
Rohit menggerang frustasi. Masalah kantor tidak pernah selesai juga,apalagi masalah keuangan. GM yang ahli dalam keuangan itu,tidak pernah becus. Menyusun proposal saja,rasanya sangat sulit
Rohit bangkit dari kursi malasnya dan melangkah kearah jendela besar. Dari situ pemandangan bisa dia lihat ,dan jalan raya yang dijejali oleh kendaraan. Lagi-lagi pria itu menghela napas,sedari tadi dia tidak bisa fokus pada masalah kantor pikirannya selalu terbayang wajah manis itu. Senyum kecilnya,matanya,bibirnya,dan....ah rohit benar-benar menginginkannya. Dia merindukan wajah itu,yah walau terbilang cepat bahkan sangat cepat
Pria itu melirik jam tangannya,sudah hampir jam tiga sore. Diaa akan menyelesaikan masalah kantor,dan akan menemui gadis itu. Rohit kembali kekursi kebesarannya yang sempat ditinggalkannya. Meraih laptop kearahnya lebih dekat dan menekan-nekan keybord
Pintu ruangan diketuk dan muncul sosok pria tampan sambil membawa file-file. Diletakannya diatas meja dan duduk dikursi depan bossnya"bos ini file yang kamu minta,tinggal ditanda tangani"disodornya file itu
"Jam tujuh malam,kamu diundang oleh Mr. March makan malam dicafe Mahera"lanjutnya lagi
Rohit manggut-maggut menanggapi ucapan Sekertarisnya sekaligus sahabatnya dari bangku sekolah"kamu temani saya"sahut rohit
"Oh iya, saya sarankan kamu ganti secepatnya GM itu. Dia tidkak penah becus,saya permisi"setelah mengucapkan saran,Narula bergegas dari ruangan bosnya
"It's ok"
*
Jam tujuh tepat,dua sosok pria tampan masuk dalam cafe yang bernuansa klasik dan tidak terlalu mencolok. Mereka duduk dikursi yang sudah diduduki oleh pria paruh baya dengan jas toxedo rapi. Pria itu menyambut kedua pria itu
"Selamat malam Mr. Khandelwal and Mr. Prince"sapa Mr. March ramah
"Too"sahut Narula sedangkan rohit menganggukan kepalanya
__ADS_1
Selama pembicaraan mereka dipenuhi oleh bisnis,sesekali mereka berdebat untuk lokasi pembangunan cabang baru IT
"Mungkin lebih baik,pembangunan ini dibangun di Negara berpenduduk banyak. Agar Jaringan itu lancar"usul Narula,mengimbangi pembicaraan
Rohit menyetujui untuk hal itu"saya setuju dengan usulan narula"
"Ya,itu lebih bijak"sahut Mr. March
"Pertemuan ini saya tutup,kita habiskan makanan dan pulang. Ah istri saya sedang sakit"ujar Mr. March
"Saya kira istri anda sedang hamil"canda Narula
"Itu tidak mungkin,atau Mr. Khandelwal istri anda sedang hamil"canda Mr. March melemparkan pada rohit yang hanya diam
"Saya rasa begitu"
...**********...
Rohit mengetuk pintu putih itu. Sudah dua kali dia mengetuk namun, tidak ada sahutan. Tepat ketujuh kali,barulah pintu itu dibuka dengan kasar oleh pemiliknya. Mata rohit menjelajahi tubuh yang berada didepannya. wajah yang kini menjadi favoritnya terhihat sangat manis
Rohit mendekati tubuh itu dan memeluknya,Rohit benar-benar merindukan sosok gadis ini. entalah pria itu seakan terhipnotis oleh gadis manis yang telah didekapnya
"Apa kau berusaha menggodaku?"tanya rohit dengan suara berat dan serak
__ADS_1
"Hah?"alen terkejut dengan pertanyaan itu. Ini terasa sesak,dan sangat tidak nyaman. apalagi dada bidang yang berdetak kecang,membuat alen ikut merasakan detakan itu
Hembusan napas hangat menyapu kulit wajahnya. Mata sendu itu menatapnya,hingga gadis itu seakan tenggelam disana. sungguh alen tidak siap harus menjalani hubungan yang alen tidak ingin merasakan rasa sakit itu lagi. alen tidak ingin semua itu terjadi lagi padanya
Rohit menatap gadis dihadapannya dengan tatapan sendu,dia sudah melakukan hal diluar nalarnya dan membuat gadisnya tidak nyaman"maafkan aku"gumamnya dan kembali memeluk tubuh mungil itu. rasanya dia benar-benat telah jatuh dalam hipnotis asmara ini,baru beberapa hari mereka bertemu dan dia sudah begitu mengiginkan gadis ini untuk menjalani hubungan serius dengannya. oh tuhan,mengapa dia jatuh cinta pada seorang gadis?
alen memandang wajah memerah pria yang kini telah mengklaim dirinya sebagai gadisnya,dia merasa bersalah. rasanya alen ingin berteriak bahwa dia ingin tetap bersama pria itu. tanpa sadar alen meraba wajah tampan itu dengan tatapan sendu,dia merasa telah jatuh terlalu dalam oleh pesona pria dewasa itu,hingga alen terasa lemah jika pria itu jauh dari dirinya
"Aku Merindukanmu"suara serak itu mengalihkan alen pada kenyataan. gadis itu mengerjabkan matanya beberapa kali dan melepaskan tangan yang berada di wajah pria itu. hah!alen tidak bisa berpikir jernih
Entah setan dari mana alen menganggukan kepala. Pria itu tersenyum dan mencubit pipi gadis manis dihadapannya. sontak alen memayunkan bibirnya,dia tidak menyangka perlakuan pria itu membuat desiran aneh dijantungnya,dia tidak tahu harus berbuat apa. dia bahkan merasakan sebuah atmosfer jatuh dengan dasyat mengenainya. ini begitu nyaman!
"apa yang kau lakukan?"alen menelan ludah,biar bagaimanapun dia adalah seorang gadis yang pertama kali membuat seorang pria memasuki kamarnya. hal ini bukan sesuatu hal yang patut dia remehkan,karena dia akan memulai hal baru hingga membuatnya terbisa
Rohit menatap alen bingung. apa yang dia lakukan? bukanlah gadis itu melihat apa yang dia lakukan?
"malam ini aku akan tidur disini"rohit ingin membenturkan kepalanya
"aku tidak ingin kau tidur denganku,aku tidak bisa tolong mengertilah"suara lirih alen menyadarkan sesuatu pada rohit,pria itu telah melakukan yang tidak diinginkan gadisnya
"maafkan aku,aku tidak akan melakukannya itu padamu. aku hanya ingin tidur,aku sangat lelah. tolong biarkan aku disini untuk malam ini"pria itu menatap alen dengan tatapan lelahnya
alen menghelah napas"baiklah"
__ADS_1
Tbc