Hottest Daddy

Hottest Daddy
part 14> Ternyata Delia...?


__ADS_3

Delia tertawa terbahak-bahak sepanjang jalan menuju dirumah kediamannya. Tangannya memukul stir,kepalanya mendongak sedikit. Wanita itu tidak bisa menyembunyikan tawa kemenangannya. Dia masih ingat betapa terlukannya gadis malang itu. Jika rohit tidak datang maka gadis itu akan tiada ditangannya


"Ini belum berakhir,aku akan lakukan apapun asal rohit kembali padaku. Oh...aku lupa. Aku akan melenyapkan gadis ****** itu dulu. Jika gadis itu tiada,rencana memiliki rohit kembali akan mudah"seringai licik tercetak jelas dibibir tipisnya


"Hah,aku tidak sabar untuk melenyapkannya"


Sekitar 20 menit,delia sampai dirumahnya. Bibir tipisnya masih menyunggingkan senyum. Kakak dari wanita itu melihat adiknya heran,tidak biasanya adiknya tersenyum lebar seperti itu


"Kamu kenapa senyum seperti itu?"tanya laras heran


Senyum delia semakin lebar"aku hanya bahagia kakak,aku hanya ingin merayakan kemenanganku"


"Kemenangan? Apa kau mendapatkan lotre?"alis kana laras naik


"Ya...bahkan lebih dari lotre kak. Sudalah aku akan istrahat. Ohya,kemana bayu. Aku tidak melihatnya"


"Dia keluar bersama teman-temannya,kenapa kau mencarinya?"lagi,laras bertanya. Ada yang aneh dengan adiknya ini. Selama adiknya tinggal bersamanya dia tidak pernah melihat senyumnya selebar ini


"Aku hanya ingin merayakannya bersamanya. Tapi,sudalah aku kekamar dulu"laras mengangguk,walau masih rasa penasaran yang memuncak. Tapi...dia tidak ingin memikirkannya. Lebih baik dia ke kedai kopi,karyawan kesayangannya sedang sakit sudah tiga hari. Jadi dia harus bekerja ekstra selama karyawannya belum pulih


*


Sementara ditempat lain,delia melepaskan sepatu dan bajunya. Dan menggantinya dengan piyama tidurnya. Wanita itu melangkah kearah balkon,dan memandang jalan yang mulai dijejali oleh lampu-lampu yang kerlap-kerlip menerangi jalan


Kenangan disaat dia masih bersama rohit,kenangan yang membuat dia tidak bisa lupa akan hal itu. Perkataan cinta yang tiap hari pria itu ucapkan membuat dia bosan,saat itulah dia mencari hal baru. Tapi,kenyataannya dia ingin kembali kepada pria itu lagi

__ADS_1


Dia harus menyusun rencana. Bagaimanapun gadis itu adalah satu-satunya penghalang rencananya"aku harus melenyapkan gadis itu,entah bagaimanapun caranya"delia menggigit kuku panjangnya,berpikir hal-hal licik


"Melenyapkan gadis siapa,aunti?"suara berat seorang pria membuat delia terlonjat kaget. Pria itu melangkah mendekati delia dan memeluknya dari belakang


"Ah...kau mengagetkanku sayang,hm?"ujar delia dengan desahan kecilnya


"Aunti,aku bertanya padamu. Siapa yang akan kau lenyapkan"ulang bayu lagi


Delai berbalik dan menghadap kearah pria tampan itu,yang kini menjadi keponakannya. Tangannya mengalung keleher pria itu"kau tau,aku ingin gadis itu tiada"alis tebal bayu terangkat


"Gadis itu?"


"Ya..gadis yang sudah menolakmu berkali-kali. Kau ingat?"rahang bayu mengeras dia masih ingat betapa menyakitkan saat gadis itu menolaknya berkali-kali


"Ya aku ingat"mata bayu memandang bibir merah menggoda itu"aku menginginkanmu,aunt"suara bayu menjadi serak


^^^^^^^


"Mama!"teriak sosok bocah kecil dari balik pintu ruangan rawat alen bersama dengan seorang gadis dan wanita paruh baya. Alen memandang bocah itu berbinar,dan merentangkan tangan seakan menyambut bocah itu dipelukannya


Namun,angan hanyalah angan belaka untuk bocah tampan itu. Sebelum dennis memeluk tubuh hangat alen,tangan kekar ayahnya sudah menarik tubuh gembul itu"ayah...aku hanya ingin memeluk mama. Kenapa ayah..."


"Tidak,bukan muhrim. Kau bersama aunt sava saja atau sama eyang"tugas rohit tajam. Sedangkan dennis memandang ayahnya seperti orang bloon tingkat dewa


"Rohit,biarkan dennis memeluk alen. Sudah cukup tiga hari ini kau bersamanya. Hanya memeluk bukan mencium"penuturan mamanya membuat rohit melebarkan matanya. Jangankan memeluk,mencium gadisnya saja tidak akan dia birakan

__ADS_1


"No,mama belum tau sifat licik anak itu. D---"


"Rohit,dia anak kamu. Putra kamu,tega kamu ngomong seperti itu?"tegur mariam garang


"Kenyataannya begitu mam,dia---"


"Sudalah,kau kekantor saja. Alen biar mama dan sava menjaganya. Bukankah lusa kau akan kelondon? Jangan abaikan tanggung jawab kamu"omel mariam tanpa memandang putranya. Wanita itu melangkah kearah alen dan duduk dikursi yang sempat diduduki putranya


Mariam tersenyum lembut, membuat hati alen menghangat. Dia merindukan senyum itu,senyum seorang ibu"kau sudah merasa baikan? Apa ada yang sakit?"


Alen mengangguk canggung dan memaksakan seulas senyum"jangan merasa canggung denganku,anggap saja aku ibumu. Aku tau hubungan kau dan putraku,aku tidak mempermasalahkan itu"


"Mam,hari ini alen akan keluar. Aku ingin alen tinggal bersama kita. Aku akan kelondon,aku tidak bisa menjaganya. Hanya mama dan sava yang aku percayakan"ujar rohit santai,dan melangkah kearah dimana ibunya dan gadisnya


Alen melebarkan matanya tidak percaya dengan penuturan pria itu barusan"eh,pak tidak--"


"Aku tidak meminta penolakanmu nona"sela rohit cepat,sebelum alen menyelesaikan penolakannya


"Benar itu mama,tinggalah dengan kami. Aku ingin mama membacakan aku dongeng sebelum tidur"mata bocah tampan itu berbinar-binar


"Iya al. Tinggalah bersama kami. Aku tidak mau ambil risiko jika terjadi sesuatu denganmu. Bisa-bisa kartuku dimatikan oleh kekasihmu itu"alen memandang kearah mariam. Dia takut jika ibu dari pria yang dia cintai akan menolak permintaan sang anak dan cucunya


Mariam tersenyum maklum dia benar-benar bahagia jika putranya bisa memilih wanita yang menurutnya tepat"ia sayang,kau akan tinggal bersama kami. Aku bahagia jika kamu menerima ini"


Alen membalas senyum itu dan mengangguk. Dan semua yang berada diruangan itu tersenyum lega

__ADS_1


Tbc


Vote×Coment!!!


__ADS_2