
Tujuh hari telah berlalu, Ryuga dan kelompok Dragon Wings berada di dalam Dungeon Rank B untuk melakukan Raid. Tidak ada hal aneh yang terjadi, semua tampak wajar, melawan monster-monster yang hanya berlevel rendah.
Namun itu semua hanya anggapan Kido, Akane, dan Aki. Sedangkan Ryuga dan Gin merasa ada sebuah kejanggalan di Dungeon ini.
Walaupun ini hanya Dungeon Rank B, namun Artur prajurit bayangan Ryuga menemukan monster Rank B- sampai dengan Rank A yang bukan merupakan bos Dungeon, tentu saja Artur dapat menghabisi monster itu dengan mudah.
Ryuga hanya diam, dan tidak memberi tahu yang lain karena ia sendiri cukup senang mendapatkan poin Exp dengan begitu mudahnya.
Sementara Gin, merasa ada yang aneh karena ia hanya menemui monster Rank D+ kebawah. Sebelumnya Gin sendiri pernah melakukan penaklukan Dungeon Rank B bersama party lamanya, dan monster yang ada di dalam Dungeon Rank B setidaknya memiliki tingkatan Rank D+ sampai dengan Rank C+, namun Raid Dungeon Rank B kali ini benar-benar mudah untuk Gin rasakan.
"Apa ini memang benar Dungeon Rank B, kenapa begitu mudah?" Akane yang baru pertama kali melakukan Raid di dalam Dungeon Rank B pun bertanya.
"Itu benar." Kido juga mengangguk setuju.
"Seharusnya Dungeon Rank B cukup sulit ditaklukan untuk kita yang hanya berlima, tapi ini benar-benar aneh, tidak ada satu pun monster Rank C yang kita temui." Gin pun mengeluarkan isi pikirannya.
"Bu-bukankah ini akan sangat memudahkan kita?" ucap Aki.
Mendengar itu, semua orang kecuali Ryuga mengangguk setuju. Dalam hatinya diam-diam Ryuga meminta maaf, merasa sedikit bersalah karena telah menghabisi monster tingkat tinggi yang ada di hutan Dungeon ini.
[Ding]
[Level Up]
Mendengar notifikasi System dibenaknya, Ryuga bergumam pelan, "Sepertinya Artur menemui monster tingkat tinggi lainnya."
"Aku merasa keberadaan bos Dungeon sudah semakin dekat, lebih baik kita beristirahat untuk bersiap," ucap Gin memberi arahan.
"Baik." Semua orang memberhentikan langkah.
Akane dan Aki mengeluarkan peralatan masak dari kantong penyimpanan dimensi. Kido dan Gin bertugas memasang tenda, sedangkan Ryuga sendiri sedang menyalakan api unggun untuk menghangatkan tubuh semua orang.
Menyelesaikan kebutuhan untuk beristirahat, mereka semua memakan makanan yang dimasak oleh Aki dan Akane. "Memang benar, untuk melakukan Raid harus membawa seseorang yang pintar memasak," ucap Gin yang sudah selesai menyantap makanannya.
"Itu benar ketua." Dengan tubuh besarnya, tentu Kido pun membutuhkan makanan yang cukup banyak.
"Hey, seharusnya kalian juga perlu belajar memasak," ucap Akane dengan nada kesal.
Gin dan Kido saling memandang satu sama lain. "Kido, apa kau bisa memasak?" tanya Gin. "Tidak ketua," balas Kido langsung. "Kalau begitu kita sama, hahaha." Gin lalu tertawa terbahak-bahak dan di ikuti oleh Kido.
Melihat itu semua Ryuga benar-benar tidak habis pikir. Kenapa kalian semua begitu santai? Apa kita datang kesini hanya untuk melakukan piknik?.
Menopang tubuh menggunakan kedua tangan, Ryuga beranjak bangun dari tempat duduknya.
"Aku akan melihat keadaan sekitar," ucap Ryuga lalu menghilang pergi dari tempatnya.
"Apa Shin benar-benar Hunter Rank B." Saat melihat Ryuga menghilang tanpa meninggalkan suara sedikit pun, tanpa disadari Akane bertanya.
"Entahlah. Bahkan Hunter Kelas Assassin di Guild kita tidak secepat Shin," balas Gin yang memang mengetahui kemampuan orang-orang di Guild Dragon.
Karena Ryuga memiliki Kelas Assassin, ia dipercaya semua orang untuk melihat dan mengawasi keadaan sekitar dalam tujuh hari didalam Dungeon ini.
__ADS_1
**
"Shadow Extraction."
Dari dalam mayat monster Beruang Es, terlihat bayangan hitam yang menggeliat, tidak lama kemudian bayangan itu membentuk tubuh seperti Beruang dengan ukuran beberapa kali lebih besar dari seekor gajah dewasa.
"Apa ini sudah semuanya, Artur?"
Sebagai balasan Artur mengangguk. Saat ini Ryuga sedang mengekstrak monster yang telah dibunuh oleh Artur, meski tidak banyak, tetapi Ryu merasa puas mendapatkan Shadow Soldier baru yang cukup kuat.
Monster-monster yang dijadikan Shadow Soldier Ryuga di antaranya adalah, Beruang Es raksasa, Wolf King, Yeti, Laba-Laba beracun, dan beberapa monster aneh lainnya. Tentu saja semua Shadow Soldier yang di ekstrak Ryuga merupakan monster tingkat tinggi.
"Kalau begitu, kalian boleh kembali." Ryuga menyuruh Artur dan lainnya untuk masuk kedalam bayangannya.
"Status," ucap Ryuga dengan tiba-tiba.
[STATUS]
[NAME : RYUGA ISIMIYA]
[RAS : MANUSIA (AWAKEND)]
[AGE: 17]
[LEVEL : 180 (Exp 1000/5000)]
[JOB : SEMUA JOB (π), EVOLUSI: SHADOW MONARCH]
[HP : 8000 (8000)]
[MP : 40.000 (50.000)]
[STRENGTH : 2000]
[FATIGUE : 5]
[AGILITY : 2000]
[SENSE : 800]
[VITALITY : 1500]
[INTELLIGENCE : 1500]
[SKILL]
[BARRIER: BEGIN, MID, ABSOLUTE>π], [RETURN: OBJECT, TIME, SPACE], [GOD EYES], [DIMENSIONAL STORE], [INSTANT HEAL (CD 5S)], [STEALTH], [SHADOW EXTRACTION (129/500)], [SHADOW EXCHANGE (CD 30S)], [SHADOW STEP (CD 1S)], [DOMAIN OF THE MONARCH: INFINITE DARKNESS (CD 150H)], [BLOODLUST], [GATE: DARK SPACE>π], [TRANSFORMATION: THE KING OF SHADOW>π]
[TECHNIQUE]
[LIGHTNING STEP (MAX)], [STAR CORE ABSORBER (LVL 2)], [FIRE DRAGON (MAX)], [LIGHTNING STRIKES (MAX)], [THUNDER SLASH (MAX)], [FIRE BALL (MAX)], [WATER BALL (MAX)], [FLYING WIND (MAX)], [DARKNESS SWORD-SLASH (LVL 3)], [HEALING AREA (MAX)]
__ADS_1
[SHADOW SOLDIER]
[ORC], [ARTUR], [ICE BEAR], [WOLF KING], [YETI], [TOXIC SPIDER], [GIANT RATS], [SLIME ELEMENTAL ICE], [DEVIL TREE]
[ARTIFACTS/WEAPONS]
[BLACK DRAGON KATANA RANK SS], [CINCIN PENYIMPANAN RANK S], [KATANA PENDEK RANK C+]
[IVENTORY]
[BATU KRISTAL RANK A (3)], [BATU KRISTAL RANK B+ (20)], [BATU KRISTAL RANK B- (50)], [BATU KRISTAL RANK C+ (100)], [BATU KRISTAL RANK D+ (500)]
[SHOP: π]
[HADIAH SYSTEM : ---]
[POIN SYSTEM : 856.000]
[QUEST SYSTEM : ---]
Melihat layar hologram berwarna biru yang ada didepannya, Ryuga mengangguk puas. Selain levelnya yang meningkat pesat, Cooldown skill nya juga berkurang, meskipun ada beberapa skill lain yang belum terbuka.
"17 tahun? Apa sekarang adalah hari ulang tahunku?" tanya Ryuga dalam hati.
Memilih untuk tidak terlalu memikirkannya, Ryuga menundukkan kepala, tiba-tiba ia mengerutkan alisnya karena terpikirkan sesuatu yang lain.
"Tunggu, sejak pertama kali aku melakukan Raid, bukankah aku selalu mendapatkan Dungeon yang begitu aneh? Maksudku Dungeon abnormal."
Memikirkan bahwa ia selalu mendapatkan Dungeon abnormal, Ryuga memijat kening merasa tertekan, seolah-olah ada orang yang mengatur kejadian ini untuk dirinya.
Tapi ini juga menguntungkan bagi Ryuga sendiri. Karena mendapat Dungeon abnormal, ia bisa dengan mudah untuk menaikkan level, dan mendapatkan prajurit bayangan yang cukup banyak.
"Apa aku sial? Atau beruntung? Apa mungkin kedua-duanya?" Sekali lagi Ryuga memijat kening, benar-benar merasa tertekan.
Whoss
Tiba-tiba angin berhembus lebih kencang, suhu udara juga beberapa kali semakin dingin. Merasakan itu semua, Ryuga miliki firasat buruk.
Membuka peta deteksi System, Ryuga dapat melihat dua tanda monster ditempat ia membangun tenda bersama kelompok Dragon Wings tadi. Tapi bukan itu yang dikhawatirkan oleh Ryuga, karena ia juga melihat tanda keberadaan manusia disana telah menghilang.
"Sial!!"
Setelah mengatakan itu, Ryuga melesat terbang dengan kecepatan penuh menggunakan Flying Wind, dan pergi menuju ke tempat ia dan kelompok Dragon Wings mendirikan tenda.
Karena Ryuga menyuruh semua prajurit bayangan untuk berburu monster, ia tidak menempatkan salah satu Shadow Soldier nya ke dalam bayangan Gin ataupun yang lain.
Sampai ditempat tujuan, Ryuga dapat melihat pemandangan mengerikan. Tenda dan peralatan masak berserakan dimana-mana, dan dua ekor Ice Wyvern yang sedang memakan mayat manusia.
Menggigit bibirnya sendiri hingga berdarah, Ryuga mengeluarkan Black Dragon Katana dari cincin penyimpanan. Tanpa menunggu lebih lama lagi, Ryu melesat maju ke arah dua ekor Ice Wyvern yang sedang memakan mayat manusia.
"Mati!!!"
__ADS_1