Hunter Adventure Isekai System

Hunter Adventure Isekai System
Ch 32. - Shinigami


__ADS_3

Disebuah gang sempit, pusat kota Tokyo. Terlihat seekor bayangan hitam monster Orc yang keluar dari bawah tiang listrik. Tidak lama kemudian bayangan monster Orc itu menggeliat, berubah bentuk menjadi sesosok manusia yang memakai topeng tanpa wajah berwarna hitam.


"Ini cukup praktis." Ya, sesosok manusia yang memakai topeng hitam tanpa wajah itu adalah Ryuga.


Sebelumnya, Ryuga telah menyuruh salah satu pasukan bayangan Orc untuk pergi ke pusat kota Tokyo. Bagaimana cara bayangan Orc Ryuga tidak dapat diketahui keberadaannya ketika pergi ke pusat kota?.


Itu seperti skill Shadow Step yang baru didapatkan oleh Ryuga. Dengan menggunakan bayangan bangunan, benda, ataupun manusia lainnya. Ryuga bisa berpindah tempat dengan memasuki bayangan bangunan, benda, atau pun manusia itu sendiri.


Dan menggunakan skill Shadow Exchange, Ryuga dapat bertukar posisi dengan bayangan Orc yang telah sampai terlebih dahulu di pusat kota Tokyo.


Ryuga sekarang berencana untuk pergi ke gedung Asosiasi Hunter. Tapi sebelum itu, ia ingin mengganti setelan pakaiannya, karena saat ini Ryuga masih menggunakan seragam akademi Kyosai.


Membuka Shop System, Ryuga lalu memilih setelan pakaian yang menurutnya keren dan simpel. Selang beberapa menit memilih, Ryuga telah menemukan setelan pakaian yang diinginkannya.


[Mengurangi 10.500 Poin System]


[Sisa Poin System 27.000]


"Cukup nyaman," ucap Ryuga dengan mengangguk puas setelah memakai setelan baju yang dibelinya dari System.


"Pakaian ini juga memiliki magic dan attack defense yang sangat tinggi, bahkan jika itu Hunter Rank S+ sekalipun, serangan terkuatnya mungkin hanya akan meninggalkan luka ringan." Ryuga tersenyum puas, tidak merasa rugi karena begitu banyak menghabiskan poin System hanya untuk membeli setelan ini.


**


Asosiasi Hunter Jepang.


Terlihat seseorang dengan setelan pakaian berwarna hitam masuk kedalam gedung Asosiasi. Semua orang memandanginya, tidak terkecuali para staf yang berkerja di Asosiasi.


"Apa pakaianku ini begitu aneh?" Gumam orang yang memakai setelan berwarna hitam itu, yang tak lain adalah Ryuga sendiri.


Alasan sebenarnya semua orang memandang Ryuga bukan karena setelan baju yang dipakai, tetapi karena ada topeng hitam yang menutupi wajahnya. Membuat semua orang yang ada di gedung Asosiasi dilanda rasa penasaran.


Mengabaikan semua orang yang menatap dirinya dengan rasa penasaran, Ryuga berjalan santai menuju tempat pendaftaran Hunter.


"Aku ingin mendaftar menjadi Hunter," ucap Ryuga tanpa basa basi kepada staf Asosiasi bagian pendaftaran.


"B-baik, tunggu sebentar," balas staf Asosiasi yang merupakan seorang wanita dengan nada gugup.

__ADS_1


Setelah beberapa saat menunggu, staf Asosiasi itu menyerahkan selembar kertas kepada Ryuga, "A-anda harus mengisi formulir pendaftaran, termasuk menyetujui persyaratan yang ada didalamnya."


"Baik." Mengambil kertas formulir yang diberikan, Ryuga segera menuliskan identitas dan menyetujui persyaratan yang tertera.


"Ini." Selesai mengisi kertas formulir, Ryuga lalu menyerahkannya kepada staf Asosiasi.


Mengambil kertas yang diberikan, staf Asosiasi berkata, "B-baiklah tuan Shi-ni-gami?!" Melihat nama yang dituliskan oleh Ryuga, staf Asosiasi sedikit terkejut.


Shinigami, dalam bahasa Jepang yang berarti malaikat maut. Ryuga sengaja memilih nama Shinigami karena ia dulu pernah memainkan video game menggunakan nick name itu.


Jika kalian bertanya kenapa Ryuga mendaftarkan diri lagi menjadi Hunter, dan menggunakan identitas baru, itu karena Ryuga tidak cukup bodoh untuk menggunakan identitas aslinya.


Ryuga ingin lebih cepat untuk bertambah kuat, oleh karena itu ia harus menggunakan identitas baru untuk dapat memasuki dungeon.


Kenapa tidak menggunakan kunci dungeon lagi?


Sebelumnya Ryuga juga berpikiran seperti itu, tetapi setelah bertanya kepada System, Ryuga mendapat jawaban yang mengecewakan. Bahwa kunci dungeon hanya akan didapatkannya setelah menyelesaikan Quest-quest tertentu saja.


"Itu hanya nama samaran, panggil saja Shin," ucap Ryuga sedikit menenangkan reaksi terkejut dari staf Asosiasi.


"K-kalau begitu tuan Shin, berhubung hari ini tidak ada antrian, anda bisa melakukan ujiannya sekarang." Dengan mudah staf Asosiasi itu menyetujui nama samaran Ryuga.


Ryuga sudah memperkirakan ini, jadi ia tidak perlu khawatir akan dicurigai sebagai buronan kriminal atau semacamnya.


"K-kalau begitu, silahkan ikuti saya." Staf Asosiasi berdiri, lalu mengantarkan Ryuga ke dalam ruangan ujian pertama.


Mengikuti staf Asosiasi dari belakang Ryuga menggeleng kepala pelan, ia bertanya dalam hati.


Apa dia anak magang, kenapa dia selalu gugup ketika berbicara, sama sekali tidak profesional!.


Didalam ruang ujian tes energi mana.


"B-baiklah tuan Shin, saya sendiri yang akan menjadi pengawas ujiannya," ucap staf Asosiasi yang masih berbicara dengan nada gugup.


Ryuga mengangguk, berjalan ke tempat bola kristal pengujian energi mana, Ryu lalu meletakkan tangan kanannya. Bola kristal bercahaya terang, terlihat angka 5000 yang muncul seperti layar hologram.


"Apa ini sudah cukup?" tanya Ryuga kepada staf Asosiasi.

__ADS_1


"S-sudah, anda lulus di ujian pertama, silahkan untuk memasuki ruang ujian tahap kedua," jawab staf Asosiasi.


Dengan kontrol energi mana yang begitu tinggi, Ryuga dengan mudah bisa memanipulasi batu kristal pengujian energi mana. Dan juga Ryuga menuliskan umurnya 25 tahun, jadi cukup wajar jika memiliki kapasitas 5000 energi mana.


Diruang latihan gedung Asosiasi, tempat ujian tahap kedua berlangsung.


Dihadapan Ryuga sekarang, telah berdiri seorang wanita berpakaian full armor ditubuh dan memakai penutup kepala. Wanita itu menggunakan menggunakan senjata pedang ditangan kanan, dan sebuah perisai yang tidak terlalu besar ditangan kiri.


"Seorang Warrior, kah?" gumam Ryuga saat melihat wanita yang berada dihadapan nya sekarang.


"D-dalam ujian tahap kedua, tuan Shin harus melakukan tes pertarungan langsung, dan yang akan menjadi lawan anda adalah seorang Hunter dengan kelas Warrior ini." staf Asosiasi menunjuk wanita yang berada didepan Ryuga.


"Meskipun dia seorang seorang wanita, namun dia juga seorang Hunter Rank A+, jadi jangan meremehkannya." staf Asosiasi memperingati Ryuga.


Sebagai jawaban Ryuga hanya mengangguk mengerti.


"Kalian bisa memulai ujiannya," ucap staf Asosiasi lalu pergi ke tepi ruang latihan.


"Hei siapa namamu?" Wanita yang menjadi lawan ujian Ryuga bertanya.


"Shin," jawab Ryuga dengan menggunakan nama samaran.


"Baiklah Shin, namaku Casey. Sebelum memulai ujian, apakah kamu bertarung menggunakan tangan kosong?" Tanya wanita bernama Casey yang melihat Ryuga tidak membawa senjata.


"Aku menggunakan pedang," jawab Ryuga.


"Lalu dimana pedangmu?" Tanya Casey lagi.


Mendengar pertanyaan Casey, Ryuga lalu mengulurkan tangan kanannya kesamping, terlihat sebuah robekan ruang berwarna hitam.


Memasukan tangan kanannya kedalam robekan ruang, Ryuga lalu mengambil Black Dragon Katana miliknya.


"Skill yang sangat bagus." Melihat Ryuga mengambil senjata dari ruang kosong Casey memuji, ia tahu kalau Ryuga pasti memiliki skill penyimpanannya sendiri.


"Jadi... bisakah kita memulainya?" Casey bersiap untuk bertarung, entah kenapa dia merasa kalau harus serius saat melawan Ryuga.


Memasangnya di pinggang kiri, Ryuga lalu menarik katana keluar dari sarungnya, "Mohon bantuannya."

__ADS_1



__ADS_2