Hunter Adventure Isekai System

Hunter Adventure Isekai System
Ch 29. - Artur


__ADS_3

"Apa-apaan?!."


Melihat status dari ksatria yang memakai armor lengkap itu dengan mata kepalanya sendiri, Ryuga tercengang.


Benar-benar sangat kuat.


Dan juga dragon slayer, ksatria itu jelas pernah membunuh seekor naga!.


Ryuga mengeluh dalam hati, merasa tidak percaya diri untuk dapat mengalahkan ksatria yang bernama Vahn itu.


Ryuga menarik nafas dalam, mencoba untuk menenangkan dirinya. Setelah mendapat ketenangannya, Ryuga melirik katana nya yang terlepas akibat pukulan telak dari ksatria tadi.


Berjalan dengan perlahan, Ryuga mengambil katana nya kembali. Melihat bagaimana ksatria hanya memperhatikan dan tidak menyerang, Ryuga menebak kalau si ksatria hanya bertugas untuk melindungi patung sang raja.


Mengacungkan katana hitamnya, Ryuga menatap tajam si ksatria itu.


"Tapi maaf, aku harus kembali ke dunia luar sekarang." Ryuga berkata dengan nada monoton.


Melihat Ryuga mengacungkan katana kearahnya, ksatria itu pun bereaksi, seperti kode untuk mengajak duel satu lawan satu dengannya.


Ryuga dan ksatria itu bersiap dengan kuda-kuda gaya pedangnya masing-masing, Ryuga mengalirkan energi mana menyelimuti seluruh tubuh untuk memperkuat fisiknya. Melihat si ksatria yang tampak serius untuk bertarung, Ryuga menelan saliva.


Dalam sepersekian detik berikutnya, tiba-tiba kedua orang itu menghilang dari tempatnya.


KLANG!


Benturan antara katana dan pedang besar terjadi, merasakan kekuatan ksatria yang beberapa kali lebih kuat darinya, Ryuga menggertakkan gigi.


"Tch." Ryuga berdecak pelan, kemudian ia kembali mundur untuk menjaga jarak.


Seakan mengerti, ksatria itu pun juga mundur menjaga jarak, mengira kalau Ryuga hanya mengukur kekuatan lawan dengan bertukar serangan.


Jika Ryuga tahu apa yang dipikirkan si ksatria, ia pasti akan mengumpat.


Hei sialan, kau itu terlalu kuat, mana mungkin aku dengan cerobohnya menyerang tanpa memperhitungkan resiko kematian!.


Setelah bertukar serangan Ryuga menyadari, presentase kemenangannya hanya dua puluh persen dengan kekuatan dan levelnya saat ini. Itu pun karena Ryuga tahu, kalau ksatria itu tidak dalam kondisi primanya.


Mengangkat katana hitam panjangnya ke atas, terlihat asap hitam pekat muncul menyelimuti pedang Ryuga. Melihat itu si ksatria pun tidak tinggal diam, ia juga mengangkat pedang besar keatas, muncul cahaya yang terang menyelimuti pedangnya.


Mereka saling menatap sebentar, hingga detik berikutnya kedua orang itu pun mengayunkan pedangnya secara bersamaan ke depan.


"Darkness Sword-Slash."


(Tebasan pedang kegelapan)


Muncul siluet bulan sabit berwarna hitam pekat dari tebasan Ryuga. Sedangkan dari tebasan ksatria juga sama memunculkan siluet bulan sabit, tetapi tidak berwarna, dan hanya terlihat terang karena tebasan ksatria itu adalah perwujudan dari sihir cahaya.


Kedua siluet bulan sabit melesat dengan cepat tanpa meninggalkan suara. Kedua serangan itu bertemu, sihir kegelapan dan sihir cahaya saling bertabrakan.


Seakan tidak ada yang mau mengalah, dua kekuatan sihir yang berbeda itu saling memakan satu sama lain.


Hingga beberapa saat kedua sihir itu tercampur menjadi satu, menjadi simbol Ying-Yang. Namun simbol Ying-Yang itu hanya bertahan sebentar karena,


BOOMM!!


Simbol Ying-Yang meledak, ledakan yang terjadi begitu besar sampai-sampai membuat Ryuga harus bertahan dan terdorong mundur jauh kebelakang. Ksatria itu pun juga terdorong mundur, tetapi hanya beberapa langkah.


Sekarang Ryuga telah memastikan satu hal, jika ia menggunakan serangan jarak jauh maka akan percuma, karena serangan terkuat yang ia miliki saja bisa ditahan oleh ksatria itu.


Tidak ingin membuang-buang waktu, ia menarik katana pendek yang terpasang dipunggung, sekarang Ryuga bersiap dengan gaya dua pedang.


Walaupun bertarung dengan gaya dua pedang akan merugikan Ryuga karena perbedaan kekuatan, tetapi Ryu mempunyai rencananya sendiri.


"Summon."


(Memanggil)

__ADS_1


Tiba tiba dihadapan Ryuga terlihat sebuah lingkaran sihir, tidak lama kemudian muncul tulang-tulang yang menyerupai kerangka dari monster Orc.


Sebelum Ryuga menyerang, ia mensummon satu skeleton Orc yang dia miliki. Ksatria yang bernama Vahn itu hanya diam memperhatikan, tetapi ia menambah kewaspadaannya kepada Ryuga.


Ketika ksatria fokus dengan skeleton yang tiba-tiba muncul, Ryuga melesat cepat menyerang ksatria. Ksatria bernama Vahn itu tidak terkejut, dengan mudahnya ia menahan tebasan pedang Ryuga.


KLANG!


Tidak berhenti dengan satu serangan saja, Ryuga menebaskan dua pedangnya bertubi-bertubi tanpa memberikan jeda ksatria untuk menyerang balik.


"SEKARANG!"


Mendengar Ryuga berteriak keras, Ksatria itu tersentak, ia melihat kalau skeleton Orc yang di summon Ryuga tadi berlari kearah patung sang raja.


Ksatria bernama Vahn itu mulai panik, hingga beberapa tebasan dua pedang Ryuga mendarat tubuhnya. Seperti tidak merasakan sakit, ksatria itu bergegas menyusul skeleton Orc yang masih berlari kearah patung sang raja.


Melihat ksatria itu hendak menyusul skeleton Orc, tentu Ryuga tidak akan membiarkannya begitu saja.


"Hei jangan abaikan aku, kita baru saja memasuki ronde kedua!." Menggunakan Thunder Slash, Ryuga melesat dengan cepat menyerang.


BLAR!


Sekali lagi benturan antara dua pedang terjadi, melihat ksatria itu menahan serangan darinya Ryuga tersenyum puas.


Ksatria bernama Vahn menatap tajam Ryuga, menganggap Ryuga curang dalam pertarungan satu lawan satu. Tentu saja Ryuga tidak mengetahui maksud dari tatapan tajam itu.


Ksatria itu marah, ia mengalirkan mana kedalam pedang besar, pedang besar ditangannya pun mengeluarkan cahaya yang begitu terang.


Ryuga tidak tinggal diam, merasa tidak cukup kuat untuk menahan serangan yang akan dilakukan Vahn, Ryuga menyimpan kembali katana pendeknya.


Ryuga mengalirkan mana kedalam pedang, terlihat kilatan petir menyelimuti katana nya.


KLANG!


KLANG!


Pertarungan antara Ryuga dan Vahn pun pecah, benturan-benturan pedang terdengar nyaring ditelinga. Karena Ksatria dalam kondisi panik dan marah, ia menyerang Ryuga dengan membabi buta.


Dalam hatinya Ryuga merasa puas, rencana untuk membuat ksatria itu panik berhasil. Walaupun ia harus merelakan tangan yang merasa kesemutan akibat serangan membabi buta ksatria itu.


"HANCURKAN PATUNG ITU!"


Sekali lagi Ryuga berteriak keras, skeleton Orc yang telah sampai didepan patung sang raja pun mengayunkan tinjunya.


Vahn yang mendengar itu mengalihkan perhatiannya, merasa celah untuk menyerang terbuka, Ryuga tidak membuang kesempatan itu.


Katana Ryuga yang awalnya terdapat kilatan petir berubah menjadi asap berwarna hitam pekat, dengan memegang gagang pedang menggunakan kedua tangan, Ryuga lalu menusuk tepat mengincar jantung si ksatria.


JLEB!


BLAR!


Bersamaan dengan tertusuknya dada ksatria, patung sang raja pun hancur oleh pukulan kuat dari skeleton Orc.


"Kau tidak bisa mengabaikan musuhmu begitu saja." Ryuga berkata dengan nada monoton, lalu ia mencabut kembali katana nya yang tertancap di dada ksatria.


[Ding]


[Berhasil Mengalahkan Bos Dungeon Rank C, Mendapat 1000 Poin System]


[Ding]


[Berhasil Mengalahkan Ksatria Penjaga Bos Dungeon, Mendapatkan Evolution Card]


[Ding]


[Level Up]

__ADS_1


[Level Up]


[Level Up]


[Level Up]


[Level Up]


[Level Up]


[Level Up]


[Level Up]


[Level Up]


[Level Up]


[Ding]


[Dalam Hitungan Dua Menit Host Akan Diteleportasi Keluar Dari Dalam Dungeon]


Mendengar notifikasi System Ryuga menghela nafas lega, akhirnya ia bisa keluar dari tempat menyebalkan ini!


"Dan Evolution Card?" Ryuga meminta penjelasan dari System.


[Evolution Card Dapat Meningkatkan Job Seseorang: Berevolusi]


"Aku mengerti, kalau begitu tingkatkan Job Necromancer." Dengan IQ yang tinggi, Ryuga langsung mengerti maksud dari Systemnya.


[Evolution Card Digunakan, Meningkatkan Job Necromancer]


[Harap Host Menunggu Sebentar]


[1%...20%...40%...50%...70%...99%...100%]


[Ding]


[Job Necromancer Berhasil Berevolusi Menjadi Shadow Monarch]


[Skill Summon Telah Ditingkatkan, Dapat Memanggil Bayangan Makhluk Hidup yang Telah Mati]


[Mendapat Skill Baru]


[Ding]


[Mendapat 5000 Poin System]


Setelah Evolusi Job selesai, tiba-tiba bayangan hitam muncul menyelimuti tubuh Ryuga seperti kepompong. Beberapa saat kemudian bayangan hitam yang menyelimuti Ryuga menghilang, terlihat kedua mata Ryuga berubah menjadi hitam dengan warna ungu di pupil mata.


Tampak begitu tajam dan dingin, seakan apapun akan mati hanya dengan melihat tatapannya.


Ryuga berjalan mendekati tubuh ksatria yang telah mati, dengan memandang tajam mayat ksatria Ryuga berkata dengan nada acuh.


"Arise."


[Gagal!]


Ryuga menghela nafas panjang.


"Kau begitu setia dengan tuanmu hingga rela menjaganya beribu-ribu tahun, sekarang dia telah tiada, lebih baik layani raja yang masih hidup."


"Arise."


Dari dalam mayat ksatria tiba-tiba muncul bayangan hitam, bayangan hitam itu menggeliat lalu berubah bentuk menjadi sama persis seperti ksatria yang telah mati.


Bayangan ksatria itu berlutut dengan satu kaki, memberi hormat kepada Ryuga.

__ADS_1


"Salam Raja."


"Karena kamu ksatria yang begitu setia, maka mulai sekarang namamu adalah, Artur."


__ADS_2