Hunter Adventure Isekai System

Hunter Adventure Isekai System
Ch 42. - Giant Ice Lizard


__ADS_3

"Kenapa kau menangis, Aki?" Akane bertanya dengan memegang kedua bahu Aki.


Mengusap air matanya, Aki membalas, "Gin, Kido. Apa benar mereka telah tewas, kak?"


Akane tampak terkejut mendengar itu, menarik nafas dalam untuk menenangkan diri, kemudian ia melirik ke arah Ryuga. "Apa itu benar?"


"Ya." Ryuga mengangguk.


"Jadi begitu." Akane memang sudah menduga kalau nyawa Kido tidak bisa untuk diselamatkan lagi, namun ... "Shin, kenapa kau bisa tahu kalau Kido dan Gin telah tewas?" Akane memandang dengan perasaan curiga ke arah Ryuga.


"Untuk Kido aku melihat mayat nya dimakan oleh Ice Wyvern, dan untuk Gin, aku yang membunuhnya." Tanpa ragu Ryuga menjawab.


"Ah ... begitu ya. Lalu kenapa kamu membunuh Gin?" Tidak ada reaksi terkejut dari ucapan Akane.


Sedangkan Aki membuka mata lebar-lebar, dia sangat terkejut dengan ucapan Ryuga barusan. "Kenapa kakak sangat tenang? Dia~dia sudah membunuh Gin!" Ucap Aki dengan menunjuk ke arah Ryuga, tampak wajah Aki yang sangat tertekan sekaligus takut.


Akane Memegang wajah (pipi) adiknya. "Tenangkan dirimu Aki, Gin dia ... dia pantas untuk mendapatkannya."


Aki jelas merasa bingung. "Apa yang kakak maksud?"


Setelah itu Akane menceritakan semua kejadian sebelum mereka berdua berakhir di dalam Gua ini. Selesai mendengar cerita dari kakaknya, Aki menutup mulut, ia masih tidak mempercayai tindakan yang telah dilakukan Gin.


Membiarkan adiknya untuk menenangkan diri sebentar, Akane lalu mengalihkan pandangan ke arah Ryuga. "Jadi, apa alasanmu membunuh Gin, bukan kah kamu tidak mengetahui kalau dia sudah mengkhianati kita?"


Ryuga menghembuskan nafas panjang. "Dia mencoba untuk membunuhku, tentu saja aku tidak tinggal diam dan menyerahkan nyawaku begitu saja."


Dengan mengeratkan kedua kepalan tangan, Akane bergumam pelan, "Bajingan sialan!"


"La–lalu, apa yang akan kita lakukan selanjutnya? Haruskan kita kembali?" Aki yang sudah mendapat ketenangan nya kembali pun angkat bicara.


"Tidak, lebih baik kalian berdua beristirahat sebentar, setelah itu kita akan pergi melawan bos Dungeon untuk menyelesaikan Raid ini.


Lagi pula kita sudah terlalu lama berada disini, bukan kah rugi jika tidak menemukan harta apapun?" Ryuga memberi pendapat.


Aki dan Akane saling memandang, kemudian mereka berdua menganggukkan kepala secara bersamaan. "Baiklah, karena kamu dapat membunuh Ice Wyvern itu sendirian, kemungkinan besar kita dapat mengalahkan bos Dungeon.


Tapi sebelum itu, bisakah kamu menunjukkan wajah yang ada dibalik topeng, Shin?" Ucap Akane dengan rasa penasaran.

__ADS_1


Dibalik topengnya Ryuga mengerutkan kening. "Untuk apa?"


"Tentu saja untuk menghindari pengkhianatan seperti yang telah dilakukan Gin." Akane menatap lekat Ryuga, sedangkan Aki hanya mengangguk menyetujui ucapan kakak nya.


"Aku tidak keberatan, tapi kalian berdua harus berjanji dua hal." Sebenarnya Ryuga cukup enggan untuk melepaskan topeng hitam nya.


"Apa itu?" Tanya Akane dan Aki secara bersamaan.


"Rahasiakan ini kepada siapa pun, dan juga jangan laporkan hal-hal yang tidak perlu kepada Guild kalian. Apa aku bisa mempercayai kalian berdua?" Ryuga berucap dengan mengeluarkan tekanan energi.


Aki dan Akane tersentak karena tekanan yang diberikan oleh Ryuga, lalu seakan mengerti dengan perkataan nya barusan, mereka berdua mengangguk setuju. "Baiklah, kami berjanji."


Melihat bagaimana kedua gadis kembar itu memandang nya dengan penuh rasa penasaran, Ryuga mengeluh dalam hati.


Ini hanya sebuah topeng okey, jadi kalian tidak perlu menatapku seperti seseorang yang akan memainkan trik sulap!


Dengan menghela nafas Ryuga mengangkat tangan kanan memegang topeng, perlahan-lahan namun pasti, ia akhirnya melepas topeng hitamnya.


Gluk!


Melihat bagaimana rupa wajah Ryuga, Aki dan Akane menelan ludah mereka sendiri. Dibalik topeng, selain wajah seorang pemuda yang sangat tampan, dia juga masih terlalu muda!


"Anu ne Shin, berapa usiamu sekarang?" Tanya Akane untuk memastikan sesuatu.


Melihat pemuda tampan itu tidak menjawab pertanyaan nya, Akane langsung berkata, "Baiklah, memang tidak sopan untuk bertanya perihal umur seseorang, akan tetapi aku bisa menebak kalau kamu masih berumur belasan tahun, apa aku benar?"


Ryuga masih saja diam tidak menjawab. "Karena kamu tidak menyangkalnya, berarti yang aku katakan tadi benar," ucap Akane.


"Hah ... " Ryuga hanya bisa menghela nafas panjang, kemudian ia hendak memakai topengnya kembali.


"Ja-jangan dipakai," ucap Aki dengan tiba-tiba.


Ryuga dan Akane mengalihkan pandangan ke arah Aki, mereka berdua bisa melihat ekspresi wajah Aki yang gugup sekaligus malu.


Melihat Ryuga sedang menatap dirinya, Aki langsung menundukkan kepala dan berkata dengan suara pelan, "Ma-maksudku kita berdua sudah melihat wajah tuan Shin, ja-jadi bukan kah anda tidak perlu untuk menyembunyikannya?"


"Benar juga." Tidak ambil pusing, Ryuga kemudian menyimpan kembali topeng nya kedalam cincin penyimpanan.

__ADS_1


"Hoh ... " Akane menatap adiknya dengan ekspresi curiga diwajah nya.


"Lebih baik kalian segera beristirahat, aku akan memeriksa monster apa yang menjadi bos Dungeon nantinya. Tidak perlu khawatir, aku tidak akan lama." Setelah mengatakan itu Ryuga berjalan pergi, masuk lebih jauh ke dalam Gua.


Melihat punggung Ryuga yang mulai hilang masuk kedalam kegelapan Gua, Akane berkata pelan, "Ne Aki, apa kau jatuh cinta pada pandangan pertama, maksudku Shin?"


"A-apa yang sedang kakak bicarakan!" Mendengar pertanyaan kakak nya yang tampak begitu ambigu, Aki tersentak, seketika wajahnya memerah.


"Lalu, ada apa dengan reaksi mu itu?" Tanya Akane dengan tersenyum jahil, ia mendekatkan dirinya ke wajah Aki.


"Se-sebenarnya saat pertama kali bertemu dengan Shin, aku mengira dia adalah seorang pria paruh baya yang mempunyai bekas luka diwajah, sampai-sampai harus menggunakan topeng untuk menutupinya." Aki menjelaskan kesan pertama ketika bertemu dengan Ryuga.


"Ya, kau benar, aku juga mengira begitu karena saat memakai topeng suara nya terdengar sedikit serak dan besar. Tapi tak menyangka bukan? Ternyata dibalik topengnya itu terdapat sosok pemuda kuat dan tampan, bahkan dia lebih muda dari kita berdua." Akane menyetujui penjelasan adiknya.


**


Sementara itu di kedalaman Gua.


"Hachuu!"


"Sepertinya suhu udara disini lebih dingin dari pada diluar." Ryuga berkata dengan mengusap hidungnya yang gatal setelah bersin.


Terus berjalan masuk ke dalam Gua, Ryuga tiba-tiba berhenti, dihadapannya sekarang tampak sebuah ruangan yang cukup luas.


Dengan kilauan Es yang menjadi semua permukaan ruang, dan atap-atap lancip terbuat dari Es di atas permukaan ruangan tersebut.


"Seekor Kadal?" Ditengah-tengah ruangan Es itu Ryuga bisa melihat seekor kadal, bukan kadal kecil seperi yang ada di bumi, tetapi kadal berukuran besar (raksasa) dengan sisik-sisik yang terbuat dari Es.


Kemudian Ryuga meminta System untuk mengidentifikasi kadal tersebut. "Giant Ice Lizard Rank A+, memiliki senjata berupa ekor tajam yang terbuat dari Es dan cairan asam dingin di mulutnya.


Lalu kelemahannya adalah api, tetapi harus menyerangnya dari jarak jauh. Karena jika terkena cairan asam nya, bisa membuat tubuh manusia menjadi beku seketika." Ryuga mengangguk-angguk mengerti ketika membaca penjelasan dari System.


"Baiklah, ayo kembali dan beritahukan ini kepada dua gadis itu."


Sebenarnya bisa saja Ryuga meledak kan Giant Ice Lizard itu menggunakan 'Fire Dragon'. Namun ia lebih memilih mengalahkan monster itu bersama dengan Aki dan Akane.


Ya, dengan alasan agar mereka berdua tidak merasa menjadi beban dalam menyelesaikan Raid ini.

__ADS_1


....


__ADS_2