Hunter Adventure Isekai System

Hunter Adventure Isekai System
Ch 57. - Bekerja Sama


__ADS_3

"System tidak mungkin berbohong, jika penjelasan itu benar maka ... pasti ada dunia lain selain bumi yang aku tinggali. Gate dan monster juga tidak mungkin kebetulan muncul begitu saja, System mengatakan dunia ini melarang adanya keberadaan monster.


Jadi siapa dalang dibalik semua ini? Apa ini berhubungan dengan dunia lain itu? Akh–sial, informasi dari System masih terbatas."


Setelah berpindah tempat dari gedung Asosiasi ke kamar asramanya, Ryuga membaringkan badan diatas tempat tidur, saat ini pikirannya dipenuhi dengan pertanyaan-pertanyaan tentang kemunculan Gate dan monster.


"Benar, Summoner!" Ryuga tiba-tiba berdiri. "Summoner yang dikatakan paman Godo, dia mungkin mengetahui infomasi tentang dunia lain. Kalau tidak salah paman Godo mengatakan saat Summoner itu pertama kali muncul, dia menggunakan bahasa yang aneh.


Bahasa yang digunakannya ... mungkin bahasa dari dunia lain itu sendiri!" Meskipun hanya spekulasi semata, tetapi Ryuga sangat yakin kalau Summoner itu pasti memiliki beberapa informasi tentang dunia lain.


"Amerika ya, sepertinya aku harus mempercepat jadwal untuk pergi kesana. Apa kak Casey masih berada di Jepang? Ugh... aku merasakan firasat buruk jika menghubunginya sekarang."


Ryuga berniat menghubungi Casey untuk meminta informasi detail sistem Hunter Amerika, termasuk keluarga dan organisasi kuat yang berpengaruh disana.


Ryuga mengalihkan pandangan ke arah meja kamar, terlihat handphone miliknya sedang bergetar. "Kenapa harus orang ini ... " Ryu kemudian mengangkat telepon dari seseorang.


"Halo adikku tercinta~ Bagaimana kabarmu? Apa kamu tidak merindukan kakakmu ini? Jangan khawatir, rumah Bibi sudah aku bersihkan loh~"


"Kabarku? Ya ... aku baik-baik saja, tadi."


"Huhu jahat sekali, kamu tega mengatakan itu kepada kakak cantikmu ini?" Casey berbicara dalam panggilan dengan nada sedih.


"Baik-baik maafkan aku. Jadi, kenapa kakak tiba-tiba menghubungiku?" tanya Ryuga.


"Hem... kenapa ya? Ah, sebelum itu coba tebak kakakmu ini tidur dimana?"


"Ruang tamu?" Ryuga menjawab dengan asal.


"Salah, jawaban yang benar beberapa hari ini kakak tidur dalam kamarmu. Hehe, aku dapat menikmati bau bantal dan ranjang adikku sepuasnya!"


"Hey hey hentikan itu! Apa kakak orang yang mesum?!" Ryuga tidak habis pikir dengan tindakan kakak sepupunya itu. Firasat buruk yang dirasakan Ryu tadi ... benar-benar telah terjadi!


"Eh~tak masalah bukan? Kakak sebentar lagi pulang, seharusnya aku menikmati ini selagi bisa." Casey merajuk.


Mengabaikan tentang Casey yang tidur dalam kamar, Ryuga lalu bertanya, "Kakak akan pulang, Kapan?"


"Besok, jadwal penerbangan kakak besok malam. Sebenarnya aku menghubungimu untuk memberitahukan hal ini, kakak ingin kamu menyampaikan pesan kepada Aoi."


"Tidak, aku tidak ingin menyampaikannya."


"Er~ Kenapa?" Casey merasa bingung.


"Sebaiknya kakak menyampaikannya sendiri pada Aoi. Besok pagi, aku dan Aoi akan pulang ke rumah, jadi jangan pergi terlebih dahulu." Terlihat sedikit senyuman ketika Ryuga mengatakan itu.


"Benarkah?! Kalau begitu besok aku akan menyiapkan pesta perayaan, akan kakak buatkan masakan terbaikku!" Casey tampak gembira ketika Ryuga mengatakan hal itu.

__ADS_1


"Ada latihan hari ini, aku akan menutup panggilannya." Ryuga melihat jam yang sudah menunjukan pukul 14.00, dimana latihan yang tertunda minggu lalu akan dilanjutkan.


"Hem~ Latihan apa yang kau maksud?" tanya Casey.


"Latihan untuk turnamen antar sekolah," jawab Ryuga.


"Oh... jadi kamu mengikuti turnamen itu? Kau tahu Ryu, kakak dulu pernah masuk kedalam peringkat sepuluh besar, bukankah kakakmu ini hebat?" Casey berkata dengan bada bangga.


"Jika Ryu bisa masuk kedalam peringkat tiga besar, kakak akan memberimu hadiah."


"Hadiah?" Ryuga lagi-lagi mendapatkan firasat buruk ketika Casey mengatakan itu.


"Ryu bisa menikahi kakak dan bulan ma–"


Prak!


Sebelum Casey menyelesaikan kalimatnya, Ryuga langsung melempar keras ponselnya ke dinding. "O–orang itu sudah gila!" Ryuga mengatakan itu dengan nafas tak beraturan.


Mengambil ponsel yang ada dilantai, Ryuga menghela nafas panjang. "Sepertinya aku harus membeli yang baru." Ryuga melihat layar maupun bagian belakang ponsel retak dan sudah tidak bisa digunakan.


***


"Melawan Ryuga, apa Sensei sedang tidak bercanda?" Maki berkata dengan nada tak puas.


"Sensei tidak bercanda." Mayumi-sensei menjawab dengan yakin.


Tapi saat mendengar ada lowongan pekerjaan di akademi ini, aku memutuskan untuk berhenti dari pekerjaan lamaku, karena memang dari kecil aku memiliki mimpi menjadi seorang guru.


Semua berjalan lancar dalam beberapa bulan terakhir, hingga ada satu siswa pindahan masuk kedalam akademi. Namanya Ryuga, dia merupakan siswa khusus yang dimasukan oleh pak Direktur.


'Apa-apaan dia itu? Apa dia masih manusia? Tidak, dia monster!'


Itulah gambaran kata-kata yang ada dipikiranku tentang siswa pindahan itu.


'Dia mampu menahan beban gravitasi seberat tiga ton lebih! Apa itu mungkin? Dia masih berusia belasan tahun!'


Bahkan pak Direktur sendiri hanya bisa bertahan sampai beban berat tiga ton, mampu melebihi ketahan Hunter S+ Rank seperti pak Direktur, dia ... monster!


Tentu saja aku sudah melaporkan hal ini kepada pak Direktur, tapi apa jawabannya?


'Hahaha, tidak salah lagi kalau dia benar-benar anak Satoru!'


Begitulah jawaban dari pak Direktur, dia tidak mempermasalahkan perihal kekuatan yang dimiliki Ryuga. Tidak apa ... aku seorang guru, meskipun muridku mungkin lebih kuat dariku, sebagai guru aku akan mengajar dengan maksimal!


Itu yang aku pikirkan, tapi siapa yang ingin melawan monster seperti dia dalam latihan ini? Aku? Tentu tidak bisa karena aku sendiri hanya bertugas mengajar dan mengawasinya.

__ADS_1


Lalu terlintas sebuah ide dipikiranku.


"Bagaimana kalau kalian berdua bekerja sama melawan Ryuga."


"Bekerja sama?" Maki menoleh ke arah Elena.


"Dengannya?" Elena pun juga menoleh ke arah Maki.


"Kurasa ... untuk kali ini kita sepemikiran, benar bukan, Lena?" Maki tersenyum.


"Kau benar, Maki." Elena juga tersenyum.


'Kenapa kalian berdua terlihat kompak?'


Melihat Maki dan Elena yang biasanya seperti kucing dan tikus, Ryuga merasa heran mengapa kali ini mereka berdua bisa kompak seperti itu.


"Ryuga, apa kamu tidak keberatan?" tanya Mayumi-sensei.


"Aku tidak keberatan," jawab Ryuga.


"Baiklah, sensei akan menjauh. Latihan ini hanya untuk melatih gaya bertarung kalian bertiga agar tidak tumpul, jadi jangan berlebihan." Mayumi-sensei menjauh dari mereka bertiga.


"Baik." Ryuga, Elena dan Maki menjawab bersamaan.


"Kalian bisa mulai." Mayumi-sensei pun memulai latihannya.


Setengah jam kemudian.


"Hah~hah~hah." Maki dan Elena jatuh ketanah, nafas keduanya terengah-engah.


"Mustahil, bahkan dengan kekuatan kita berdua, dia hanya menggunakan dua teknik untuk menjatuhkan kita." Maki nampak tidak percaya.


"Meskipun aku tidak terkejut dengan hasil akhir ini, tapi kau ada benarnya." Elena menambahkan.


"Kalian berdua hebat, apa lagi teknik gabungan itu. 'Ice Storm Cage?' Kalau tidak salah itu nama tekniknya." Walaupun hanya mendapat sedikit luka, dan langsung sembuh dengan adanya regenerasi dari System, Ryuga cukup kagum dengan kekuatan gabungan Maki dan Elena.


Maki berdiri. "Apa kamu ... mencoba menghibur kami?" Maki menyipitkan kedua matanya.


"Haha, itu tidak benar." Ryuga sedikit menggaruk kepalanya yang tidak gatal.


'Kau lihat itu! Bahkan aku sendiri harus melakukan banyak usaha untuk melawan dua orang seperti Maki dan Elena, tapi dia hanya menggunakan dua teknik untuk mengalahkannya, sekarang aku yakin kalau dia benar-benar monster.


Apa ... apa aku harus pensiun menjadi guru?'


Terlihat tenang diluar, tetapi Mayumi-sensei sebenarnya merasa tertekan dari dalam. Mengajar seseorang yang bahkan lebih kuat darinya?

__ADS_1


Itu seperti mengajarkan katak untuk melompat!


.....


__ADS_2