HUKUMAN PENGUBAH TAKDIR

HUKUMAN PENGUBAH TAKDIR
BAB 24. PENGAKUAN ANGGUN


__ADS_3

"Non tidurlah, nanti saya bangunkan jika Ibu sudah bangun."


"Iya Vit, terimakasih ya. Jika kamu mengantuk tidurlah, aku nggak apa-apa kok, karena Kak Mishell juga ada di sini kan?"


"Iya Non. Nanti, jika aku mengantuk, pasti tidur. Non tidurlah dulu!"


Kalila pun mengangguk, lalu dia menyandarkan kepalanya. Mishell yang melihat hal itu merasa tidak tega.


Dan saat melihat Anggun sudah tertidur, Mishell pun merebahkannya perlahan. Setelah itu Mishell menghampiri Kalila, mengangkatnya dari atas kursi roda dan merebahkan di sofa sebelah ibu.


Kalila pun berkata, "Terimakasih Kak. Kak Mishell juga harus beristirahat, seharian ini pasti lelah, mengurusi masalah pabrik dan juga diri kami."


"Iya, sekarang kalian dulu istirahat. Jika Anggun tetap tenang dalam tidurnya, aku pasti akan istirahat. Tidurlah sayang, hari sudah dini hari, nanti kamu malah sakit."


Kalila pun mencoba tidur, saat dia mulai terlelap, Mishell pun kembali mendekati Anggun. Mishell melihat Anggun mengigau dan minta tolong agar dilepaskan. Tiba-tiba dia kembali menjerit dan menangis.


Mishell langsung memeluknya, tapi Anggun meronta dan mendorong Mishell hingga terjatuh.


"Pergi! Lepaskan aku! hiks...hiks...hiks. Ibu tolong Anggun, Kak Mishell tolong..." ucap Anggun semakin lirih.

__ADS_1


Mendengar hal itu Mishell pun makin penasaran, sebenarnya apa yang terjadi terhadap Anggun.


Mishell bangkit dari lantai dan kembali mendekati Anggun, lalu dia menangkupkan kedua tangannya di wajah sang Adik dan berkata, "Lihat Nggun, ini Kakak, bicaralah! Apa yang membuatmu seperti ini! Kakak janji akan mencari orang yang telah menyakitimu."


Anggun menatap Mishell tapi pandangannya masih kosong, hanya air mata yang masih menetes di kedua belah pipinya.


"Nggun, lihat Kakak! Ayo sayang, ceritalah!"


"Kak...!" seru Anggun sambil memeluk Mishell erat. Dia pun menangis hingga nafasnya tersengal-sengal.


"Jangan takut, jangan menangis Nggun, Kakak akan membalas siapapun yang telah membuatmu seperti ini!" ucap Mishell tanpa melepas pelukannya terhadap Anggun.


Anggun menyembunyikan wajahnya di dada Mishell, lalu diapun berkata, "Anggun kotor Kak! Anggun berdosa! Anggun bersalah kepada Ibu dan Kakak! Hiks... hiks...hiks."


Anggunpun kembali menangis dan dengan terbata-bata diapun berkata, "Anggun di perkosa Kak! Aku kotor, aku tidak pantas jadi anak Ibu lagi."


Mendengar hal itu tubuh Mishell seperti tak memiliki tenaga. Tangannya menggenggam menahan amarah. Dia sudah berjanji akan bersikap tenang agar Anggun tidak makin shok dan takut.


Sambil mengatupkan gigi, Mishell pun kembali bertanya, "Siapa yang melakukannya Nggun? Ayo beritahu kakak. Kakak akan menghabisi dia, yang telah berani menyakitimu!"

__ADS_1


"Anggun tidak tahu Kak, aku tidak mengenal orang itu! hiks...hiks...hiks."


"Kamu jujur Nggun! Dia Reza kan? Kamu jangan melindungi dia. Manusia bangsat itu pantas di hajar!"


"Tidak kak, bukan Reza."


Kemudian Anggun pun menceritakan saat dirinya pulang sekolah dan dia diikuti oleh sebuah mobil. Begitu sampai di tempat sepi, motor Anggun langsung di salip.


Saat itu Anggun sudah berteriak, tapi tidak ada yang mendengar. Akhirnya dua orang pemuda pun keluar dari dalam mobil dan menangkap Anggun.


Anggun dipaksa masuk ke dalam mobil, lalu wajahnya di tutup kain. Anggun pun terus meronta, tapi semua sia-sia karena sebuah totokan di daerah tengkuknya membuat Anggun tidak sadarkan diri.


Setelah itu Anggun tidak mengingat apapun. Saat dia sadar, Anggun hanya melihat bayangan seorang pria tanpa mengenakan baju, bertato naga di bagian punggung serta mengenakan topi.


Dalam keremangan lampu, pria tersebut membelakanginya dan secepatnya pergi meninggalkan kamar dimana Anggun terbaring.


Rasa sakit di bagian bawah membuat Anggun histeris, apalagi saat dia melihat tubuhnya tidak mengenakan sehelai pakaian pun.


Anggun hanya bisa menangis, meratapi nasib diri yang sangat tidak beruntung.

__ADS_1


Keperawanan Anggun terenggut secara paksa, tanpa tahu siapa orang yang telah melakukannya.


Bersambung.....


__ADS_2