
"Si-siapa kau?"
Tanya Ryuga terkejut dengan menunjuk seorang gadis cantik yang berada didekat gerbang asramanya.
"Aku?bukan kah aku kekasihmu?"
Jawab gadis itu dengan tersenyum lalu menghampiri Ryuga dan Aoi.
"Ke-kekasih?aku bahkan tidak mengenal siapa diri-"
Sebelum kalimat dari Ryuga itu selesai,ucapannya dihentikan oleh gadis itu dengan menempelkan jari telunjuknya ke mulut Ryuga.
"Jahat sekali...apa kamu tidak mengakui diriku?"
Ucap gadis itu dengan cemberut lalu meraih tangan Ryuga dan mendekapnya.
"A-apa?"
Balas Ryuga dengan gugup,karena ia merasakan sensasi baru,yaitu sesuatu yang lembut walau tidak terlalu besar.
"Apa gadis kecil ini adikmu?"
Tanya gadis itu lalu melanjutkan,
"Namaku Maki,pacarnya kakakmu,salam kenal adik kecil."
Gadis yang bernama Maki itu memperkenalkan diri kepada Aoi dengan tersenyum ramah.
"Namaku Aoi Isimiya,salam kenal Maki-san."
Aoi pun memperkenalkan diri dengan polosnya.
"Aoi-chan ya,boleh kupinjam kakakmu sebentar?"
Tanya Maki dengan tersenyum penuh makna kepada Aoi.
"Boleh kok,Aoi juga mau masuk ke kelas,"
Jawab Aoi dengan polosnya.
"Kalau begitu sampai jumpa kak."
Aoi pun berlari meninggalkan Ryuga dan Maki dengan melambai-lambaikan tangannya.
"Tu-tunggu Aoi."
Ryuga memanggil adiknya namun sudah terlambat,karena Aoi sudah pergi terlalu jauh.
"Bisakah kau melepaskan tanganku,Maki-san,bukan?"
Ryuga meminta Maki dengan penuh harap untuk melepaskan dekapannya,yah...walau sedikit lebih lama lagi Ryuga pun tidak keberatan,itu yang dipikirkannya.
"Oh..maaf."
Ucap Maki tanpa rasa bersalah sedikit pun lalu melepaskan tangan Ryuga.
"Maki-san kan?untuk apa berbohong jika kamu adalah pacarku?"
Tanya Ryuga dengan penasaran,karena ia sendiri baru pertama kali bertemu dengan Maki,lalu untuk apa Maki menyebut Ryuga sebagai pacarnya?.
"Aku tidak berbohong,mungkin...sebentar lagi kau akan menjadi pacarku sungguhan."
Jawab Maki tersenyum dengan penuh makna.
"Apa maksudmu?"
Ryuga tidak mengerti apa yang dikatakan oleh Maki itu.
"Apa maksudku?bukan kah sudah jelas kalau aku jatuh cinta padamu,tidak...lebih tepatnya jatuh cinta pada pandangan pertama."
Balas Maki dengan menempelkan tangannya didada Ryuga.
"Gluk."
Ryuga menelan air ludahnya sendiri mendengar jawaban dari Maki itu.
"Tapi kan kita baru saja bertemu?"
Ryuga pun merasa ada yang aneh dengan Maki,ia baru saja bertemu dengannya,tapi mengapa Maki bilang jatuh cinta pada pandangan pertama?bukan kah itu aneh?tapi sebenarnya bukan itu alasan Ryuga bertanya,melainkan Ryu pertama kalinya menghadapi seorang gadis yang menyatakan perasaan padanya.
"Memang benar ini pertama kalinya kita bertemu,tapi ini adalah kedua kalinya aku melihatmu."
Balas Maki dengan santai.
"Jadi apa alasanmu jatuh cin-"
Ryuga ingin bertanya alasan Maki jatuh cinta padanya,namun Maki memotong ucapannya.
"Untuk jatuh cinta yang ku maksud itu bukan dirimu,tapi aku jatuh cinta pada kekuatanmu,"
__ADS_1
Ucap Maki dengan tegas lalu melanjutkan.
"Namun sepertinya aku bisa beneran jatuh cinta padamu."
Maki melihat kalau Ryuga adalah orang yang baik,ditambah dengan paras tampannya,wanita bodoh mana yang tidak akan jatuh cinta padanya?pikir Maki.
"Lupakan tentang itu,apa alasanmu datang menemuiku?"
Ryuga sekarang paham,kalau Maki datang karena suatu hal tertentu,dan juga tentang jatuh cinta pada kekuatannya itu mungkin Maki melihat pertarungannya dengan Jiro kemarin.
"Selain tampan sepertinya kau juga orang yang peka,"
Ucap Maki menyeringai senang karena Ryuga merupakan orang yang cepat tanggap.
"Alasanku datang menemuimu adalah untuk merekrutmu sebagai anggota Komite Kedisiplinan!"
Lanjut Maki dengan bersemangat menunjuk Ryuga.
"Baiklah."
Jawab Ryuga singkat.
"Eh?"
Maki sejenak menjadi linglung.
"Kenapa?"
Ryuga bertanya.
"Ke-kenapa kau tidak menolaknya?"
Lanjut Maki bertanya dengan panik.
"Ya memang aku ingin bergabung dengan Komite Kedisiplinan."
Balas Ryuga dengan santainya.
"Tidak bisakah kau menolaknya terlebih dahulu?"
Ucap Maki yang masih panik.
"Mengapa aku harus menolaknya?"
Tanya Ryuga merasa aneh dengan sikap Maki itu.
"Karena nanti aku tidak bisa menantangmu bertarung!"
"Eh...apa kau ingin menantangku bertarung?dan jika aku kalah maka taruhannya aku harus masuk ke dalam anggota Komite Kedisiplinan,begitu?"
Ryuga sekarang paham mengapa sikap Maki menjadi aneh seperti itu.
"Mmm"
Maki hanya membalas dengan mengangguk lesu.
"Tapi mungkin jika kamu menantangku bertarung aku tetap akan menolaknya."
Ucap Ryuga dengan nada tegas.
"Kenapa?"
Tanya Maki yang masih lesu.
"Yah...mana mungkin aku bertarung dengan wanita cantik seperti dirimu."
Ucap Ryuga dengan menggaruk kepalanya yang tidak gatal.
"Can-tik?"
Ucap Maki menunduk dengan wajah merah merona.
"Apa aku salah?"
Tanya Ryuga dengan heran,bukannya Maki memang wanita yang cantik?pikir Ryuga.
"Mmm tidak,"
Balas Maki dengan menggelengkan kepala lalu melanjutkan.
"Baiklah sudah ku putuskan,kamu akan menjadi pacarku!"
Ucap Maki bersemangat namun dengan wajah merah merona seperti tomat.
"Kenapa tiba-tiba?"
Ryuga jelas terkejut mendengar pernyataan dari Maki itu.
"Sudah jelas kan kalau aku jatuh cinta padamu,kamu harus bersyukur menjadi cinta pertamaku!"
__ADS_1
Ucap Maki bangga namun masih dengan wajah yang memerah.
"Tidak mau."
Ucap Ryuga singkat.
Jder
Ucapan Ryuga seperti petir menyambar disiang bolong,dan itu membuat Syok Maki.
"Ke-kenapa kau menolak?bu-bukan kah kamu bilang kalau aku cantik?"
Maki bertanya dengan terbata-bata.
"Mana mungkin aku mau pacaran dengan wanita yang baru kukenal."
Jawab Ryuga dengan menggelengkan kepala,namun sebenarnya Ryuga tidak menolak Maki menjadi pacarnya,pria bodoh mana yang menolak wanita secantik orang didepannya ini?pikir Ryuga.
"Benarkah?"
Ucap Maki dengan tersenyum senang,karena mendengar jawaban dari Ryuga itu membawa secercah harapan baginya,berarti ia masih punya kesempatan untuk menjadi kekasih orang yang ada dihadapannya ini.
"Ya mung-"
Ucap Ryuga namun terpotong oleh teriakan seseorang.
"Ternyata kau ada disini ya kakak bodoh!"
Ucap Shoko yang melihat Maki berada di asrama laki-laki.
"Kenapa dia harus muncul disini?"
Batin Maki dengan kesal mendengar suara seseorang yang dikenalinya.
"Baiklah Ryu-kun,kita akan segera bertemu kembali."
Setelah mengatakan itu Maki melesat terbang menggunakan sihir anginnya.
"Sial,dia kabur."
Ucap Shoko kesal melihat Maki melesat terbang meninggalkannya.
"Shoko-san."
Panggil Ryuga yang melihat Shoko itu.
"Eh,Ryuga-san."
Ucap Maki sedikit terkejut melihat Ryuga.
"Apa Maki-san itu...kakakmu?"
Tanya Ryuga yang tak sengaja mendengar Shoko memanggil Maki dengan sebutan kakak.
"Ya,dia kakak ku yang bodoh!"
Jawab Shoko dengan kesal lalu melanjutkan,
"Apa dia membuatmu kerepotan Ryuga-san?"
"Ti-tidak..."
Balas Ryuga berbohong,karena Maki tadi benar-benar membuat Ryuga kerepotan.
"Tumben sekali dia tidak membuat orang kerepotan."
Ucap Shoko dengan wajah terkejut.
"Memangnya kenapa?"
Tanya Ryuga dengan penasaran.
"Yah...karena dia seorang maniac bertarung,jadi setiap kali bertemu dengan orang yang dianggapnya kuat,maka dia akan mengajaknya bertarung."
Jawab Shoko dengan kesal kepada kakaknya yang maniac bertarung itu.
"Be-begitu ya."
Ryuga sekarang paham mengapa Maki sempat mengajaknya untuk bertarung tadi.
"Kalau begitu sampai jumpa dikelas Ryuga-san,aku harus mencari kakak bodohku terlebih dahulu."
Ucap Shoko lalu pergi meninggalkan Ryuga seorang diri.
"Inue Maki kah..."
Batin Ryuga mengingat nama seorang gadis cantik yang tiba-tiba menyatakan perasaannya tadi.
...Inue Maki...
__ADS_1