Hunter Adventure Isekai System

Hunter Adventure Isekai System
Ch 31. - Memulai Rencana Baru


__ADS_3

"Ao-i." Keluar dari gedung asrama, Ryuga memanggil adik kecilnya yang sudah menunggu diluar pagar. Awalnya Ryuga merasa senang, dan ingin mengatakan kata-kata imut seperti,


Aoi kakak merindukanmu...,


Tetapi Ryuga mengurungkan niatnya, karena ia melihat Aoi tidak sedang seorang diri, nampak ketua komite kedisiplinan yang tengah mengobrol bersama adik kecilnya itu.


"Ah kakak, selamat pagi." Melihat kakaknya berjalan menghampiri dirinya. Aoi pun. menyapa.


"Pagi," balas Ryuga melambaikan tangannya.


"Pagi sayang." Seperti biasa, dengan tidak tahu malunya Maki menyapa Ryuga seperti seorang kekasih.


Ryuga hanya diam tidak membalas sapaan dari Maki, sekarang ia dalam kondisi mood yang bisa dikatakan sedikit buruk. Bagaimana tidak?, sudah lima hari Ryuga tidak bertemu dengan adiknya.


Walau waktu sebenarnya baru satu hari Ryuga tidak bertemu dengan adiknya, namun jelas ia sangat merindukan Aoi yang menjadi tujuan hidupnya sekarang.


Ryuga mengusap pelan pucuk kepala adiknya, "Apa kamu merindukan kakakmu ini? baru kemarin kan kita bertemu." Memilih untuk tetap mengabaikan Maki, Ryuga bertanya kepada Aoi.


"Hei, jangan abaikan aku!" Dengan pipi yang sedikit menggembung, Maki berkata menggunakan nada manja dan sedikit membentak.


"Rupanya kamu juga ada disini, Maki," ucap Ryuga dengan sedikit melirik kearah Maki.


"A-apa!" Maki tergagap dengan wajah sedikit memerah, bukan karena marah atau semacamnya, melainkan karena Ryuga memanggil namanya tanpa menggunakan tambahan san.


Merasakan tangan kecil memegang lengannya, Ryuga mengalihkan pandangan, terlihat Aoi sedang mengelakkan tangan Ryuga yang masih mengusap pucuk kepalanya.


"Sudah kubilang, Aoi bukan anak kecil lagi!." Aoi merasa kesal diperlakukan seperti seorang anak kecil, namun sebenarnya ia sangat suka ketika kakak satu-satunya itu mengusap lembut pucuk kepalanya.


"Baik-baik, jadi kenapa Aoi datang menemui kakak?." Sebagai seorang kakak, tentu Ryuga tahu ada maksud tertentu dengan kedatangan Aoi menemui dirinya.


"Itu karena...." Aoi ragu untuk menceritakannya.


"Karena?."


"Tadi malam ketika Aoi tidur, entah kenapa tubuh Aoi tiba-tiba terasa panas. Tapi itu hanya sebentar, dan sembuh dengan sendirinya, jadi... kakak tidak perlu khawatir." Aoi sebenarnya masih ragu untuk menceritakan ini kepada Ryuga, ia takut membuat kakaknya khawatir.


"Sungguh? coba kakak lihat." Ryuga lalu menyentuh kening Aoi.


System coba periksa keadaan adikku.


[Sedang Menganalisa~]

__ADS_1


[Analisa Berhasil: Meskipun Hanya Sedikit, Ditubuh Gadis Itu Terdapat Gejolak Energi Mana]


Apa itu artinya adikku akan mengalami kebangkitan(awakend).


[Ya, Seperti Itu]


Dengan memasang senyum diwajahnya. Ryuga sekali lagi mengelus pucuk kepala Aoi, "Itu pertanda baik Aoi, mungkin sebentar lagi kamu akan mengalami kebangkitan."


"Benarkah?!." Mendengar ia akan mengalami kebangkitan sebentar lagi, Aoi tentu merasa senang, dia bisa untuk tidak menjadi beban bagi kakaknya lagi. Pikir Aoi yang tidak mengetahui kejamnya dunia awakend.


"Benar," balas Ryuga dengan tersenyum lembut.


"Hehe baiklah, karena sebentar lagi ada kelas, jadi Aoi pergi dulu. Da~ kakak." Aoi berbalik pergi meninggalkan Ryuga. Tetapi sebelum Aoi benar-benar pergi Maki berkata, "Bagaimana dengan kakak ini." Maki menunjuk dirinya sendiri.


Aoi berbalik lagi, "Ah, sampai jumpa lagi Maki-san." Setelah mengatakan itu Aoi benar-benar pergi meninggalkan Ryuga berduaan dengan Maki.


"Kenapa kamu tiba-tiba akrab dengannya," tanya Ryuga kepada Maki. "Hem... itu rahasia," balas Maki dengan tersenyum manis.


Melihat bagaimana Ryuga tidak bereaksi sedikit pun Maki berdecak tak puas. "Baiklah akan ku beritahu, sebenarnya aku berencana untuk menjadikan Aoi sebagai adik ipar ku.


Bagaimana, apa kamu terkejut?" Kata Maki menjelaskan.


"Hmph! Kita lihat saja nanti." Maki pun tidak mau menyerah untuk mendapatkan cinta dari lelaki satu ini. Lagi pula ini adalah cinta pertamanya, menyerah diawal?, itu bukan gayanya.


"Tapi yang lebih penting, kamu tahu kan kalau Aoi sebentar lagi akan mendapat kebangkitan?." Maki tiba-tiba mengubah wajah cerianya menjadi serius.


"Ya," jawab Ryuga dengan mengangguk kepala.


"Dengan kebangkitan Aoi di usia yang masih muda, Guild-guild besar pasti akan mengincar dirinya," kata Maki memperingati Ryuga.


"Termasuk Guild Sheild?" balas Ryuga menyindir Maki.


Menggeleng pelan Maki menjawab, "Guild Sheild tidak akan memaksa seseorang untuk bergabung dengannya," jawab Maki apa adanya.


"Kalau begitu syukurlah." Ryuga merasa lega, tentu ia tahu tentang Guild-guild besar yang dimaksud oleh Maki. Yang harus Ryuga paling waspadai adalah Guild Blood Wolf, karena rumor mengatakan kalau Guild Blood Wolf akan melakukan apapun untuk mencapai tujuannya.


"Kenapa begitu tenang, apa kamu tidak mengkhawatirkan adikmu?" Maki menatap Ryuga, merasa aneh atas sikapnya yang biasa saja setelah mendengar itu.


"Untuk apa? ada aku disini untuk melindungi adikku," balas Ryuga dengan percaya diri menatap balik Maki. Walau sebenarnya ia sadar, dengan kekuatannya saat ini masih belum cukup untuk melindungi Aoi sepenuhnya.


Dan untuk berjaga-jaga, Ryuga diam-diam telah menyuruh beberapa pasukan Orc masuk kedalam bayangan Aoi. Jika kalian bertanya dimana Ryuga menyembunyikan pasukan bayangan?, maka jawabannya adalah didalam bayangan Ryuga sendiri.

__ADS_1


Melihat tatapan mata Ryuga yang begitu tajam, wajah Maki memerah. "Hmph, terserah!" balas Maki mendengus dengan memalingkan wajahnya.


"Lupakan itu, jadi apa tugas wakil ketua komite kedisplinan?" Ryuga mengganti topik pembicaraan.


"Sesuai namanya, tugas komite kedisplinan hanya untuk mendisiplinkan para siswa yang tidak patuh pada aturan sekolah. Lalu untuk wakil ketua... tidak ada tugas khusus, mungkin ada jika aku tidak dapat hadir dipertemuan rapat penting," jawab Maki menjelaskan.


"Rapat?" Dengan sedikit memiringkan kepala Ryuga bertanya.


"Ya, rapat yang biasanya diadakan ketua OSIS ataupun para guru di akademi," jawab Maki.


Ryuga mengangguk paham, ia menundukkan kepala memikirkan sesuatu. Setelah beberapa saat berpikir Ryuga membuka suara, "Kalau begitu untuk tugas komite bisa dilakukan oleh anggota yang lain bukan?."


"Ya itu benar, memangnya ada apa?" Maki berbalik bertanya.


"Aku ada beberapa urusan penting, jadi aku akan pergi dulu, sampai jumpa Maki-san." Setelah mengatakan itu Ryuga pun langsung pergi meninggalkan Maki.


"Ryuga-kun, tu-tunggu." Telat untuk menghentikan Ryuga, Maki pun ditinggal seorang diri didepan pagar asrama.


"Argh... padahal aku ingin mengajaknya berkeliling akademi dengan alasan berpatroli," gumam Maki menggigit ujung ibu jarinya.


**


"System carikan aku topeng yang dapat mengubah suara dan aura." Setelah pergi meninggalkan Maki, sekarang Ryuga berada disekolah, tepatnya didalam toilet pria.


[Topeng Hitam Tanpa Wajah: 2000 Poin System]


Tanpa berpikir panjang, Ryuga langsung membeli topeng yang direkomendasikan oleh System itu.


[Membeli Topeng Hitam Tanpa Wajah: 2000 Poin System


[Sisa Poin System 37.500]


Mengambil topeng yang sudah ia beli dari System, Ryuga langsung mencobanya.


"Suara dan aura ku berubah, topeng yang bagus." Ryuga mengangguk puas.


"Aku juga telah meningkatkan semua teknik sampai max level, tapi tidak untuk teknik Star Core Absorber, sepertinya teknik ini memang harus ditingkatkan secara manual.


Dan juga Darkness Sword-Slash hanya dapat ditingkatkan sampai ke level 3. Hah.... lupakan itu, sekarang waktunya untuk memulai rencana baru." Setelah mengatakan itu, tiba-tiba bayangan Ryuga bergerak menyelimuti seluruh tubuhnya.


Pada detik berikutnya bayangan itu menghilang, bersamaan dengan Ryuga yang juga telah menghilang dari tempatnya.

__ADS_1


__ADS_2