
Pukul 20.55 malam hari.
Sesuai kesepakatan dengan kelompok Dragon Wings, Ryuga sekarang sudah bersiap dengan memakai setelan hitam dan topeng, serta katana pendek yang bersarang di punggungnya.
Karena Ryuga sudah menyelipkan salah satu Shadow Soldier nya kedalam bayangan Gin, ia tidak perlu repot-repot melakukan perjalan menggunakan bus malam, lagi pula jika menaiki bus untuk sampai ke 'Iwaki' membutuhkan waktu 4 jam lebih.
Menggunakan persepsi Shadow Soldier yang ada didalam bayangan Gin, Ryuga dapat mengetahui kalau kelompok Dragon Wings sudah menunggu kedatangan dirinya, lalu Ryu pun menyuruh Shadow Soldier nya untuk berpindah dari bayangan Gin ke tempat yang dirasa sepi.
**
"Apa Shin mengingkari janji nya?" Ucap Akane yang tampak bosan menunggu.
"Kurasa Shin bukan tipe orang seperti itu," balas Gin dengan yakin.
"Tu-tuan Shin sudah datang," ucap Aki tiba-tiba.
Gin dan Kido mengerutkan kening, keduanya hendak bertanya bersamaan, namun belum sempat mengucapkan kata, mereka semua mendengar suara langkah kaki dari kegelapan malam.
"Apa aku datang terlambat?" Tanya seseorang yang memakai pakaian hitam dan topeng untuk menutupi wajah.
Melihat penampilan orang yang tak asing itu, Gin langsung menjawab, "Tidak, kau tepat waktu, Shin."
Ya, orang dengan pakaian hitam dan memakai topeng itu adalah Ryuga. Ryu melihat sekitar, terlihat 8 orang yang ada didepan portal masuk Dungeon selain dirinya.
Ryuga lalu mengalihkan pandangan nya ke arah Aki. "Aku sudah mengaktifkan skill Stealth dengan Max Lvl, tapi kenapa keberadaan ku dapat diketahui olehnya?" Tanya Ryuga dalam hati dengan menatap ke arah Aki.
Aki yang merasa kalau Ryuga sedang menatap dirinya, ia hanya diam dan menundukkan kepala, nampak ekspresi gugup dan takut terlihat jelas diwajah Aki.
"Sebelum berangkat, apa kau hanya menggunakan pedang kecil itu?" Gin yang melihat Ryuga hanya membawa katana pendek sebagai senjata, tentu ia merasa penasaran.
"Aku menyimpan yang lain disini," ucap Ryuga dengan memperlihatkan sebuah cincin yang terpasang di jarinya.
"Artefak cincin penyimpanan! Apa kau anak dari seorang konglomerat atau semacamnya?" Melihat cincin yang terpasang dijari tengah Ryuga, Gin bisa tahu dengan sekilas kalau cincin itu merupakan Artefak tingkat tinggi.
"Kau terlalu banyak berpikir, Gin." Agar dirinya tidak terlalu mencolok, Ryuga memutuskan untuk membeli Artefak penyimpanan dari System. Tetapi ia tidak menyangka, kalau cincin penyimpanan yang dibelinya dari System bisa dikatakan adalah Artefak dengan harga jual tinggi.
Baiklah, setelah Raid ini berakhir aku akan membeli beberapa Artefak Rank S dari System untuk dijual kembali.
__ADS_1
Membayangkan uang yang didapatkan dari hasil menjual Artefak, terlihat jelas raut wajah semangat dibalik topeng hitam Ryuga sekarang.
"Tunggu apa lagi, ayo berangkat!" Ucap Akane lalu melangkah masuk kedalam portal Dungeon.
"Tu-tunggu kak." Melihat Akane masuk kedalam portal, Aki pun mengejarnya dan disusul Kido dari belakang.
"Kami akan berangkat, tolong jaga tempat ini." Gin berpesan kepada 4 orang dari Guild Dragon untuk menjaga portal masuk Dungeon.
"Siap pak!" balas 4 orang itu dengan serempak.
Menganggukkan kepala, Gin kemudian menoleh ke arah Ryuga. "Baiklah, kita juga berangkat."
Sebagai balasan Ryuga mengangguk, melangkahkan kaki masuk kedalam portal, hal pertama yang Ryuga lihat setelah berada didalam Dungeon adalah sebuah hutan hijau dengan pepohonan yang lebat.
Merasakan suhu udara sekitar menjadi lebih dingin dari pada di dunia luar, Ryuga mendongakkan kepala memandang langit. Melihat bagaimana butiran-butiran kristal putih mulai berjatuhan dari langit, Ryuga bergumam pelan.
"Salju, kah?"
"Anggota Guild kami sudah memeriksa keadaan didalam Dungeon ini, memang benar apa yang dikatakan mereka kalau disini sedang mengalami musim dingin, tapi untuk salju yang tiba-tiba turun. Ini jelas diluar dugaan kita." Gin melihat bagaimana salju yang mulai turun juga sedikit terkejut.
"Tidak, kita akan terus maju. Meskipun salju nanti akan menghambat pergerakan, kita akan menyelesaikan Dungeon ini dalam waktu satu kali Raid." Dengan tegas Gin menjawab pertanyaan Ryuga.
Melihat Gin yang masih bersikeras, Ryuga dapat menebak alasan dibalik Gin ingin menyelesaikan Dungeon dalam waktu satu kali Raid. Karena memang cukup umum jika party hanya ada beberapa orang, maka setidaknya membutuhkan dua kali Raid untuk menyelesaikan Dungeon, terkecuali Dungeon tingkat rendah.
"Semuanya! Karena salju akan menghambat pergerakan kita nanti, dan untuk mengantisipasi monster yang ada didalam hutan, kita akan menuju ke dataran yang lebih tinggi." Perintah Gin sebagai ketua party.
"Baik!" Seru semuanya.
Memang pantas untuk menjadi ketua tim.
Ryuga cukup kagum dengan kecakapan yang dimiliki Gin sebagai pemimpin party Raid ini.
Melihat Gin dan yang lainnya sudah berjalan menuju ke dataran tinggi, Ryuga diam sejenak seperti sedang memikirkan sesuatu. "Karena versi System sudah ku upgrade, fitur-fitur baru juga terbuka, termasuk fitur deteksi.
Fitur deteksi ini seperti peta dengan berbagai tanda dan warna jika itu makhluk hidup atau benda mati, dan juga System dapat langsung mengirim semua informasi itu masuk ke dalam otak, benar-benar sangat menguntungkan." Ryuga bergumam pelan.
Fitur System deteksi Ryuga sama halnya dengan fungsi Google Maps, tetapi lebih detail, dan hanya dalam jarak radius 10 KM yang dapat dideteksi oleh System versi sekarang.
__ADS_1
Tanda lingkaran kecil berwarna hijau adalah manusia, monster merah, benda mati seperti Artefak dan lainnya berwarna ungu.
Walaupun tidak bisa langsung melihat seperti satelit, namun dengan adanya fitur ini, akan sangat memudahkan Ryuga untuk melakukan penaklukan Dungeon seorang diri.
Ryuga memeriksa Map deteksi System, melihat keberadaan monster yang cukup banyak dalam radius 10 KM darinya, Ryu berucap pelan.
"Artur."
Bayangan dibawah kaki Ryuga bergerak-gerak, tidak lama kemudian, dari bayangan Ryuga muncul sosok ksatria hitam dengan berlutut satu kaki di hadapan Ryuga.
"Artur, pergi bersama prajurit Orc dan bunuh semua monster yang kau temui, sekarang!"
Sebagai balasan Artur mengangguk, hingga pada detik berikutnya ia menghilang pergi menyatu kedalam bayangan pepohonan sekitar, dan disusul oleh para prajurit bayangan Orc yang mengikuti Artur dari belakang.
"Shin, apa yang kau tunggu? Ayo pergi sebelum salju mulai menutupi jalan!" Gin berteriak dengan menoleh kebelakang, ia melihat Ryuga yang masih tidak bergerak dari tempatnya.
"Baik," balas Ryuga dengan sedikit berteriak.
Kido dan Akane juga ikut menoleh kebelakang, sedangkan Aki tiba-tiba memberhentikan langkahnya. Tubuh Aki sedikit gemetar dan menggigil, bukan karena suhu udara yang dingin, tetapi saat ini Aki merasakan sesuatu yang sangat mengerikan.
Yaitu suatu keberadaan makhluk kuat dengan aura gelap, dan bisa membunuh dirinya maupun yang lain kapan saja.
Melihat tubuh adiknya yang gemetar, Akane bertanya, "Aki, apa kau baik-baik saja?"
Menggelengkan kepala dengan cepat, Aki menjawab, "Aki hanya sedikit kedinginan, kak."
Memilih untuk tidak terus bertanya, Akane menghela nafas. "Sebagai seorang kakak, bagaimana mungkin tidak tahu kalau adiknya sedang berbohong," kata Akane dalam hati.
Memang benar apa yang dipikirkan Akane. Saat ini Aki sedang berbohong, kedinginan? Itu hanya sebuah alasan. Karena umumnya seorang 'Awakend', memiliki resistensi yang tinggi terhadap suhu dingin atau pun panas.
Sementara itu, dibelakang mereka, dibalik topengnya Ryuga mengerutkan kening.
Apa dia barusan menyadari keberadaan Artur dan lainnya?
Meminta System untuk melihat informasi skill milik Aki, Ryuga akhirnya mengerti kenapa Aki dapat mengetahui keberadaan Artur, dan juga saat dirinya menggunakan skill Stealth.
Ryuga bergumam pelan, "Skill Sensorik Rank S, menarik."
__ADS_1