Hunter Adventure Isekai System

Hunter Adventure Isekai System
Ch 35. - Kembali?


__ADS_3

"Kakak Sepupu?" Aoi memiringkan kepala, ia masih bingung dengan situasi yang tiba-tiba ini.


"Aku tidak akan menjelaskan lebih, biar kakak sepupu kalian sendiri yang menceritakannya." Matsumoto Fudo angkat bicara.


Casey menurunkan badannya sejajar dengan Aoi. "Hey namamu Aoi kan, bisa ikut kakak Casey sebentar ke taman, nanti kakak akan menceritakan semuanya." Dengan tersenyum cerah Casey meraih tangan Aoi dan mengajaknya pergi ke taman sekolah.


Setelah Casey dan Aoi pergi dari ruangan, Fudo menghela nafas, "Sepertinya kau tidak terkejut."


"Aku memang sudah menduga kalau keluarga Green akan mengirimkan orangnya kesini, tapi tak menyangka, kalau yang datang adalah kakak sepupu sendiri." Tidak bisa dipungkiri kalau Ryuga memang sedikit terkejut atas kedatangan Casey hari ini.


Menggunakan kedua tangan untuk menopang dagu Fudo menatap kearah Ryuga, "Kali ini keluarga Green benar-benar mengharapkan mu untuk kembali," ucap Fudo dengan nada serius.


"Entahlah, pak Direktur," jawab Ryuga dengan penuh kebimbangan.


"Jangan begitu formal, kau memanggil kakak dengan sebutan paman, kenapa tidak denganku?" ucap Fudo dengan mengerutkan alisnya.


Menggaruk kepala yang tidak gatal Ryuga membalas, " Ah baiklah, paman Fudo."


Mendengar Ryuga memanggilnya paman, Fudo mengangguk puas. Ryuga yang melihat itu tidak bisa untuk bertanya dalam hati.


Apa orang ini begitu iri dengan kakaknya?


"Yang lebih penting lagi Ryuga, bukankah terlalu berlebihan untuk membelah sebuah arena yang cukup besar itu?" Fudo mengganti topik pembicaraan.


"Maafkan aku, paman." Walau sebenarnya Ryuga sangat senang karena mendapat teknik yang sangat kuat, tetapi ia cukup menyesali perbuatanya itu.


"Hah... lupakan itu. Setelah kamu mengalahkan kedua anaknya, Guild Blood Wolf tidak mungkin akan melepaskan mu begitu saja," Fudo kembali merubah ekspresi diwajah nya menjadi serius.


"Soal itu, tadi sebelum sampai disini aku sempat dihadang oleh Takeo, dia menawarkan untuk bergabung dengan Guild Blood Wolf."


Mendengar itu Fudo tertegun sejenak, tidak menyangka kalau si tua Takehashi akan menawarkan sesuatu seperti itu. "Jadi, apa jawabanmu?"


"Aku menolak."


"Jika begitu, mulai sekarang kamu harus ekstra berhati-hati. Meskipun sombong, Takeo adalah orang yang baik, kemungkinan besar dia disuruh oleh ayahnya untuk merekrut mu masuk kedalam Guild Blood Wolf." Fudo memberi peringatan kepada Ryuga.


Ryuga paham betul dengan resiko yang akan diterimanya nanti, "Aku mengerti."


Fudo mengangguk, "Bagus, apa perlu aku mengirim beberapa orang untuk menjagamu dari kejauhan?"


"Itu tidak perlu, tapi jika paman bisa mengirim orang untuk menjaga Aoi, aku pasti akan sangat terbantu. Sebentar lagi Aoi akan mengalami 'kebangkitan', jadi ada banyak orang yang akan mengincarnya nanti."

__ADS_1


Mendengar itu Fudo sedikit terkejut, "Oh... itu kabar yang sangat bagus, baiklah aku akan mengirim beberapa orang untuk menjaga adikmu." Fudo menyetujui permintaan Ryuga.


"Terima kasih paman, kalau begitu saya pamit."


Sebagai jawaban Fudo mengangguk, melihat punggung Ryuga dari belakang, ia teringat dengan sosok temannya dulu.


Mengeluarkan serangan sihir tanpa adanya ledakan atau semacamnya, dan menimbulkan kerusakan yang parah. Walaupun kekuatan sihir Ryuga lebih kuat, namun jelas kalau Ryuga memiliki sihir kegelapan seperti ayahnya dulu.


Memikirkan itu membuat Fudo semakin pusing, kekuatan yang dimiliki Ryuga sekarang, dan di usianya saat ini... benar-benar sangat tidak wajar.


*


Keluar dari gedung Ryuga menuju taman sekolah, pandangan Ryuga langsung menyapu sekitar, ia bisa melihat Aoi yang sedang asik mengobrol dengan Casey.


Dalam hatinya Ryuga merasa senang dan damai, sekali lagi ia dapat melihat senyum dan tawa gembira yang terukir jelas diwajah Aoi.


Berjalan menghampiri keduanya, Ryuga disambut dengan senyuman cerah Aoi, "Kakak-kakak, ternyata aku masih memiliki seorang kakak lagi, dan juga ada kakek, bibi, dan paman!"


Melihat adik kecilnya yang begitu bersemangat Ryuga tersenyum, ia lalu mengelus lembut pucuk kepala Aoi, "Itu memang benar."


"Apa kakak sudah mengetahui ini?" Aoi bertanya penasaran.


Dengan sedikit anggukan Ryuga menjawab, "Ya, kakak hanya mengetahui kalau kita masih memiliki keluarga selain ibu, selain itu kakak tidak tahu detailnya."


Melihat Aoi yang kesal, dan malah membuatnya tampak lebih imut, Ryuga tertawa kecil. "Maaf, kakak melupakannya."


"Hmph!" Aoi mendengus dan memalingkan wajahnya.


Casey terkekeh kecil saat melihat bagaimana tingkah laku adik dan kakak itu. "Namamu Ryuga, kan?" Casey tiba-tiba bertanya.


"Benar."


"Apakah aku perlu menceritakannya?" tanya Casey lagi.


Mengangkat tangan kanannya sejajar dengan dada, Ryuga menjawab, "Tidak perlu, aku sudah mengetahui semuanya."


"Hem... begitu ya." Casey terlihat sedikit murung karena tidak dapat menceritakannya kepada Ryuga.


"Ah! Aoi lupa kalau sekarang ada kegiatan klub merajut. Kakak, kak Casey, aku pergi dulu." Tanpa menunggu jawaban, Aoi sudah pergi meninggalkan keduanya.


Melihat bagaimana Aoi sering meninggalkannya tiba-tiba, Ryuga mengeluh dalam hati.

__ADS_1


Huh, kebiasaan yang buruk, lain kali aku akan mengajarinya untuk lebih memperhatikan keadaan sekitar.


Tidak sadar bahwa kebiasaannya sendiri juga seperti itu, Ryuga benar-benar tidak tahu malu berniat mengajari adiknya untuk memperhatikan keadaan sekitar.


"Apa kamu tidak memiliki kegiatan klub atau semacamnya?" tanya Casey saat melihat Aoi yang sudah jauh dari pandangan.


"Tidak ada." Ya, karena Ryuga tidak mengikuti kegiatan-kegiatan seperti klub, ia akan menganggur bila tidak ada kelas dari Mayumi sensei. Untuk kegiatan komite kedisiplinan, Ryuga menyerahkan semuanya kepada Maki dan anggota lainnya.


"Kalau begitu...." Casey melihat sekitar, merasa tidak ada orang selain dirinya dan Ryuga, ia lalu memegang tangan Ryuga dan menariknya masuk kedalam dekapan dadanya.


"Hum... hum... !" Karena kejadian yang begitu tiba-tiba, Ryuga tidak sempat bereaksi dan berakhir dengan wajah terbenam dikedua belahan dada Casey.


"Aku sudah mendengar semuanya. Setelah ayahmu meninggal, sekarang bibi juga terbaring di rumah sakit karena penyakit tidur abadi, dan kamu harus berjuang seorang diri bersama adikmu.


Pasti berat ya, tapi tenang saja, mulai sekarang kakak perempuanmu ini akan selalu ada untukmu maupun Aoi." Casey mengeluarkan air mata, ia tidak dapat membayangkan kehidupan Ryuga dan Aoi saat ditinggal oleh kedua orang tuanya.


"Aku sangat berterima kasih, tapi bisakah kamu lepaskan ini terlebih dahulu." Terdengar suara Ryuga seperti orang yang berbicara dengan mulut penuh makanan.


"M-maaf." Casey melepaskan dekapan, lalu mengusap air matanya yang jatuh.


Setelah lepas dari dekapan Casey, Ryuga dapat bernafas dengan lega, "Benar kata Jeanny, dia tipe orang yang ceroboh dan mudah terbawa suasana," Ryuga bergumam pelan.


"Apa?" Casey sedikit mendengar gumam man Ryuga.


"Ti-tidak, nona Casey, aku hanya kesulitan bernafas tadi," ucap Ryuga mencari alasan.


"Hey, mulai sekarang panggil aku kakak!" Terdengar nada memerintah dari ucapan Casey barusan.


"Baiklah k-kak Casey." Karena tidak pernah memiliki atau pun memanggil sebutan 'kakak' seperti adiknya, Ryuga gugup untuk mengatakannya.


Mendengar Ryuga memanggilnya kakak, Casey tersenyum cerah, "Itu terdengar lebih baik."


**


Didalam dungeon, terlihat kelompok party yang sedang melawan monster Giant Ice Lizard.


"Kelemahan kadal es itu adalah api, gunakan sihir api berskala besar untuk menekannya!" ucap seseorang berpakaian hitam kepada penyihir partynya.


"Baik!" Balas penyihir itu.


Mengangkat Magic Wand nya keatas, terlihat penyihir itu sedang melantunkan mantra. Tidak lama kemudian, diatas tubuh Ice Lizard muncul sebuah lingkaran sihir yang cukup besar.

__ADS_1


Mengayunkan Magic Wand nya kebawah, penyihir itu berteriak,


"Heaven's Judgment Fire"


__ADS_2