Hunter Adventure Isekai System

Hunter Adventure Isekai System
Ch 41. - Menyelamatkan Aki Dan Akane


__ADS_3

Memastikan bahwa mayat Gin telah terbakar menjadi abu, Ryuga lalu memandang langit, butiran-butiran salju menerpa wajah tampan nya.


"Tidak, aku tidak boleh menyesal. Mulai sekarang dan seterusnya, mungkin aku akan membunuh manusia lagi," ucap Ryuga dengan penuh keyakinan.


Membuka Dimensional Store, Ryuga mengambil topeng hitam lalu memakainya kembali. "Untuk sekarang ayo pergi menolong kedua gadis itu."


Dengan melihat peta deteksi System, Ryuga dapat mengetahui keberadaan Aki dan Akane yang masih selamat. Tidak lupa, Ryuga juga mensummon Ice Wyvern yang telah dibunuh nya tadi menjadi prajurit bayangan.


Terbang menggunakan Flying Wind, Ryuga melesat dengan cepat pergi ke arah utara Dungeon. Hanya membutuhkan waktu 5 menit untuk sampai ke tempat Aki dan Akane.


Memandang dari atas langit, Ryuga melihat seekor Ice Wyvern yang sedang menggunakan sihir Es berupa pilar raksasa, dan berniat menghancurkan batu besar yang menutupi pintu masuk sebuah Gua.


Tidak membiarkan Ice Wyvern itu melepaskan sihirnya, Ryuga menarik Black Dragon Katana yang sebelumnya ia pasang di pinggang kirinya. Black Dragon Katana mengeluarkan kilatan petir, menghilang dari tempatnya, tiba-tiba Ryuga muncul di dekat kepala Ice Wyvern.


DUAR!


Menggunakan Thunder Slash, Ryuga mengayunkan Black Dragon Katana tepat mengenai kepala Ice Wyvern. Kepala Ice Wyvern itu meledak seperti balon yang meletus, darah berwarna biru tua menyembur deras keluar dari lehernya.


Ice Wyvern yang sudah kehilangan kepala dan mati itu tak menyadari keberadaan Ryuga sama sekali, karena Ryuga mengaktifkan skill Stealth nya sampai Max Lvl.


[Ding]


[Membunuh Ice Wyvern Rank A+]


[Mendapat 35.000 Poin System]


[Poin System 991.000]


[Level Up]


[Ding]


[Menyelesaikan Quest Tersembunyi: Bunuh 4 Ekor Ice Wyvern (4/4)]


[Hadiah: Buku Teknik Penguasaan Sihir Es Tingkat Tinggi, Pedang Kristal Es Rank S+, Frozen Ice Body, 10.000 Poin System]


[Poin System 1.001.000]


[Hadiah Di Simpan Ke Dalam Iventory System]


Mendengar notifikasi dari System, Ryuga menghela nafas panjang, ia akan memeriksa hadiah yang diperoleh nya nanti sesudah menyelesaikan Dungeon ini.


Mengalihkan perhatian ke arah batu besar yang menutupi pintu masuk sebuah Gua, Ryuga berjalan menghampiri. Ketika jarak antara dirinya dan batu besar itu berkisar dua meter, Ryuga menghentikan langkah.


Dengan mengalirkan sedikit energi mana ke tangan kanan nya, tanpa persiapan kuda-kuda Ryuga langsung memukul batu besar itu menggunakan tangan kosong, seketika batu besar itu pun hancur dalam sekali pukulan.


***

__ADS_1


Didalam sebuah Gua tempat Akane dan Aki berada sekarang.


BLAR!


BLAR!


GROAHH


"Hah ... hah ... apa yang terjadi?!" Mendengar beberapa suara ledakan dan raungan Ice Wyvern, Aki tersadar, nafasnya naik turun dengan cepat.


"Di-dimana ini?!" Memandang sekitar, Aki melihat ruangan yang begitu gelap dan lembab, lalu pandangan nya berhenti ketika melihat seseorang tergeletak di tanah.


"Kakak!"


Aki bergegas menghampiri Akane. Setelah memeriksa keadaan kakak nya, Aki menghela nafas lega. "Syukurlah kakak tidak terluka, dia hanya kehabisan energi mana dan pingsan."


Mengangkat kedua tangan ke arah tubuh Akane, Aki bergumam.


"Magic Transfer: Mana Energy."


Lingkaran sihir kecil keluar dari kedua tangan Aki, tak lama kemudian tubuh Akane mengeluarkan cahaya berwarna hijau terang. Setelah beberapa saat, cahaya hijau itu mulai meredup dan hilang sepenuhnya.


"Aku sudah mentransfer setengah dari energi mana yang ku punya, tidak lama lagi kakak seharusnya akan bangun," ucap Aki dengan menyeka keringat yang keluar dari dahinya.


BLAR!


GROAHH


"H-hanya ada satu Ice Wyvern! Mana yang lain? Dan juga dimana teman-teman lainnya?" Aki bergumam dengan suara pelan.


Meskipun hanya satu, Aki sebenarnya merasa takut dengan adanya keberadaan Ice Wyvern diluar ruangan itu, ia bisa cukup tenang karena ada sebuah batu besar yang menghalangi pintu masuk. Aki bisa menebak kalo batu besar itu adalah sihir yang terbuat dari seluruh energi mana milik kakak nya.


"Ga-gawat!" Dengan Skill Sensorik miliknya, Aki merasakan sebuah lonjakan energi mana yang besar dari luar ruangan.


DUAR!


" ... "


"A-apa yang terjadi?" Aki merasakan lonjakan energi mana yang besar itu tiba-tiba lenyap seketika, beberapa saat kemudian ia merasakan kehadiran seseorang yang terasa sangat familiar.


"Aura ini ... Shin!"


BLARR!


"Apa kalian baik-baik saja?" Ucap seseorang yang berjalan masuk sesaat setelah batu besar hancur, orang itu memakai setelan hitam dan topeng untuk menutupi wajahnya.


"K-kami baik-baik saja. Kamu dari mana saja? Dan dimana Gin dan Kido? Juga Ice Wyvern nya?" Aki berkata dengan nada gugup.

__ADS_1


Ryuga tidak langsung menjawab, membuka shop System, Ryuga lalu membeli Potion penambah mana. "Ambil." Ryuga melemparkan Potion yang dibelinya itu kepada Aki.


Aki dengan sigap menangkap Potion yang dilemparkan Ryuga, melihat Potion yang begitu kental dan sangat murni, Aki bisa tahu kalau Potion itu memiliki ke efektifan 100%. Artinya tidak ada kotoran sedikit pun didalam Potion yang diberikan oleh Ryuga ini.


"Te-terima kasih." Ucap Aki dengan sedikit menundukkan kepala.


Sebagai balasan Ryuga hanya mengangguk.


Setelah itu Aki menghampiri kakak nya yang masih tidak sadarkan diri. Menyandarkan kakak nya ke dinding Gua, Aki membuka tutup botol dan meminumkan Potion penambah mana kepada Akane.


"Gin dan Kido telah tewas," ucap Ryuga dengan tiba-tiba.


Aki sangat terkejut mendengar itu, botol Potion yang diminumkan ke Akane terjatuh. Mengalihkan pandangan nya ke arah Ryuga, terlihat ekspresi tidak percaya terpatri diwajah Aki.


"Ja-jangan berboho—"


"Aku tidak berbohong," ucap Ryuga dengan tenang menyela perkataan Aki.


Sekali lagi tubuh Aki terasa lemas, ia benar-benar tidak ingin mempercayai perkataan Ryuga. Akan tetapi, jika mengingat kejadian sebelumnya, lolos dari 4 ekor Ice Wyvern benar-benar sangat mustahil.


"Uh ... "


Mendengar suara itu, Aki dan Ryuga memandang ke arah sumber suara, terlihat Akane yang mulai sadarkan diri.


"Kakak!" Ucap Aki dengan menangis, ia lalu memeluk erat tubuh Akane.


"Aki ... apa yang terjadi?" Tanya Akane dengan memegang kepala nya yang terasa sakit.


"Ice Wyvern!!" Mengingat semua kejadian, Akane tersentak lalu berteriak keras.


"Tenang saja, Ice Wyvern itu sudah mati," ucap Ryuga dengan tenang.


"Shin?" Akane menolehkan kepala. "Lalu siapa yang membunuhnya?" Tanya Akane.


"Aku." Ryuga tidak berniat menyembunyikan nya.


"Bagaimana bisa?!" Akane jelas terkejut, Hunter B-Rank mengalahkan Ice Wyvern Rank A+? Itu tidak mungkin!


"Aku memiliki Job Assassin, dengan menyembunyikan aura kehadiran, aku bisa dengan mudah mengendap-endap dan membunuh Ice Wyvern itu." Ryuga mencari alasan yang jelas.


"Bukan kah kulit Ice Wyvern sangat-sangat keras?" Akane masih meragukan penjelasan Ryuga barusan.


"Mungkin karena ini." Ryuga menunjukan Black Dragon Katana nya kepada Akane.


"Katana?" Melihat senjata milik Ryuga dengan seksama, Akane akhirnya mengerti kenapa Ryuga bisa membunuh Ice Wyvern itu.


Entah di Rank apa, tetapi Akane tahu kalau Katana Ryuga merupakan senjata tingkat tinggi.

__ADS_1


.....


__ADS_2