
Dungeon Rank B, di dalam Gua terlihat tiga orang yang sedang berjalan ke ruang bos Dungeon berada.
"Apa informasi ini benar-benar akurat?" Tanya Akane yang sedang berjalan mengikuti langkah kaki Ryuga dari belakang.
"Ya, aku cukup yakin dengan penilaian ku sendiri." Ryuga menjawab tanpa menolehkan kepala ke belakang.
Beberapa menit kemudian, Ryuga dan lainnya telah sampai di ruang bos Dungeon. Melihat seekor kadal besar ditengah-tengah ruang permukaan Es, Akane bertanya, "Lalu, apa kau memiliki rencana?"
Menarik Black Dragon Katana dari sarung nya, Ryuga menjawab, "Rencana? Tentu saja langsung maju dan bunuh kadal Es itu." Setelah mengatakan itu, Ryuga melesat maju ke arah Giant Ice Lizard dengan memegang Black Dragon Katana ditangan kanan nya.
Sesaat Akane terdiam ditempat, dalam hatinya ia mengeluh. Aku tahu kalau kamu itu kuat, tetapi maju dan menyerang begitu saja tanpa adanya sebuah rencana? Bukan kah itu terlalu ceroboh!
Menggelengkan kepala pelan Akane lalu bergegas menyusul Ryuga, karena ia merupakan seorang penyihir, Akane tidak langsung mendekati Giant Ice Lizard dan akan menyerang dari jarak jauh.
Melihat Ryuga dan kakak nya pergi melawan Giant Ice Lizard, Aki tidak tinggal diam. Memegang Magic Wand nya Aki bergumam pelan.
"Support Magic: Increase Stat."
Magic Wand ditangan Aki bersinar terang, kemudian dari bawah kaki Ryuga dan Akane muncul lingkaran sihir, dan di ikuti dengan tubuh mereka berdua yang sesaat mengeluarkan cahaya.
Berbeda dengan sihir tipe penyerang yang hanya dengan satu kali Casting atau rapalan, sihir tipe Support untuk meningkatkan Stat seperti yang digunakan oleh Aki sekarang harus mempertahan kan sihirnya.
Jika Aki membatalkan sihirnya, maka buff atau peningkatan Stat yang diberikan kepada Ryuga dan Akane akan menghilang dalam waktu sepuluh detik.
Sementara itu disisi Ryuga, ia merasakan Stat nya yang naik secara tiba-tiba sedikit terkejut. Walau pun percuma karena Stat Ryuga yang lebih tinggi dari pada Aki dan Akane maupun Giant Ice Lizard itu, akan tetapi Ryuga cukup puas dengan ini.
Dengan mengaktifkan Skill 'Stealth' Ryuga mendekati Giant Ice Lizard, sampai di dekat kepala kadal Es itu, tanpa menggunakan sihir atau pun mengalirkan energi mana ke dalam pedang, Ryuga langsung menebaskan Black Dragon Katana ke arah leher Giant Ice Lizard.
TANG!
Sisik kadal ini lebih keras dari pada kulit Ice Wyvern.
Meskipun tidak mengalirkan energi mana ke dalam pedang, Ryuga bisa membedakan mana yang lebih keras antara sisik Giant Ice Lizard dengan kulit Ice Wyvern.
Merasakan kehadiran dan seseorang yang menyerang dirinya, Giant Ice Lizard yang sedari tadi tertidur kini pun membuka mata. Melihat manusia dengan pakaian hitam di hadapan nya, Ice Lizard itu pun langsung mengayunkan ekornya.
KLANG!
Seperti benturan dua pedang, Ryuga yang mendapat serangan ayunan ekor tajam Ice Lizard menahan nya menggunakan pedang, ia sedikit terdorong mundur karena menahan serangan itu.
Tidak berhenti disitu saja, Giant Ice Lizard kemudian membuka mulut. Dari mulut Ice Lizard itu keluar cairan berwarna putih seperti salju, seperti sebuah tembakan pistol, cairan itu melesat cepat ke arah Ryuga.
Karena terlalu meremehkan cairan tersebut, Ryuga hanya menangkis nya menggunakan pedang. Betapa terkejutnya Ryuga saat cairan yang di tembakan Ice Lizard itu seketika membekukan Black Dragon Katana hingga merambat sampai ke lengan kanan nya.
__ADS_1
Menggunakan sihir api, Ryuga lalu melelehkan Es yang membekukan pedang dan lengan kanan nya. Merasakan adanya tembakan cairan dari Ice Lizard lagi, kali ini Ryu tidak menangkis dan hanya menghindarinya.
Melihat bagaimana dinding dan permukaan ruang yang terkana cairan Ice Lizard juga ikut membeku, Ryuga langsung menambah kewaspadaan nya. Melesat ke kanan atas kiri dan kembali lagi ke bawah, Ryu terus menghindari cairan yang ditembakkan oleh Ice Lizard.
Sambil menghindar, Ryuga sedang memikirkan cara untuk mendekati Ice Lizard. Melihat bagaimana serangan nya tidak dapat mengenai sasaran, Ice Lizard itu mendesis seperti ular.
"Apa kau marah?" Tanya Ryuga dengan santai kepada Ice Lizard.
Karena monster tingkat tinggi memiliki kecerdasan melebihi monster tingkat rendah lainnya, Ice Lizard dapat mengerti apa yang di ucapkan Ryuga barusan. Sekali lagi Ice Lizard mendesis, dia menembakkan cairan dengan lebih cepat dan ganas.
"Kau benar-benar marah?" Ucap Ryuga dengan menambah kecepatan nya dalam menghindar.
Whos! Boom!
Tiba-tiba terjadi ledakan kecil yang menyebabkan Ice Lizard menghentikan serangan nya. Kemudian Ice Lizard dan Ryuga menolehkan kepala, terlihat Akane yang sedang memegang Magic Wand mengarah ke tempat Ice Lizard berada.
"Kenapa kau menyerang?" Ryuga bertanya dengan sedikit berteriak tak puas.
"Kau sendiri yang bilang untuk langsung maju menyerang!" Balas Akane dengan berteriak keras, ia tampak marah karena Ryuga sendiri tidak memberi arahan dan malah langsung maju menyerang.
"Ah, maaf." Ryuga berkata dengan menggaruk kepala nya yang tidak gatal.
"Kakak, awas ... !" Aki tiba-tiba berteriak keras.
Mendengar itu, Ryuga dan Akane mengalihkan pandangan. Terlihat Ice Lizard yang sedang membuka mulut, bersiap untuk menembakkan cairan nya ke arah Akane.
"Begin Barrier."
Krak! Krak!
Merasa serangan Ice Lizard tidak mengenai dirinya, Akane kemudian membuka mata, dihadapan nya ia bisa melihat sebuah Barrier transparan dengan pola-pola aneh yang sudah membeku dan retak akibat menahan cairan Ice Lizard.
"Apa kau tidak apa-apa?"
Mendengar suara seorang pemuda yang tak asing, Akane menjawab dengan suara lemas. "A-aku baik-baik saja."
"Baguslah, kalau begitu aku akan mengulur waktu. Kelemahan kadal Es itu adalah api, jadi gunakan sihir api berskala besar untuk menekannya!" Ucap Ryuga kepada Akane dengan suara keras. Setelah mengatakan itu, Ryuga melesat maju ke arah Giant Ice Lizard untuk mengalihkan perhatian nya.
"Baik!" Balas Akane mengangguk.
Mengangkat Magic Wand nya ke atas, terlihat Akane sedang merapal kan sebuah mantra sihir. Tidak lama kemudian, di atas tubuh Ice Lizard muncul sebuah lingkaran sihir yang cukup besar.
"Shin, menjauh dari sana!" Ucap Akane dengan lantang.
__ADS_1
Ryuga yang mendengar itu pun mengangguk, kemudian ia langsung melesat pergi menjauhi Ice Lizard.
Mengayunkan Magic Wand nya kebawah, Akane lalu berteriak keras,
"Heaven's Judgment Fire."
Lingkaran sihir yang berada di atas tubuh Ice Lizard tiba-tiba mengeluarkan semburan api yang besar dan jatuh ke bawah, seperti sebuah air terjun yang sangat deras jatuh dari ketinggian, semburan api dari sihir Akane membakar tubuh Ice Lizard dari atas sampai bawah.
SHESSH
Giant Ice Lizard mendesis kesakitan, karena Akane mendapatkan buff dari sihir milik Aki, serangan nya saat ini dua kali lebih kuat dari pada serangan aslinya.
Setelah semburan sihir api milik Akane menghilang, terlihat tubuh dan sisik Ice Lizard berubah warna menjadi hitam gosong. Tetapi Ryuga tahu, kalau serangan milik Akane tadi tidak akan cukup untuk mengalahkan Giant Ice Lizard tersebut.
Tidak melepaskan kesempatan untuk mendekati Ice Lizard, Ryuga lalu menghilang dari tempat nya, sesaat kemudian ia muncul tepat berada di punggung Ice Lizard itu.
SLEP!
"Lightning Strikes."
KRAK!
BLAR!
Dengan menusukkan Black Dragon Katana masuk ke dalam punggung Ice Lizard, Ryuga lalu menggunakan sihir petir di pedangnya.
Terdengar suara sisik yang retak, kemudian disusul meledaknya tubuh Ice Lizard itu menjadi genangan darah, dan hanya menyisakan sebuah kepala yang tergeletak dipermukaan.
***
"Hey, apa teman mu itu takut? Sampai-sampai dia tidak berani datang kemari," ucap seorang pemuda berbadan tinggi yang memakai seragam Akademi Kyosai dengan nada mengejek.
"Hahaha itu benar!"
"Dia mungkin sedang bersembunyi di dalam toilet saking takutnya!" Ucap teman-teman dari seorang pemuda berbadan tinggi tersebut.
"Kalian ... !"
"Tenangkan dirimu, Shoko. Ryuga pasti akan datang." Maki berkata dengan memegang tangan Shoko yang hendak menghampiri teman-teman dari pemuda berbadan tinggi tersebut.
"Apa kau mengetahui dimana Ryuga sekarang?" Tanya Sakura kepada Maki.
"Tidak." Maki langsung menjawab tanpa ragu.
__ADS_1
"Lalu kenapa Maki-san begitu yakin?" Kali ini Yato yang bertanya.
"Ya ... aku hanya percaya, kalau dia adalah orang yang bertanggung jawab." Terlihat sedikit senyuman saat Maki membalas pertanyaan Yato.