Hunter Adventure Isekai System

Hunter Adventure Isekai System
Ch 27. - Leveling Pertama


__ADS_3

Asrama laki-laki dikamar Ryuga.


Setelah mengetahui fungsi dari kunci dungeon, Ryuga memutuskan bermeditasi untuk meningkatkan teknik Star Core Absorber (Penyerap inti bintang) miliknya agar tidak terlalu cepat kehabisan mana sesudah memasuki dungeon nanti.


Sebelumnya Ryuga telah mengecek shop System untuk mencari skill atau teknik yang dapat meningkatkan energi mana, tetapi hasilnya nihil, karena teknik atau skill yang dijual System tidak sehebat teknik Star Core Absorber buatannya sendiri.


Adapun artefak yang dapat meningkatkan energi mana, tetapi saat melihat harga yang mahal untuk poinnya saat ini, Ryuga menghela nafas berat.


Benar-benar mengecewakan.


Untuk Ryuga yang memiliki semua job terutama necromancer, Ryuga sadar bahwa memiliki energi mana yang sangat besar adalah suatu keharusan, karena job necromancer sendiri akan menghabiskan begitu banyak energi mana.


Deg Deg Deg


Terdengar keras suara detak jantung Ryuga, semakin lama semakin cepat, terlihat merah dan urat-urat muncul di wajah Ryuga yang sedang menahan rasa sakit.


Hingga pada detak jantung berikutnya terjadi sedikit ledakan energi didalam tubuh Ryuga, energi mana dalam radius sepuluh kilometer terserap dengan cepat masuk kedalam tubuhnya.


Semua orang di akademi kebingungan, tidak terkecuali para guru dan direktur sendiri saat merasakan aliran energi mana disekitar mereka lenyap seketika.


Walau kejadian itu hanya sesaat sebelum aliran energi mana disekitar menjadi stabil kembali, tetapi kejanggalan ini benar-benar membuat semua orang bertanya-tanya, siapa orang yang begitu rakus menyerap mana dengan jumlah banyak hanya dalam sekejap mata?.


"Berhasil." Dengan nafas yang terengah-engah, Ryuga tersenyum senang ketika berhasil meningkatkan teknik Star Core Absorber nya.


"Dengan ini setidaknya aku tidak terlalu khawatir jika harus kehabisan mana."


Melihat jam yang telah menunjukan pukul 22.00 Ryuga tersenyum masam, membutuhkan waktu tujuh jam hanya untuk meningkatkan teknik Star Core Absorber nya.


Jika semua orang tahu isi pikiran Ryuga sekarang, mungkin mereka semua akan merasa sia-sia berlatih meningkatkan tekniknya. Karena meningkatkan teknik memerlukan waktu yang cukup lama, setidaknya membutuhkan waktu beberapa bulan, itupun tergolong orang yang jenius.


"Sepertinya Kei-san belum kembali." Dengan insting assassin miliknya, Ryuga merasakan tidak ada orang selain dirinya diruangan ini.


"Baiklah, sepertinya aku harus bersiap-siap." Ryuga berencana untuk memasuki dungeon malam ini juga. "Tapi sebelum itu,"


"Status."


[STATUS]


[NAME : RYUGA ISIMIYA]


[RAS : MANUSIA (AWAKEND)]


[AGE: 16]


[LEVEL : 30 (Exp 100/500)]


[JOB : SEMUA JOB (🔓)]


[TITLE : HIGHGOBLIN SLAYER]


[HP : 1000 (1000)]


[MP : 10.000 (10.000)]


[STRENGTH : 600]


[FATIGUE : 10]


[AGILITY : 300]

__ADS_1


[SENSE : 300]


[VITALITY : 500]


[INTELLIGENCE : 1500]


[SKILL : BARRIER: BEGIN, MID, ABSOLUTE.


RETURN: BENDA, WAKTU, RUANG.


GOD EYES, DIMENSIONAL STORE, INSTANT HEAL, SUMMON SKELETON]


(Restorasi>Return)


[TEKNIK : LIGHTNING STEP , STAR CORE ABSORBER, FIRE DRAGON, LIGHTNING STRIKES, THUNDER SLASH, SPINNING FLAME, DARKNESS SWORD-SLASH]


[ARTEFAK/SENJATA : KATANA HITAM WYVERN RANK A+, KATANA PENDEK RANK C+.]


[IVENTORY : BATU KRISTAL NAGA HITAM RANK S+, KUNCI DUNGEON RANK C]


[SHOP: 🔓]


[HADIAH SYSTEM : ---]


[POIN SYSTEM : 300]


[QUEST SYSTEM : ---]


Melihat kapasitas energi mana nya yang bertambah lebih dari lima kali lipat, Ryuga tersenyum puas, benar-benar sesuai dengan ekspetasinya.


**


Selesai bersiap-siap, Ryuga memilih gudang basement asrama sebagai pintu masuknya dungeon. Ryuga memilih gudang basement bukan tanpa alasan, karena diwaktu seperti ini tidak akan ada orang yang pergi ke basement bawah tanah.


Dengan memakai setelan kostum serba hitam dari atas sampai bawah yang hanya memperlihatkan mata, dan katana pendek yang berada di punggungnya, Ryuga layaknya seorang assassin sungguhan.


Waktu Ryuga bersiap-siap tadi, ia telah membeli setelan kostum assassin seharga tiga ratus poin System, membuat poin yang didapatkannya tadi seketika hilang dari tampilan statusnya.


Tetapi Ryuga cukup puas, karena kostum assassin ini mampu menahan serangan atau sihir tingkat tinggi, walaupun itu terbatas dan tergantung level dan MP yang digunakan si penyerang.


Selain itu, kostum assassin ini benar-benar cocok dengannya, seakan telah menyatu dengan tubuh Ryuga sendiri.


Menarik nafas dalam-dalam lalu mengeluarkan perlahan, Ryuga memasukan kunci kedalam pintu gudang basement.


Merasa pintu gudang sudah tidak terkunci, Ryuga segera membuka pintunya.


Whoss.


Hembusan angin yang cukup kencang menerpa wajah Ryuga, tetapi tidak ada hal yang spesial terjadi, ia hanya melihat alat kebersihan yang tertata rapi di gudang.


Namun saat Ryuga melangkahkan kakinya masuk kedalam, hal aneh pun terjadi.


Sejauh mata memandang, hanya terlihat ruangan yang begitu gelap dengan penerangan obor terpasang didinding-dinding ruangan.


"Sepertinya ini goa." Ryuga mencium bau pengap lalu memperhatikan sekitar, Ryu bisa menebak kalau ia berada didalam goa karena merasakan udara yang begitu lembab.


"Bukan waktunya untuk terkejut, aku harus fokus untuk meningkatkan level." Setelah meyakinkan dirinya sendiri Ryuga segera berjalan dengan meningkatkan kewaspadaannya, masuk lebih dalam lagi menelusuri goa.


Lima menit kemudian telah berlalu, Ryuga yang menelusuri kedalam goa tidak menemukan monster satupun, hingga tidak lama kemudian ia melihat sekumpulan goblin.

__ADS_1


"Menjijikan." Ryuga berkata dengan wajah tidak enak dipandang, Ryu melihat sekumpulan goblin itu memakan sesamanya sendiri yang telah menjadi bangkai.


Merasa akan mual jika terus melihat adegan itu, Ryuga menarik katana pendek yang ada dipunggung, dengan menggunakan Lightning Step nya Ryuga melesat kearah sekumpulan goblin itu dengan kecepatan penuh.


Zrash!


Tiba-tiba kepala dari salah satu sekumpulan goblin itu menggelinding ditanah, melihat kepala temannya terlepas dari badan, goblin yang lain pun terkejut.


Ketika memperhatikan sekitar para goblin melihat seseorang dengan setelan baju serba hitam, memegang sebuah katana pendek yang mengeluarkan kilatan listrik pada bilahnya.


Terlihat seperti mangsa, para goblin yang tersisa segera menerjang orang itu.


"Aku harus cepat." Orang dengan setelan hitam itu yang tidak lain adalah Ryuga juga melesat maju kearah goblin yang menerjangnya.


[Ding]


[Mendapat 100 Poin System]


[Level Up]


Beberapa saat kemudian Ryuga telah membunuh semua goblin yang ada. "Huh, hanya naik satu level."


Ryuga menghela nafas sedikit kecewa, tapi bagaimanapun goblin termasuk dalam katagori monster yang lemah.


Tanpa menunda waktu lagi Ryuga bergegas masuk menelusuri goa lebih dalam.


Sebelumnya Ryuga ingin membangkitkan goblin yang dibunuh tadi menjadi skeleton, tapi mengingat goblin adalah monster lemah, Ryuga mengurungkan niatnya.


Sepanjang perjalanan Ryuga menemukan sekumpulan goblin lagi, dan tentu saja ia langsung membunuhnya.


Bukan hanya goblin, Ryuga juga menemukan beberapa ekor Orc dan besarnya sama dengan Highgoblin yang pernah dilawannya dulu.


Tentu saja dengan level dan beberapa keahlian dari semua job nya sekarang, cukup mudah Ryuga untuk membunuh beberapa Orc itu.


[Ding]


[Mendapat 800 Poin System]


[Level Up]


[Level Up]


[Level Up]


"Level ku naik dengan cepat ketika membunuh beberapa ekor Orc." Ryuga mendengar notifikasi dari System bahwa levelnya naik dengan cepat.


"System aku ingin kembali."


Sudah empat jam terlewati didalam dungeon, Ryuga mengingat besok ia harus pergi ke sekolah.


Walaupun tidak diajar, tapi Ryuga harus pergi ke ruang komite kedisplinan untuk mendengar apa saja tugasnya sebagai wakil ketua.


[Host Harus Menyelesaikan Dungeon Jika Ingin Kembali]


Mendengar pemberitahuan dari System bibir Ryuga berkedut, merasa tidak puas karena System baru memberitahunya sekarang.


[Host Bisa Tenang, Karena Waktu Satu Hari di Dalam Dungeon Sama Dengan Satu Jam di Dunia Luar]


Serasa angin sejuk menerpa wajahnya, Ryuga tersenyum sinis.

__ADS_1


"Poin System, aku datang!".


__ADS_2