
"Payah! kamu harus membiasakan diri jika mau masuk di komunitas kami Nggun!"
"Iya Maaf Za, aku belum pernah minum minuman yang mengandung alkohol."
"Kamu lihat mereka, aman-aman saja. Coba sedikit lagi biar membiasakan diri."
"Hai Nggun, ayo minum dan kita joget setelah itu. Hari ini kita bersenang-senang. Pokoknya kita disini harus happy-happy," ucap Nori, teman Reza.
"Eh, iya Nor."
"Nih, coba lagi Nggun!" pinta Reza sambil menyodorkan segelas minuman ke tangan Anggun.
"Ini belum apa-apa, masih berkadar alkohol rendah, yang memang sering kita konsumsi pada saat pesta. Ayo minumlah!"
"Iya Za."
Anggun pun mencobanya lagi dan dia hampir muntah tapi berhasil dia tahan.
Reza tersenyum, lalu berkata, "Nah, kamu berhasil. Kamu lolos menjadi anggota komunitas."
"Hallo teman-teman, sambut anggota baru kita, Anggun! Dia sudah lolos seleksi pertama untuk menjadi anggota kita. Ayo, sekarang kita tos!"
Mereka pun saling mendentingkan gelas, lalu suara musik yang keras berbunyi, semua bergoyang mengikuti irama musik.
Anggun merasa pusing, apalagi ditambah suara musik yang memekakkan telinga. Dia hampir saja terjatuh saat Reza mengajaknya turun untuk bergabung dengan teman-teman yang sedang melantai, berjoget ria dan juga ada yang berdansa.
Mishell sudah berkeliling tapi belum menemukan adiknya dan pengawal pribadi kakek juga sudah menyebar anak buahnya untuk membantu.
Akhirnya mereka mendapatkan kabar, pengawal itupun memberitahu Kakek dan Kakek memberitahu Mishell lewat telephon agar segera menuju ke lokasi pesta.
Mishell dengan kecepatan tinggi mengemudikan motornya, dia tidak ingin terlambat dan terjadi hal buruk terhadap Anggun.
Apalagi sampai Reza memperalat ataupun melakukan hal tidak senonoh, seperti yang sempat terlintas dipikiran Mishell.
Sesampainya di tempat pesta, Mishell tidak peduli para penjaga yang mencegahnya untuk masuk. Dia menerobos paksa, hingga perkelahian pun terjadi.
"Lepaskan aku! Aku tidak akan membuat kerusuhan di sini! Aku cuma ingin mencari adik perempuan ku!" ucap Mishell kepada dua orang penjaga yang berhasil menarik lengannya.
__ADS_1
Pengawal pribadi kakek yang baru sampai di tempat itu, tidak tinggal diam, lalu diapun menghajar keduanya hingga terjengkang.
Mishell tersenyum, dia tahu jika sejak tadi ada yang membuntuti dirinya. Tapi karena dia fokus ingin menemukan Anggun, makanya Mishell mengabaikan hal itu.
Melihat lawan terjengkang, Mishell memanfaatkan kesempatan untuk masuk ke dalam area pesta.
Mishell pun menerobos para remaja yang sedang asyik dengan kegiatannya masing-masing.
Dia menyapukan pandangannya ke segala arah hingga matanya terpaku ke arah Anggun yang sedang sempoyongan sambil mengikuti irama musik bersama Reza.
Aroma alkohol membuat Mishell menutup hidung, lalu dengan tangan terkepal dan gigi gemeretak, diapun menghampiri Reza yang memeluk pinggang Anggun.
Tak ayal lagi sebuah tinju disusul pukulan mendarat ke dada Reza. Mishell sangat marah, dia tidak bisa mengontrol emosi saat tubuh adik kesayangannya di jamah oleh lelaki yang bukan muhrim dan brengsek seperti Reza.
Keributan pun berlanjut, Reza melawan Mishell dengan dibantu para temannya.
"Brengsek kamu Reza!"
"Kamu dibelakang kakak saja Nggun, awas kalau kamu sampai pergi. Kakak akan hukum kamu dan tidak akan membolehkan kamu keluar rumah lagi!" ancam Mishell.
Reza yang menghambur bersama teman-temannya, menyerang Mishell dengan membabi buta.
Pengawal kakek pun membantu Mishell bahkan dia mengeluarkan pistol hingga teman-teman Reza mundur karena takut kena sasaran tembakan.
Suasana pesta jadi kacau, apalagi saat datang bantuan dari para anak buah pengawal kakek.
Banyak botol minuman pecah berserakan, teriakan para wanita juga terdengar memekakkan telinga. Mishell tidak peduli, dia terus mengamuk, menendang dan menghancurkan barang.
Amarahnya kembali memuncak, saat melihat Reza menarik lengan Anggun untuk membawanya pergi dari tempat tersebut.
"Lepaskan adikku! Dasar bajingan!" teriak Mishell sambil melepaskan tendangan ke arah Reza.
Reza tersungkur hingga membuat Anggun menangis. Mishell menarik Anggun, dia kesal saat melihat sang adik masih juga membela Reza.
Karena fokus pada Anggun, Mishell jadi lengah. Sebuah tendangan dari teman Reza berhasil membuatnya terjatuh dan menabrak meja yang diatasnya terdapat banyak botol minuman beralkohol.
Tangan dan kaki Mishell tergores dan tertusuk pecahan botol hingga darah mengucur memerahi lantai serta pakaiannya.
__ADS_1
Anggun menjerit melihat keadaan Mishell, dia hendak menolong sang Kakak, tapi Reza malah menarik dan membawanya pergi.
Mishell mengejar mereka, tapi diapun terjatuh karena kakinya yang sakit.
Para pengawal berhasil mengejar Reza, lalu mereka menghajar pemuda itu hingga babak belur dan terkapar tidak sadarkan diri.
Anggun menghampiri Mishell, dia sangat menyesal. Melihat darah yang banyak keluar, Anggun pun menangis dan berteriak minta tolong.
Pengawal Kakek, langsung memapah Mishell dan membawanya ke mobil. Sementara Anggun mengikuti sang kakak sambil terus menangis.
Mishell dibawa ke rumah sakit, karena ada pecahan botol yang menusuk dalam pada kakinya.
Dokter pun menangani luka Mishell, membersihkan luka dari serpihan kaca dan mencabut pecahan botol yang menancap.
Mishell meringis kesakitan, dia lebih baik sakit raganya daripada melihat sang adik rusak jiwa dan keimanannya.
Rasanya Mishell sudah tidak sabar ingin menasehati Anggun, tapi keadaan dan tempat belum lah pas untuk dia melakukannya.
Kakek yang mendapatkan kabar Mishell terluka, segera menyusul ke rumah sakit. Beliau meminta dokter untuk memberikan pengobatan terbaik dan merawat luka agar tidak menimbulkan bekas.
"Kamu kenapa nekad Shell, lihatlah sekarang kamu terbaring di sini!" ucap Kakek.
"Nggak apa-apa Kek, nggak lama juga sembuh. Oh ya Kek, bagaimana dengan Kalila? Mishell janji akan pulang cepat. Bagaimana jika kita pulang sekarang Kek?"
"Kamu pikirkan dirimu dulu Shell, masalah Kalila biar di tangani oleh Vita. Kamu lebih baik dirawat di sini dulu, biar sembuh baru pulang ke rumah."
"Nggak Kek, Mishell sudah janji akan pulang dan Mishell nggak mau kepercayaan Kalila rusak lagi, hanya karena luka yang tidak terlalu parah ini."
"Ternyata kamu sama keras kepalanya dengan Kalila. Dasar anak muda, bukan mikir kesehatan dan keselamatan diri, malah mikirin perasaan pasangan."
Mishell tersenyum, mendengar omelan dari kakek. Akhirnya kakek meminta dokter pribadinya untuk datang ke rumah guna merawat Mishell.
Kemudian beliau meminta pengawal pribadinya untuk menyelesaikan administrasi rumah sakit, lalu mengantar mereka pulang ke rumah.
Saat ini Anggun yang belum tahu jika Mishell sudah menikah, merasa heran. Kenapa mereka bukan diantar pulang ke rumah ibu, tapi malah pulang ke rumah besar yang sama sekali asing bagi Anggun.
Dan Anggun juga heran, kenapa orang-orang asing yang ada di sekitar Mishell, begitu memperhatikan dan menyayangi sang Kakak, padahal status sosial dan ekonomi mereka sangatlah jauh berbeda.
__ADS_1
Bersambung.....