Hottest Daddy

Hottest Daddy
part 7> Desitancy


__ADS_3

Pagi yang cukup cerah. Namun,tidak dengan hatinya,alen termenung dibangku kantin pojok. Dia menyandarkan badannya yang terasa pegal,semalam dia bekerja ekstra. Saat pulang sudah pukul 11 malam


"Hai....


Alen tidak bergeming saat mendengar suara yang cukup familiar dipendengarannya. Siapa lagi kalau bukan pria itu"Al,aku bawakan sarapan untukmu"alen rasa itu hanya alasan belaka


Alen memandang pria benetra kebiruan itu dengan kesal"aku sudah sarapan"tolak alen


"Hargai aku al,aku ngerti kamu tidak menyukaiku tapi hargai pemberianku"rauh wajah pria itu mendung ada rasa kecewa disana


Lagi,alen menghela napas panjang"maafkan aku dave,aku tidak ingin diganggu. Tolong tinggalkan aku sendiri"


Dave berdiri dari bangkunya dan menaruh kotak bekal itu dimeja"aku kekelas dulu,aku harap kau memakan makanan itu. Setidaknya hargai ibuku"setelah itu dave benar benar meninggalkan alen. Alen hanya menatap punggung tegap itu semakin jauh


"Entah mengapa aku tidak bisa menerima kamu dave. aku selalu mencoba namun,tidak ada getaran aneh. Yang ada hanya kekesalan saat kau berbuat romantis"alen membuka kotak itu dan memakannya. 'Setidaknya hargai ibuku' kata-kata itu selalu terngiang dikepalanya


Tak lama bel pertanda masuk kelas berbunyi,alen bergegas menuju kelas tak lupa dia membawa kotak bekal itu. Saat diperjalanan ada seseorang yang mengikutinya,dia berhenti berjalan dan berbalik cepat. Dan...tak ada siapa-siapa. Perasaan alen benar benar ganjil. Saat pertemuannya dengan delia,mantan istri rohit


Rohit? Alen akan mencoba melupakan sosok pria dewasa itu. Mungkin benar,mereka masih saling mencintai. Dan artinya dia adalah orang ketiga,yang tidak tahu apa-apa. Alen kembali berjalan menuju kelasnya,hanya menghitung hari ujian akan mulai. Sesuai intrupsi wali kelasnya,dia akan berhenti kerja saat seminggu lagi ujian nasional(UN) dimulai


..." " " " " " " " ...


Rohit berkali-kali mengacak rambutnya frustasi. Dia harus menahan,keinginan menemui gadis itu hanya masalah kantor yang tidak ada selesalinya. Narula merasa iba melihat bossnya,beberapa kali mengacak rambutnya


"Bos,kamu kenapa sih? Dari tadi rambutmu yang jadi sasaran"itu adalah pertanyaan yang kesekian kalinya. Dan kesekian kalinya juga hanya keheningan yang menjawab


"Bos...

__ADS_1


"Diamlah Narula,kau seperti perempuan saja. aku tidak ingin menjawab"


"Oke....


"Kerjakan tugasmu"


"Oke....


"Narula!!"


"Oke bos,saya permisi"Narula berlari terbirit-birit meninggalkan ruangan terkutuk itu


Rohit melipat kedua tangannya dan menjadikannya bantal. Pikirannya sangat kalut. Masalah kantor,putranya,dan gadis itu selalu menghantui pikirannya


...


...


Butuh dua jam rohit menyelesaikan pekerjaannya. Rohit melirik jam tangannya,jarum pendek menunjukan pukul 02:09 pm. Astaga!pria itu melewatkan jam makan siangnya.


Pintu diketuk dari luar dua kali"masuk"serunya


Lalu pintu terbuka menampilkan sosok putranya"siang yah?"sapa dennis murung


"Kenapa? Kok putra ayah murung sih"rohit melangkah mendekati putranya dan mengendongnya disofa


"Putramu itu lagi sedih kak,dia ditolak sama Alen"suara adiknya dari balik pintu sambari membawa kantong kresek

__ADS_1


"Loh,kok bisa? Apa kamu berbuat yang tidak-tidak padanya?"rohit memandang  putanya dengan dahi mengerut


"Nggak tau yah,aku hanya ingin mama untuk nemanin aku kekantor ayah. Eh,malah dia bilang'maaf yah mama nggak bisa' gitu yah"adunya dengan wajah menunduk


Rohit memandang adiknya,savana untuk memberi penjelasan. Tapi,savana mengangkat bahunya tidak tahu"kenapa ya? Biasanya dia tidak seperti itu"


"Sepertinya,ia masih ragu. alen masih belum siap melanjutkan hubungan yang serius"ujar savana menggaruk dagunya


"Aku tidak memaksanya untuk berhubungan serius dengan cepat. Aku hanya ingin kami menjalankan sesuai keinginannya"


"Coba kamu hubungi dia,tanyakan padanya. Siapa tau dia hanya lelah"usul savana dan diangguki oleh dennis. Kemudian rohit merongoh saku celananya dan mengeluarkan benda pipih berwarna silver hitam. Dan mendial nomor yang beberapa minggu dia ambil dari adiknya,savana


Sudah lima kali rohit menghubungi nomor itu. Namun,tetap sama tidak ada jawaban. Hal itu membuat rohit gusar, tetap menghubungi hingga sebanyak dua puluh kali tetapi tetap sama. Rohit melirik sebentar kepada putranya dan adiknya,mereka menatap rohit serius bahkan tidak ada yang membuka suara hingga panggilan yang keberapa tidak ada jawaban


"Gimana yah,mama angkat nggak?"tanya dennis mendesak


Rohit menggeleng


"Terus gimana dong,pasti ada yang tidak beres. Biasanya tidak seperti ini. Dia selalu mengangkat teleponku,bahkan dia selalu menjawab pesan singkatku"kesal rohit


"Telanglah yah. Mama hanya butuh ketenangan"dennis menatap ayahnya yang gusar setengah ******


"Iya,malam nanti ayah akan menemui mama. Kamu tenang saja,jangan nangis lagi.oke?"


Tbc


Vote+Coment!!!!

__ADS_1


__ADS_2