
Mishell penasaran, kenapa istrinya tiba-tiba menangis. Kemudian Mishell menangkupkan kedua tangannya di wajah Kalila sambil menatapnya dengan lekat.
"Ada apa sebenarnya Sayang? Jika ada yang sakit, tolong katakan padaku?"
Kalila meraba wajah Mishell, lalu di sela isak tangisnya diapun berkata, "Ternyata benar yang mereka katakan, Kak Mishell sangat mirip dengan Kak Marshell."
"Kamu bisa melihatku Yang? Benarkah kamu sudah bisa melihat?" tanya Mishell penasaran.
Tanpa menjawab, Kalila langsung memeluk suaminya.
"Alhamdulillah," ucap Mishell. Tuhan memberi keajaiban lagi. Ayo, sekarang kita ke dokter. Biar mata kamu bisa di periksa secara akurat."
"Kakek pasti sangat senang bila mendengar kabar ini."
"Jangan beritahu Kakek dulu Kak, saat ini masih belum begitu terang. Mataku masih silsu memandang cahaya."
"Baiklah, besok kita akan temui dokter dulu. Setelah pulang dari dokter, baru kita beritahu kabar gembira ini kepada kakek dan ibu."
"Iya Kak.
"Sekarang, sebaiknya kita tidur lagi. Kamu harus lebih banyak beristirahat agar cepat pulih. Terimakasih ya sayang, aku sangat bahagia. Banyak kejutan indah yang kita dapatkan."
Kemudian keduanya pun kembali menarik selimut dan mereka terlelap hingga fajar menyingsing.
Semua bangun seperti biasa dan melaksanakan kewajiban. Para pelayan pun sudah menjalankan tugas mereka masing-masing saat Kalila serta Mishell turun untuk sarapan bersama Kakek dan juga yang lain.
Kalila masih bertopang dengan tangan Mishell saat menuruni anak tangga, karena dia belum terbiasa dengan penglihatannya yang baru mulai kembali.
Mishell menarikkan kursi untuk Kalila dan kali ini tangan Kalila menahan tangan Mishell yang hendak mengambil makanan.
Kalila ingin melayani Mishell mengambilkan makanan untuk pertama kalinya sejak mereka menikah.
Kakek, ibu dan Anggun merasa heran saat melihat apa yang Kalila lakukan.
"Apakah yang kakek lihat ini tidak salah?" tanya kakek sembari melambaikan tangan di depan Kalila.
Kalila dan Mishell pun tersenyum, lalu Kalila berkata, "Kakek dan ibu mau makan apa? biar aku yang ambilkan."
"Alhamdulillah," ucap Kakek dan juga Ibu.
"Berarti benar, kamu sudah bisa melihat Nak?" tanya Ibu.
Kalila pun mengangguk hingga membuat senyum merekah di wajah para orangtua.
__ADS_1
"Terimakasih Tuhan, satu lagi kebahagiaan telah engkau berikan di penghujung usiaku ini," ucap kakek sembari menangkupkan tangan tuanya ke wajah.
"Sejak kapan Nak?" tanya Ibu.
"Sebenarnya sudah beberapa hari bu, tapi baru bisa melihat dengan jelas setelah kepalaku terbentur tadi malam saat ke kamar mandi."
"Kamu tidak mengatakan hal ini Yang? Kenapa tidak membangunkan ku?"
"Sengaja Kak, biar surprise," jawab Kalila.
"Kamu ya, bagaimana jika terjadi sesuatu yang membahayakan, aku pasti akan menyesal karena tidak mengetahui hal itu."
"Yang terpenting sekarang, aku baik-baik saja."
"Kakek senang sekali, tapi kamu harus konsultasi dengan dokter agar pulih sepenuhnya."
"Iya Kek, setelah makan kami akan menemui dokter mata dan juga yang menterapi kaki Kalila," ucap Mishell.
"Selamat ya Kak, Anggun ikut senang. Kak Kalila bisa bermain dengan Anggun di taman tanpa menggunakan kursi roda lagi."
"Iya Nggun, terimakasih ya. Aku juga bisa mengantarmu ke sekolah nanti bila telah pulih total."
"Kalau begitu, sekarang kita makan dulu. Biar kalian bisa berangkat pagi untuk menemui dokter," ajak Kakek.
Orang tersebut mengancam akan menyebarkan foto kejadian naas yang menimpa Anggun, jika mereka tidak memberikan uang yang mereka minta.
Ibu syock mendengar hal itu, berarti kejadian tersebut memang sudah direncanakan oleh seseorang yang ingin mengambil kesempatan karena mereka tinggal di rumah keluarga Kakek Artha.
Anggun yang mendengar hal itupun menangis dan dia berlari ke kamar, mengunci dirinya hingga membuat ibu dan yang lain menjadi khawatir.
Mishell mengejar Anggun dan dia berkata dari balik pintu agar Anggun jangan khawatir karena Mishell akan menyelesaikan masalah tersebut.
Kakek memegang pundak Mishell dan berkata, "Kita akan penuhi permintaan mereka, berapapun jumlahnya, yang penting bukti-bukti itu mereka serahkan semua."
"Terimakasih Kek. Dimana kita harus menyerahkan uang itu Kek?"
"Mereka akan menghubungi kita lagi."
"Maafkan kami Kek, kami terus menyusahkan Kakek," ucap Ibu yang merasa malu.
"Tidak menyusahkan kok Bu, yang terpenting Anggun bisa kembali ceria dan hidup normal seperti biasa, Saya ikut bersyukur."
"Benar kata Kakek Bu, uang bisa kita cari, tapi kehormatan itu jauh lebih penting untuk."
__ADS_1
"Terimakasih Kek, Nak Lila."
"Pokoknya Ibu jangan khawatir, kita pasti bisa menyelesaikan masalah ini. Biar Mishell yang akan tangani," ucap Kakek.
"Dan kamu Shell, bilang sama Anggun, dia harus tetap semangat."
"Iya Kek, Mishell akan bicara dengan Anggun."
Mishell kembali mengetuk pintu dan dia menjelaskan jika Kakek Artha akan membantu.
Mendengar hal itu, Anggun pun berhenti menangis, dia jadi memiliki harapan lagi.
Kemudian Anggun membukakan pintu dan Mishell langsung memeluk adiknya itu. Suara tangis kembali terdengar, Mishell membiarkan Anggun menangis sepuasnya di dalam dekapannya.
Setelah Anggun tenang, Mishell mengajak adiknya duduk. Diapun menjelaskan apa yang akan mereka lakukan untuk menyelesaikan masalah tersebut.
Setelah Anggun merasa tenang, Mishell membiarkan dia istirahat dan berpesan kepada ibu untuk menemaninya selama dia pergi.
Mishell dan Kalila pun bergegas ke rumah sakit, dia ingin memeriksakan mata serta kaki Kalila.
Sesampainya di rumah sakit, yang pertama Mishell temui adalah dokter mata.
Kemudian dia menjelaskan kepada dokter bagaimana awalnya Kalila bisa melihat, meski belum terlalu jelas.
Dokter pun memberi ucapan selamat dan mengatakan jika kondisi itu akan normal dalam beberapa hari. Kemudian beliau memberikan resep obat serta vitamin untuk memulihkan kondisi Kalila.
Selesai dari dokter mata, Mishell pun mengajak kalila untuk melakukan pemeriksaan kaki.
Dokter mengacungkan jempol, beliau tidak menyangka jika perkembangan kesehatan Kalila bisa begitu cepat.
Beliau pun memberikan ucapan selamat dan meminta Kalila untuk melakukan beberapa kali terapi lagi, agar kakinya bisa kembali normal.
Setelah mengucapkan terimakasih, Mishell dan Kalila pun meninggalkan ruangan. Mereka akan menebus resep sebelum pulang ke rumah.
"Terimakasih Kak," ucap Kalila kepada Mishell.
"Berkat kesabaran dan dorongan semangat dari kakak, aku bisa kembali pulih."
"Sama-sama Sayang, aku juga berterima kasih. Selama bersamamu aku banyak belajar. Belajar bersabar, belajar ikhlas serta kuat dalam menghadapi masalah."
Mishell menebus resep, lalu mengajak Kalila singgah ke panti asuhan untuk memberi donasi dan sedikit hadiah sebagai ungkapan rasa syukur atas kesembuhan yang telah Allah berikan untuk Kalila.
Di sana, Kalila dibantu oleh ibu panti serta Mishell membagikan hadiah berupa mainan, peralatan sekolah serta makanan.
__ADS_1
Bersambung.....