Hunter Adventure Isekai System

Hunter Adventure Isekai System
Ch 26. - Kunci Dungeon


__ADS_3

[Ding]


[Host Telah Menciptakan Teknik Baru:Darkness Sword-Slash]


[Ding]


[Host Mendapatkan Hadiah 200 Poin System]


"Hadiah?" Mendengar suara notifikasi dari System Ryu sedikit terkejut, tidak menyangka kalau menciptakan sebuah teknik baru akan mendapatkan hadiah poin dari System.


Hehe, setelah pertandingan membosankan ini berakhir, aku akan menciptakan banyak teknik untuk mendapatkan poin dari System.


Dua mata Ryuga berkilauan seperti ada bintang-bintang kecil didalamnya, dipikirannya Ryu membayangkan suara notifikasi perolehan poin yang di dapatnya dengan menciptakan teknik-teknik baru.


Sementara Ryuga yang masih hanyut dalam lamunannya, terlambat menyadari dampak yang disebabkan oleh serangannya itu.


Tepat setelah Ryuga menebaskan katana nya, muncul siluet bulan sabit berwarna hitam yang mengeluarkan aura penuh tekanan.


Tombak dengan siluet naga api yang dilemparkan Takeo tadi pun bertabrakan dengan serangan Ryuga, tapi apa yang terjadi bukanlah harapan dari semua orang, karena tombak Takeo terbelah dengan sangat mudah menjadi dua bagian oleh siluet bulan sabit berwarna hitam itu, namun serangan Ryuga belum berhenti setelah membelah tombak Takeo dan masih melesat maju ke depan.


Takeo yang melihat siluet bulan sabit yang berwarna hitam itu terdiam ditempat, bukan karena dia sengaja tidak menghindar, tapi aura penuh tekanan itu membuatnya tidak bisa bergerak sama sekali.


Bukan hanya Takeo yang tidak bisa bergerak, tapi semua anggota komite kedisiplinan yang menonton juga terdiam tidak bergerak karena aura penuh tekanan dari siluet itu, tapi tidak untuk Maki, Maki masih bisa bergerak walaupun gerakannya terbatas.


Siluet bulan sabit berwarna hitam itu terus melaju ke depan dengan kecepatan tinggi tanpa memperdulikan apapun. Takeo berkeringat dingin, ia menutup kedua matanya seakan pasrah jika hari ini adalah hari kematiannya.


Sial, jika aku tahu bocah itu sekuat ini maka lebih baik menjadikannya sebagai teman.


Takeo menggerutu dalam hati, ia sangat menyesal karena sudah menantang Ryuga bertarung dengan dirinya. Ya, sekarang Takeo benar-benar memakan kata-katanya sendiri, itu terlihat jelas karena Ryuga jauh lebih kuat dari pada dirinya.


Namun dewi keberuntungan mungkin masih berpihak pada Takeo, karena nyatanya siluet bulan sabit berwarna hitam itu tidak kunjung mengenainya.


Gluk.


Takeo menelan ludah mencoba membuka matanya perlahan untuk melihat apa yang sedang terjadi, saat matanya benar-benar terbuka, ia melihat Ryuga yang masih dalam kuda-kuda menebaskan katana nya.


"A-aku masih hidup." Takeo menghirup nafas lega, tapi kemudian ia merasa aneh, karena serangan Ryuga tadi jelas-jelas mampu untuk membunuh dirinya dalam sekejap.


Merasa aura penuh tekanan telah menghilang, Takeo bergerak melihat baju bagian atasnya yang menghilang sebagian memperlihatkan badan gemuknya, merasa serangan Ryuga tidak mengenai dan hanya melewati dirinya, Takeo lalu melihat kebelakang.


Betapa sangat terkejutnya Takeo melihat tempat bangku arena penonton yang telah terbelah sangat rapi. Ya, arena utama akademi Kyosai yang besarnya hampir setara dengan stadion sepak bola terbelah oleh serangan Ryuga.

__ADS_1


Saat itu juga Takeo terjatuh duduk, badannya terasa sangat lemas. "Hahaha." Takeo tertawa pelan dengan nada putus asa, karena ia ragu, tidak ada satupun murid di Akademi yang mampu menahan serangan yang dilakukan oleh Ryuga tadi.


Semua anggota komite kedisiplinan termasuk juga Maki juga demikian, badannya terasa lemas saat melihat efek yang ditimbulkan serangan Ryuga itu mampu membelah arena utama Akademi.


Pada umumnya, suatu serangan sihir entah apapun itu akan memunculkan efek suara, baik sesudah maupun sebelum mengenai target serangan, tapi tidak dengan serangan Ryuga tadi, diawal sampai akhir hanya ada keheningan, dan selanjutnya yang terjadi arena utama Akademi terbelah sangat rapi tanpa menimbulkan suara, benar-benar aneh!


"Pemenangnya adalah Ryuga, sekarang Ryuga resmi bergabung dan menjadi wakil ketua komite kedisiplinan!." Maki berkata dengan sedikit berteriak semangat mengumumkan kemenangan Ryuga, memecah suasana yang hening.


"OOHHH HEBAT."


"LUAR BIASA."


Semua anggota komite kedisplinan bertepuk tangan dan bersorak memuji kehebatan Ryuga.


Mendengar sorakan-sorakan yang ditujukan padanya, Ryuga tersadar dari lamunan. "Huh, kenapa mereka semua berteriak?." Ryuga berkata dengan nada heran, lalu ia segera melihat keadaan Takeo dan sekitarnya.


"A-apa ini semua akibat serangan ku tadi?." Ryuga sendiri juga terkejut melihat dampak yang disebabkan oleh teknik barunya tadi.


[Ding]


[Host Telah Menyelesaikan Quest Harian]


[Ding]


[Ding]


[Penyelesaian Quest Pertama, Mendapatkan Kunci Dungeon Rank C]


Tiga kali suara notifikasi System terdengar ditelinga Ryuga, mendengar suara notifikasi terakhir Ryuga bingung tidak tahu kunci dungeon apa yang dimaksud, Ryuga hendak bertanya kepada System, namun mendengar suara langkah kaki mendekat, Ryuga mengurungkan niatnya.


"Ano... aku minta maaf karena sudah meremehkan mu Ryuga-san." Ryuga sedikit terkejut mendengar Takeo membungkuk meminta maaf, dan sikapnya yang telah berubah drastis.


"Ah... tidak apa-apa." Ryuga membalas dengan sedikit tersenyum tanpa ada kebohongan, karena bagaimanapun Ryuga juga mendapatkan tambahan poin System berkat pertarungannya dengan Takeo tadi.


"Kalo begitu aku pergi dulu Ryuga-san." Melihat Ryuga seperti tidak dendam kepada dirinya, Takeo merasa lega lalu segera berpamitan kepada Ryuga.


Ryuga hanya diam tidak membalas, melihat Takeo pergi Ryuga bergumam, kenapa aku merasa ada yang aneh dengan sikap Takeo, sikapnya benar-benar berubah.


"Selamat sayang." Maki tiba-tiba memeluk tangannya dan membuat Ryuga sedikit tersentak, menggeleng kepala ringan Ryuga lalu melepaskan tangan Maki.


"Bisakah kamu tidak memanggilku begitu?." Ryuga tentu risih dengan itu, bukan karena risih dipanggil sayang atau tiba-tiba dipeluk seperti tadi, tapi risih dengan tatapan iri para laki-laki anggota komite kedisiplinan, jika itu hanya anggota komite kedisplinan Ryuga tak masalah, tapi jika diteruskan, dimana pun akan menjadi kebiasaan Maki memanggilnya begitu, membuat para laki-laki iri dengannya!

__ADS_1


"Eh... itu tidak bisa." Maki pun langsung menolak, dan sekali lagi ia memeluk tangan Ryuga.


"Terserah lah." Ryuga hanya bisa menghela nafas panjang melihat sikap Maki, tapi entah kenapa Ryuga tidak membenci ini.


"Ryuga-san."


"Ryuga-kun!."


Terdengar suara teriakan tidak asing memanggil Ryuga.


Ryu melihat Shoko, Yato, dan Sakura menghampiri dirinya dan Maki yang masih memeluk tangannya.


"Oh... kalian, ada apa?" Ryuga bertanya.


"A-apa yang sedang kalian lakukan?!." Shoko ingin menjawab Ryuga, tapi Sakura lebih dulu bertanya saat melihat Maki yang sedang memeluk tangan Ryuga.


Ryuga tersentak kemudian melepaskan tangan Maki, "Karena lelah setelah pertarungan tadi, aku akan pergi ke kamar untuk beristirahat." Setelah mengatakan itu Ryuga pergi dengan kecepatan penuhnya meninggalkan mereka berempat.


**


Di asrama laki-laki depan kamar Ryuga.


"Akan merepotkan jika aku tetap berada disana." Ryuga menghela nafas lalu membuka pintu kamarnya.


"Sepertinya Kei-san belum kembali."


Memasuki kamar Ryuga lalu membersihkan dirinya, selesai membersihkan diri Ryuga melompat dan berbaring diranjang.


Ryuga tidak perlu kembali ke kelas, karena kelas S hanya akan dimasuki oleh wali kelas mereka ketika ada pengumuman atau kegiatan-kegiatan penting lainnya, berbeda dengan kelas-kelas lainya, kelas S hanya memiliki satu guru dan itu adalah wali kelasnya sendiri, tapi untuk memasuki kelas S juga tidak mudah karena ada beberapa ujian dan tes yang sangat sulit.


Benar-benar membuat kelas lain begitu iri!


"System, jelaskan tentang kunci dungeon ini?." Ryuga berbaring diranjang dengan memegang sebuah kunci berwarna hijau ditangannya.


[Kunci Dungeon Adalah Alat Untuk Memasuki Dungeon, Host Dapat Membuka Dan Memasuki Dungeon Dengan Kunci Ini]


[Syarat: Harus Ada Pintu Sebagai Perantara]


Mendengar ini Ryuga tersenyum, jalan untuknya bertambah kuat semakin mudah, ya tidak bisa dibilang mudah karena harus melawan monster-monster.


Aku akan segera bertambah kuat untuk melindungi orang yang ku sayangi, dan juga untuk mencari obat untuk ibu.

__ADS_1


Dalam hatinya Ryuga memantabkan tujuannya untuk bertambah kuat demi melindungi orang-orang yang berharga baginya.


Dengan begitu, langkah awal takdir yang harus ditanggung oleh Ryuga dimulai!


__ADS_2