Hunter Adventure Isekai System

Hunter Adventure Isekai System
Ch 72. - Kebencian


__ADS_3

[Ding]


[Membunuh Iblis Tingkat Menengah]


[Mendapat 500.000 Poin System]


[Poin System: 2.500.000]


[Ding]


[Quest Tahunan Terbuka: Bunuh Semua Hunter Buronan/Kriminal Tingkat Internasional 2/20]


Awan hitam beserta kilatan petir menghilang.


Sinar matahari mulai terlihat, suhu di atas langit bertambah dingin akibat badai Es barusan, namun hal tersebut tidak berpengaruh pada tubuh unik Frozen Ice Body milik Ryuga.


"Ini hanya permulaan, kah?"


Ryuga menghela nafas seraya memandang arah matahari. Jika Ryu melepaskan topeng, maka semua orang dapat melihat wajah putih pucat nya saat ini memiliki ekspresi yang rumit, sangat sulit untuk menggambarkan apa yang dirasakan oleh Ryuga.


Mengembalikan Ice Crystal Sword kedalam cincin penyimpanan, Ryu kemudian terbang menghampiri Matsumoto Godo yang telah turun kebawah.


"Apa dia masih hidup?" Ryuga memandang tangan kanan Matsumoto Godo.


"Masih hidup." Matsumoto Godo melempar kelompok Kagemi yang ingin melarikan diri tadi ke lantai.


"Saya tidak mendapatkan informasi berguna dari mulutnya, sesaat hampir tertangkap dia bahkan ingin menggigit racun yang terpasang dibawah lidahnya." Matsumoto Godo menggelengkan kepala pelan.


"Untung saja saya masih sempat menghentikannya tepat waktu. Sungguh kesetiaan yang luar biasa," lanjut Matsumoto Godo dengan ekspresi sedikit menyesal.


"Kurasa bukan begitu." Ryuga sedikit berjongkok, kemudian dengan kasar Ryu menarik rambut dan mencengkram kepala salah satu kelompok Kagemi.


"Berpikir bisa lolos dengan berpura-pura masih tak sadarkan diri?" Ryuga menatap tajam wajah orang dari salah satu kelompok Kagemi.


Orang itu tiba-tiba membuka mata, tubuhnya menggigil ngeri ketika melihat sosok bertopeng hitam, dia seperti melihat kekosongan yang tak berujung didalam mata Ryuga.


"Untuk berjaga-jaga agar tidak bunuh diri, saya menyegel mulut dan sirkulasi energi mana orang itu. Jika tuan Shin berkenan, saya akan membuka segel sihirnya," Matsumoto Godo menjelaskan.


'Orang tua ini sangat cekatan."


"Tidak perlu, saya memiliki cara sendiri." Ryuga menggelengkan kepala.


"Digger Memory."


Ryuga menggunakan skill penggali ingatan kepada salah satu kelompok Kagemi, selang beberapa saat, Ryu tiba-tiba mengencangkan cengkraman tangannya.


Energi hitam pekat menyebar deras, sebuah tekanan mengerikan dan aura membunuh menyembur keluar dari tubuh Ryuga, bahkan Matsumoto Godo merasa sulit hanya untuk bernafas.


"Tu–tuan Shin?"


Krak! krak!


Boom!


Tidak dapat menahan tekanan yang sangat kuat, topeng hitam yang dikenakan Ryuga pun seketika mengalami keretakan. Diwaktu yang sama, kepala dari salah satu kelompok Kagemi meledak dan hancur saat itu juga, darah memercik membuat sebagian badan Ryuga berwarna merah.


"Demon...


Society!"


Whuss!


Sosok hitam yang berpenampilan gagah layaknya ksatria keluar dari dalam bayangan Ryuga, dia berlutut dengan seluruh tubuhnya yang sedang bergetar.


"Mohon tenangkan diri anda, Rajaku." Artur berkata kepada tuannya dengan suara gemetar.

__ADS_1


Mendengar kata-kata Artur, tekanan mengerikan dan aura membunuh pun menghilang.


Melihat Ryuga membunuh manusia dengan brutal, dan merasakan tekanan mengerikan barusan, Matsumoto Godo mau tidak mau membuka kedua matanya lebar-lebar.


Ryuga berdiri tegak, melambaikan tangan dengan santai, tubuh tanpa kepala salah satu kelompok Kagemi membeku dan hancur.


Tubuh tanpa kepala itu menjadi butiran kristal es dan perlahan lenyap dari pandangan, noda-noda darah juga ikut menghilang.


Disini sekarang, seperti memang tidak pernah terjadi apa-apa!


'Apa tuan Shin memiliki skill pencari ingatan?"


Matsumoto mengurungkan niatnya untuk bertanya, dia hanya memikirkan situasi yang dilihat oleh kedua matanya barusan.


"Ketua, bisa kita lanjutkan diskusi yang sempat tertunda?" Ryuga bertanya dengan suara suram.


"Ah, baiklah." Matsumoto Godo mengangguk, dia pergi terlebih dahulu kembali ke Gedung Asosiasi. Meskipun banyak pertanyaan didalam kepalanya, Matsumoto Godo menahan dan akan menanyakannya nanti.


Melihat kepergian Matsumoto Godo, Ryuga mengalihkan pandangan ke arah butiran kristal es yang telah menghilang sepenuhnya.


"Organisasi Demon Society. Untuk meningkatkan kekuatan anggotanya, organisasi tersebut telah merenggut ribuan nyawa orang tak bersalah. Diantaranya banyak anak-anak mati dengan cara yang sangat kejam."


Ryuga mengepalkan kedua tangan dengan erat.


"Tidak peduli siapa pemimpin organisasi sialan ini...


Akan kubunuh siapapun yang menyebut mereka Demon Society!"


***


(note: ada sedikit typo pada chapter 66 pada percakapan terakhir ryuga & salah satu prajurit bayangan gorila king. percakapannya gorila king mengatakan pertemuan dengan godo 'besok' yang seharusnya gorila king berkata 'hari ini'.)


Tiga hari kemudian.


Didalam ruangan bangunan tradisional Jepang, terlihat enam orang yang duduk melingkari meja besar. Mereka berenam sedang membahas masalah-masalah dunia Hunter, juga berdiskusi tentang turnamen antar Hunter yang sebentar lagi akan dilaksanakan.


"Anda benar, tuan Shin. Tetapi ada yang berbeda dengan aura Jin tua hari ini."


Ryuga dan Matsumoto Godo berbicara menggunakan telepati. Telepati bisa mengirim suara secara langsung kedalam pikiran target, namun kemampuan ini hanya dimiliki oleh Hunter tingkat tinggi.


"Ada yang salah, ketua."


"Apa itu, tuan Shin?"


"Yang ketua rasakan memang benar. Jika dugaan saya tidak salah, orang itu bukanlah Takehashi Jin yang sebelumnya ketua kenal."


"Kenapa anda berpikir begitu?"


"Takehashi Jin. Dia memiliki aura yang sama dengan Iblis yang pernah saya lawan."


"Maksud anda..."


Ryuga yang saat ini berada didalam bayangan Matsumoto Godo menyuruh System untuk mengidentifikasi Takehashi Jin, namun System hanya memberikan status yang samar-samar.


"God Eyes."


NAME : TAKEHASHI JIN (VALKAS)


RAS : MANUSIA (DEMON GLUTTONY)


GENDER : MALE (TRANSGENDER)


AGE : 37 (2500)


JOB : WARRIOR (DARK MAGICIAN)

__ADS_1


TITLE : THE GREAT WARIOR (DEMIGOD, THE DEMON OF GLUTTONY, THE DARK MAGICIAN)


LEVEL : 350 (750)


MP : 200.000 (1.500.000)


SKILL : DESTROYING BLOW, GRAVITY MANIPULATION (GLUTTON, COPY, BLACK HOLE)


Ryuga membuka mata lebar-lebar, ia merasa tidak percaya dengan apa yang dilihat oleh skill 'God Eyes'.


"Benar ketua, Takehashi— tidak. Meskipun sama tetapi Iblis ini berbeda dengan kemarin, dia seperti perwujudan nyata dari Iblis itu sendiri."


"Dan lagi, dia sangat-sangat kuat!" Ryuga menekan ucapannya pada kata-kata terakhir.


"Apa memang sekuat itu?" Mendengar Ryuga berkata dengan nada serius, Matsumoto Godo mau tidak mau harus mempertimbangkan masalah ini.


"Benar, tidak salah lagi."


"Lalu berapa kemungkinan tuan Shin bisa mengalahkan Iblis ini?"


"Untuk kekuatan saya sekarang, tidak lebih dari dua persen saya dapat dengan yakin membunuh Iblis tersebut."


"Bahkan tuan Shin hanya yakin dua persen bisa mengalahkannya?"


"Untuk sekarang jangan bertindak gegabah ketua. Saya khawatir dia adalah dalang dari semua masalah yang baru-baru ini terjadi."


"Ketua hanya perlu bersikap normal, sisanya serahkan kepada saya."


"Baiklah."


Itu adalah kalimat terakhir dari percakapan telepati Ryuga dengan Matsumoto Godo, Ryu mengakhiri obrolan karena merasa Takehashi Jin telah menyadari sesuatu.


Matsumoto Godo mengambil teh dimeja lalu meneguknya langsung. "Baiklah kita semua sudah sepakat. Turnamen Hunter Jepang akan ditunda, dan akan dilaksanakan tahun depan mengingat jadwal padat yang ada."


"Untuk sekarang semuanya hanya perlu fokus meningkatkan kekuatan calon peserta-peserta kita. Lalu saya sebagai ketua Asosiasi Hunter Jepang akan memberikan surat perintah resmi, bahwa setiap Guild yang ada wajib mengirim orang untuk mencari keberadaan putri Yuki Hisashi."


"Apakah ada yang keberatan?" tanya Matsumoto Godo kepada lima Guild Master.


Melihat semua orang diam tampak setuju, Matsumoto Godo pun ingin mengakhiri pertemuan besar ini.


"Kalau begitu—"


Ucapan Matsumoto Godo terhenti ketika melihat Takehashi Jin tiba-tiba mengangkat tangan. "Saya ingin bertanya tentang sesuatu yang penting ketua," kata Takehashi Jin.


"Silahkan tuan Takehashi," jawab Matsumoto Godo.


Tangan Takehashi Jin yang masih diatas bergerak turun. "Siapa kau?" Takehashi Jin bertanya dengan suara datar.


Matsumoto Godo sedikit mengerutkan kening tidak mengerti, karena ia melihat tangan Takehashi Jin menunjuk dirinya.


"Apa yang tuan Takehashi Jin maksud?" tanya Matsumoto Godo yang merasa bingung.


"Apa yang kau bicarakan Jin tua?" Mendengar dan melihat tingkah Takehashi Jin, Inue Fumiko merasa tidak puas. "Aku harus cepat-cepat pulang, Kazuki sedang menungguku dirumah."


Takehashi Jin menoleh ke arah Inue Fumiko, lalu dengan santai dia berkata, "Diam jala*ng."


"Apa kau bilang?!" Mendengar Takehashi Jin menghina dirinya dengan santai, Inue Fumiko menggertakkan gigi, ekspresi terlihat sangat marah.


"Ughk!"


Kali ini Takehashi Jin mengabaikan perkataan Inue Fumiko, semua orang yang ada didalam ruangan terkejut, mereka melihat tangan Takehashi Jin yang sudah mencengkram erat leher Matsumoto Godo.


"Takehashi! Apa yang sedang kau lakukan, cepat lepaskan ketua!" Yuki Hisashi terperanjat, dia bereaksi terlebih dahulu dengan mengeluarkan Katana.


"Baiklah Jin tua! Kau memang sudah gila!" Inue Fumiko hampir kehabisan kata-kata melihat sikap Takehashi Jin. Empat Guild Master yang tersisa telah mengeluarkan senjatanya masing-masing, bersiap untuk bertarung.

__ADS_1


Namun mereka berempat masih tidak bergerak dari tempat, karena ke empat Guild Master lainnya tahu, bahwa mencengkram leher Matsumoto Godo seperti anak kucing adalah hal mustahil untuk dilakukan!


__ADS_2