
Dengan melepaskan Magic Wand ditangan, Aki membatalkan sihirnya, ia lalu jatuh terduduk. "Ki-kita berhasil!" Ucapnya dengan lemas. Setelah kejadian yang dialaminya, Aki benar-benar sangat kelelahan.
Tentu bukan lelah secara fisik, melainkan lelah secara mental. Teman yang satu pergi berkhianat, dan satu lagi pergi mati mengorbankan nyawanya untuk keselamatan dirinya maupun kakaknya.
Hal itu jelas sangat menguras mental Aki. Akane pun juga merasakan hal yang sama dengan adiknya, dia yang melihat dengan mata kepalanya sendiri kalau rekan tim nya berkhianat dan satunya mengorbankan nyawa, kejadian itu benar-benar membuatnya tertekan.
Melihat bagaimana adik dan kakak itu jatuh terduduk, Ryuga bisa mengerti kalau mereka berdua sedang kelelahan. Karena jarak antara dirinya dengan Akane cukup dekat, Ryuga lalu berjalan menghampiri Akane terlebih dahulu.
"Apa kau baik-baik saja, Akane?" Sampai dihadapan Akane, Ryuga lalu mengulurkan tangan kanannya.
"I-iya, a-aku baik-baik saja." Entah kenapa Akane menjawabnya dengan nada gugup. Kemudian ia mencoba untuk meraih tangan Ryuga.
Ketika kedua tangan Ryuga dan Akane bertemu, tiba-tiba terjadi sesuatu hal yang mereka berdua tidak menduganya sama sekali. Terjadi getaran kecil pada permukaan Es yang mereka pijak, kemudian.
Krak Krak Krak
Pyar!
Permukaan Es yang mereka kira adalah tanah membeku pun retak dan hancur seperti suara kaca pecah, tidak sempat merespon, Akane dan Ryuga langsung jatuh ke bawah permukaan Es tersebut.
Karena Akane sedang dalam posisi duduk, ia pun jatuh terlebih dahulu ke bawah. Akan tetapi, dengan refleknya Ryuga menarik tangan Akane hingga membuatnya bertukar posisi.
Jika tadi Akane berada dibawah, sekarang malah sebaliknya Ryuga yang berada dibawah.
Bruk!
"Ugh ... apa kau tidak apa-apa, Akane?" Tanya Ryuga dengan tubuh yang berada dibawah Akane, matanya terpejam menahan sedikit rasa sakit karena punggungnya menghantam dasar permukaan Es itu.
Tidak mendapat jawaban, Ryuga kemudian membuka mata, hal pertama yang ia lihat adalah wajah Akane yang sedang memerah. "A-ada apa?" Tanya Ryuga yang merasa bingung.
Mendengar pertanyaan Ryuga, Akane menggertakkan gigi, ia tampak marah. Melihat Akane sama sekali tidak menjawab, Ryuga lalu mencoba menggerakkan kedua tangan nya. "Apa ini?" Kedua tangan Ryuga memegang sebuah benda yang sangat kenyal dan lembut. "Slime?"
Mengalihkan pandangan arah tangan nya, kemudian Ryuga tertegun sejenak, ia benar-benar sangat terkejut. "Ma-maaf–"
PLAK!
"Humph!" Akane kemudian beranjak berdiri, dengan memalingkan wajahnya, ia mendengus kesal.
__ADS_1
Ah ... sial, sepertinya aku terlalu berlebihan menggunakan sihir petir tadi.
Dengan menggunakan kedua tangan sebagai penopang, Ryuga pun juga beranjak berdiri.
"Apa kalian baik-baik saja?" Terdengar suara Aki dari atas permukaan Es.
Melihat Akane yang masih kesal itu tidak menjawab pertanyaan adiknya, Ryuga pun membalas, "Ya, kami baik-baik saja."
"Wah ... kalian menemukan harta karun!" Aki berkata dengan nada terkejut ketika melihat ke bawah.
Mendengar itu, Ryuga dan Akane memandang sekeliling. Dan benar saja, dalam sekilas mereka berdua bisa melihat tumpukan koin emas dan beberapa Artefak tingkat tinggi maupun rendah.
"Kau bisa mengambil semua ini, aku hanya akan menyimpan batu kristal kadal Es tadi." Setelah mengatakan itu Ryuga melompat keluar dari lubang tempat ia dan Akane terjatuh. Karena kedalaman lubang hanya berkisar 7 meter, cukup mudah untuk Ryuga melompat ke atas hanya dengan menggunakan kekuatan fisik.
Mengalihkan pandangan ke tempat Ryuga berdiri tadi, Akane menghembuskan nafas berat. Dengan menggembungkan kedua pipinya dan sedikit air mata yang keluar, Akane bergumam pelan, "Mesum!"
Beberapa menit kemudian, Akane yang sudah mengambil semua harta yang ada didalam lubang tempat ia terjatuh kini sudah berkumpul bersama Ryuga dan Aki.
Memakai topeng hitamnya kembali, Ryuga berkata dengan nada tenang kepada Aki dan Akane, "Setelah keluar dari Dungeon ini, aku akan langsung kembali. Lalu, jangan lupakan janji kalian berdua."
Sebagai balasan, Aki dan Akane mengangguk-angguk kecil patuh. "Baiklah, mari kita kembali," ucap Ryuga dengan berjalan keluar dari Gua, lalu di ikuti oleh Aki dan Akane dari belakang.
Salah satu orang yang berjaga maju ke depan. "Kenapa hanya nona Akane dan nona Aki yang keluar?" Tanya salah satu anggota Guild Dragon itu.
Mendengar itu Akane mengerutkan kening. "Tidak, kami bersama—" Akane menolehkan kepala kebelakang, ia terkejut karena tidak melihat keberadaan Ryuga, sedangkan portal masuk Dungeon telah tertutup sesudah mereka keluar.
"Aki, dimana Shin?" Tanya Akane.
"Dia langsung pergi ketika keluar dari portal," jawab Akane yang memang tahu dengan Skill Sensorik miliknya kalau Ryuga tiba-tiba menghilang sesaat sudah keluar dari portal Dungeon.
"Ah ... begitu." Terdengar nada lemas saat Akane mengatakan itu.
***
Dengan menggunakan 'Shadow Exchange', Ryuga saat ini telah berada didalam kamar asramanya. Membuka topeng, Ryu lalu memandang ke arah cermin yang ada dikamar, Ryuga bisa melihat sebuah cetakan tangan berwarna merah di pipi kanan nya.
Mengalihkan pandangan ke kedua tangan, Ryuga lalu menggerakkan jari-jarinya. "G Cup? Atau mungkin I Cup? Entahlah ... " gumam Ryuga dengan suara pelan.
__ADS_1
Membuka Iventory System, Ryuga lalu mengambil hadiah dari penyelesaian Quest tersembunyi. "Pedang yang bagus," ucap Ryuga dengan menarik pedang Kristal Es yang baru saja ia ambil.
Ketika Ryuga menarik pedang Kristal Es dari sarungnya, Ryu bisa merasakan hawa dingin yang bahkan lebih dingin dari suhu udara saat berada dalam ruangan Ice Lizard tadi.
Mengembalikan pedang Kristal Es ke sarungnya, Ryuga kemudian mengambil sebuah buku. "Lalu untuk buku teknik?" Ryuga membuka buku teknik penguasaan sihir Es tingkat tinggi. Membaca lembar demi lembar, setelah beberapa menit Ryuga menutup bukunya.
"Baiklah, aku sudah memahami dasar-dasar penggunaan sihir Es tingkat tinggi ini. Kemudian ... System, dimana hadiah Frozen Ice Body milikku?" Tanya Ryuga kepada System.
[Frozen Ice Body Merupakan Sebuah Tubuh Yang Memiliki Kecocokan Tinggi Terhadap Pengguna Sihir Elemen Es: Pengguna Bisa Mengontrol Sihir Elemen Es Dengan Bebas]
[Apa Host Ingin Menggabungkan Frozen Ice Body Dengan Tubuh Host?]
[Ya/Tidak]
Ryuga mengangguk mengerti, jika ia bisa menggunakan sihir tanpa Casting atau rapalan, itu akan sangat menguntungkan bagi dirinya.
"Ya, gabungkan Frozen Ice Body dengan tubuhku."
[Menggabungkan Frozen Ice Body Ke Tubuh Host]
[1%...20%...40%...50%...70%...99%...100%]
[Penggabungan Berhasil]
[Ding]
[Mendapatkan Skill Baru: Ice Domain: Unlimited Ice Storm]
Selesai penggabungan dengan Frozen Ice Body, terlihat sedikit uap dingin yang keluar melalui tubuh Ryuga. Nampak jelas perbedaan saat berhasil menggabungkan Frozen Ice Body itu, warna kulit yang awalnya hanya berwarna putih seperti orang-orang pada umumnya, sekarang kulit Ryuga berubah menjadi putih pucat.
Dan tentu saja, Ryuga menjadi lebih tampan dari sebelumnya.
Mengangkat tangan kanan sejajar dengan dada, Ryuga lalu mengepalkannya. Tiba-tiba dibawah kaki Ryuga muncul Es yang melapisi lantai ruangan, tidak sampai disitu saja, Es yang melapisi lantai ruangan itu terus merambat hingga menutupi seluruh ruangan kamarnya.
"Hem ... lumayan." Setelah mengatakan itu, Ryuga kemudian melepas kepalan tangan kanannya, seketika Es yang melapisi seluruh kamar hilang begitu saja seperti memang tidak pernah ada Es muncul diruangan ini.
....
__ADS_1