
Beberapa menit yang lalu setelah Ryuga meninggalkan kelompok Dragon Wings.
"Hari ini Shin cukup lama," ucap Akane.
"Mungkin dia menemukan keberadaan bos Dungeon?" balas Gin yang sedang mengasah pedangnya.
Aki yang dari awal diam pun ingin mengutarakan pendapat. "Shin, dia mungkin ... "
Belum sempat menyelesaikan ucapannya, tiba-tiba mata Aki melotot, skill Sensorik miliknya menangkap sesuatu yang sangat berbahaya.
"Kak gunakan sihir tanah untuk membuat pelindung!" Tiba-tiba Aki berteriak dengan sangat keras.
"A-apa yang ... "
Melihat adiknya yang pemalu itu menatap dirinya dengan tatapan serius, Akane pun mengeluarkan Magic Wand nya dari kantong penyimpanan.
Memegang Magic Wand menggunakan kedua tangan, Akane lalu menancapkan nya ke tanah.
"Magic Ground: Dome Barrier."
Tanah di sekeliling mereka berempat bergetar, tidak lama kemudian, tanah itu melonjak naik ke atas membentuk sebuah kubah penghalang yang menutupi mereka semua.
Mengangkat pedangnya, Gin bertanya dengan meningkatkan ke kewaspadaan, "Apa yang terjadi?"
Sebagai seorang Tank, Kido lalu mengeluarkan perisai besar dari kantong penyimpanan untuk menjadi pelindung nanti.
"A-ada yang datang!" Ucap Aki lalu ia menggunakan sihir pendukung untuk meningkatkan stat mereka semua.
Beberapa detik kemudian setelah Aki mengatakan itu, terdengar suara yang tak asing ditelinga Gin.
GROAHH
"Wyvern!!" ucap Gin dengan ekspresi tak percaya ketika mendengar suara raungan Wyvern.
WHOSS
SLEP
SLEP
SLEP
Seperti sebuah badai hujan, dari luar kubah penghalang terlihat banyak jarum besar yang terbuat dari Es, dan melesat sedikit menembus kubah penghalang yang dibuat oleh Akane.
GROAHH
Sekali lagi terdengar suara Wyvern meraung keras, semua orang dapat merasakan energi mana yang kuat terpancar dari luar kubah penghalang. "Kido, gunakan skill mu untuk menahan serangan!" Gin berteriak keras.
"Baik!"
Energi mana terpancar dari tubuh Kido, tak lama kemudian terlihat Shield transparan yang melapisi kubah penghalang milik Akane.
BLAR!!
Namun itu belum cukup, serangan yang dilancarkan Wyvern itu dengan mudahnya dapat menghancurkan kubah penghalang dan Shield milik Akane dan Kido.
__ADS_1
Asap mengepul karena hancurnya penghalang Akane, empat orang terlempar saat itu juga. Jika bukan karena sihir pendukung milik Aki, mungkin mereka semua akan mendapat luka yang cukup parah.
Gin dan yang lain berdiri. "Jangan khawatir! Jika bekerja sama, kita dapat mengalahkan Wyvern itu!" Gin berteriak untuk menyemangati rekan-rekannya.
Kepulan asap mulai mereda, mereka semua dapat melihat seekor Ice Wyvern yang sedang menatap mangsanya. Dengan tubuh bergetar, tiba-tiba Aki jatuh berlutut, hal itu membuat Akane bertanya-tanya.
"Aki, kau kenapa?"
"Ki-kita semua, akan mati." Tatapan mata Aki nampak kosong, suaranya terdengar lemas dan putus asa.
"Apa maksudmu?" tanya Akane kebingungan.
Mendengar itu, Gin juga merasa bingung. Saat kepulan asap benar-benar telah menghilang, tubuh Gin gemetar hebat ketika menatap langit.
Bukan hanya satu ekor Ice Wyvern yang terlihat, melainkan ada 4 ekor Ice Wyvern. Gin menelan kata-katanya sendiri, mengalahkan 4 ekor Ice Wyvern? Itu mustahil untuk dilakukan!.
"Ketua, apa yang harus kita lakukan?!" Walaupun Kido merasa takut ketika melihat 4 ekor Ice Wyvern di langit, tetapi ia mencoba untuk tetap tenang, berharap ketuanya bisa memberi solusi.
Gin tidak menjawab, tubuhnya masih bergetar karena ketakutan, namun Gin tiba-tiba tersenyum aneh. Pedang ditangan Gin bersinar, mengangkatnya ke atas, Gin lalu menebaskan pedangnya.
'SLASH'
"Argh ... "
Bukannya menyerang ke arah Ice Wyvern, Gin malah menebaskan pedangnya memotong lengan kanan Kido sampai terputus.
Akane menutup mulut, matanya melotot, terlihat ekspresi tidak percaya diwajahnya saat melihat Gin tanpa ragu memotong tangan Kido hingga terputus.
"Apa yang kau lakukan?!" Akane berteriak marah dan histeris.
"Apa yang aku lakukan? Tentu saja untuk bertahan hidup." Gin menjawab dengan menyeringai sinis.
Tidak mendapat jawaban, Akane melihat Gin telah berlari pergi meninggalkan dirinya dan yang lain. "Brengs*k kau Gin! Kukira kamu orang baik, tapi ternyata ... -"
Tidak menyelesaikan kalimatnya, Akane mengalihkan perhatiannya ke langit. Didepan semua mulut Ice Wyvern muncul lingkaran sihir, tidak lama kemudian, terlihat ribuan jarum besar yang terbuat dari sihir Es.
"Akane, kau bawa adikmu dan segera pergi dari sini." Dengan memegang lengan kanannya yang putus, Kido meminta Akane dan Aki untuk kabur.
"Tapi Kido, kamu-"
"Sekarang!" Kido berteriak keras.
Menggigit bibirnya sendiri, Akane menghampiri Aki yang masih memiliki tatapan kosong. Menggendong Aki dipundak, Akane langsung terbang pergi menggunakan sihir angin tanpa menoleh kebelakang.
"Setelah dikhianati, apa ini akan menjadi akhir dari hidupku? Hah ... setidaknya aku dapat mengulur waktu untuk kedua gadis itu." Kido berkata dengan tersenyum pahit, ia seperti orang yang sudah pasrah untuk mati.
Akan tetapi sebuah kenangan terlintas dipikiran Kido, "Ti-tidak, a-aku tidak boleh mati. Anak dan istriku sedang--".
WHOSS
SLEP
SLEP
SLEP
__ADS_1
Ribuan jarum besar Es itu melesat turun seperti badai hujan. Karena satu tangannya yang hilang, Kido tidak bisa memegang perisai besarnya untuk bertahan. Pada akhirnya, ribuan jarum besar Es itu menembus badan besar Kido hingga membuat seluruh tubuhnya berlubang.
Melihat targetnya yang sudah tergeletak mati, dua ekor Ice Wyvern turun dari langit untuk memakan mangsanya. Sedangkan dua ekor Ice Wyvern yang lain berpencar pergi, satu ke arah Gin dan satunya lagi ke arah perginya Akane dan Aki.
***
"Mati!!"
'SLASH'
Black Dragon Katana ditangan Ryuga diselimuti asap hitam pekat, dengan sekali tebasan, Ryuga memenggal kepala dari salah satu Ice Wyvern itu.
Terkejut dengan kedatangan Ryuga yang tiba-tiba, Ice Wyvern yang masih hidup mengepakkan sayap, lalu terbang untuk menjaga jarak dari Ryuga.
Melihat bagaimana temannya mati dengan kepala yang terpisah dari tubuh, Ice Wyvern marah, dia meraung keras.
GROAHH
Dengan kekuatan penuh, Ice Wyvern membuka mulut dan menyemburkan nafas Es nya ke arah Ryuga. Sebagai tanggapan Ryuga mengangkat tangan kirinya ke arah nafas Es yang datang, terlihat sebuah lingkaran sihir yang besar muncul dihadapan Ryuga sekarang.
"Fire Magic: Flame Burst."
Dari dalam lingkaran sihir, keluar semburan Api yang besar dan menuju ke arah nafas Es milik Ice Wyvern. Sihir Api dan Es bertabrakan, karena MP dan tingkat penguasaan sihir Api Ryuga yang tinggi, dengan cepat semburan Api itu mengikis nafas Es milik Ice Wyvern.
Semburan Api masih terus melesat ke arah Ice Wyvern hingga melukai sayap kanannya.
BRAK
Ice Wyvern terjatuh dari ketinggian langit karena kehilangan keseimbangan, seakan tidak mau menyerah, Ice Wyvern yang belum mati itu membuka mulutnya sekali lagi, terlihat lingkaran sihir yang besar muncul didepan mulut Ice Wyvern.
Sebuah pilar raksasa Es dengan ujungnya yang tajam keluar dari lingkaran sihir Ice Wyvern. Ice Wyvern itu meraung keras.
GROAHHH
"Berisik! Kau hanyalah naga jadi-jadian." Ryuga mengangkat Black Dragon Katana ke atas, tidak lama kemudian, muncul siluet naga api yang melilit pedang Ryuga.
Ice Wyvern hendak meluncurkan pilar raksasa yang terbuat dari Es itu. Akan tetapi sebelum pilar Es raksasa itu meluncur, Ryuga terlebih dahulu menebaskan pedangnya.
"Fire Dragon."
Siluet naga api yang melilit pedang Ryuga melesat dengan cepat ke arah Ice Wyvern. Dalam perjalanan, siluet naga api itu kian membesar, sampai-sampai ukurannya dua kali lebih besar dari Ice Wyvern sendiri.
DUARR!!!
Sebuah ledakan yang besar terjadi ketika siluet naga api itu menabrak pilar Es raksasa. Asap mulai mengepul, setelah beberapa saat, kepulan asap sudah menghilang sepenuhnya.
Ryuga bisa melihat kalau tubuh Ice Wyvern yang awalnya berwarna putih kebiruan, sekarang telah berubah menjadi hitam akibat ledakan api yang besar.
Ryuga menghela nafas panjang, lalu bergumam pelan, "Apa yang sebenarnya tejadi? Kenapa Ice Wyvern bisa muncul didalam Dungeon Rank B? Dan siapa mayat yang dimakan oleh Ice Wyvern tadi?" Kepala Ryuga dipenuhi dengan banyak pertanyaan.
Ketika baru tiba disini, Ryuga tidak bisa mengenali mayat manusia yang dimakan oleh Ice Wyvern, karena Ice Wyvern itu sendiri hampir menyelesaikan makan nya.
Pandangan Ryuga menyapu sekitar, ia bisa melihat lengan seseorang yang tergeletak di tanah. Berjalan ke tempat lengan itu berada, ketika sampai Ryuga bergumam pelan.
"Arise."
__ADS_1
Dari dalam lengan itu muncul bayangan hitam, bayangan hitam itu menggeliat, dan berubah bentuk menyerupai sosok manusia yang tak asing bagi Ryuga.
"Ki-Kido!"