehidup putraku. Sudah cukup dia terpuruk dengan cinta"gumam mariam
"Aku juga mam,aku sangat bahagia. Melihat itu semua"
Tbc
Hai guys,aku mau kasih tau jika kalian cari part untuk savana,adik rohit. Aku akan menceritakan pada part selanjutnya
Vote+Coment!!
__ADS_1