
"Kurasa sekarang sudah baik-baik saja." Ryuga beranjak dari ranjang. Saat ini Ryu sedang berada diruang perawatan akademi, ketika diperiksa oleh dokter, memang benar Ryu mengalami luka dalam yang parah dan harus beristirahat selama beberapa minggu untuk memulihkan diri.
Jika yang mengalami luka ini adalah manusia normal, mungkin akan membutuhkan beberapa bulan bahkan tahun untuk bisa kembali pulih. Tetapi bumi tempat tinggal Ryu telah berubah, semua orang akan mendapat awakend pada waktu tertentu, ditambah Ryu telah meminum potion penyembuh tingkat atas yang diberikan oleh Mayumi-sensei untuk mempercepat masa pemulihannya.
Tetapi Ryuga berbeda dengan manusia biasa ataupun seorang awakend, dia memiliki System yang entah darimana tiba-tiba muncul, Ryu bisa mencapai puncak dari segala kekuatan yang pernah ada didunia bersama dengan System miliknya.
"Tapi dengan versi System sekarang, regenerasinya benar-benar sangat lambat. Jika anggota tubuhku ada yang terputus, setidaknya butuh waktu satu jam untuk bisa tumbuh kembali."
Entah apa yang akan orang lain katakan jika mendengar ucapan Ryuga barusan, mengalami luka dalam yang bisa dibilang sangat parah dan bisa sembuh dalam waktu beberapa menit.
Itu merupakan sebuah keajaiban!
"Untuk mengatasi masalah itu aku bisa saja menaikkan versi System lagi. Hah ... lupakan, sebaiknya aku membersihkan diri terlebih dahulu." Ryu mencium bau keringat pada tubuhnya.
Seharian ini merupakan hari yang cukup melelahkan bagi Ryuga, setelah berkunjung dan bertarung melawan ayah Elena, Ryu harus melakukan latihan ketahan fisik yang membuat dirinya mendapatkan luka dalam.
Beberapa menit kemudian, Ryu telah selesai membersihkan diri didalam kamar mandi yang ada diruang perawatan. "Apa Maki dan Elena datang?" Ryuga mendengar suara seseorang memanggil-manggil namanya dari luar.
Dengan hanya menggunakan handuk putih sebagai penutup bagian bawahnya, Ryuga membuka pintu dan keluar dari kamar mandi. "Aku disini," kata Ryu sambil menggosok-gosok rambutnya.
"Ryu, kata dokter kamu—Kyaa... !"
"Maki, kenapa kamu berteriak?" Ryuga mengerutkan kening, kemudian Ryu mengalihkan pandangan kebelakang Maki, terlihat Elena dan Mayumi-sensei yang sedikit menundukkan kepala kebawah.
Ada apa ini?
"Ke-kenapa? Bukankah seharusnya aku yang bertanya, kenapa kamu hanya memakai kain itu?!" Dengan wajah memerah, Maki menunjuk handuk yang dikenakan Ryuga.
"Aku baru saja mandi, bukannya wajar kalau memakai handuk?" Ryuga tampak bingung.
"Po-pokoknya sekarang, kenakan pakaianmu!"
"Ah baiklah." Ryuga kembali masuk kedalam kamar mandi.
"Kenapa dia begitu santai tanpa memakai baju seperti itu?" Maki bergumam pelan dengan wajah yang masih memerah.
"Hem ... tidak disangka, kalau tubuhnya sangat terlatih, tetapi itu wajar melihat Ryu bisa begitu kuat," kata Mayumi-sensei sambil mengingat-ingat kembali bagaimana penampilan Ryuga tadi.
"Setuju." Elena mengangguk membenarkan perkataan Mayumi-sensei.
Sedangkan didalam kamar mandi. "Kenapa mereka semua bereaksi berlebihan? Aku masih menggunakan handuk, bukannya tidak memakai apapun sama sekali."
Ryuga mengambil pakaian santai yang biasa ia kenakan dari cincin dimensi, lalu melihat ke arah cermin, Ryu terdiam sejenak. "Apa sejak awal bentuk tubuhku seperti ini?"
Karena Ryuga tidak pernah memperhatikan hal-hal yang menurutnya tidak penting, ia tidak menyadari kalau semua otot miliknya telah berkembang tanpa sepengetahuannya.
"Apa ini karena efek stat yang bertambah? Yah... itu tidak penting." Mengabaikan hal tersebut, Ryuga segera mengenakan pakaian santainya.
__ADS_1
"Seragam milikku terlalu banyak keringat, kurasa tak apa memakai pakaian ini." Selesai memakai pakaian, Ryu lalu berjalan keluar dari kamar mandi.
"Begini lebih baik." Maki menghela nafas lega melihat Ryuga yang telah berpakaian kembali.
"Sensei, sebelum kesini tadi anda bilang kalau latihannya akan ditunda, berapa lama?" tanya Ryuga tiba-tiba.
"Eh berapa lama? Setidaknya kita harus menunggu kamu kembali pulih terlebih dahulu," jawab Mayumi-sensei.
"Itu benar, dokter bilang kamu harus beristirahat penuh selama tiga minggu." Maki menambahkan.
"Aku sekarang sudah baik-baik saja," kata Ryuga dengan penuh keyakinan.
"Tapi kamu–" Khawatir akan kondisi Ryuga, Maki hendak membatah perkataanya, akan tetapi tiba-tiba Elena menyela.
"Ryu bilang dia baik-baik saja, apa kamu tidak mengerti, Maki?"
"Aku–" Maki melihat ke arah Ryuga yang sedang berdiri menatap dirinya. "Aku mengerti," lanjut Maki dengan menundukkan kepala.
"Kamu yakin baik-baik saja? Benar yang dikatakan Maki, luka dalam yang kamu terima tadi sangat parah. " Mayumi-sensei sendiri khawatir akan kondisi tubuh Ryuga.
"Tidak apa Mayumi-sensei, lihat aku sekarang sudah bisa bergerak dengan bebas." Ryuga meyakinkan Mayumi-sensei.
"Jika kamu bilang begitu ... karena seharusnya butuh beberapa minggu untuk kamu bisa pulih. Maka latihan akan sensei tunda selama satu minggu, gunakan waktu itu agar tubuhmu benar-benar pulih dan kembali dalam keadaan prima."
"Aku mengerti." Ryu mengangguk.
Dalam hatinya Ryuga meminta maaf kepada Mayumi-sensei, karena dalam waktu satu minggu ke depan, Ryu ingin melakukan Raid untuk meningkatkan levelnya.
***
Satu minggu kemudian, pagi hari didalam gedung Asosiasi Hunter Jepang.
"Kamu lihat orang bertopeng itu?"
"Ya, dia Shinigami si dewa kematian, kan?"
"Aku dengar dia sudah menjadi Hunter S–Rank, dan itupun hanya dalam waktu kurang dari dua minggu."
"Lebih hebatnya lagi dia melakukan itu semua sendirian tanpa bantuan Guild manapun, mungkin ini sejarah pertama seorang Hunter yang melakukan solo Raid, bisa naik menjadi Hunter S–Rank dan hanya membutuhkan waktu singkat."
"Apa Shinigami memiliki orang dalam di Asosiasi ini?"
"Mungkin, tapi lebih parahnya lagi, dia menolak mentah-mentah undangan dari lima Guild besar yang ingin merekrutnya."
"Apa? Dia benar-benar sudah gila."
"Hustt, jangan keras-keras, dia bisa saja mendengarnya."
__ADS_1
'Ya... aku mendengar semuanya.'
Ryuga mengeluh dalam hati ketika mendengar Hunter-hunter lain membicarakan dirinya, saat ini Ryu sedang berada di Asosiasi untuk melaporkan hasil dari penaklukan dungeon.
Dalam waktu satu minggu, Ryu berhasil menyelesaikan beberapa Raid dungeon dengan tingkat kesulitan Rank C–A seorang diri, tentu Asosiasi tidak menutup mata akan hal itu.
Asosiasi Hunter dengan antusias meresmikan Ryuga, Shinigami sebagai Hunter S–Rank ke 17 yang ada di Jepang. Hal tersebut tentu membuat Ryuga senang, karena sebelumnya Ryuga ingin membeli dungeon dengan tingkat kesulitan Rank A+ ke atas, akan tetapi Jeanny menolak dan mengatakan harus Guild atau pun Hunter S–Rank yang bisa membelinya.
Dalam satu minggu ini level Ryuga juga telah meningkat, dari 190, sekarang level Ryuga hampir mencapai angka tiga ratus. Meskipun membeli dungeon sangat menguras keuangannya, tetapi keuntungan yang didapat juga sangat memuaskan.
'Aku bisa menjual inti monster dan artefak untuk memenuhi keuanganku, dan juga aku sangat bodoh, ternyata mayat-mayat monster tertentu bisa dijual.'
Ryuga mengeluh lagi dalam hatinya, karena ia baru mengetahui, kalau mayat monster tertentu seperti Wyvern dan lainnya bisa terjual mahal di Asosiasi.
"Tapi yang lebih penting, sekarang aku memiliki 'Shadow Soldiers' dengan jumlah lebih dari seribu, untuk Raid ke depan, aku bisa mengandalkan Artur dan prajurit bayangan lainnya tanpa adanya diriku."
"Tuan Shin, anda datang hari ini." Jeanny menyapa santai ketika melihat Ryuga menghampiri tempatnya. Ya, Jeanny sudah tidak merasa gugup atau pun terkejut dengan sesuatu yang bersangkutan tentang Ryuga.
"Ya, aku ingin melaporkan hasil penaklukan dungeon kemarin," balas Ryuga dengan menyerahkan beberapa lembaran kertas kepada Jeanny.
"Baiklah, terima kasih tuan Shin." Jeanny menerima lembaran kertas yang diberikan Ryuga.
"Karena sudah tidak ada keperluan, aku akan pergi." Ryuga ingin segera pergi dari Asosiasi, karena hari ini ia ada latihan seperti yang dikatakan Mayumi-sensei minggu lalu.
"Ah tunggu sebentar tuan Shin." Jeanny tiba-tiba menghentikan Ryuga.
"Ada apa?" Ryuga yang hendak pergi itu kini menatap Jeanny dari balik topengnya.
"Itu ... kalau tuan Shin ada waktu, ketua Asosiasi ingin bertemu dengan anda," kata Jeanny sedikit menunduk.
Pak tua itu ingin bertemu denganku?
"Baiklah nona Jeanny, dimana saya bisa bertemu dengan ketua Asosiasi?"
"Anda mau menemui ketua?" Jeanny bertanya dengan nada sedikit terkejut.
"Ya benar, jadi dimana ketua Asosiasi sekarang?"
"Anda ingin bertemu sekarang?" Jeanny masih tampak terkejut.
"Kalau tidak sekarang, memang kapan lagi?" Ryuga sendiri terlihat sudah terbiasa dengan sifat Jeanny itu.
"Ah baiklah, tolong ikuti saya." Jeanny keluar dari tempat duduknya, kemudian berjalan pergi mengantarkan Ryuga ke ruangan ketua Asosiasi.
'Memang aku bisa menebak tujuan pak tua itu ingin menemuiku yang sedang menggunakan identitas Shinigami, tapi tidak ada salahnya menerima undangan darinya, lagi pula sudah cukup lama aku tidak melihatnya.'
Alasan lain Ryuga memenuhi permintaan Godo karena jelas, dia termasuk orang yang sangat berjasa bagi dirinya maupun adiknya Aoi.
__ADS_1
.....