
Tiga hari sebelum pertemuan antar Guild Master Jepang.
Selesai mengantarkan adik dan kakaknya berbelanja, Ryuga saat ini berada di dalam kantor Matsumoto Godo ketua Asosiasi Hunter Jepang.
"Jadi, ada keperluan apa ketua memanggil ku kemari?" tanya Ryuga yang sekarang memakai identitas Shinigami.
"Seperti biasanya anda tidak suka basa-basi." Matsumoto Godo menyesap teh, kemudian melanjutkan, "Sebagai ketua Asosiasi, saya meminta anda untuk ikut dalam pertemuan lima Guild besar."
"Pertemuan lima Guild besar?" tanya Ryuga bingung.
Matsumoto mengangguk. "Pertemuan ini membahas tentang turnamen antar Hunter Jepang, masalah-masalah internal maupun eksternal dunia Hunter."
"Lalu apa hubungan pertemuan itu dengan saya? Bukankah acara penting tersebut tidak mengizinkan orang luar seperti saya?"
Matsumoto menggelengkan kepala. "Tidak, saya tidak meminta anda untuk ikut langsung, tetapi saya ingin anda mengikuti pertemuan sebagai penjaga."
"Penjaga?"
"Ya, pertemuan ini akan dihadiri oleh lima Guild Master, dan setiap Guild Master pasti membawa penjaga mereka. Karena penjaga tidak di izinkan untuk masuk ke ruang pertemuan, tuan Shinigami bisa masuk kedalam bayangan saya."
'Pak tua ini ... dia cerdas, karena melihat prajurit bayangan milikku bisa memasuki bayangan seseorang, dia menyimpulkan kalau aku sendiri bisa masuk kedalam bayangan.'
"Oh~ saya mengerti apa yang ketua maksud, tapi apa tujuan anda mengundang saya dalam acara tersebut?"
Matsumoto Godo menghembuskan nafas berat. "Sebenarnya ada masalah yang bisa dibilang cukup besar. Apa tuan Shin tahu tentang Guild Asagi?"
Mendengar Guild Asagi disebutkan, Ryuga sedikit tersentak, kemudian Ryu menganggukkan kepala.
"Sebagian besar anggota Guild Asagi memiliki Job Assassin seperti tuan Shin, anda tentu tahu pekerjaan utama seorang assassin, bukan?"
"Ya, selain membunuh dengan cepat tanpa meninggalkan jejak, Hunter dengan Job Assassin bisa menjadi mata-mata dengan mengandalkan keahlian miliknya."
Ryuga tentu tahu pekerjaan seorang Assassin, jika assassin berkerja dalam party penaklukan dungeon, maka dia berkewajiban untuk memberi serangan fatal secara diam-diam saat melawan monster.
Namun berbeda jika Hunter Job Assassin bekerja untuk seseorang, dia akan dibayar untuk dua hal, membunuh manusia dan mencari informasi dengan menjadi mata-mata.
"Walaupun terkenal, tuan Shin pasti tahu reputasi Guild Blood Wolf dalam pandangan masyarakat, khusus nya para Hunter. Saya merasa Guild Blood Wolf sedang merencanakan sesuatu, jadi seminggu terakhir saya meminta Guild Asagi untuk mengawasi pergerakan Guild Blood Wolf.
Dan kemarin, saya mendapat laporan bahwa Guild Blood Wolf sedang merekrut Hunter dengan jumlah banyak."
"Apa ada yang aneh tentang hal itu?"
"Jika mereka merekrut Hunter pemula maka itu bukanlah hal aneh tuan Shin, tetapi dari laporan Guild Asagi, anggota baru yang direkrut Guild Blood Wolf setidaknya memiliki kekuatan Hunter Rank C+ ke atas.
Saya khawatir Guild Blood Wolf sedang merencanakan hal buruk, lalu tujuan saya meminta tuan Shin ikut serta dalam pertemuan adalah—"
"Cukup ketua." Ryuga tiba-tiba memotong perkataan Matsumoto Godo dengan mengangkat tangan kanan.
"Kenapa tuan Shin, apa anda menolak permintaan saya?" tanya Matsumoto Godo bingung.
Ryuga mengambil cangkir yang ada dimeja menggunakan tangan kanan, kemudian Ryu berkata, "Tidak, bukan begitu yang saya maksud ketua."
__ADS_1
"Lalu—"
Ryuga menyesap teh sampai menimbulkan suara dan membuat Matsumoto Godo terdiam, dari balik topeng hitam yang Ryu kenakan, ia tersenyum menyeringai.
Setelah beberapa saat, Ryuga telah menghabiskan teh yang ada didalam cangkir, namun Ryu belum meletakan cangkir tersebut kembali ke atas meja.
Dengan memandangi cangkir teh yang telah habis diminumnya, Ryuga bertanya, "Apa ketua benci hama seperti tikus?"
"Apa yang—" Matsumoto Godo menganggukkan kepala. "Kebanyakan orang membenci hama seperti tikus, termasuk saya sendiri."
Meskipun merasa bingung dengan pertanyaan aneh Ryuga, Matsumoto Godo tetap menjawab nya tanpa ragu.
Ryuga memegang cangkir teh dengan erat. "Baiklah, kalau begitu saya akan membantu ketua membersihkan tikus-tikus diluar."
Setelah mengatakan itu, bayangan dibawah kaki Ryuga melonjak naik ke atas dan menelan seluruh tubuh Ryuga. Dibawa rasa kebingungan Matsumoto Godo, Ryu telah menghilang bersama dengan bayangan hitam yang menelan tubuhnya.
*
Dilantai teratas bangunan tinggi, 100 meter dari gedung Asosiasi, Ryuga muncul dengan mengantikan prajurit bayangan yang telah dikirimnya.
'Artefak untuk bersembunyi, kah?'
Dihadapan Ryuga saat ini terlihat kubah transparan yang terbuat dari energi mana, kubah tersebut berbentuk setengah lingkaran dan memiliki ruang yang cukup luas.
'Jika tak melihatnya secara langsung, aku sendiri tidak akan bisa menemukan tikus-tikus ini. Tapi yah ... keberuntungan kalian sungguh buruk, aku memiliki System sebagai GPS bersamaku.'
Ryuga melangkahkan kaki kedepan, sedikit mengangkat tangan kiri, Ryuga memukul kubah transparan hanya dengan menggunakan kekuatan fisik.
Klak! Klak!
Pyar!
Seketika kubah transparan retak dan pecah, dari dalam kubah tersebut, terlihat tiga orang yang menggunakan jubah hitam dan topeng tengkorak menutupi wajahnya.
"Ke–te–mu, waktunya untuk berjaga tikus-tikus kecil."
Tiga orang yang memakai topeng tengkorak itu terkejut, memutar tubuhnya kebelakang, mereka menemukan seseorang yang memakai setelan hitam lengkap dengan topeng hitamnya.
Ketiga orang itu juga merasa aneh, pasalnya mereka melihat cangkir teh kosong yang dipegang orang bersetelan hitam tersebut.
"Siapa? Kau bukan anggota dari kelompok kami!" kata salah satu dari tiga orang tersebut.
Ryuga hanya diam tak menjawab, kemudian Ryu melihat ke arah orang berjubah yang memakai topeng tengkorak dengan tanduk diatasnya.
"Oho~ Jadi kamu orang yang sering mengawasi ku."
"Apa kita pernah bertemu sebelumnya?" tanya orang yang memakai topeng tengkorak bertanduk, dia terlihat sangat mewaspadai Ryuga.
"Kau juga membunuh Suzu, bahkan mengambil handphone nya, Hem ... akan kuberi sedikit pelajaran untuk mu."
Menyelesaikan kalimatnya, Ryuga kemudian melesat cepat ke depan. Ketiga orang bertopeng tengkorak tersentak, mata mereka sulit mengikuti kecepatan gerak Ryuga.
__ADS_1
Terkecuali orang yang memakai topeng tengkorak bertanduk, matanya memang bisa mengikuti pergerakan Ryuga, tetapi dirinya tidak sempat merespon apa yang dilakukan Ryuga selanjutnya.
"Kheuhk!!"
Ryuga memukul perut orang yang memakai topeng tengkorak bertanduk menggunakan tangan kiri, dengan Strength yang dimilikinya saat ini, Hunter Rank B+ sekalipun akan pingsan jika terkena pukulan nya.
[Ding]
[Quest Tahunan Terbuka: Bunuh Semua Hunter Buronan/Kriminal Tingkat Internasional (1/20]
[Hadiah: 100.000.000 Poin System, ???, ???]
'Apa orang ini salah satu Hunter buronan?'
Sebelumnya Ryu telah bertanya kepada System, bagaimana cara menemukan Hunter-Hunter buronan. Ternyata caranya cukup mudah, System akan memberi notifikasi jika Ryu berada dalam jangkauan 5 meter dari Hunter buronan, dan jarak itu akan meluas dengan cara mengupgrade versi System.
"Hem~ Sepertinya kamu tikus besar disini."
Melihat orang bertopeng dengan tanduk itu masih bisa bertahan, Ryuga menebak kalau setidaknya orang ini adalah Hunter Rank A+ ke atas.
Orang bertopeng dengan tanduk mundur menjaga jarak. "Pergi! Sampaikan informasi tadi kepada Guild Master! Aku akan menahan baji*ngan ini!" teriak orang bertopeng tengkorak bertanduk kepada rekannya.
"Mau kabur? Apa kau pikir aku akan membiarkannya begitu saja?"
Ryuga mengangkat tangan kanan yang masih memegang cangkir teh, dengan kekuatan penuh fisiknya, Ryu melemparkan cangkir teh kepada salah satu orang berjubah yang ingin kabur.
PYAR!
Cangkir teh mengenai kepala salah satu orang berjubah, seketika orang itu pingsan ditempat, entah dia masih dalam keadaan hidup atau mati.
"Ah, headshot!" kata Ryuga dengan pura-pura terkejut. "Semoga dia tidak mati, aku harus mendapat beberapa informasi dari orang-orang ini," lanjut Ryuga berharap.
"Sialan! Kau meremehkan kami!" Orang yang memakai topeng tengkorak bertanduk melesat ke arah Ryuga, dengan seluruh tubuh yang sudah diperkuat energi mana, orang bertopeng tengkorak bertanduk mengayunkan tendangan mengarah ke kepala Ryuga.
PLAK!
Akan tetapi, Ryuga menahan tendangan orang itu dengan mudahnya, kemudian Ryu menangkap kaki dan melemparkan orang tersebut ke atas.
Orang bertopeng dengan tanduk itu mendarat dengan tenang, kemudian dia tertawa, "Hahaha, kau pasti berniat menangkap kami, sayang nya kamu tidak akan berhasil!"
"Apa itu tentang rekanmu yang berhasil kabur?" tanya Ryuga kepada orang bertopeng tengkorak dengan tanduk.
"Benar! Kamu tidak akan bisa mengejarnya karena ada aku disini!" ucap orang bertopeng tengkorak itu dengan percaya diri.
Ryuga menunjuk ke arah salah satu dari tiga orang berjubah yang berhasil kabur. "Dari awal aku tidak ingin mengejarnya."
"Apa yang kau maksud?!"
Orang bertopeng tengkorak dengan tanduk menoleh ke arah yang ditunjuk oleh Ryuga, betapa terkejutnya dia ketika melihat kilatan petir berwarna putih, kilatan itu melesat sangat cepat menuju arah rekannya yang berhasil kabur.
"Baiklah tikus besar, sekarang hanya tersisa kau dan aku. Jadi, waktunya melanjutkan permainan yang tertunda."
__ADS_1
>Bersambung