Hunter Adventure Isekai System

Hunter Adventure Isekai System
Ch 52. - Artefak Modern


__ADS_3

Setelah berpindah tempat menggunakan 'Shadow Exchange', Ryuga sekarang berada didalam kamar asramanya.


"Hey, lepaskan aku!" Begitu sampai, Ryuga ingin segera melepaskan tangan yang merangkul leher Elena, namun sebelum itu terjadi, Elena tiba-tiba melingkarkan kedua tangan memeluk Ryu dengan erat.


"Kenapa? Bukankah kamu yang memulai ini terlebih dahulu?" Elena berbicara dengan kepala yang masih terbenam didalam dada Ryuga.


"Itu karena situasi mendesak." Ryuga berkata dengan mendongakkan kepala keatas, karena jika sekali saja Ryu melihat kebawah, maka dagunya akan bersentuhan dengan kepala Elena.


"Moo~" Dengan sedikit menggembungkan kedua pipinya tampak tak puas, Elena kemudian melepaskan kedua tangan dari badan Ryuga.


Tok Tok Tok


"Ryu, apa kamu ada didalam?"


Ryuga hendak menghela nafas lega ketika Elena melepaskan tangannya, tetapi saat mendengar suara seorang gadis yang tak asing memanggil, Ryu langsung menghirup nafas dingin merasakan firasat tidak nyaman.


"Siapa itu?" Mendengar suara seorang gadis mencari Ryuga, Elena menjadi sedikit penasaran. Tanpa menunggu persetujuan dari pemilik ruang asrama, Elena berjalan keluar dari kamar dan menghampiri pintu masuk ruangan asrama.


"Ternyata kamu, gadis bar-bar." Begitu sampai didepan pintu, Elena lalu membukanya. Melihat siapa yang mencari Ryuga, Elena sedikit terkejut, karena gadis itu adalah seseorang yang sangat Elena kenal.


"Le-na, Hah? Siapa yang kau sebut dengan gadis bar-bar?!" Maki meninggikan suaranya, dia tampak tersinggung karena Elena mengatakan hal tersebut, yah ... tapi itu adalah fakta yang ada.


"Tunggu tunggu tunggu. Sebelum itu, apa yang sedang kamu lakukan didalam ruangan Ryuga?" Maki menatap Elena dengan penuh rasa penasaran.


Melihat bagaimana Maki tampak cemas sekaligus sangat penasaran, Elena menaikkan sudut bibirnya. "Apa kamu benar-benar ingin tahu?" Elena bertanya dengan menatap Maki menggunakan mata kanan dan menutup mata kirinya.


Tatapan mata Maki menjadi tajam, dia sudah tidak bisa menahan rasa keingintahuannya. Melangkahkan kaki ke depan, Maki menerobos masuk kedalam ruang asrama Ryuga.


Menolehkan kepala kesamping kanan dan kiri, Maki menemukan seseorang yang sedang ia cari baru saja keluar dari kamar. "Maki, apa kamu mencariku karena latihan khusus itu?" Keluar dari kamar dan mengunci pintunya, Ryuga melihat Maki yang sudah berada didalam ruangannya.


Maki diam tidak menjawab, kemudian ia berjalan ke arah Ryuga dengan langkah kaki berat, sampai dihadapannya Maki lalu menepuk dan memegang kedua pundak Ryuga dengan cukup keras.


"A-ada apa?" Masih tidak ada jawaban, Maki menunjukkan tatapan tajam ke arah Ryuga, hal itu membuat Ryu hampir menelan ludahnya sendiri.


Maki menatap lekat mata Ryuga dengan ekspresi serius. "Kenapa gadis licik itu ada disini." Maki menunjuk ke arah Elena yang menghampiri mereka berdua.


"Maksud kamu Elen? Dia–"


"Jangan ganggu Ryuga, dia lelah karena telah melakukan itu sepanjang hari." Elena menyela penjelasan dari Ryuga.


Mendengar perkataan Elena barusan, wajah Maki seketika memerah, saat ini ia sedang membayangkan apa saja yang telah dilakukan Ryuga dan Elena sepanjang hari ini.


"Hey, perkataanmu tadi bisa membuat orang lain salah paham!" Ryuga tidak habis pikir dengan isi kepala Elena.


"Tapi bukankah itu benar?" Elena mengucapkan itu dengan memasang ekspresi polos diwajahnya. Sebenarnya yang diucapkan Elena tidak ada yang salah, karena Ryuga mungkin merasa lelah setelah bertarung melawan ayahnya tadi.

__ADS_1


"Maki dengar, semua yang dikatakan Elen itu hanyalah–ugh!"


Terlihat urat-urat menonjol pada wajah Maki, ia lalu berkata dengan memiringkan kepala dan menutup kedua matanya sambil tersenyum.


"Sepanjang hari? Lalu 'Elen'? Nah Ryu-kun ... bisakah kamu menjelaskan itu semua?" Maki mencengkram erat pundak Ryuga, namun kali ini terkandung energi mana pada kedua tangannya.


"Ba-baiklah." Ryuga menganggukkan kepala, ia sedikit gugup karena biasanya Maki tidak pernah membuat ekspresi seperti itu.


Maki melepaskan kedua tangan dari pundak Ryuga. "Hemph!" Lalu ia mendengus kesal dengan mengalihkan pandangan.


Beberapa saat kemudian, Ryuga telah menceritakan awal ia bertemu dengan Elena sampai saat ini, tentu saja Ryu hanya menjelaskan seperlunya kepada Maki.


Maki menghela nafas lega. "Begitu ya." Kemudian ia menatap Elena lalu melanjutkan, "Kau cukup akrab dengan Ryu-kun, gadis licik."


"Kau juga, gadis bar-bar." Elena membalas ucapan Maki dengan tatapan sengit. Maki dan Elena saling menatap tajam, dalam otak mereka berdua terlintas sebuah pemikiran yang mungkin dapat membuat Ryuga tidak bisa berkata-kata.


Tunggu saja, aku akan menjadi orang pertama yang mencuri hatinya.


"Kalian berdua, bukankah kita ada latihan hari ini?" Merasakan suasana yang tidak begitu nyaman, Ryuga segera mengingatkan sesuatu yang cukup penting kepada Elena dan Maki.


"Oh benar, Mayumi-sensei telah menunggu kita diruang tempat latihan khusus akademi." Maki mengalihkan pandangan ke arah Ryuga.


"Tunggu apa lagi, ayo." Ryuga lalu melangkahkan kaki pergi meninggalkan ruangan. Maki dan Elena sesaat saling memandang satu sama lain, mereka berdua menampakan senyum misterius.


"Hemph." Maki mendengus pelan, lalu pergi meninggalkan ruangan mengikuti Ryuga. Elena pun juga pergi meninggalkan ruangan, terlihat sedikit senyuman yang masih terpatri diwajahnya, entah kenapa kali ini Elena tidak memasang ekspresi datar kepada seseorang selain Ryuga.


**


"Apa ini?" Sampai diruang tempat latihan khusus akademi, tanpa basa-basi Mayumu-sensei memberikan masih-masing sebuah gelang yang terbuat dari besi kepada Ryuga, Elena, dan Maki.


"Kalian bisa menyebut ini 'Artefak Modern', alat ini bisa memantau kondisi tubuh manusia dari layar monitor, jika seseorang yang memakai gelang ini terluka ataupun tidak memungkinkan untuk bergerak sama sekali, maka gelang ini dengan otomatis memberikan healing (penyembuhan) dan barrier sihir kepada si pengguna.


Tidak hanya itu, gelang ini juga dapat memberi arahan apa yang harus dilakukan jika kalian menerima damage ataupun luka serangan, jadi alat ini benar-benar akan sangat membantu seorang Hunter." Mayumi-sensei menjelaskan dengan memegang sebuah layar Tablet yang cukup besar ditangan.


Ryuga, Maki, dan Elena mengangguk paham setelah mendengar penjelasan dari Mayumi-sensei, kemudian mereka bertiga memakai gelang besi tersebut pada tangan kiri masing-masing.


KLAK


Seperti suara borgol tertutup, gelang besi itu dengan otomatis menutup dan menyesuaikan ukuran tangan pengguna.


[X2050 ACTIVE], MEMULAI SINKRONISASI.


TING


SINKRONISASI BERHASIL, [X2050 ON] SEDANG MEMERIKSA KONDISI TUBUH.

__ADS_1


TING


TIDAK ADA KERUSAKAN PADA TUBUH TERDETEKSI.


TING


[X2050] TERSAMBUNG PADA TABLET [XA9], MENGINPUT DATA KE TABLET [XA9].


TING


[X2050] BERHASIL MEMINDAHKAN DATA.


Walaupun berbeda dengan notifikasi System milikku, tapi alat ini lumayan bagus karena diciptakan oleh tangan manusia, juga meskipun gelang ini terbuat dari besi ... tetapi terasa sangat ringan.


Dalam hatinya Ryuga memuji seseorang yang menciptakan gelang ini, karena jika gelang ini sudah dijual secara massal dan dipublikasikan, maka alat tersebut bisa mengurangi resiko kematian seorang Hunter saat penaklukan Dungeon.


"Gelang itu sudah disetel menjadi bahasa Jepang agar lebih mudah dipahami. Baiklah, mari kita mulai latihan hari ini.


Latihan pertama adalah pengujian terhadap ketahan tubuh kalian, kedua melakukan pertarungan langsung, dan yang terakhir nanti kita akan memasuki Dungeon untuk melakukan Raid. Apa kalian mengerti?" Mayumi-sensei berkata dengan melihat Tablet yang ada ditangannya.


"Kami mengerti," jawab Ryuga, Elena, dan Maki secara bersamaan.


"Sekarang ikuti aku." Mayumi-sensei berjalan ke arah sebuah tabung besar yang terbuat dari baja, tabung itu sendiri ada diruangan tempat latihan khusus akademi.


Tabung tersebut memiliki ukuran yang besar, dengan lebar kesamping 3 meter dan tinggi sekitar 5 sampai 7 meter, tabung tersebut cukup luas untuk dimasuki manusia.


***


Guild Blood Wolf Jepang.


"Apa benar kalau anak itu masih hidup?" tanya Guild Master Blood Wolf kepada satu sosok bertopeng tengkorak dengan dua tanduk diatasnya.


"Apa anda meragukan informasi dari organisasi kami, Guild Master?" Sosok bertopeng itu berkata dengan nada datar.


"Tidak, saya tidak meragukan informasi itu sama sekali." Guild Master Blood Woolf menggelengkan kepala, dari nada bicaranya dia sedikit merasa takut kepada sosok bertopeng tersebut. "Lalu apa kalian menemukan 'Bayangan Malam'?" lanjut Guild Master bertanya.


"Kami sama sekali tidak menemukan keberadaannya, bahkan tidak ada jejak yang ditinggalkan." Sosok bertopeng itu menjawab dengan nada tenang.


"Hah ... kalau begitu ini bayarannya." Guild Master Blood Wolf melempar sebuah kartu kepada sosok bertopeng.


Sosok bertopeng itu menangkap kartu tersebut


"Anda bisa menghubungi lagi jika memerlukan bantuan kami, kalau begitu saya pamit." Setelah mengatakan itu sosok bertopeng tiba-tiba menghilang dari pandangan Guild Master Blood Wolf.


"Tidak mungkin jika 'Bayangan Malam' berkhianat, kalau begitu dimana dia sekarang? Mustahil orang-orang akademi bisa membunuhnya. Dengan skill miliknya, aku sendiri akan kesusahan jika harus membunuh 'Bayangan Malam'.

__ADS_1


Jadi siapa orang yang bisa membunuhnya, apa mungkin Matsumoto itu?" Guild Master Blood Wolf berkata dengan pandangan melihat kebawah dan kedua tangan menyangga dagunya.


Guild Master Blood Wolf menghembuskan nafas panjang. "Sepertinya aku harus meminta bantuan dari organisasi itu lagi." Gumam Guild Master Blood Wolf dengan pelan, terlihat senyuman sinis pada salah satu sudut bibirnya.


__ADS_2