
Tidak biasanya rohit pulang sore,setelah tiga hari belakangan ini. Kemeja yang tadi dikenakannya sudah disampirkan dipundaknya. Tinggal kaos hitam yang terlekat dibadannya. Namun,saat dia masuk kedalam rumah hanya ada keheningan yang dia lihat. Tidak biasanya rumah itu tampak sepi,seperti tidak berpenghuni. Bahkan dia tidak mendengar suara putranya sekalipun
"Bi!bi!"teriak rohit memanggil pembantu dirumahnya
Bi sulastri sepoyangan datang menemui tuan mudanya. Wajahnya dia tundukkan sedikit,serta tangannya dia tautkan"ada apa tuan?"
"Kemana orang-orang dirumah ini? Dan kemana alen?"tanya rohit tajam. Yang ditanya hanya menunduk semakin dalam,tidak berani menatap orang yang dihadapannya sekarang. Jantungnyapun tidak bedetak sebiasanya,tetapi jantung itu berdetak sangat keras. Seperti ingin pecah
"Jawab bi!"bentak rohit. Pria itu sudah seperti monster siap memakan mangsanya
"Anu tuan. Em...anu__"
"Anu apa bi!katakan dimana alen!dimana yang lain!"pria itu semakin murka saja,karena setiap peryanyaannya tidak ditanggapin
"Kenapa rohit?"suara yang sangat familliar,berkumandang ditelinga rohit. Lantas pria itu menghadap mariam yang sedang bersandar ditembok dengan gaya cool. Memandang putranya dengan senyum miring. Tanggannya dia dekap didadanya
Pemandangan itu,membuat rohit memutar bola matanya malas. Apa-apaan mamanya ini,sok gayaan seperti preman pasar saja. Preman pasar tukang malakin orang berduit. Ckck
"Mana alen mam? Kok rohit nggak liat?"tanya rohit manis. Berusaha memadamkan api yang masih berkobar didalam dirinya
"Alen? Perasaan mama,selama tiga hari ini kamu cuek bebek aja sama alen"balas mariam acuh tak acuh
"Nggak mam. Aku nggak cuekin alen. Mama aja yang ngerasa"kata rohit ingin menyangkal ucapan mamanya
"Ohya? Mama yang ngerasa ya? Tapi...kok alen kabur ya?"peryataan mamanya mampu membuat rohit merasa dunianya seketika berhenti. Kepalanya berputar-putar seperti bianglala berputar lambat,namun semakin lama berputar menjadi cepat hingga tubuh rohit runtuh dan pandangannyapun menggelap
Sedangkan mariam langsung panik,cemas dan khawatir. Bukan seperti ini rencananya. Tadinya dia hanya mau membuat putranya ini merasa bahwa selama tiga hari ini, dia sudah mengabaikan alen dan mengacuhkannya. Tetapi...peryataannya tadi membuat rohit pingsan tidak sadarkan diri
"AL!ALEN!"teriak mariam mengelegar,memanggil alen dengan teriakannya itu. Alenpun datang bersama bi sulastri
__ADS_1
"Astaga. Rohit kenapa? Hiks..."mariam memutar bola matanya malas. Calon menantunya ini,tidak bisa sehari saja menenangkan telinganya walau hanya sehari
"Pingsan dianya. Bi,panggilin pak anton ya"kata mariam santai. Perkataan mariam barusan,membuat alen semakin menjadi-jadi. Menangis sambil menarik rambut rohit?
Pak anton,supir dirumahnya datang bersama bi sulastri dengan terbirit-birit"ada apa nyonya?"tanya pak anton
"Pindahin nih anak kekamar alen"kata mariam dengan masih zona nyamannya, Santai
"Ma. Hiks...rohit nggak meninggalkan?"tanya alen polos dengar air mata bercucuran
Mariam mendengus kesal"ya nggaklah. Kamu jangan ngaco deh"
"Tapi...
"Udah-udah. Kamu jagain rohit. Mama mau bantu bibi masak"sela mariam jengah
Setelah pulng dari rumh sakit beberapa hari lalu,mereka sepakat jika alen akan memanggil rohit dengan nama pria itu. Alen tidak memilih opsi-opsi yang di berikan oleh mariam,bahkan dia beberapa kali kesal terhadap calon mertuanya itu
"Nggak usah. Nanti sadar sendiri juga. Dia hanya pingsan,nggak usah khawatir berlebiha kayak gitu"setelah mengatakan itu,mariam meninggalkan alen. Sedang alen melangkah kekamarnya untuk menemui rohit
Tadinya,dia berencana untuk kabur. Tapi, saat dia ingin mengemaskan barang-barangnya,Mariam datang. Awalnya mariam terkejut dan panik,namun setelah kepanikannya itu mereda. Dia menyuruh alen untuk duduk diatas kasur dan menenangkan alen. Tentu saja dengan seribu macam rayu,serta kata-kata manis ala mama rohit. Saking manisnya alen begitu mudah mempercayainya
Alen berbaring didekat rohit dengan memeluknya erat. Menghirup aroma keringat dari balik tubuh kekar itu. Merasa tidak puas,alen membuka kaus itu dan membuka celana panjang milik rohit. Kini keadaan rohit hanya memakai celana pendek
...
...
Setelah melepas baju dan celana rohit. Alen langsung memeluknya erat dan mengendus-ngendus wangi dari tubuh itu hingga dia terlelap
__ADS_1
♡
Rohit terbangun saat merasa pusing dikepalanya. Namun,seperdetik kemudian rohit mengingat perkataan mamanya bahwa alen kabur dari rumah. Tetapi,saat dia ingin duduk, dia merasa tubuhnya tertimpa beban yang tidak terlalu berat. Dilihatnya beban yang menimpa perutnya,seketika senyum lega tercetak jelas diwajah tampannya. Ternyata,wanitanya tidak benar-benar kabur dari rumah. Berarti,tadi yang dinyatakan mamanya tidak benar
Tanganya yang bebas,telulur untuk membelai rambut wanitanya. Merasakan lembut dirambut itu,mencium aroma anggur dirambut itu. Betapa wangi wanitanya ini. Bahkan saat mencium aroma dari rambut alen,pusing yang tadi dia rasakan kini hilang entah kemana perginya. Rohit berharap pusing itu berpindah pada mamanya,bukannya dia menyimpahi mamanya. Tapi,gara-gara mamanya dia pingsan seperti anak perempuan saja
"Rohit..?"suara lembut itu menyadarkan dari lamuan rohit. Suara yang mampu membuat rohit merasakan berahi yang cukup menyiksa dirinya. Dan...selama tiga hari ini juga dia cukup berpuasa. Bukannya tidak menginginkan alen berada didalamnya,namun dia tidak ingin membahayakan bayi dikandungannya. Walau dokter prisa,tidak melarang mereka untuk melakukan hal-hal itu,bahkan dokter kandungan itu memberi resep gaya yang cukup aman untuk ibu hamil. Ckckck,itu cukup membuat rohit harus berpuasa
"Kamu nggak papa?"tanya alen sembari mengelus dada rohit dengan gerakan menggoda. Sedang rohit menangkap tangan nakal itu dan menuntunya dikepalanya. Menatap alen dengan mata berbinar
"Maafkan aku...aku sudah mengabaikanmu selama ini. Maaf juga sifat acuhku padamu. Tapi..."jeda rohit. Padangannya tidak mau lepas dari wajah cantik itu. namun alen tidak mau menyela permintamaafan rohit,dia ingin mendengarnya secara detail"...selama tiga hari ini. Aku sedang...em mempersiapkan pernikahan kita, aku tidak mau menunggu lama lagi. Aku tidak ingin kamu pergi tanpa status"jelas rohit panjang lebar
Senyum alen memudar saat mendengar penjelasan rohit dikalimat terakhir"berarti,kalau sudah ada status kamu akan membiarkanku kabur? Hiks..."
Rohit langsung kalang kabut,saat alen terisak"bukan itu maksud aku. Ah..aku salah bicara. Tapi itu tidak seperti yang kamu pikirkan,aku tidak mau jika kamu kabur dariku. Sudah cukup kamu meninggalkanku seperti kejadian lalu. Apa lagi saat mama bilang kamu kabur,aku sudah pingsan. Apalagi beneran,rasanya aku mau bunuh diri saja"kata rohit serius. alen memandang rohit cukup lama,dan tersenyum senang
Hening
"Rohit..."panggil alen sambil mengecupi rahang rohit,sesekali menjilatnya dengan ujing lidahnya. Ingin mempermainkan rohit
"Hem.."erang rohit,menahan untuk tidak mengeluh saat unjung lidah itu menyentuh belakang telinganya. Sedangkab rohit kecil,sudah memeronta minta di keluarkan. Dan meminta untuk dipuaskan,mungkin merasa terlalu cukup lama berpuasa. Tapi...
"Al--len..jangan ya. Aku nggak tahan"kata rohit terbata-bata. Berahinya sudah diujung tanduk sekarang,dia tidak tahan lagi. Alenpun sudah turun dibawah. Membuka celana pendek itu,dan...bles keluarlah pusaka itu dengan keadaan tegak maksimal
"Akkhh...persetan"
Tbc
__________________________
__ADS_1