HUKUMAN PENGUBAH TAKDIR

HUKUMAN PENGUBAH TAKDIR
BAB 11. KEMARAHAN MISHELL


__ADS_3

"Hati-hati Tuan," ucap pengawal saat membantu Mishell turun dari mobil.


"Kalian cepat hubungi dokter, aku mau Mishell di rawat intensif," perintah Kakek.


"Baik Tuan."


"Shell, saya sudah minta sopir untuk menjemput Ibu mu. Pasti dia sangat khawatir, kalian belum mengabari beliau."


"Terimakasih Kek."


"Saya ke kamar dulu ya, jika perlu apapun telepon saja. Sebaiknya adikmu suruh istirahat dulu, pembantu akan menyiapkan kamar untuknya."


"Terimakasih Kek," ucap Anggun.


Setelah kakek dan para pengawal pergi, Mishell pun berkata, "Duduk! Aku ingin bicara!" ucap Mishell dingin dan dengan nada tinggi.


Sedari tadi, dia mencoba meredam emosi dan sekarang, setelah mereka hanya tinggal berdua, baru Mishell meluapkannya.


Kali ini, Mishell benar kesal dan marah dengan tingkah laku adiknya.


"Kamu masih ingat, dengan apa yang aku dan ibu katakan tadi pagi!" seru Mishell dengan nada kembali keras.


Anggun tertunduk dengan air mata mulai menggenang di kelopak matanya, baru kali ini dia melihat sang Kakak begitu marah.


"Kenapa diam! Apa kamu lupa ingatan!"


"Maaf Kak, Anggun salah."


"Maaf...gampang sekali mengucap kata itu Nggun, anak kecil juga pandai. Tapi kamu tahu, maaf bukan cuma untuk diucapan saja, buktikan!"


Anggun nggak berani menatap ataupun membantah omongan Mishell, dia masih tertunduk sambil memegangi ujung bajunya.


"Baru kemaren kamu minta maaf dan hari ini, hal serupa kamu perbuat lagi! Di mana akal sehatmu!"


"Pikirkan Ibu Nggun, seandainya terjadi hal buruk sama kamu bagaimana? Ibu bisa mati melihat anak gadisnya dilecehkan pria tidak bertanggungjawab!"


"Boleh kamu bergaul, tapi lihat dulu pergaulan yang seperti apa, jika hanya membuatmu rusak, semua itu tidak ada guna. Kamu bakal menyesal Nggun."


"Kamu dengar!"


"Iya Kak," jawab Anggun.


"Satu hal lagi, kamu tahu apa hukumnya minum minuman beralkohol? Mencium baunya saja aku mau muntah, apalagi meminumnya. Kamu ikut meminumnya kan?"


"Jawab Nggun!"


"Iya Kak, tapi sedikit. Anggun terpaksa Kak, biar bisa masuk di komunitas mereka Kak."


"Kamu tahu apa hukum meminum alkohol, meski hanya sedikit?"


"Disebutkan dalam Al-Qur'an bahwa khamr adalah minuman haram. Beberapa ayat menyebutkan bahwa mengonsumsi khamr sama seperti melakukan perbuatan setan. Sebagaimana disebutkan dalam surah Al-Maidah ayat 90."


Dan dari Ibnu Umar ra bahwa Nabi SAW bersabda, "Orang yang minum khamar, tidak diterima shalatnya 40 hari. Siapa yang bertaubat, maka Allah memberi taubat untuknya."


Selain itu, bahaya penyakit jika sering mabuk minuman beralkohol dalam jangka panjang:


__ADS_1


Penyakit liver



Ketika dikonsumsi, alkohol akan terserap ke dalam aliran darah, kemudian terkumpul di hati untuk dipecah dan dinetralkan agar dapat dibuang dari tubuh.


Hanya saja, kemampuan hati dalam memproses alkohol sangat terbatas. Jika alkohol yang diminum lebih banyak dari yang bisa diolah oleh hati, maka kadar alkohol dalam darah akan meningkat.


Jika terus-menerus terjadi, mabuk dapat menyebabkan gangguan pada organ hati, mulai dari perlemakan hati, hepatitis, sirosis, hingga kanker hati.



Penyakit jantung dan pembuluh darah



Akibat lain dari sering mabuk adalah gangguan detak jantung, peningkatan tekanan darah dan denyut jantung, mati mendadak karena gagal jantung, serta meningkatnya risiko terkena stroke dan penyakit jantung.



Kanker



Semakin sering minum alkohol, semakin besar pula risiko terkena kanker dan meninggal akibat penyakit tersebut. Jenis kanker muncul akibat sering mabuk adalah kanker hati, kanker mulut, kanker tenggorokan, kanker esofagus, kanker usus besar, dan kanker payudara.



Gangguan otak dan saraf



Sering mabuk dapat membuat otak menyusut atau mengecil. Semakin banyak alkohol yang dikonsumsi, semakin besar pula penyusutannya.


Selain itu, terlalu banyak minum alkohol juga dapat menurunkan kemampuan berpikir, melemahkan daya ingat, serta membuat refleks dan koordinasi gerakan tubuh terganggu.



Depresi



Sebagian orang menganggap bahwa mabuk dapat membantu menenangkan pikiran. Namun, yang terjadi justru sebaliknya. Mengonsumsi minuman keras secara berlebihan justru dapat menyebabkan depresi makin parah.


Dan orang yang sering mabuk memiliki risiko lebih tinggi untuk bunuh diri serta mengalami gangguan kecemasan.


Hal itu dikarenakan, fungsi zat kimia otak yang mengatur mood akan terganggu, sehingga muncul gejala depresi.



Kecanduan alkohol



"Sering mabuk alkohol juga dapat menyebabkan kecanduan Nggun. Meskipun menyadari bahaya alkohol, orang yang kecanduan akan terus-menerus mengonsumsi minuman beralkohol dan sulit untuk berhenti."


"Pada akhirnya, kebiasaan tersebut akan berdampak pada kesehatan maupun kehidupan sosialmu."

__ADS_1


"Itu baru alkohol, belum lagi jika kamu dicekoki oleh barang haram lain seperti ganja, pil ekstasi ataupun sabu dan masih banyak lagi jenisnya."


"Teman-temanmu itu tidak baik Nggun, aku bisa menilai mereka sejak melihat Reza kemaren."


Mishell bicara panjang lebar, menasehati Anggun agar tidak terjerumus lebih dalam dengan pergaulan barunya itu.


"Apa kamu paham Nggun?"


"Anggun paham Kak, tapi Anggun ingin punya teman yang lain Kak, nggak hanya di sekolah yang terkadang membosankan. Teman-teman Anggun yang baru, tidak memandang rendah meski derajat kita tidak sama dengan mereka."


"Boleh kamu punya teman baru, tapi tidak mesti seperti mereka. Masih banyak yang mau berteman dengan kita Dek. Teman-teman Kakak juga banyak dari kalangan atas dan mereka baik, tidak menjerumuskanku."


"Kamu sudah dewasa dan harus tahu, mana yang baik dan yang tidak baik untuk dirimu."


"Pergilah istirahat, jika ibu sampai, aku akan memanggilmu. Ingat Dek, pesan ku dan Ibu, kami cerewet serta marah, itu semua demi kebaikanmu."


"Iya Kak."


"Mbak, tolong tunjukkan kamar untuk adik saya, agar dia bisa beristirahat," pinta Mishell kepada salah satu pembantu yang melintas di sana.


"Baik Tuan!"


"Ayo Mbak, ikut saya!"


"Anggun istirahat dulu ya Kak."


"Heemm, pergilah!"


Anggun pun mengikuti pembantu menuju kamar tamu.


Padahal, sebenarnya Anggun sangat penasaran, tentang posisi sang Kakak yang bisa ikut memberi perintah di rumah itu.


Namun, karena situasi sedang tidak tepat, makanya Anggun belum berani untuk bertanya.


Sepeninggal sang adik, Mishell pun mendesah dan mengucap istighfar karena dia telah terbawa emosi.


Mishell berjalan perlahan meninggalkan ruang tamu menuju tangga. Dia ingin kembali ke kamarnya untuk melihat Kalila.


Pengawal yang melihat Mishell kepayahan berjalan, segera menghampiri dan membantu Mishell untuk menaiki anak tangga.


Begitu sampai di depan pintu kamarnya, Mishell pun berkata, "Terimakasih Mas."


"Sama-sama Tuan."


Pengawal pun pergi meninggalkan Mishell, setelah memastikan Mishell aman dan tidak membutuhkan bantuan.


Mishell, mengetuk pintu kamar dan Vita yang mendengar hal itu langsung membukanya.


"Selamat malam Tuan!"


"Malam Mbak Vita, bagaimana dengan Kalila? Apakah dia sudah tidur?"


Vita menggeleng, lalu berkata, "Non Kalila tidak mau tidur di atas tempat tidur Tuan! Non, kembali seperti biasanya, tubuhnya gemetar ketakutan saat saya merebahkan beliau di atas kasur."


"Ya sudah, terimakasih ya. Sekarang biar saya yang menggantikan tugas Mbak Vita."


Mishell berjalan perlahan, menyeret kakinya yang sakit, menuju ke kursi roda Kalila. Vita merasa penasaran dengan luka pada tangan serta kaki Mishell, tapi dia tidak berani bertanya.

__ADS_1


Vita pun meninggalkan kamar setelah pamit dengan Kalila dan juga Mishell.


Bersambung.....


__ADS_2