Hottest Daddy

Hottest Daddy
Part 45> Kau Putriku!!


__ADS_3

Alen merasa dunianya hancur seketika. Pandangannya mengabur oleh air mata,dunia yang dia bangun sejak kepergian ibunya seketika menghancur pada satu titik. Pria yang sudah dia lupakan kini berdiri tepat dihadapannya. Pria yang tega pergi meninggalkan dia bersama kenangan buruknya


"Putriku...."alen menggeleng kuat,menyingkirkan kenyataan bahwa dia putri dari pria itu. Menyingkirkan kenyataan bahwa dia ingin merasakan pelukan hangat dari seorang ayah


March berjalan mendekat. Namun sejurus kemudian langkahnya terhenti saat mendapati respon dari putrinya. Alen mundur saat pria itu berjalan mendekatinya. Bahkan rangkulan rohit terlepas,ingin rohit mencegah namun mariam menatap rohit penuh peringat. Jika ini urusan keluarga mereka,dia tidak berhak atas masalah ini. Dengan berat hati,rohit mengiyakan


"Putriku..."lirih march lagi. Kepalanya dia tundukkan. Penyesalan kini terlihat jelas saat dia melihat respon yang ditunjukan oleh putrinya. Putrinya kini sudah dewasa,bahkan putrinya sudah menjadi seorang istri. Betapa pengecutnya dia,tidak mendampingi disaat-saat putrinya menaiki altar. Betapa pengecutnya dia,harusnya dia yang mengulurkan tangan putrinya. Tapi,dia bahkan tidak melihat senyum bahagia putrinya saat dialtar. Betapa dia sangat pengecut,dia pria paling pengecut!


"Maafkan papa....putriku"


Awalnya pengakuan tiba-tiba march membuat ketiga orang yang tidak tahu apa-apa menatap mereka terkejut. Tapi itu tidak bertahan lama,mereka kembali fokus pada alen dan march yang masih saling menggeleng dan mengatakan jika dia putrinya


"Tidak!aku bukan putrimu!dia sudah mati bersama ibunya!aku bukan putrimu!bukan putrimu...."tolak alen dengan isakannya. Dia terduduk dilantai dengan perasaan campur aduk


"Tidak sayang. Kamu putri papa. Maafkan papa. Papa pengecut!papa berdosa!maafkan papa sayang!maafkan papa..."march tetap melangkah kearah alen yang masih terduduk dengan kepala menunduk kelantai. Pria itu berjongkok dan meraih tubuh itu. Memeluknya erat disertai isak pilu alen


March terus mengeluarkan kata maafnya. Tetapi alen hanya diam dengan tangisnya


Rohit,ardi,dan gabriel hanya diam mematung menatap drama tangis kedua insan itu. Sedangkan mariam dan sera menangis,menutup mulut mereka agar isakan mereka tidak terdengar


"Maafkan papa nak. Papa mengaku salah. Papa salah. Papa berdosa kepadamu dan juga ibumu. Seharusnya papa menjadi pria bertanggung jawab. Seharusnya papa tidak melakukan hal itu. Maafkan papa sayang...biarkan papa menembus dosa itu"kata march bersalah


Sedang alen menggelengkan kepalanya kuat. Ingin rasanya dia menyangkal perkataan bersalah pria itu. Tetapi,entah mengapa sangat sulit untuk mengatakannya


"Beri papa kesempatan..."alen mendorong tubuh pria itu yang masih memeluknya. Dia bangkit dan mundur perlahan serta gelengannya

__ADS_1


"Tidak!tidak!aku tidak bisa!"racau alen tidak karuan,tidak lama kemudia kepalanya tiba-tiba berdenyut sakit. pandangannya mengabur dan akhirnya tubuhnya tumbang tidak sadarkan diri



Rohit mengelus wajah istrinya lembut. Pandangannya tidak pernah teralih dari wajah cantik itu. Bahkan saat dokter datangpun,rohit tidak menoleh ataupun menyapa balik dokter tersebut


Saat dokter memeriksa alen,rohit hanya menggeser posisinya sedikit"bagaimana keadaan istri saya dok?"tanyanya saat dokter itu selesai memeriksa keadaan istrinya


"Keadaan nyonya baik-baik saja. Dia hanya butuh istrahat yang banyak. Untuk bayi yang dikandungannya sama dengan ibunya,baik-baik saja. Anda tidak usah pikirkan. Kalau begitu saya permisi"setelah mendapat respon dari lawan bicara,dokter tersebut pamit undur diri


Mariam datang membawa teh panas dan meletakannya diatas nakas. Dia ikut duduk disamping putranya dan mengelus punggung tangan rohit. Sedang rohit menatap mamanya dengan tatapan yang maraim sulit artikan"maafkan rohit mam. Rohit....


"Ssstt. jangan minta maaf dulu ya? Mama masih marah. Entaran aja minta maafnya..."kekeh mariam"oh iya. Kalau alen sadar,suruh dia meminum teh ini. Mama pergi"rohit manggut-manggut saat mamanya memberi perintah dengan wajah tidak serius


Sepeninggalan mariam. Dennis muncul dengan semangkuk bubur ditangannya. Rohit mendengus dan memalingkan wajahnya dari putranya"ayah...aku bawain bubur untuk mama"kata bocah itu kelewat girang


"Tidak ayah!dennis mau nungguin mama sadar. Dennis sendiri yang akan menyuapi mama"tolak bocah itu keukuh


"Dennis!ayah tidak main-main!kembali kekamar sekarang!"mau tidak mau. Bocah itu menuruti perintah ayahnya. Ingin dia membenturkan kepala ayah supaya ayahnya itu bisa melupakan mamanya untuk sejenak. Kenapa coba,saat ayahnya tiba-tiba berubah tidak berubah beneran saja. Begitukan dia tidak akan repot-repot untuk mendekati mamanya


Sedangkan rohit tenggelam suasana dikamar itu. Memikirkan apa yang terjadi barusan. Dia begitu syock,saat mengetahui fakta jika istrinya yang selama dia kenal ternyata putri orang terpandang. Dia kira,kedatangan mereka hanya memberikan kado biasa. Tetapi ini,kado kenyataan baru yang tidak pernah dia bayangkan selama hidupnya


Jika dia berada diposisi istrinya. Dia akan melakukan hal yang sama. Tidak akan mudah memaafkan pria itu. Enak saja dimaafkan begitu mudah,setelah apa yang pria itu lakukan terhadapnya. Tapi...sudalah. itu masalah keluarga istrinya,dia cukup melihat saja


__ADS_1


Ardi menggelengkan kepalanya. Tidak percaya apa yang sahabatnya itu katakan barusan. Ini diluar dugaan. Ingin dia meninju wajah sahabatnya itu,tetapi dia juga berpikir tidak sepantasnya. Seharusnya yang meninju wajahnya adalah alen bukan dirinya


"Aku tidak percaya ini. Kau meninggalkan sarah dan mencampakan dia? Dia sekarat dan begitu teganya kau pergi? Aku benar-benar tidak percaya ini"kata ardi serta gelengan kepalanya. Mariam mengangguk membenarkan ucapan suaminya


"Yah. Katakan aku pengecut. Tapi,itu dulu. Sekarang aku menyesali perbuatanku..."lirih march merasa bersalah


Ardi mengela napas kasar. Dia menatap sahabatnya lelah"penyesalan itu selalu datang terlambat. Aku tau kau tidak bersungguh-sungguh melakukan itu. Tetapi aku cukup kecewa saat kau meninggalkan sarah yang sekarat,membutuhkan suaminya disaat dia akan pergi. Sepantasnya alen tidak mudah menerima dirimu. Dia masih butuh proses agar menerima kau sebagai ayahnya. aku sarankan kau,memberikan dia kasih sayang. Tidak meninggalkannya lagi"ujar ardi panjang lebar


March mengangguk


"Aku juga akan menjaga alen. Biar bagaimanapun,dia saudariku"lanjut gabriel penuh tekad


"Aku nangis sampai suara aku serak. Aduh...aku nggak kuat nahan air mata"kekeh mariam memecahkan suasana


Ardi dan march terkekeh menanggapi candaan mariam. Serapun ikut terkekeh"iya melow banget. Apalagi saat adegan dramatisnya"ardi ikut menimbung candaan istrinya


"Ah kalian merusak suasana. Kau tidak mengerti perasaanku"kesal march


"Aku tidak merusak. Tapi itu kenyataan. Kau terlalu naif march"


"Yayaya. Aku memang naif,dan aku minta maaf ok?"


"Simpan saja untuk orang lain. Aku tidak membutuhkannya"


Tbc

__ADS_1


Ngak nyambung ya? Terserah deh. Kalian mau bilang jelek,ngak papa. Aku ikhlas kok


__ADS_2