
"Kamu sangat cantik jika tertidur seperti ini. Mudah-mudahan keajaiban segera datang, aku ingin melihatmu segera sembuh Yang, meski aku tidak tahu, apa reaksimu nanti saat melihat wajahku," monolog Mishell.
Mishell terus memijat kaki Kalila terutama pada telapak serta jari-jarinya. Hingga tidak terasa diapun ikut mengantuk dan tertidur di sisi Kalila.
Kakek pun sudah pulang dari kantor, lalu beliau menanyakan keberadaan Mishell beserta Kalila kepada Vita.
Vita menceritakan hal tadi sore yang dia lihat dan hal ini membuat kakek tertawa. Beliau sangat senang mendengar aduan dari Vita. Itu berarti tidak lama lagi dia akan mendapatkan buyut.
Dengan senyum merekah di bibir tuanya, kakek bergegas ke kamar untuk mandi dan beristirahat.
Hari ini meski lelah, tapi beliau merasa bersemangat, berharap semuanya akan kembali seperti dulu.
Kalila terbangun dan dia merasakan ada tangan melingkar di pinggangnya, lalu dia meraba wajah Mishell sambil bermonolog perlahan, "Aku sudah tidak sabar ingin melihat wajahmu. Bagaimanakah rupa orang yang telah begitu sabar merawatku dan membuat hidupku memiliki arti lagi."
"Kak Mishell, aku mencintaimu. Terimakasih telah hadir dalam kehidupanku."
Kalila kembali melihat cahaya dan kali ini terlihat lebih jelas. Diapun samar-samar melihat wajah Mishell, meski masih samar.
Rasa penasaran membuat Kalila meraba wajah Mishell. Dia menyentuhnya dengan lembut agar tidak membangunkan sang suami.
Tapi Kalila tidak menyadari, jika Mishell sudah terbangun. Mishell memegang kedua tangan Kalila dan menciumnya.
__ADS_1
"Ada apa? Apa kamu ingin merasakan dan melihat ketampanan ku!" ucap Mishell sambil mendaratkan sebuah ciuman lagi.
"Ah, Kak Mishell curang. Ternyata kakak sudah bangun," ucap Kalila malu.
Mishell kemudian berbisik," Bolehkah aku melanjutkan yang tadi sempat tertunda?"
Kalila bukannya menjawab tapi dia tersenyum malu hingga membuat Mishell gemas lalu melanjutkan aksinya.
Ciuman kembali mendarat dan Kalila pun menikmati moment tersebut serta membalas hingga membuat Mishell menuntut lebih.
Tangan Mishell bergerilya menikmati keindahan keindahan yang ada di hadapannya.
Suara-suara itu bak kidung indah terdengar di telinga Mishell hingga dia makin bersemangat melakukan permainannya.
Kini pakaian keduanya sudah tercampak ke sembarang arah dan saat sang junior siap untuk melanjutkan aksinya, tiba-tiba Kalila mendorong Mishell.
Mishell kaget, lalu diapun bertanya, "Ada apa sayang?"
"Kak, aku belum siap, aku takut!"
Akhirnya Mishell pun mengurungkan niatnya, dia menutupi tubuh Kalila dengan selimut dan berkata, "Tidurlah, aku akan menunggu hingga kamu siap."
__ADS_1
Mishell kecewa, tapi dia tidak mungkin marah karena ini memang resiko yang sudah dia perkirakan sejak awal menikah.
Kemudian Mishell pun mengambil handuk dan melilitkan ke tubuhnya, lalu dia menuju kamar mandi.
Hasrat yang sudah di ubun-ubun terpaksa dia salurkan secara solo untuk menghilangkan rasa pusingnya, setelah itu Mishell pun mandi dan kembali menemani Kalila.
Kalila merasa bersalah, tapi benar, dia sangat takut untuk melakukannya.
"Kak, maafkan aku ya."
"Hemm, sudahlah. Aku akan sabar sampai kamu siap. Ayo aku bantu berpakaian dan kita keluar menemui Kakek. Bukankah besok kamu akan pergi memenuhi undangan keluarga Marshell?"
"Oh iya kak. Aku hampir lupa."
Mishell pun membantu Kalila, memakaikan bajunya, lalu dia mengajak Kalila turun untuk menemui sang kakek.
Bersambung....
Sambil menunggu aku Up besok, mampir yuk ke dalam karya sahabatku dan jangan lupa, tinggalkan jejak kalian di sana ya🙏🥰
__ADS_1