
"Sayang sekali ya Bos, kita tidak sempat mengenali orang itu, keburu bala bantuan mereka datang."
"Iya Hans, tapi aku bersyukur kita bisa mendapatkan rekaman ini dan mengembalikan uang Kakek."
"Keadaan mu bagaimana Hans, apa ada yang terluka?"
"Hanya sedikit luka di kaki. Sekarang kita ke rumah sakit atau balik ke rumah saja Bos?"
"Pulang saja Hans, nanti kita panggil saja dokter keluarga. Oh ya, aku mau menghubungi Kakek dan Kalila. Mereka pasti khawatir, menunggu kabar dari kita."
Ternyata benar dugaan Mishell, Kakek, Kalila, ibu dan Anggun sedang berkumpul, menunggu kabar darinya.
Begitu melihat di layar, Mishell dalam keadaan baik-baik saja, hati mereka pun merasa tenang. Kakek, langsung menghubungi dokter keluarga untuk segera datang, karena kakek melihat ada beberapa goresan di wajah Mishell.
"Syukurlah Mishell dan Hans baik-baik saja. Kakek sebenarnya memang sudah yakin, jika Mishell bisa menyelesaikan masalah ini."
"Iya Kek, tapi hal ini membuat aku sport jantung."
"Lila mau menyiapkan minuman dan makanan hangat dulu ya Bu! untuk kita dan Kak Mishell serta Hans. Biar pikiran kita relaks setelah ketegangan tadi."
"Aku bantu ya Kak!" ucap Anggun sembari melangkah menyusul Kalila.
Kakek dan ibu melanjutkan pembicaraan dan mereka membahas tentang rencana Anggun untuk bersekolah lagi.
Tidak lama menunggu, dokter pun tiba. Karena Mishell dan Hans belum sampai, maka dokter di minta bergabung dengan ibu dan Kakek untuk minum teh bersama.
Vita dan Anggun membawakan senampan teh/kopi dan juga cemilan. Lalu mereka mempersilakan agar pak dokter juga ikut menikmatinya.
Mishell dan Hans sudah tiba di rumah Kakek dan Kalila pun setengah berlari menghampiri Mishell.
__ADS_1
"Syukurlah, Kak Mishell tidak kenapa-napa. Tapi lihat kak, kaki kakak berdarah dan di lengan juga. Di area wajah juga ada beberapa luka gores."
"Kamu Hans, apakah ada luka yang serius?"
"Alhamdulillah hanya luka sedikit Non."
"Ayo kita kesana, Pak Dokter sudah menunggu sambil minum teh."
Kalila menggandeng lengan Mishell dan dia meminta Mishell untuk duduk di sofa saja.
Dokter mulai mengobati luka-luka mereka dan setelah itu meminta keduanya untuk beristirahat.
Mishell menceritakan semuanya kepada Kakek dan Hans segera mengembalikan uang yang tidak terpakai.
"Sekarang kalian beristirahatlah, tapi kita tetap jangan lengah. Hans kerahkan anak buahmu untuk menyelidiki."
"Benar kata Kakek Hans, oh ya aku tadi sempat melukai dia cukup parah, terutama di bagian kaki."
"Baiklah Bos, aku akan meminta beberapa orang untuk melakukan penyelidikan."
"Sebaiknya kamu menginap di sini saja Hans, hari sudah terlalu malam. Ayo, sekarang kita tidur, besok masih banyak tugas yang harus kita lakukan."
"Besok aku akan mulai pembenahan di perusahaan keluarga Marshell. Dan kamu Hans, tolong bantu awasi pekerjaanku di pabrik ya!"
"Siap Bos."
"Aku akan bantu Kak Mishell, Kakak sebaiknya istirahat dulu karena luka-luka Kakak juga cukup parah. Biar aku saja yang ke perusahaan keluarga Kak Marshell," pinta Kalila.
"Kita lihat besok ya Sayang, atau kita berdua yang kesana. Aku juga tidak mau terjadi apa-apa denganmu."
__ADS_1
"Kamu Nggun, jangan takut lagi ya, besok kamu sudah bisa melanjutkan sekolah. Biar Hans yang mengantarmu, Kakak sudah menghubungi pihak sekolah."
"Iya Kak, terimakasih ya Kak. Maaf, karena Anggun Kak Mishell jadi cidera."
"Apapun akan Kakak lakukan demi kamu Dek," ucap Mishell sembari mengelus kepala Anggun.
"Oh ya Bu, aku akan mempelajari isi video ini dulu, barangkali ada petunjuk tentang siapa pelaku itu. Setelah itu, aku akan memusnahkannya."
"Bagaimana baiknya saja Le, ibu serahkan semuanya sama kamu."
"Ayo Nak kita istirahat dulu, besok ibu ikut Hans mengantarmu ke sekolah."
Mereka pun kembali ke kamar masing-masing, begitu pula dengan Mishell dan Kalila. Tapi kali ini Kalila lah yang membantu Mishell untuk naik ke tangga.
Sesampainya di kamar, Mishell segera memutar video rekaman tersebut. Dan dia melihat orang yang berperawakan sama dengan orang bertopeng yang sempat Mishell lukai tadi.
Tapi di sana ada seseorang lagi yang memiliki tato banyak di punggung serta lengan. Mishell tidak bisa melihat wajah mereka karena membelakangi kamera.
Mishell kesal, seharusnya video itu bisa jadi bukti untuk menyeret si pelaku, tapi mereka masih sulit mengidentifikasi wajah-wajah si pelaku tersebut.
Karena tidak ingin Anggun malu, Mishell memotong adegan di mana Anggun sedang di perlakukan tidak senonoh, lalu dia akan mendiskusikan rekaman video itu dengan Hans dan juga pengawal lain. Mishell berharap ada diantara mereka yang mengenal siapa orang-orang tersebut.
Kalila memeluk leher Mishell, berusaha untuk menyabarkannya, dia tahu kejadian itu merupakan pukulan terberat untuk keluarganya.
"Kak, ayo istirahat dulu. Kita pasti bisa menangkap mereka dan memberikan hukuman seberat-beratnya atas kebejatan yang mereka lakukan."
Akhirnya Mishell menurut, dia membersihkan diri, lalu berbaring di samping sang istri.
Bersambung.....
__ADS_1