Hunter Adventure Isekai System

Hunter Adventure Isekai System
Ch 63. - Skill Respawn


__ADS_3

"Cih!" Hasegawa Suzu memalingkan wajahnya kesamping.


"Kenapa kau yang terlihat kesal disini?" Ryuga melepaskan kedua pergelangan tangan Suzu, lalu Ryu beranjak berdiri. "Dari pada itu ... bisakah kamu menjelaskan semua ini, Hasegawa Suzu?"


Suzu pun beranjak berdiri, kemudian dia memasang ekspresi wajah seperti biasanya.


"Karena itu Ryuga-san, jadi tidak masalah." Suzu tersenyum ramah.


'Sifatnya benar-benar bisa berubah?!'


Dalam hatinya Ryuga mengeluh, ia masih tidak menyangka kalau Hasegawa Suzu ... memiliki dua sifat yang saling bertolak belakangan.


Beberapa saat kemudian.


"Skill Respawn!" Ryuga membuka kedua mata lebar-lebar, kemudian ia meminta System untuk menganalisis status milik Hasegawa Suzu.


Skill Respawn adalah skill unik yang sangat langka, skill Respawn memungkinkan pengguna untuk dapat hidup kembali setelah kematian, bahkan skill ini mungkin skill baru yang pernah dimiliki seorang Hunter.


Bukan berarti pengguna skill Respawn tidak bisa dibunuh ataupun tidak memiliki kelemahan, ada dua cara untuk mengatasi pengguna skill ini, yaitu dengan menyerangnya menggunakan skill ataupun teknik sihir berkepanjangan seperti kutukan.


Dan cara kedua merupakan kelemahan utama pengguna skill Respawn, dengan melenyapkan tubuhnya tanpa sisa sedikit pun, maka si pengguna skill ini otomatis akan mati secara permanen dan tidak bisa menggunakan skill Respawn miliknya kembali.


'Memang skill Respawn ada di shop System, tetapi memerlukan System versi max untuk dapat membelinya. Namun yang lebih penting~'


Ryuga menatap Hasegawa Suzu dengan tatapan ketidak percayaan.


'Statistik dan level miliknya benar-benar tak terduga! Mungkin Hasegawa Suzu ... adalah murid perempuan terkuat yang ada di akademi, bahkan lebih kuat dari Elena dan Maki.


'Yah... aku tidak terkejut karena dia memiliki skill Fast Accretion.' Ryuga mengangguk-anggukkan kepala.


Skill Fast Accretion, adalah skill yang dapat meningkatkan level dan statistik pengguna dua kali lebih cepat dari pada orang-orang lainnya.


Skill ini mirip dengan fitur 'leveling' yang dimiliki oleh System, tentu saja fitur 'leveling' System milik Ryuga lebih baik dari pada skill Fast Accretion.


"Ryuga-san, apa ada masalah?" tanya Suzu.


Sadar dari lamunan, Ryuga kemudian menggelengkan pelan kepalanya. "Tidak, aku mengerti garis besarnya. Lalu kenapa kamu bisa berakhir mati disini? Dan mayat itu—"


Ryuga mengalihkan pandangan ke arah tubuh Hasegawa Suzu yang sudah tak bernyawa, akan tetapi Ryuga tidak menemukan apapun disana.

__ADS_1


"Tubuh ku yang telah mati bisa menghilang dengan sendirinya. Dulunya membutuhkan waktu 24 jam lebih agar bisa menghilang, tetapi karena aku sering menggunakan skill ini, sekarang hanya memerlukan waktu beberapa menit saja."


Hasegawa Suzu segera menjelaskan kebingungan yang dirasakan Ryuga.


"Jadi itu alasan Suzu-san segera datang kemari." Ryuga mengangguk mengerti, kemudian melanjutkan, "Lalu dimana Suzu-san muncul kembali setelah menggunakan skill Respawn?"


Hasegawa Suzu menempelkan tangan kanan ke tanah, setelah mengangkatnya kembali, tiba-tiba muncul lingkaran sihir yang seukuran dengan telapak tangan.


"Menandai sesuatu dengan lingkaran sihir, setelah mati, Suzu-san bisa menggunakan skill Respawn dan muncul begitu saja di lingkaran sihir yang telah di tinggalkan?"


"Ya, Ryuga-san benar." Suzu tersenyum sembari menganggukkan kepala. "Ano~ Ryuga-san," lanjut Suzu dengan menundukkan kepala.


"Ada apa?" tanya Ryuga.


Suzu kemudian menatap lekat mata Ryuga. "B–bisakah aku memanggil Ryuga-san seperti seorang teman pada umumnya? T–tentu saja Ryuga-san juga."


"Baiklah." Ryuga mengangguk setuju.


Hasegawa Suzu tersenyum cerah. "K–kalau begitu, apa masih ada hal lain yang ingin Ryu tanyakan?"


"Ada dua hal yang ingin aku ketahui." Ryuga menunjukan dua jarinya kepada Hasegawa Suzu.


"Apa itu?"


Hasegawa Suzu menggaruk pipinya menggunakan jari telunjuk. "Ah soal itu ... sebenarnya aku sendiri tidak sengaja bertemu dengannya, tanpa berkata apa pun, tiba-tiba dia membunuh ku begitu saja.


Dan ciri-ciri orang yang membunuh ku ... dia memakai pakaian hitam dan menggunakan topeng tengkorak dengan dua tanduk diatasnya. Hah ... tapi sayang sekali, setidaknya dia membiarkan ku bersiap sebelum membunuh."


'Orang normal jelas akan berlari ketika nyawanya terancam, tapi kamu malah bersiap untuk mati begitu saja? Apa isi kepala mu baik-baik saja?'


"Aku mengerti, karena Suzu memiliki skill Respawn, jadi kamu tidak perlu khawatir jika harus mati. Lalu yang kedua, sejak kapan Suzu bisa tahu kalau memiliki skill Respawn, jangan bilang kamu pernah mencoba bunuh diri?"


Hasegawa Suzu segera menggelengkan kepalanya dengan cepat. "T–tidak, itu tidak benar." Menarik nafas dalam lalu mengeluarkan perlahan Suzu kemudian menjelaskan kepada Ryuga dengan nada tenang.


"Saat umur ku menginjak 12 tahun, aku mengalami awakend. Semua orang tentu merasa senang, terkecuali satu orang, yaitu paman ku sendiri.


Karena keluarga ku mayoritasnya memiliki job assassin, seorang assassin sendiri harus mempunyai skill Stealth, bukankah begitu Ryu?"


Hasegawa Suzu menatap wajah Ryuga, pada kedua mata Suzu, Ryu bisa melihat dengan jelas terdapat sedikit air mata didalamnya.

__ADS_1


"Benar, seorang assassin harus memiliki skill Stealth," kata Ryuga membenarkan penjelasan Hasegawa Suzu.


"Tapi aku tidak memilikinya. Karena dianggap jenius, awalnya semua orang menerima kekuranganku dengan mudah, aku pun direkomendasikan sebagai calon kepala keluarga selanjutnya."


"Karena paman mu tidak menerima hal itu, jadi dia berusaha membunuh mu?" kata Ryuga dengan asal.


"Kenapa Ryu bisa tahu?" Suzu menatap Ryuga dengan rasa penasaran.


'Huh? Jadi memang benar kalau dia dibunuh paman nya sendiri.'


"Tidak, aku hanya menebak. Suzu bisa melanjutkan."


"Baiklah. Seperti yang dikatakan Ryu tadi, paman ku tidak menerima perempuan sebagai calon kepala keluarga, dia pun berencana membunuh ku dengan mencampurkan racun kedalam potion yang disediakan keluarga untukku.


Tentu saja aku tidak mengetahui potion yang ku minum setelah latihan dulu telah diracuni. Setelah rencananya berhasil, pagi harinya dia menyuruh orang untuk membuang tubuhku ke hutan.


Namun rencananya gagal, ketika orang suruhan paman ku dalam perjalanan pergi ke hutan, aku telah tersadar seperti orang yang bangun dari tidurnya. Aku mendengar semua pembicaraan orang suruhan paman ku, sejak saat itu aku menyadari tentang skill Respawn ini."


'Hasegawa, kah? Kudengar kekuatan keluarga itu sedang menurun.'


Mendapatkan jawaban yang diinginkannya, Ryuga mengangguk. "Setelah itu apa yang kamu lakukan?"


Hasegawa Suzu memiringkan kepala, dia menatap Ryuga dengan wajah datar. "Apa yang Suzu lakukan? Tentu saja membunuh semua orang yang terlibat dengan kematian ku."


Ryuga mengerutkan kening. "Bagaimana cara membunuh paman mu? Bukankah waktu itu Suzu baru saja awakend?"


"Seperti kata pepatah, mata ganti mata, gigi ganti gigi. Aku benar, kan?"


"Kamu ... meracuni paman mu?"


Suzu menganggukkan kepala. "Benar, tetapi tidak untuk orang suruhan nya, aku cukup bersusah payah membunuhnya."


Ryuga menghela nafas. "Kei, apa paman yang kamu maksud itu ayahnya Kei?"


Suzu segera menggelengkan kepalanya dengan cepat. "Tidak, Kei adalah anak dari bibi, kakak ibuku. Kei yang selama ini–"


Ryuga mengangkat tangan kanan ke depan. "Cukup, aku tidak ingin mengetahui lebih dalam tentang masa lalu mu lagi. Sekarang aku mengerti satu hal tentang dirimu, Suzu."


"Satu hal, apa yang Ryu maksud?" tanya Suzu yang terlihat bingung.

__ADS_1


Ryuga menunjuk wajah Hasegawa Suzu.


"Kamu berbohong. Semua yang kau ceritakan tadi ... adalah sebuah kebohongan semata!"


__ADS_2