
Alen mengerjapkan matanya. Silau yang masuk di celah-celah jendela mengganggu tidurnya. Saat bangun,matanya terbelalak menatap tali dipergelangan tangannya maupun kakinya. Posisi badannya terduduk dikursi kayu,ditemani tali-tali yang mengikat dibagian tubuhnya
Matanya mengelilingi ruangan yang begitu asing dan berantakan. Ruangan itu begitu tua dan bau. Bau yang menyengat dihidungnya. Tembok-tembok terdapat banyak bercak darah. What...darah? Jantung alen berdetak cepat. Rasa takut menyerangnya,sekujur tubuhnya panas dingin. Keringat sudah keluar,padahal ini masih pagi
"Aku harus kelaur dari sini,tapi-aku dimana?"ujarnya pada diri sendiri
Decitan pintu membuat gadis itu menoleh kearah pintu. Langkah kaki terdengar sangat dekat. Alen terkejut saat melihat orang itu,orang yang sangat familiar"tolong aku,keluarkan aku dari sini,kumohon"alen terisak dan menundukan kepalanya
"Hai angel"sapanya yang tidak memperdulikan permohonan gadis didepannya"aku kasihan sama kamu,kemana tuh priamu?"ujarnya disusul tawa diakhir katanya
"Tolong aku,aku ingin pulang"alen terus memohon agar dilepaskan,namun orang itu hanya memandangnya tersenyum licik
Bayu menundukkan wajahnya agar bersejajar dengan wajah alen"apa kau bilang? Tolong? Memohon? Apa kau ingat,aku memohon agar kau menerimaku? Apa kau ingat aku meminta tolong agar kau memilihku? tapi apa, kau mengabaikan permohonanku. Aku sakit len,sakit. Apa kau ngerti apa itu sakit? Dan inilah balasan kau menghancurkan hatiku dan hati lain"bentak bayu dan menarik rambut gadis itu sadis. Kesakitan dikepala alen berkali-kali lipat saat pria itu benariknya kuat. Sangat terasa jika rambutnya ikut tertarik,bahkan ada yang tercabut
"Aku-aku mohon. S-sakit"alen meringis bercampur isakan tangisnya
"Sakit? Apa sesakit ini"
__ADS_1
"Aakkkhhh----
Wajah alen sudah mendongak sepenuhnya. Hingga salivahnya susah ditelannya. Ini benar-benar menyiksa,pria itu benar benar kejam."j-angan men-arik rambutku"alen berusaha menahan tangan kekar itu agar tidak menariknya terlalu keras
"Kenapa? Apa rambutmu akan---"ucapan bayu terhenti saat mata indah itu mulai menutup. Dengan tangan gemetar,pria itu melepaskan tarikannya dari rambut alen. Jantungnya bertalu,bukan ini yang dia maksud,dia hanya ingin gadis itu merasakan betapa sakitnya dia. Tapi-----
Bayu melepaskan ikatan ditangan dan kaki gadis tidak berdaya itu. Dia mengangkat dan membaringkan tubuh alen dilantai dingin dan kotor di ruangan itu . Pria berusia 22 tahun itu mengusap wajah sembab itu,ada rasa bersalah saat dia melakukan tindakan tadi. Tapi,entah dari mana emosi dan rasa sakit datang,membisikan jika dia sakit saat bayangan setega apa gadis ini menolaknya
"Maafkan aku,aku sayang sama kamu. Aku tidak bisa mengontrol emosi aku,saat aku membayangkan penolakanmu"bayu mengecup bibir pucat itu sekilas. Setelahnya pria itu meninggalkan gadis tergeletak tidak berdaya dilantai dingin dan kotor itu
**?
Sekujur tubuh alen dingin, akibat lantai yang amat teramat dingin itu. Bukan hanya dingin, rasa sakit dibagian kepalanya seperti ada sebuah palu menghantam kepalanya. Ini benar-benar sangat menyiksa. Bibirnya saja tidak sanggup untuk sejenak meminta tolong pada siapa saja,seakan ada lem yang dioleskan pada bibirnya,sangat sulit
Perlahan alen membuka matanya,ternyata matahari sudah berganti bulan. Tampak indah saat dilihat dari dalam jendela,sinarnya seakan memberinya keyakinan jika dia akan bebas,bebas dari rasa sakit ini,bebas dari tempat terkutuk ini
Walau terasa kelu. Alen tetap memaksa sebuah senyum terbit dibibirnya. Dia berusaha bangkit dan bersandar dipojok tembok,agar leluasa melihat bulan itu. Entah mengapa hatinya menghangat. Jangan berpikir,dia tidak bisa mencari jalan keluar dari situ. Tapi pada dasarnya,tempat itu tidak ada sedikit celahpun untuk keluar. Bahkan jendela yang dihadapannya saja tidak bisa dibuka
__ADS_1
Entah sampai kapan dia ditempat laknat ini. Alen hanya berdoa agar seseorang menolongnya,membebaskannya dari tempat itu
"Aku-aku....."decitan pintu membuat gadis itu menoleh dengan spontan. Dia semakin menyudutkan tubuhnya ditembok,saat seseorang dengan berbadan besar mendekatinya. Gadis itu menatap takut sosok besar itu,tidak berani sedikitpun menggerakan tubuhnya
"Makanlah,kau tidak makan selama dua hari ini"ujar orang berbadan besar itu dengan dingin,wajahnya datar
"Aku-aku tidak lapar"
"Yah sudah buang saja!!!"bentaknya membuat alen terlonjat kaget. Dia segera meraih piring plastik itu dan memakannya,sedangkan pria itu masih setia berdiri ditempatnya
"Apa kau tidak tau makan yang benar ? "Pria berbadan besar itu menatap alen garang"apa perlu saya menyuapimu dengan kasar ?"lanjutnya
Alen menggeleng dan memakan makanan itu dengan terburu-buru. Air matanya sudah berjatuhan,ini sungguh penyiksaan
Tbc
Aku tidak tau mikir gimana,orang disiksa jadi partnya agak hambar. Tapi aku harap kalian masih ingin membacanya sampai end.
__ADS_1