
"Golem Es, bangkit."
Tembok besar Es yang ada dihadapan Ryuga bergetar, seperti suara beberapa tulang yang patah, detik demi detik tembok besar Es itu berubah menjadi sesosok Golem.
Ryuga menciptakan Golem Es yang sama persis dengan Golem besi milik Ren, meskipun ada perbedaan, yaitu Golem Es milik Ryuga memiliki ukuran yang lebih besar dan tinggi dari pada Golem milik Ren.
Semua orang yang menonton terpana, mereka tidak bisa berkata-kata lagi. Mengubah dan mengendalikan sihir Es sesuka hati? Mereka semua tidak pernah melihat hal seperti itu!
"Heh ... lalu kenapa jika bisa membuat Golem, itu hanya sebuah bongkahan Es, Golem milikmu akan hancur dengan sekali pukulan Golem besiku!" Meskipun terkejut karena melihat Ryuga bisa mengendalikan sihir Es sesuka hati, Ren mengatakan itu hanya untuk menenangkan dirinya sendiri.
"Mau coba adu pukulan?" Tanya Ryuga dengan tersenyum main-main.
Terlihat urat-urat muncul diwajah Ren karena marah. "Hah! Siapa takut?!" Mengangkat kedua tangan untuk mengendalikan Golem besi, Ren mengarahkan Golem nya untuk memukul Golem Es milik Ryuga.
"Kamu pikir Es ku akan hancur dengan rongsokan besi seperti itu?" Sebagai balasan, Ryuga dengan santai melambaikan tangan kanannya. Golem Es yang dari tadi diam pun mulai bergerak mengarahkan pukulannya ke arah Golem besi milik Ren.
DUAR!
Ketika dua pukulan Golem bertabrakan, terjadi sebuah ledakan kecil, semua orang bisa melihat kalau salah satu lengan Golem milik Ren seketika hancur saat itu juga.
"Cih!" Berdecak tak puas, Ren sekali lagi mengarahkan pukulan Golem besinya menggunakan lengan Golem yang belum hancur.
"Percuma." Menarik tangan kanannya, Ryuga lalu melambaikannya sekali lagi.
DUAR!
"Tidak mungkin!" Ren masih tidak mempercayai apa yang ia lihat, besi kalah dengan Es, Apa itu mungkin?!
Ryuga menghela nafas panjang. "Apa kau penasaran kenapa Golem besi milikmu bisa kalah dengan Golem Es milikku? Ada dua alasan.
Pertama, aku memiliki cukup banyak energi mana untuk memperkuat Golem Es milikku, dan yang kedua seharusnya kamu sendiri tahu alasannya." Ryuga menjelaskan dengan nada datar.
Setelah beberapa saat berpikir, Ren sekarang mengerti perkataan Ryuga barusan. "Kau memiliki pengendalian sihir Es yang tinggi?" Ren berkata dengan ekspresi tidak percaya terlihat diwajahnya.
"Tepat." Ryuga mengangguk kecil sebagai balasan.
"Apa itu mungkin?! Kau bahkan baru saja masuk kedalam akademi, mempunyai energi mana yang lebih besar dariku dan memiliki pengendalian sihir Es tingkat tinggi? Jangan bercanda dengan—"
"Sudah cukup untuk main-mainnya." Belum sempat menyelesaikan kalimatnya, Ryuga menyela perkataan Ren barusan, tampak ekspresi bosan diwajah Ryuga sekarang.
Ryuga mengangkat tangan kanan ke atas, Golem Es pun mengikutinya dengan kedua tangannya juga terangkat ke atas. Ryuga kemudian menjatuhkan tangan kanannya itu ke bawah, seakan menanggapinya, Golem Es itu pun juga menjatuhkan kedua tangannya ke bawah.
BLAR!!!
Terjadi sebuah ledakan besar ketika kedua tangan Golem Es jatuh ke tanah, bahkan ledakan itu sampai mengguncang seluruh arena akademi.
"Bukankah dia terlalu berlebihan?" Yato menyelimuti tubuhnya menggunakan energi mana, karena ledakan yang disebabkan oleh Golem milik Ryuga tadi, seketika menciptakan sebuah badai Es yang lumayan besar.
Mendengar itu Shoko malah tersenyum senang. "Tapi dengan begini kelas lain tidak akan pernah meremehkan kita!"
"Ryuga-kun ... " Sakura bergumam pelan.
Ryu bahkan lebih kuat dariku, dia mungkin sudah tidak membutuhkan diriku untuk melindunginya.
__ADS_1
Sakura menggelengkan kepala. "Mungkin tidak untuk saat ini, tapi dimasa depan ... "
"Apa yang kau bicarakan, Yuki?" Tanya Shoko yang melihat Sakura berbicara seorang diri.
"Ti-tidak, aku hanya merasa kalau Ryuga telah mencapai level yang berbeda dengan kita semua," jawab Sakura yang memang seperti itu faktanya.
"Ya, kau benar. Tidak salah aku memilih dia sebagai kekasihku nanti."
Sakura, Shoko, dan Yato menolehkan kepala. Mereka bisa melihat Maki yang sedang menatap ke arah tengah arena dengan melipatkan kedua tangan didada.
"Kekasih? Itu tidak mungkin!" Ucap Sakura dengan nada marah dan kesal.
Maki menolehkan kepala lalu menatap ke arah Sakura. "Kenapa tidak mungkin?" ucap Maki dengan mengerutkan kening.
"I-itu karena ... " Sakura tidak bisa mencari alasan yang tepat.
Melihat reaksi Sakura, Maki kemudian tersenyum jahil. "Apa kau juga menyukai Ryuga?"
Sesaat Sakura terdiam, menarik nafas panjang lalu menghembuskan perlahan, kemudian ia menjawab. "Kalau iya kenapa?!"
"Yah ... itu tidak masalah, aku tidak keberatan jika Ryuga memiliki beberapa kekasih, toh sekarang juga banyak orang-orang kuat mempunyai lebih dari satu istri.
Tapi ... aku akan memastikan untuk menjadi yang PERTAMA BAGINYA." Maki menegaskan ucapan pada kata-kata terakhirnya.
Mendengar perkataan Maki barusan, Yato membuka mulut, nampak ekspresi tidak percaya diwajahnya. Sedangkan Shoko tidak berbeda dengan Yato, dia terkejut, atau lebih tepatnya Shock parah ketika mendengar itu dari mulut kakaknya sendiri.
Bukankah kamu selalu menolak jika ayah ingin menikahi wanita lagi selain ibu? Tapi mengapa sekarang kamu berkata seperti ini? Apa kepala kakakku habis terbentur sesuatu?
Sakura juga tidak jauh berbeda, wajahnya memerah ketika mendengar perkataan Maki tadi. "O-oh ... kalau begitu mari kita buktikan, siapa yang akan menjadi pertama baginya."
Walaupun sebenarnya Sakura tidak menyukai Ryuga jika dekat dengan perempuan lain selain dirinya, namun ia tidak akan menyerah begitu saja kepada Maki.
"Hoh ... apa itu sebuah tantangan?" Maki merasa tertantang ketika mendengar ucapan Sakura barusan, kemudian ia mengulurkan tangan kanannya.
Dengan tersenyum mengerikan, Sakura lalu meraih tangan Maki. "Aku tidak akan kalah dengan papan cucian sepertimu!" Ucap Sakura dengan tersenyum sinis.
"Kurasa membawa dua benda berat seperti itu akan menyusahkan saat bertarung, dan juga mungkin Ryuga lebih suka yang seperti ini." Maki membalas ucapan Sakura dengan seringaian mengerikan.
"A-apa ini? Samar-samar aku melihat dua siluet, siluet tengkorak memegang Grim Reaper (Sabit besar) berada dibelakang Yuki, dan satunya siluet sosok bertopeng menyeramkan dibelakang Maki-san." Yato berkata dengan ekspresi takut diwajahnya.
"Hah, apa-apaan itu? Kamu terlalu sering berkhayal." Shoko merasa aneh dengan perkataan Yato barusan.
Kembali ketengah arena akademi, setelah badai Es akibat pukulan Golem milik Ryuga telah menghilang sepenuhnya, terlihat Golem besi yang sudah hancur. Tidak hanya itu, nampak seluruh lapangan arena akademi telah membeku, bersama dengan orang yang berada ditengahnya.
Dalam pandangan Ryuga maupun seluruh penonton yang menyaksikan, mereka bisa melihat Ren yang sudah membeku menjadi Es seutuhnya, bahkan guru yang menjadi wasit itu pun ikut membeku walau hanya sampai ke lehernya.
Karena Ryuga yang mengendalikan Es tersebut, jadi dia tidak akan ikut membeku. "Kurasa aku terlalu berlebihan lagi." Menggaruk kepala yang tidak gatal, Ryuga kemudian mengalihkan pandangan. Diruangan khusus penonton (VIP), Ryu bisa melihat mulut Matsumoto Fudo ternganga akibat terkejut.
"Pemenangnya adalah Ryuga Isimiya dari kelas S tahun pertama, dengan ini dia menjadi orang ketiga yang akan mewakili akademi Kyosai untuk mengikuti turnamen!" Teriak guru yang menjadi wasit itu dengan susah payah.
"WOAHH!"
"RYU-KUN KAU HEBAT!"
__ADS_1
"MULAI SEKARANG AKU AKAN MENJADI PENGGEMAR SETIAMU!"
Mengabaikan sorakan pujian yang khususnya diteriakan oleh para gadis, Ryuga menghembuskan nafas panjang lalu berkata pelan. "Akhirnya selesai juga, pertandingan ini tidak membosankan seperti yang aku kira." Setelah mengatakan itu Ryuga kembali mengangkat tangan kanan.
Tak!
Dengan sedikit jentikan jarinya, tiba-tiba Es yang membekukan seluruh lapangan arena akademi menghilang seketika. Membalikkan badan, Ryuga kemudian berjalan ke arah ruang tunggu arena akademi.
***
"Hah ... aku tak menyangka para gadis itu akan menjadi segila ini," ucap Ryuga dengan menghembuskan nafas panjang dan mengeluh.
Kilas balik sebelumnya. Saat Ryu keluar dari arena, ia bisa melihat puluhan tidak, ratusan gadis yang telah menunggu dirinya diluar arena akademi.
"Ada apa ini?" Ryuga tentu merasa bingung melihat ratusan gadis yang berdiri diluar arena akademi itu.
"Itu dia!" Ucap salah satu gadis yang melihat Ryuga keluar dari arena akademi.
Mendengar itu, spontan semua gadis menolehkan kepala ke arah Ryuga. "A-apa?" Mendapat tatapan panas dari para gadis yang tidak dikenal, Ryuga merinding seperti melihat hantu, tanpa sadar ia melangkahkan kaki mundur.
Ratusan gadis itu hanya diam, tidak lama kemudian, para gadis itu langsung berlari menyerbu ke tempat Ryuga berada.
"Ryu-kun jadilah pacarku!"
"Jangan, denganku saja!"
"Hei kau, sadar diri dengan wajahmu!"
Teriak para gadis itu saat berlari menyerbu ke arah Ryuga.
"Sial!" Ryuga berbalik, lalu ia kembali pergi masuk kedalam arena akademi tempat ruang tunggu sebelumnya. Menggunakan 'Shadow Exchange', Ryuga segera berpindah tempat ke bayangan yang ia taruh didepan pintu asramanya.
"Sepertinya Kei-san ada didalam." Merasakan hawa kehadiran seseorang yang ada didalam ruang asramanya, Ryuga mengira itu adalah Kei yang sudah kembali.
Memasukan kunci lalu membuka pintu, Ryuga lagi-lagi dikejutkan dengan kehadiran seseorang yang tidak ia kenal.
"Hm ... kau sudah kembali, aku baru saja mau memasak," ucap seorang gadis berambut perak, dia memakai celemek berwarna merah muda ditubuhnya.
"Siapa? Dan kenapa bisa masuk sedangkan pintu tadi terkunci?" Ryuga bertanya dengan ekspresi waspada diwajahnya.
"Ayolah, jangan begitu kaku, kita akan bersama dimasa depan nanti." Gadis berambut perak itu berkata dengan sedikit menggembungkan kedua pipinya.
"Apa maksudmu?" tanya Ryuga yang masih waspada.
"Baiklah aku akan berterus terang. Kau menikah dan buat anak untukku!" Gadis itu berkata dengan penuh keyakinan menunjuk ke arah Ryuga.
Sesaat Ryuga menjadi linglung setelah mendengar perkataan gadis berambut perak tersebut, kemudian ia merubah ekspresi wajah yang awalnya waspada menjadi ekspresi wajah terkejut.
"A-apa?!"
.....
(Halo, terima kasih untuk para readers yang telah mendukung cerita amburadul ini, juga yang tetap setia menunggu walau update lama. Saya hanya ingin menyapa kok, kalo mau, tebak identitas gadis berambut perak itu dengan komen dibawah ya😚)
__ADS_1