Hunter Adventure Isekai System

Hunter Adventure Isekai System
Ch 24. - Bertarung Dengan Takeo


__ADS_3

God Eyes adalah skill yang mampu melihat dan mengidentifikasi apapun sesuai keinginan penggunanya.Dibumi,orang yang memiliki skill ini hanya Ryuga seorang,namun juga ada beberapa orang yang memiliki kemampuan mata seperti skill God Eyes,walau tidak sempurna dan terbatas,seperti kemampuan mata milik Suzu yang bisa melihat bentuk energi mana seseorang.


Saat ini Ryuga sedang melihat status milik Takeo menggunakan skill nya itu.


Bila diperhatikan dengan seksama,sekarang mata Ryuga sekilas terlihat menyala seperti api yang berwarna biru.


Takeo yang merasakan seseorang sedang mengawasi dirinya pun menolehkan kepalanya ke arah Ryuga,Takeo terdiam sejenak ketika kedua matanya bertatapan dengan mata Ryuga.


Rasa ngeri dirasakan oleh Takeo saat melihat mata Ryuga menyala seperti api biru itu.


"Kenapa aku merasa takut ketika melihat mata bocah itu,"


Batin Takeo dengan menelan air ludahnya.


"Ayah menyuruhku untuk mencari informasi seorang murid baru yang bernama Ryuga,apakah bocah itu orangnya?"


Lanjut Takeo bertanya kepada dirinya sendiri.


Ryuga yang melihat Takeo memperhatikan dirinya dengan tatapan ngeri segera menonaktifkan skill God Eyes miliknya.


"Hehe apakah babi gendut itu sekarang takut padaku?"


Batin Ryuga dengan tertawa kecil melihat ekspresi takut dari Takeo itu.


"Bocah...apa yang kau tertawa kan?!"


Takeo yang melihat Ryuga menertawai dirinya pun merasa dihina olehnya.


"Tidak ada."


Balas Ryuga dengan singkat lalu memalingkan wajahnya.


"Cih."


Decih Takeo yang merasa kesal kepada Ryuga.


Maki menghela nafas panjang lalu bertanya kepada semua anggota komite kedisiplinannya.


"Jadi apa yang harus dilakukan Ryuga untuk membuktikan kelayakannya?"


"Bertarung!"


Jawab Takeo dengan lantang lalu diikuti oleh anggukan semua anggota komite kedisiplinan.


"Saran yang bagus."


Ucap Maki dengan tersenyum mengangguk setuju atas usulan Takeo dan anggotanya itu.


"Baiklah sayang-eh ma-maksudku Ryuga,ayo bertarung denganku!"


Lanjut Maki dengan bersemangat mengajak Ryuga bertarung dengannya.


"Lagi...?"


Ucap Ryuga dengan lemas mendengar Maki sangat bersemangat mengajaknya bertarung lagi.


"Itu tidak bisa ketua!"


Ucap Takeo membantah Maki yang akan menjadi lawan bertarung Ryuga.


Maki yang mendengar ucapan dari Takeo itu merasa dirinya diremehkan olehnya.


"Hoh...kenapa?bukannya aku yang terkuat disini!

__ADS_1


Ucap Maki dengan menatap tajam Takeo.


"I-itu karena anda pacarnya bukan?,"


Ucap Takeo dengan gugup melihat tatapan tajam dari Maki itu.


"Si-siapa yang tau kalau anda memberi kemudahan kepada bocah itu."


Lanjut Takeo yang masih gugup dengan menunjuk Ryuga.


"Pa-pacarnya?,"


Ucap Maki dengan memegang wajahnya yang mulai memerah.


"A-apa boleh buat,ka-kalau begitu siapa yang akan menjadi lawan bertarung Ryuga?"


Maki bertanya kepada semua anggota komite nya dengan wajah merah merona.


"Wah...cewek ini gampangan,"


Batin Ryuga tersenyum masam yang melihat Maki dengan mudahnya dibujuk oleh Takeo itu.


"Tapi dengan begini...bukankah lebih baik?"


Lanjut Ryuga dengan menyeringai puas.


"Aku,aku yang akan melawannya!"


Ucap Takeo dengan lantang menawarkan dirinya untuk bertarung melawan Ryuga.


"Aku setuju,"


Ucap Maki langsung menyetujui tawaran dari Takeo,karena bagaimanapun Maki sangat mempercayai kekuatan orang yang menjadi cinta pertamanya itu.


Lanjut Maki bertanya kepada semua anggota komite kedisiplinannya.


Semua anggota komite kedisiplinan mengangguk setuju,karena mereka percaya dengan kemampuan Takeo yang menyandang gelar peringkat ke 3 terbaik dalam ujian masuk Akademi murid tahun ketiga.


Setelah pembicaraan yang cukup panjang itu,semua anggota komite kedisiplinan menuju ke arena Akademi untuk menyaksikan pertarungan Ryuga dan Takeo.


Didalam Arena Akademi Kyosai.


"Kalian bisa memulainya."


Ucap Maki yang menjadi wasit pertarungan itu.


Takehashi Takeo yang mendengar Maki telah memulai pertarungan dengan segera ia mengeluarkan senjatanya dari artefak penyimpanan yang berupa gelang.


"Senjata Rank S-!"


Ucap Ryuga sedikit terkejut melihat tingkatan senjata yang dimiliki Takeo itu,karena saat melihat statusnya Takeo tadi,Ryuga hanya melihat kemampuan skill dan teknik milik Takeo.


Takeo yang mendengar Ryuga menyebut tingkatan senjatanya pun ingin menyombongkan dirinya.


"Oh kau memiliki mata yang bagus."


Ucap Takeo dengan membolak-balikkan senjatanya yang berupa tombak bermata tiga.


Ryuga pun tak tinggal diam melihat babi gendut itu dengan sombongnya memamerkan senjatanya.Ryu lalu mengangkat tangan kanannya kesamping.


"Dimensional Store"


(Penyimpanan dimensi)

__ADS_1


Muncul sebuah sobekan dimensi yang berukuran kecil dan berwarna hitam disebelah tangan kanan Ryuga terangkat itu.


Ryuga lalu memasukan tangan kanannya kedalam sobekan dimensi,setelah beberapa saat,Ryuga menarik kembali tangan kanannya dan sobekan dimensi yang tadi pun perlahan menghilang.Tangan kanan Ryuga yang tadi awalnya kosong,sekarang memegang sebuah senjata yang berupa katana panjang.


Semua anggota komite kedisiplinan kecuali Maki membuka matanya lebar-lebar saat melihat aksi Ryuga barusan,pasalnya Ryuga tadi memperlihatkan sesuatu yang luar biasa,dan sangat jarang orang bisa memilikinya.


"Dia punya skill penyimpanan!"


Ucap semua anggota komite kedisplinan dengan takjub.


"Kau memiliki skill yang menarik."


Ucap Takeo tidak bisa menyembunyikan rasa kagumnya kepada Ryuga.


"Dan sepertinya kau sedikit berbeda dengan Jiro."


Ucap Ryuga yang memang melihat kalau Takeo itu memiliki sisi baik,sebagai seorang manusia tentunya.


"Cih,jangan samakan aku dengan orang bodoh itu!"


Ucap tegas Takeo menolak dibangdingkan dengan adiknya itu.


"Kenapa?"


Tanya Ryuga dengan heran kepada Takeo,bukannya mereka saudara?apa mereka memang tidak akur satu sama lain.


"Dia hanya orang sombong yang tidak tau batas kekuatannya sendiri."


Ucap Takeo dengan sombongnya,lalu ia memasang kuda-kuda bertarung bersiap menyerang Ryuga.


"Aku tidak ingin mendengar kata-kata itu dari orang sombong sepertimu."


Balas Ryuga dengan tersenyum masam.


Memang tidak bisa dipungkiri kalau Takeo adalah orang yang sombong,tapi sifat sombongnya itu sepadan dengan kekuatan yang dimilikinya sekarang,itu pun menurut pendapat pribadi dari Ryuga.


"Hmph,di dunia ini hanya kekuatan yang dapat berbicara."


Setelah mengatakan itu Takeo melesat kedepan lalu menusukan tombaknya mengincar bahu kanan Ryuga.


Ryuga dengan sigap menangkis tusukan tombak Takeo menggunakan katana panjangnya yang masih tersarung itu.


"Yah...kau memang benar."


Ucap Ryuga lalu melompat mundur menjaga jarak dari Takeo.


Ryuga tidak bisa membantah perkataan Takeo tadi,karena hidup di dunia yang sekarang ini hanya kekuatan yang dapat berbicara,sedangkan yang lemah hanya bisa diam menuruti perkataan orang yang lebih kuat.


Takeo yang melihat Ryuga menjaga jarak darinya tidak memberi kesempatan Ryuga untuk menyerang balik.


Dengan mengalirkan energi mana dikakinya, Takeo sekali lagi melesat ke arah Ryuga,namun kali ini dengan kecepatan penuhnya.


Melihat Ryuga dalam jangkauan serangannya,Takeo pun memukul Ryuga menggunakan tombaknya,ia berniat memenangkan pertandingan ini dengan membuat Ryuga pingsan tanpa perlawanan berarti.


Namun Takeo membuat kesalahan besar,karena dengan mudahnya Ryuga menghindari pukulan tombak itu.


"Cih kau cukup gesit ternyata."


Ucap Takeo dengan ekspresi terkejut dan kesal melihat Ryuga mampu menghindari serangan yang menggunakan kecepatan penuhnya itu.


"Hehe itu karena kau yang terlalu gemuk."


Ucap Ryuga dengan tertawa kecil menyindir kecepatan penuh dari Takeo itu.

__ADS_1


__ADS_2