
Hans menelepon Mishell, memberitahu jika polisi sudah membawa Reza tapi Farhan berusaha menghalangi dan telah meminta seorang pengacara sebagai pelindung Reza.
Kedua ibu muda juga sangat marah dan mereka sekarang sedang berada di kantor polisi bersama pengacara yang Farhan tunjuk.
Sementara Farhan sendiri sedang bingung menghadapi situasi perusahaan yang hari ini sahamnya terus anjlok. Mishell sengaja melakukan hal itu agar Farhan melepaskan sisa saham mereka daripada mengalami kerugian besar.
Semua orang berhasil di buat stres dan dalam situasi itu, dua orang kepercayaan Hans berhasil membawa keluar Papa dan Mama Marshell dari rumah mereka, meski sempat di halangi oleh penjaga gerbang.
Hans membawa keduanya ke sebuah kamar hotel sesuai arahan Mishell dan besok malam baru membawa keduanya ke rumah Kakek Artha.
Mishell tersenyum sambil mengetuk-ngetuk meja kerjanya dengan pena. Semua berjalan lancar sesuai yang dia rencanakan.
Farhan terus menghubungi Mishell, tapi Mishell hanya mengabaikan panggilan tersebut.
Dengan sangat kesal, Farhan pun membanting pintu dan meninggalkan perusahaannya untuk mencari Mishell di perusahaan Kakek Artha.
Farhan ingin mengklarifikasi semuanya, kenapa sampai Mishell melakukan semua itu dan sampai memenjarakan adiknya.
Mishell duduk dengan tenang saat Farhan sudah berdiri di hadapannya.
Farhan menggebrak meja dan menarik dasi Mishell hingga pria tampan itu terbatuk-batuk karena dasi itu telah mencekik lehernya.
Namun dengan sekali hempasan tangan Mishell berhasil melepaskan diri.
Dan para security pun berdatangan untuk mengusir Farhan.
Mishell memberi kode agar mereka menunggu di luar ruangan karena dia yakin bisa mengusir Farhan tanpa dibantu.
"Bajingan kau Mishell, jadi ini semua akal busukmu! Kalian hanya pura-pura menolong kami, nyatanya kau menghancurkan keluargaku!"
"Hahaha, itu hasil yang kalian Tuai! Coba kamu ingat atau kamu tanyakan kepada kedua ibumu itu, apa yang telah mereka lakukan terhadap Marshell dan ibunya. Dan tanya kepada adik bajingan mu itu, apa yang telah dia lakukan kepada adikku! Kalian jual dan sekarang aku beli!" tegas Mishell.
"Ingat Mishell aku akan balas perbuatanmu ini!" ancam Farhan sembari hendak meninggalkan ruangan Mishell.
Tapi saat Farhan sampai di depan pintu, Mishell berteriak, "Aku tidak akan memberimu kesempatan untuk melakukan itu, jadi nikmati saja kehancuran Kalian!"
"Dan satu hal lagi, tolong sampaikan kepada kedua ibumu itu, bersiaplah untuk tinggal di jalanan karena penerus keluarga yang dilahirkan 25 tahun silam sudah kembali untuk mengambil semua haknya."
Farhan bingung dengan maksud perkataan Mishell, setahu dia anak papanya yang dilahirkan 25 tahun silam adalah Marshell dan mereka telah berhasil menyingkirkannya.
Setelah berpikir sejenak, akhirnya Farhan membulatkan mata lalu dia, "Kau....!"
Belum sempat Farhan melanjutkan ucapannya, Mishell pun menyahut, "Ya, anak yang tidak kalian ketahui dan sekarang siap untuk menuntut balas!"
__ADS_1
"Hahaha, kamu tidak akan bisa menghancurkan kami, Papa mamamu ada dalam genggamanku. Aku tinggal telepon dan saat ini juga mereka bisa langsung lenyap dari muka bumi!"
"Silakan, jika kamu memang bisa. Tapi sayangnya orang kepercayaan ibumu tunduk dengan orang-orang ku!"
Farhan mencoba menelepon rumah, dia ingin memastikan jika papa dan ibu tuanya masih aman dalam pengawasan. Tapi Farhan kecewa, saat mereka memberitahu jika keduanya sudah tidak ada di sana lagi.
Kini giliran Mishell mentertawakan Farhan dan hal itu membuat Farhan membanting pintu sembari meninggalkan ruangan Mishell.
Mishell puas bisa menyaksikan wajah cemas Farhan dan kini gilirannya untuk memberikan shock terapi untuk Reza.
Hans meminta orang-orang untuk menjaga papa mama Marshell, sementara dia mengurus masalah Reza. Hans membayar seorang Napi yang satu ruangan dengan Reza untuk memberinya pelajaran.
Farhan makin bingung mana yang harus dia dahulukan. Ibunya merengek, Reza minta tolong agar segera dikeluarkan sedangkan keuangan mereka kacau dan saat ini semua sudah di bawa kendali Mishell.
Ibu Reza akhirnya memutuskan untuk datang mencari Anggun, dia akan meminta pengampunan atas apa yang telah Reza lakukan.
Kedua ibu muda itupun bergegas pergi ke rumah Kakek, dan setibanya di sana mereka langsung menemui Anggun dan memohon sambil berlutut untuk memaafkan Reza.
Anggun tidak bergeming sedikitpun, kehormatannya sudah rusak dan diapun ingin Reza mendapatkan balasannya.
Meski kedua ibu itu memeluk kakinya, Anggun tetap teguh dengan keputusannya.
Kedua ibu muda pun memohon kepada Kakek, tapi Kakek malah berkata, "Aku bisa saja meringankan hukumannya, asal kamu berdua mau mengakui semua perbuatan yang telah kalian lakukan terhadap almarhum Marshell dan ibunya.
Tentu saja keduanya keberatan, karena mereka juga tidak mau masuk penjara.
Keduanya pun pergi dan mereka berencana akan menggunakan orangtua Marshell sebagai ancaman. Lalu merekapun kembali ke rumah dan keduanya terkejut saat mendapati kamar untuk mengurung orangtua Marshell telah kosong.
Mama Reza membuang semua barang yang ada di sana, hingga pecah berantakan dan kini dia bersimpuh di lantai menangisi putranya yang mungkin akan lama mendekam di penjara.
Hari ulangtahun Mishell pun tiba, Kalila telah menyiapkan acara sederhana untuk mempertemukan Bu Anis dan mama papa Mishell.
Hans telah membawa keduanya ke rumah kakek dengan alasan Kalila ingin mengundang mereka makan malam.
Selama dalam perjalanan, mama Mishell terus saja murung, beliau ingat jika sekaranglah saatnya dimana dia dan Anis harus bertemu.
Mama tidak tahu apakah Anis akan menepati janjinya atau tidak dan tidak mungkin Anis bisa masuk ke rumah yang telah dikuasai oleh kedua madunya.
Papa Mishell memegang tangan istrinya dan bertanya, "Kenapa sedih Ma? Bukankah mama bilang rindu ingin bertemu Kalila? Nah sekarang kita akan kesana, jadi tersenyumlah. Dengan kesana kita juga bisa melihat diri anak kita pada suami Kalila. Papa Rindu Marshell Ma! Mungkin dengan melihat Mishell kerinduan kita bisa sedikit terobati."
Hans hanya mendengarkan percakapan keduanya lewat kaca dan dia berharap kejutan yang akan diberikan Bosnya malam ini akan mengobati luka batin orangtua Bos nya itu.
Mereka pun tiba dan Hans meminta Vita untuk memberitahukan kedatangan mereka kepada Mishell.
__ADS_1
Belum lagi Vita bergerak dari tempatnya, Mishell dan Kalila terlihat menuruni anak tangga dan kakek juga sudah menunggu kedatangan mereka.
Kalila mempersilakan keduanya, mereka berkumpul di ruang keluarga. Hanya Bu Anis dan Anggun saja yang belum terlihat.
Mereka berbincang sejenak lalu tiba-tiba lampu pun mati hingga membuat orang tua Mishell panik.
Tidak lama kemudian muncul dari arah dapur cahaya terang lilin dan suara Anggun, ibu serta beberapa pelayan yang menyanyikan lagu ulangtahun sembari membawa aneka hidangan.
Bu Anis yang sudah tidak tahan bernyanyi sambil terisak-isak, lalu bersamaan dengan mereka meletakkan kue ulangtahun di hadapan Mishell, lampu pun kembali menyala.
Mama Mishell sangat terkejut saat melihat di sisi Mishell dan Kalila telah duduk seorang wanita paruh baya yang tidak asing wajahnya sembari membawa sebuah kotak yang dulu dia berikan saat bayinya akan dibawa pergi.
Air mata tak dapat terbendung lagi dan spontan beliau menghambur dan memeluk wanita paruh baya yang tidak lain adalah Bu Anis.
Keduanya pun menangis hingga membuat Papa Mishell bingung. Beliau ingin bertanya, tapi suaranya tercekat di tenggorokan saat papa ingat jika wanita yang dipeluk istrinya adalah orang yang dulu pernah bekerja di rumahnya.
Setelah tangis keduanya reda Bu Anis pun menyerahkan kotak tersebut ke tangan Mishell dan Mishell mengulurkannya ke tangan sang Mama.
Bu Anis pun berkata, "Nya, aku kembalikan putra Nyonya seperti janjiku. Dia sekarang sudah menjadi putra yang hebat dan sebentar lagi akan menjadi seorang ayah."
Tangis pun pecah kembali, kini Mishell bersujud di kaki Papa dan Mamanya sembari menangis.
Anak dan Mama pun saling berpelukan, tapi Papa masih belum paham kenapa istrinya menyebut Mishell sebagai putra mereka.
Akhirnya Bu Anis menjelaskan semuanya, disusul dengan anggukan dari Mama.
Papa tak kuasa menahan haru lalu beliau pun menarik Mishell ke dalam pelukannya.
Kini penderitaan kedua orangtua Mishell pun berakhir, mereka sangat bahagia apalagi akan segera menjadi seorang kakek dan nenek.
Semua telah mendapatkan ganjaran atas perbuatannya masing-masing.
Kedua ibu muda pun tinggal di jalanan karena rumah itu diambil alih kembali oleh Papa Mishell.
Reza mendekam di penjara dan Farhan pun mabuk-mabukan karena stres tidak memiliki perusahaan lagi.
Semua aset langsung papa alihkan kepada Mishell dan kini perusahaan itu dipercayakan kepada Hans untuk mengelolanya.
Dan mengenai Anggun, Hans bersedia menikahinya setelah dia lulus sekolah.
Marshell tidak pernah menduga jika selama ini Hans diam-diam menaruh hati kepada adiknya dan bersedia menutup aib keluarganya.
Kalila pun bahagia, kini dia memiliki dua ibu setelah sekian lama tidak pernah merasakan kasih sayang seorang ibu.
__ADS_1
Semuanya hidup bahagia dan tinggal menunggu kelahiran anak, cucu atau buyut mereka.