
Kedua ibu muda itupun pergi ke rumah sakit untuk menjaga Reza, mereka bergantian dengan Farhan.
Reza tidak juga mengaku kenapa dia sampai terluka begitu parah. Reza cuma mengatakan jika berkelahi dengan temannya.
Sementara Mama dan Papa Marshell saat ini masih di kurung di kamar, tapi pembantu yang tidak tega, memberi mereka makan secara diam-diam.
Keduanya harus bersandiwara dengan memasang tubuh lemah saat kedua ibu muda kembali. Mereka harus melindungi para pembantu yang telah menentang perintah kedua ibu muda.
Dua hari berlalu, Anggun sudah aktif kembali ke sekolah tapi sekarang dia lebih memilih diam ketimbang bercanda ria dengan teman-temannya.
Mishell, Hans dan Kalila pun memutuskan hari ini untuk pergi ke perusahaan keluarga Marshell, tapi sebelumnya mereka akan ke rumah sakit untuk menjenguk Reza.
Saat mereka tiba, Farhan masih di sana, dia menunggu ibunya datang menggantikan. Baru setelah itu, Farhan pergi ke kantor.
Ketika mendengar langkah kaki dan ketukan pintu, Farhan pun membukanya dan dia terkejut begitu melihat kedatangan Marshell, Kalila dan Hans.
Saat itu, Farhan sedang menyuapi Reza biskuit dengan teh.
Mendengar suara tidak asing, Reza pun menatap ke arah pintu dan matanya seketika membulat saat melihat Alex yang berjalan semakin mendekat.
Alex juga terperangah, dia tidak percaya jika Reza adik Farhan adalah Reza yang sama dengan orang yang telah mengajari Anggun untuk meminum alkohol.
Dan sebelum Alex curiga akan luka-lukanya, Reza buru-buru menutupi wajahnya dengan selimut.
__ADS_1
Hans yang menyadari hal itu, kemudian berbisik, "Bos, coba lihat luka-lukanya, aku curiga dia ada kaitannya dengan masalah pemerasan itu. Aku tahu, lukanya saat itu banyak di daerah wajah dan tangan."
Mishell mengernyitkan dahi, lalu diapun mencoba menganalisa ucapan Hans. Mishell juga curiga melihat gerak-gerik Reza yang sepertinya ingin menutupi luka-lukanya.
Sementara Farhan, sibuk mempersiapkan tempat duduk untuk ketiga tamunya.
Mishell mendekati Reza, lalu berkata, "Ternyata kamu!"
Farhan yang mendengar hal itu pun bertanya, "Apakah Tuan mengenal adik saya?"
Mishell pun menjawab, "Bukan hanya kenal," ucap Mishell sembari menatap tajam ke arah Reza.
Reza makin salah tingkah dan wajahnya seketika pucat saat Mishell mengatakan jika dia hampir melaporkannya ke polisi jika saja adiknya tidak melarang saat kejadian dulu.
Farhan yang tidak mengerti akan maksud Mishell pun bertanya, "Memangnya apa yang telah Reza lakukan kepada adik perempuan Tuan Mishell?"
"Tapi satu hal lagi, jika aku menemukan bukti dia yang kembali menyakiti adikku, aku tidak akan melepaskannya. Meskipun adikku memohon pengampunan untuknya!"
Ancaman Mishell membuat Reza makin gelisah dan hal itu bisa ditangkap oleh penglihatan mata Hans.
"Bagaimana Reza? Semoga bukan kamu orangnya!" seru Mishell lagi.
"A-apa maksud Tuan? Tuan jangan menuduhku sembarangan," jawab Reza.
__ADS_1
Tapi Hans tidak tinggal diam, dia pura-pura mendekati Reza untuk memberinya air minum.
Tapi setelah Reza meminumnya, Hans pun membisikkan sesuatu, "Jangan menganggap sepele ucapan Bos ku, ingat itu!"
Aura dingin dari ancaman Hans membuat bulu kudu Reza berdiri, entah mengapa saat ini dirinya merasa begitu takut.
Ketika Farhan mendekati adiknya, diapun berkata, "Terimakasih Tuan Hans. Oh ya jika memang Reza pernah menyakiti adik Tuan, aku selaku kakaknya mohon maaf dan mohon pengampunan atas tindakannya itu. Maklumlah Reza terbiasa di manja dan usianya juga masih terlalu muda."
"Hemm, itu tergantung pengakuan adik Anda atas kesalahan barunya, yang saat ini sedang dalam penyelidikan polisi! Benarkan Tuan Reza?" ucap Mishell masih dengan. nada dinginnya.
Mishell sengaja ingin membuat Reza down, hingga lebih memudahkan penyelidikan mereka.
"Oh ya Tuan, sebaiknya kita biarkan Reza beristirahat. Bukannya saya ingin mengusir Anda, tapi itu saran dokter demi kesembuhan Reza."
Mishell kemudian mengajak Kalila dan Hans untuk meninggalkan rumah sakit.
Dia berusaha sabar, menahan diri agar kemarahannya tidak terpancing sebelum mereka mendapatkan bukti jika Reza dalang dibalik pemerkosaan Anggun.
Setibanya di luar, Mishell menarik nafas lega, lalu Kalila mendekatinya dan bertanya, "Apakah Kak Mishell mencurigai sesuatu?"
"Iya. Kami curiga Rezalah pelakunya. Hans, tolong kamu lanjutkan penyelidikan!"
Hans mengangguk, lalu dia mengikuti Mishell serta Kalila yang sudah masuk ke dalam mobil.
__ADS_1
Merekapun bertiga menuju ke perusahaan keluarga Marshell. Mishell ingin memantau jalannya perusahaan setelah dia melakukan perubahan terhadap manajemen perusahaan tersebut.
Bersambung....