
"Hans, sebaiknya kamu menginap di sini saja. Mana tahu mereka menelepon kita bisa langsung berangkat."
"Baik Tuan!"
"Mbak Vita, tolong minta pelayan untuk siapkan kamar tamu. Biar Hans bisa beristirahat!"
"Baik Tuan. Oh ya Tuan, Non Kalila, ibu dan Anggun sedang di ruang kerja bersama Tuan besar. Tadi Tuan berpesan jika Anda pulang di minta untuk kesana."
"Baiklah Mbak, terimakasih."
"Ayo Hans, kita temui kakek dulu, barangkali ada hal penting yang akan beliau bahas."
Kemudian Mishell dan Hans pun bergegas ke ruang kerja dan ternyata mereka sedang membahas masalah si peneror.
Baru saja kakek menerima telepon jika mereka membatalkan pertemuan malam ini dan akan segera menghubungi kembali.
Melihat Mishell dan Hans tiba, kakekpun mempersilakan mereka untuk masuk. Kalila lalu menggeser duduknya agar Mishell serta Hans bisa duduk di dekat sang Kakek.
"Bagaimana Kek, apa sudah ada kabar dari mereka?" tanya Mishell.
"Mereka membatalkan, tapi besok akan menghubungi kita lagi."
"Oh, kok bisa begitu! Si pemeras sepertinya masih amatir, sedikit plin plan, tapi kita harus terus berhati-hati," ucap Mishell.
"Iya, kamu benar Nak. Oh ya, bagaimana dengan perjanjian kalian?"
__ADS_1
"Mereka juga belum memberi keputusan Kek, katanya masih mau dirundingkan dulu. Mereka agak keberatan tentang aku yang akan pegang kendali di sana."
"Oh... biarkan saja! Mau tidak mau cuma tawaran kita yang bisa menyelesaikan masalah mereka. Jika mereka menolak, berarti mereka menggali lubangnya sendiri."
"Iya Kek."
"Sekarang kalian istirahatlah, kita masih butuh energi untuk menghadapi hari esok. Kamu Nggun jangan khawatir, tetap semangat ya," ucap Kakek.
Anggun hanya mengangguk, lalu dia bangkit dan mengikuti yang lain untuk pergi beristirahat.
Saat menuruni anak tangga, kaki Anggun terpeleset dan dia hampir saja terjatuh jika tidak ada Hans yang menarik tubuhnya hingga masuk ke dalam pelukan Hans.
Pikiran Anggun masih kacau dan dalam kecemasan itu, dirinya tidak fokus saat menuruni anak tangga.
Keduanya saling tatap dan Anggun yang merasa malu langsung menarik diri dari pelukan Hans.
"Iya Nggun. Ayo ibu bantu!" ucap Ibu sembari menggandeng lengan Anggun.
Mishell masih menuntun Kalila, dia juga belum bisa membiarkan Kalila turun sendiri dengan kondisinya yang belum pulih.
Sampai di bawah, Mishell memberitahu Hans, kamar yang akan dia tempati, lalu Mishell dan Kalila masuk ke kamar ibu untuk memastikan jika adiknya baik-baik saja.
Mishell dan ibu ngobrol sejenak, sedangkan Kalila sedang menghibur Anggun.
Setelah itu, mereka pamit untuk beristirahat.
__ADS_1
Walaupun lelah, Mishell tidak ingin membiarkan istrinya kecapean. Lalu diapun menggendong Kalila agar mereka segera tiba di kamar.
Ternyata di sana, Kalila sudah menyiapkan pakaian ganti untuk Mishell. Dia mulai menjalankan satu persatu tugasnya sebagai istri.
Mishell merasa bahagia, lalu dia memeluk Kalila, "Terimakasih Sayang. Kamu seharusnya tidak usah repot-repot. Kamu belum terlalu sembuh, jadi jangan dulu banyak beraktivitas yang akan membuatmu lelah."
"Enggak kok Kak, cuma tugas-tugas ringan saja yang aku kerjakan, selebihnya masih meminta bantuan Vita."
"Sekarang Kakak mandi dulu, bau asem nih!"
"Masa iya!" ucap Mishell sambil mencium bagian ketiaknya.
"Hemm, masih wangi kok. Tapi iya deh, biar istri senang. Yuk kita mandi bareng!" ucap Mishell sembari menggendong Kalila masuk ke kamar mandi.
Kalila meronta karena dia sudah mandi, tapi akhirnya Kalila tidak bisa menolak permintaan Mishell.
Sore itu mereka habiskan dengan ritual mandi bersama sambil menikmati moment-moment indah yang selama ini tertunda.
Kalila dengan ikhlas melayani permintaan Mishell dan Mishell pun dengan lembut memperlakukan Kalila hingga mereka sama-sama menikmati surganya dunia.
Setelah selesai membersihkan diri, Mishell menggendong Kalila ke kamar lalu membantunya mengenakan pakaian serta mengeringkan rambut.
Kalila merasa sangat di manja, hari-hari bahagia mulai kembali dalam kehidupannya.
Mishell selalu berhasil membuat istri tercintanya tersenyum dengan perlakuan manisnya.
__ADS_1
Keduanya pun beristirahat sambil ngobrol tentang masa lalu masing-masing.
Bersambung....